
Sampai di parkiran ku lajukan mobilku menuju ke rumah Sofie untuk menjemputnya. Sampai di rumahnya aku melihat Sofie sudah menunggu di depan pagar dan langsung masuk ke mobilku.
"Ayo langsung jalan." Ucap Sofie.
"Oke." Jawabku.
Aku pun langsung menjalankan mobilku menuju ke pusat perbelanjaan. Setelah selesai belanja kami mencari tempat tongkrongan.
"Kita disini aja ya Ra, sekalian makan siang." Sofie mengusulkan.
"Oke." Jawabku setuju.
Kami pun memesan makanan dan minuman.
"Eh Ra, gue mau cerita sesuatu sama lu." Ucap Sofie serius.
"Cerita apa? Jadi penasaran gue." Tanyaku.
"Gue udah jadian sama Aldi." Jawab Sofie tersenyum malu.
"Ah serius lu?" Tanyaku memastikan.
"Iya beneran." Jawab Sofie.
"Kapan?" Tanyaku lagi.
"Tadi malam pas selesai acara launching gue diajak makan malam sama Aldi dan disitu lah dia nembak gue." Jawab Sofie menjelaskan.
"Hmm… pantesan kalian berdua gak ikut acara makan-makan tadi malam, ternyata lagi ngedate." Ucapku menggoda Sofie.
"Hehehe ya gitu deh." Sofie tersenyum bahagia.
"Gue berdo’a semoga hubungan kalian langgeng sampai ke pernikahan." Aku mendo’akan Sofie.
"Amin.." Jawab Sofie dengan cepat.
Makanan yang kami pesan sudah datang dan kami langsung menyantapnya.
"Eh Ra, gimana lu sama Arga?" Tanya Sofie.
"Gimana apanya?" Ucapku pura-pura tidak mengerti.
"Yah… udah sampai mana?" Tanya Sofie lagi.
"Belum sampai mana-mana, kita cuma temenan loh." Jawabku berbohong.
"Yah… masa cuma temenan sih." Ucap Sofie kecewa.
"Lah terus maunya gimana?" Tanyaku.
"Pdkt lah, jadian gitu biar kita sama-sama punya pacar." Saran Sofie.
"Iya sabar dong, kan gak mungkin secepat itu." Jelasku.
"Gercep dong Ra gercep." Sofie semangat.
"Iya iya." Aku tersenyum.
Karena keasikkan ngobrol sampai tidak terasa hari sudah sore, kami pun pulang. Aku mengantar Sofie ke rumahnya kemudian aku kembali ke Apartemen.
Sampai di apartemen aku membawa masuk semua belanjaanku dan Arga menyusunnya.
Aku mandi dan bersiap untuk keluar karena ada janji dengan Efan.
__ADS_1
"Kenapa pakaian mu seperti itu?" Tanya Arga yang melihat aku baru keluar dari kamar dengan memakai mini dres.
"Aku kan mau keluar makan malam dengan Efan." Jawabku.
"Iya aku tau, tapi pakaian mu terlalu sexy. Kamu kan mau makan malam dengan teman bukan pacar." Ucap Arga.
"Tapi…"
"Jangan pakai baju itu, ganti pakai celana panjang aja nanti kamu masuk angin malam-malam pakai baju seperti itu." Arga memotong ucapanku.
"Iya iya aku ganti." Aku pun menuruti perintah Arga dan kembali ke kamar untuk ganti baju.
Selesai ganti baju aku keluar dari kamar dan ku lihat Arga sedang menunggu di depan pintu kamar.
"Nah seperti itu kan lebih bagus." Ucap Arga tersenyum.
"Hmm…" Jawabku singkat.
"Jangan malam-malam pulangnya ya." Pesan Arga.
"Iya." Jawabku masih sebal.
Handphone ku berdering, ku lihat panggilan masuk dari Efan.
"Halo Fan." Aku menjawab telepon dari Efan.
"Gue udah di basemen nih Ra, lu udah siap?" Tanya Efan.
"Ya udah lu tunggu di basemen aja biar gue turun." Ucapku.
"Oke." Jawab Efan sambil memutuskan panggilan telepon.
Aku pun turun ke basemen dan langsung masuk ke dalam mobil Efan.
"Apaan sih yang Rapi, biasa aja kok." Jawab Efan.
