
"Yok Rangga kita pulang, motor kamu mana?" Ajak Hanna.
Rangga mengangguk kemudian mengambil kunci mobil dari dalam tasnya dan menekan salah satu tombol yang ada di kunci itu.
Tut
Tut
Terdengar suara ketika Rangga membuka kunci mobilnya yang berada tak jauh dari mereka. Rangga berjalan mendekati mobilnya dan membuka pintu mobil tersebut.
"Yok Hanna kita pulang." Ajak Rangga.
Boby dan kedua temannya menganga melihat mobil yang dipakai Rangga. Dhani yang melihat ketiga ekspresi wajah orang itu pun tertawa geli.
"Pphhtt...makanya jangan asal merendahkan orang bro." Ucap Dhani pada Roby.
"Sialan." Gumam Boby.
"Lo kalah bro, malu kan?" Kalo gue jadi lo pasti gue langsung masuk ke tas ransel temen gue." Cibir Dhani yang kemudian berlalu meninggalkan Roby dan kedua temannya.
"Gue duluan ya Dhan." Ucap Rangga sambil mengangkat tangannya ke atas.
"Oke hati-hati ya Rangga." Sahut Dhani. "Della, lu yakin gak mau gue antar?" Tanya Dhani pada Della yang masih berada didekatnya.
"Gak usah, gue naik bus aja." Tolak Della.
"Ya udah kalo gitu gue antar sampai halte ya." Ajak Dhani lagi.
"Gak usah Dhan, gue bisa jalan sendiri kok." Della tetap menolak.
"Aih, bahaya loh cewek jalan sendirian. Udah ah nurut aja napa." Dhani menarik tangan Della untuk masuk ke mobil.
"Tapi Dhan, gue..."
"Gue bukan orang jahat, kalo gak percaya nih pegang KTP gue. Lu bisa lihat alamat rumah gue dengan jelas." Ucap Dhani sambil menyodorkan KTP nya pada Della.
"Ih apaan sih, kayak mau sensus penduduk aja pake ngasih KTP segala." Cibir Della.
"Ya habisnya lu gak percaya banget sama gue." Ucap Dhani sambil menaruh kembali KTP nya ke dalam dompet.
"Ya udah gue percaya, buruan jalan." Della melipat tangannya di dada.
"Oke." Sahut Dhani sambil menyalakan mesin mobil dan menjalankannya.
"Rumah lu dimana?" Tanya Dhani.
"Jalan XL no. 59. Eh kan lu mau ngantar gue sampe halte." Ucap Della yang sadar baru saja menjawab pertanyaan dari Dhani.
"Ya udah gue antar sampe rumah aja, dari pada naik bus sendirian." Ucap Dhani sambil tersenyum.
"Terserah lu deh." Sahut Della.
Dhani terus melajukan mobilnya sedikit cepat hingga sampai di rumah Della sesuai alamat yang disebutkannya tadi.
"Ini kan rumahnya?" Tanya Dhani.
"Oh iya, makasih ya." Ucap Della sambil membuka pintu mobil milik Dhani.
__ADS_1
"Oke sama-sama." Jawab Dhani dan Della keluar dari mobilnya.
"Hmm π€πΆπ΅π¦." Gumam Dhani.
***
Rangga dan Hanna tidak langsung pulang, mereka terlebih dahulu mampir ke toko buku. Setelah mendapatkan buku yang dicari, mereka pun berniat untuk pulang.
"Emm..kamu tinggal dimana Hann?" Tanya Rangga.
"Oh aku tinggal di apartemen Gedung W." Jawab Hanna.
"Gedung W yang dekat sama gedung X ya?" Tanya Rangga memastikan.
"Iya bener, kok kamu tau?" Tanya Hanna.
"Kakak aku dan suaminya tinggal di apartemen gedung X, dan sabtu ini aku juga bakalan tinggal di gedung X juga." Jawab Rangga sumringah.
"Oh ya? Wah berarti sebentar lagi kita jadi tetangga dong." Ucap Hanna yang juga senang.
Katena keasikan ngobrol, tak terasa akhirnya mereka sampai di gedung W.
"Kita sudah sampai." Ucap gilang setelah memberhentikan mobilnya di basemen gedung W.
"Oh iya, terima kasih ya Rangga." Ucap Hanna kemudian keluar dari mobil Rangga dan melihat mobil Rangga berjalan meninggalkannya. "Pria yang sopan." Gumam Hanna sambil berjalan menuju apartemennya.
Rangga terus melajukan mobilnya dengan santai keluar dari basemen. Sambil nyetir dia senyum-senyum sendiri merasa bahagia karena akhirnya bisa lebih dekat dengan Hanna. "Manis." Gumamnya.
