Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 99


__ADS_3

Satu bulan terlewati, saat ini Rara sedang berada di dalam kantor Arga.


"Sayang, ini design pakaian anak-anak yang sudah kita rencanakan. Bagaimana, apa kamu suka?" Tanya Rara.


Arga memperhatikan setiap gambar yang dibuat Rara. "Aku suka sayang, sangat suka." Jawab Arga. "Kamu memang ahlinya dalam mendesign sebuah pakaian." Lanjut Arga.


"Oh iya satu lagi." Ucap Rara.


"Apa itu sayang?" Tanya Arga.


"Kita duduk di sofa yuk." Ajak Rara.


"Yuk." Arga langsung bangkit dari kursi kebesarannya dan duduk di sofa bersama Rara.


Rara memberikan sebuah kotak persegi panjang yang terbuat dari kertas tebal pada Arga.


"Apa ini?" Tanya Arga.


"Hadiah buat kamu." Jawab Rara.


"Apa isinya?" Tanya Arga lagi.


"Kamu buka aja." Jawab Rara.


Arga pun membuka kotak kecil persegi panjang itu dengan perlahan. Betapa terkejutnya Arga melihat isi yang ada di kotak persegi panjang itu, hingga matanya berkaca-kaca dan air matanya menumpuk di matanya.


"Sayang, ini?" Arga tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Hu ugh." Rara mengangguk sambil tersenyum.


Arga langsung memeluk Rara dengan erat. "Terima kasih sayang, ini adalah hadiah yang paling istimewa untuk ku." Ucap Arga yang tak mampu lagi membendung air matanya. Dilepaskannya Rara dari pelukannya dan kembali dia melihat tespack yang dia pegang untuk mamastikan kalau penglihatannya tidak salah, dan benar penglihatannya tidak salah, dua garis merah tampak dengan jelas di tespack yang dia pegang saat ini.


"Kapan kamu cek ini sayang?" Tanya Arga.


"Tadi pagi." Jawab Rara tersenyum lebar.


"Nanti pas makan siang, kita ke dokter kandungan ya untuk periksa." Ajak Arga.


"Iya sayang." Jawab Rara.


Arga kembali memeluk Rara dengan erat sambil menciumi puncak kepalanya. "Aku bahagia banget, terima kasih ya sayang." Ucap Arga dan Rara mengangguk.


Sesuai rencana, ketika jam makan siang Arga dan Rara akan pergi ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan. Sesampainya di rumah sakit, mereka pun mengantri dan menunggu giliran karena mereka tidak membuat janji bertemu terlebih dahulu sebelumya. Setelah tiba giliran Rara dipanggil, mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan periksaan.


"Selamat siang Bu Rara." Sapa Dokter Helena.


"Siang Dokter, saya ingin memeriksakan kehamilan saya. Tadi pagi saya sudah tes menggunakan tespack dan hasilnya positif." Ucap Rara.


"Silahkan berbaring Bu." Pinta Dokter Helena. "Kapan terakhir haid?" Tanya Dokter Helena sambil mengoleskan gel ke perut Rara.


"Tanggal 2 bulan lalu." Jawab Rara.


"Oke sudah selesai." Ucap Dokter Helena kemudian kembali duduk di kursinya.


"Bagaimana dok? Tanya Rara yang kini sudah duduk di kursi konsultasi bersama Arga.


"Selamat ya, Bu Rara hamil dan kini usia kandungannya sudah berjalan tujuh Minggu dan kandungannya sehat." Ucap Dokter Helena. "Untuk usia kandungan Bu Rara saat ini masih sangat rentan, jadi saya minta Bu Rara jangan terlalu capek dan jangan stres karena itu bisa berpengaruh buruk untuk janin." Ucap Dokter Helena. "Dan satu lagi, tolong kurangi porsi untuk berhubungan intim. Bole berhubungan tapi jangan sampai Bu Rara terlalu capek." Pesan Dokter Helena.

__ADS_1


"Baik dokter." Jawab Arga.


"Apa ada keluhan seperti mual atau yang lainnya?" Tanya Dokter Helena.


"Sampai saat ini sih belum ada Dok." Jawab Rara.


"Baik, ini saya kasih resep vitamin untuk ibu hamil saja, tapi jika nanti terasa mual, Bu Rara bisa datang kembali." Ucap Dokter Helena sambil memberikan resep vitamin yang barusan dia tulis. "Tebus resep ini di apotek ya." Ucap Dokter Helena.


"Baik Dokter, terima kasih." Ucap Arga. "Kami permisi ya Dok." Pamit Arga.


Setelah menebus resep yang diberikan dokter, mereka berdua pun keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil. Arga melajukan mobilnya dengan santai.


"Sayang, kita makan siang dulu ya." Ajak Arga.


"Iya sayang." Jawab Rara.