"Kita mau makan dimana Fan?" Tanyaku penasaran.
"Udah lu ikut aja." Jawab Efan.
Efan pun melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai di sebuah reatauran yang baru pertama kali ini aku datangi.
"Kita sudah sampai, ayok turun." Ajak Efan.
"Oke." Jawabku singkat.
Kami pun berjalan masuk ke dalam restauran tersebut dan seorang pelayan restauran menunjukan kami tempat untuk duduk.
"Lu udah pesan tempat ya Fan?" Tanyaku heran.
"Iya." Jawab Efan.
"Niat banget lu ngajak gue makan malam." Ucapku tersenyum.
"Lu mau pesan makan apa?" Tanya Efan.
Kami berdua pun membuat pesanan dan menunggu pesanan kami datang.
"Lu mau ngomong apa sih Fan? Penasaran gue." Tanyaku.
"Ntar aja ngomongnya selesai makan." Jawab Efan.
"Hmm… lu mau curhat tentang gebetan lu ya?" Tanyaku masih penasaran.
__ADS_1
"Kira-kira seperti itulah." Jawab Efan.
"Oh… oke oke." Ucapku senang.
Tidak lama kemudian makanan dan minuman yang kami pesan pun datang. Kami berdua makan dengan santai hingga selesai. Efan memanggil pelayan restauran untuk mengangkat piring yang kotor.
"Kita udah selesai makan nih, lu bisa bicara sekarang." Pintaku pada Efan.
"Oke, lu dengerin gue bicara ya." Ucap Efan.
"Siap." Jawabku singkat.
"Ra, seperti yang kita tau kita kan udah lama banget ya berteman." Ucap Efan.
"Iya bener banget, dari kecil malah." Jawabku.
"Sebenernya malam ini gue ngajak lu makan sekalian gue mau bilang sama lu."
"Bilang apa?" Aku memotong ucapan Efan.
"Gue sebenernya suka sama lu Ra, gue sayang sama lu, gue cinta sama lu dan gue berharap lu mau menjadi pendamping hidup gue." Ucap Efan.
"Gue bingung harus ngomong apa Fan." Aku terkejut dengan pernyataan Efan.
"Iya gue tau lu pasti kaget mendengarnya, tapi yang gue bilang barusan itu serius Ra. Gue udah lama suka sama lu." Ucap Efan lagi.
"Jadi waktu itu yang lu bilang ada cewek yang lu suka itu gue Fan?" Tanyaku teringat Efan pernah bilang ada suka sama satu cewek.
"Iya bener Ra." Jawab Efan.
"Fan, gue juga suka sama lu, gue sayang sama lu. Tapi suka dan sayangnya gue ke lu itu hanya sebatas sahabat Fan, gak lebih." Jelasku.
"Ra, bisa lu kasih gue sedikit waktu untuk berusaha?" Pinta Efan.
"Berusaha untuk apa Fan?" Aku balik bertanya.
"Berusaha untuk bisa membuatmu jatuh cinta padaku Ra." Jawab Efan.
"Maaf Fan, gue gak bisa." Ucapku.
"Kenapa Ra? Tanya Efan.
"Gue gak mau membuat lu berharap Fan dan sebenernya juga gue udah mencintai orang lain Fan. Gue bener-bener minta maaf ya Fan." Jawabku.
"Lu mencintai orang lain Ra, siapa?" Tanya Efan penasaran.
"Nanti ada saatnya gue akan kasih tau lu dan Sofie." Jawabku.
"Sejenak Efan menundukan wajahnya dan beberapa saat kemudian mengangkat kembali wajahnya.
"Gak apa-apa kok Ra, gue akan lebih senang jika melihat lu bahagia." Ucap Efan tersenyum ikhlas.
"Terima kasih Fan, lu udah mau mengerti perasaan gue." Ucapku tersenyum.
"Iya Ra sama-sama." Jawab Efan.
"Tapi Fan, gue gak mau persahabatan kita jadi renggang kerena semua ini." Pintaku.
"Jelas dong, kita masih tetap bersahabat seperti sebelumnya dan gak ada yang berubah." Ucap Efan.
"Terima kasih Fan, lu emang sahabat terbaik gue." Ucapku bahagia.
"Oh ya, Sofie jangan sampai tau tentang ini ya." Pinta Efan.
__ADS_1
"Iya Fan." Jawabku setuju.