"Eh, Kak Rara ada di apartemen gak ya? Telepon ah." Ucap Rangga pada diri sendiri kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Rara.
"Kakak lagi di apartemen nggak?" Rangga balik bertanya.
"Iya Kakak disini, kenapa?" Jawab Rara kemudian kembali melemparkan pertanyaan pada Rangga.
"Rangga lagi berada di dekat sini, mau mampir bole?" Tanya Rangga.
"Boleh dong, ya udah datang aja." Jawab Rara.
"Oke kak, ntar lagi Rangga nyampe." Ucap Rangga kemudian memutuskan sambungan telepon.
Dalam sekejap Rangga sudah berada basemen apartemen Kakaknya, dia langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju apartemen Rara.
Ting tong
Rangga memencet bell.
Rara membuka pintu apartemennya. "Eh Rangga, cepat juga nyampenya, ayo masuk." Ajak Rara.
"Iya kak." Jawab Rangga lalu masuk kedalam Apartemen bersama Rara. "Hai Kak Arga." Sapa Rangga yang melihat Arga sedang memasak di dapur.
"Hai Rangga, baru pulang kuliah ya?" Tanya Arga sambil memotong sayuran.
"Iya Kak." Jawab Rangga kemudian berjalan mendekati Arga. "Kak Arga masak apa?" Tanya Rangga.
"Mau masak capcai, kamu sudah makan?" Jawab Arga lalu bertanya pada Rangga
"Belum Kak, hehehe." Jawab Rangga sambil nyengir kuda.
__ADS_1
"Ya udah nanti kita makan bersama ya." Ajak Arga.
"Dengan senang hati kak." Jawab Rangga kemudian berjalan menuju ke sofa.
"Kamu dari mana kok bisa berada dekat sini?" Tanya Rara yang sudah duduk di sofa.
"Tadi Rangga nganterin temen yang tinggal di gedung W kak." Jawab Rangga.
"Temen atau pacar kamu?" Tanya Rara menggoda adiknya.
"Temen kak, beneran cuma temen." Jawab Rangga.
"Temennya cewek kan?" Tanya Rara.
"Iya cewek kak, tapi beneran cuma temen. Baru juga kenal." Jelas Rangga menahan senyuman di bibirnya.
"Iya deh temen." Ledek Rara. "Eh kamu mau minum apa? Minuman dingin mau?" Tanya Rara
"Boleh kak." Jawab Rangga.
Arga selesai masak dan Rara membantunya menyusun makanan di meja makan.
"Udah selesai nih, ayo kita makan." Ajak Arga pada Rara. "Rangga, kita makan yok." Kemudian mengajak Rangga untuk makan.
"Oh iya Kak, kebeneran udah laper hehehe." Jawab Rangga kemudian berjalan menuju meja makan dan langsung duduk di kursi begitu juga dengan Rara dan Arga.
Selesai makan dan membersihkan piring kotor, mereka bertiga duduk di sofa sambil nonton tv.
"Gimana kuliah kamu?" Tanya Arga membuka pembicaraan.
"Alhamdulillah lancar kak." Jawab Rangga.
"Tadi kakak dengar katanya kamu ngantar cewek pulang ke gedung W ya?" Tanya Arga lagi.
"Hehehe iya Kak, tapi cuma teman kok kak. Malahan dia senior Rangga." Jawab Rangga cengengesan.
"Pasti kamu suka kan sama cewek itu?" Tanya Arga penasaran.
Rangga yang mendengan pertanyaan Abang iparnya hanya bisa mengulum senyuman. "Hemm ya gitu deh kak."
"Kalo suka perjuangin dong." Saran Arga pada Rangga.
"Tapi Rangga lebih muda dari Hanna loh Kak." Ucap Rangga sedikit pesimis.
"Oh namanya Hanna, bagus namanya pasti orangnya cantik" Goda Arga sambil melemparkan senyuman. "Emang kenapa kalo kamu lebih muda dari dia, cinta itu nggak memandang usia loh." Ucapnya kemudian.
"Hehehe iya ya kak." Lagi-lagi Rangga cengengesan.
Rara yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Arga dan Rangga pun angkat bicara. "Semangat Rangga, kejar cintamu, hahaha." Ucap Rara memberi semangat sambil mengangkat satu tangannya yang terkepal.
"Tapi jangan gara-gara cinta, kuliah mu jadi berantakan ya." Pesan Abang iparnya.
"Siap Kak, kuliah yang paling utama." Ucap Rangga semangat. "Eh udah malam nih, kalo gitu Rangga pulang dulu ya Kak." Pamit Rangga pada Rara dan Arga.
"Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya, kasih kabar kalo udah sampai." Pesan Rara.
"Iya Kak." Rangga menyalami Rara dan Rangga kemudian keluar dari apartemen menuju basemen dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1