"Kamu mau makan siang dimana?" Tanya Arga.


"Terserah kamu aja sayang, aku makan siang dimana aja oke kok." Jawab Rara.


"Kamu nggak pengen makan sesuatu gitu?" Tanya Arga.


"Untuk saat ini nggak sayang." Jawab Rara.


"Ya udah kalau gitu kita makan di restauran dekat kantor aja ya." Ajak Arga dan Rara mengangguk.


Arga terus melajukan mobilnya hingga sampai di restauran yang berada dekat dengan kantor mereka. Setelah memesan makanan untuk makan siang, mereka ngobrol sambil menunggu pesanan mereka tiba.


"Sayang, aku bahagia banget hari ini." Ucap Arga sambil memegang tangan Rara.


"Aku juga sayang." Sahut Rara.


"Belom sayang." Jawab Rara.


"Kita kasih tau sekarang yok." Usul Arga.


"Kamu kasih tau Mama Hasna aku kasih tau Mama Vira ya." Pinta Rara.


"Iya." Arga setuju.


Mereka berdua pun mengambil ponsel mereka dan mengirim pesan kepada mama mereka masing-masing. Setelah mereka mengirim pesan, tak lama kemudian ponsel mereka pun sama-sama berdering.


"Dari Mama nih." Ucap Rara.


"Iya sama." Ucap Arga.


Mereka berdua pun sama-sama mengangkat panggilan telepon. Setelah Sama-sama berbicara lewat telepon dengan Mama mereka, keduanya pun tertawa bersama.


"Katanya sore ini Mama dan Papa mau datang ke rumah kita." Ucap Arga.


"Lah iya sama, Papa, Mama dan Rangga juga mau datang ke rumah sore ini." Ucap Rara.


"Untuk kita udah pindah ke rumah, jadi mereka bisa menginap." Ucap Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


"Sepertinya kita harus mulai cari asisten rumah tangga deh sayang." Ucap Arga.

__ADS_1


"Iya sayang, rumah itu terlalu besar untuk kita bersihkan berdua." Ucap Rara.


"Ya udah nanti biar aku yang mencari beberapa asisten rumah tangga nya." Ucap Arga dan Rara mengangguk.


Makanan yang mereka pesan pun tiba dan mereka langsung menyantapnya. Selesai makan, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan.


"Kita ke kantor aku dulu yuk." Ajak Arga.


"Yuk." Rara mau.


Mereka berdua masuk ke dalam kantor Arga dan duduk di sofa.


"Sayang, mulai sekarang kamu jangan terlalu capek ya, jika kamu lelah menggambar, kamu bisa istirahat di kamar yang ada di kantor aku." Ucap Arga panjang lebar.


"Iya sayang, kamu tenang aja pekerjaan ku gak capek kok." Ucap Rara.


"Untuk design baru kamu, biar Sofie saja yang mengurus masalah produksinya. Kamu gak perlu turun tangan." Pesan Arga.


"Iya sayang iya." Ucap Rara.


"Aku panggil Efan dan Sofie ke sini ya." Ucap Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Arga langsung menuju ke meja kerjanya dan menelepon Efan dan Sofie. Selesai menelepon, Arga kembali duduk di Sofa. Tak lama kemudian Efan dan Sofie pun datang ke ruangan Arga.


Tok tok tok.


Ceklek.


"Masuk Sof, Fan." Pinta Arga kemudian Efan dan Sofie pun masuk ke ruangan Arga.


"Maaf Bos, ada apa panggil saya?" Tanya Efan.


"Iya Pak, kenapa Panggil saya?" Tanya Sofie.


"Sofie, ini ada design baru dari Rara dan saya harap kamu segera melakukan proses produksinya." Ucap Arga pada Sofie sambil memberikan kertas design. "Dan Efan, segera buatkan estimasi biayanya." Ucap Arga pada Efan.


"Siap Bos." Jawab Efan.


"Tapi Pak, ini pakaian anak-anak ya?" Tanya Sofie setelah melihat design yang diberikan Arga.


"Iya, dan akan kita kasih brand Ra One." Jawab Arga. "Untuk label saat ini sudah tersedia di pabrik produksi." Lanjut Arga.


"Baik Pak, segera saya proses." Ucap Sofie.


"Oh iya, saya juga ingin memberitahu kabar gembira." Ucap Arga.


"Apa itu Bos?" Tanya Efan.


"Sebentar lagi kalian berdua akan punya keponakan, karena saat ini Rara hamil dan usia kandungannya sudah jalan tujuh Minggu." Arga memberitahu.


"Hah serius Bos?" Tanya Efan dan Arga mengangguk.


"Beneran Ra?" Tanya Sofie.


"Iya." Jawab Rara.

__ADS_1


"Ah senangnya, selamat ya Ra." Ucap Sofie.


__ADS_2