
Aku yang sudah terbiasa dengan sapaan Arga, kini tidak lagi mendengar suaranya.
Sambil menangis aku berjalan ke sofa dan ku jatuhkan tubuhku.
Aku teringat kebersamaan kami di sofa ini.
sekarang semuanya terasa sepi.
"Arga, aku rindu, hikz." Ucapku sambil memeluk selimut yang biasa dipakai Arga.
Ku ambil handphone ku, ku baca lagi pesan-pesan yang pernah di kirim Arga.
Alarm di handphone ku berbunyi, tanpa sadar ternyata semalaman aku tidur di sofa.
aku bangun dan menuju ke kamar untuk bersiap berangkat kerja.
*SOFIE*
Hari ini Rara tidak seperti biasanya, dia tampak murung. Padahal Rara yang aku kenal selalu tampak ceria.
"Ada apa dengan Rara?" Tanyaku dalam hati.
Jika Rara gak mau cerita, aku akan mencari tau sendiri.
"Fan… lu banyak kerjaan gak?" Tanyaku sedikit berbisik.
"Gak terlalu sih, kenapa emang?" Tanya Efan balik.
"Gue mau ngomong sama lu, tapi jangan di dalam kantor." Jawabku.
"Ya udah yok ke kantin bentar." Ajak Efan.
"Oke lu duluan, setelah itu gue nyusul." Pintaku.
Efan pun berjalan menuju kantin dan beberapa saat kemudian aku menyusul.
Sampai di kantin kami mencari tempat di pojokan yang gak terlalu kelihatan dari luar.
"Lu mau bicara apa Sof?" Tanya Efan.
"Eh, lu gak lihat ada yang berubah dari Rara?" Tanyaku pada Efan.
"Iya gue lihat lah, cuma gue gak tau kenapa Rara bisa berubah gitu." Jawab Efan.
"Ya sama, gue juga gak tau. Makanya gue ajak lu kesini biar kita sama-sama cari tau kenapa Rara seperti itu.
"Caranya?" Tanya Efan.
"Nah itu dia gue juga gak tau." Jawabku.
"Gini aja, kita sebagai sahabatnya harus selalu menghibur Rara yang saat ini sedang murung. Karena kalo kita tanya ke Rara apa sebabnya yang membuat dia murung begitu pasti dia gak mau jawab." Usul Efan.
"Kita menghibur dia sambil terus mencari tau apa masalah yang dia hadapi ya." Usulku.
"Setuju." Jawab Efan.
"Gimana kalo pulang kerja nanti kita ajak Rara ke tempat karaoke." Aku mengusulkan.
"Boleh juga tuh, kalo dia gak mau kita paksa aja." Efan setuju.
"Oke." Jawabku juga setuju.
__ADS_1
"Ya udah yok kita balik ke kantor, gak enak lama-lama disini." Ajak Efan.
"Iya ayok lah, gue juga lagi ada kerjaan yang harus selesai hari ini." Jawabku.
Aku dan Efan pun berjalan kembali ke kantor.
Jam pulang kerja sudah tiba, sesuai rencana aku dan Efan akan mengajak Rara ke tempat karaoke.
Aku dan Efan pun menghampiri Rara yang hendak keluar dari kantor.
"Ra, ikut kita karaokean yok." Ajakku.
"Iya Ra, udah lama gue gak mengeluarkan suara emas gue nih." Sambung Efan.
"Kalian aja ya." Jawab Rara.
"Yaahh gak enak dong, kita kemana-mana kan selalu bertiga. Lagian kalo cuma aku berdua sama Efan takutnya pacar gue cemburu lagi." Ucap Sofie keceplosan.
"Apa, lu udah punya pacar Sof?" Tanya Efan kaget mendengar ucapanku.
"Yah gue keceplosan." Ucapku
"Hem.." Rara tersenyum karena aku keceplosan.
"Iya iya gue ngaku, gue emang udah punya pacar." Jawabku pasrah.
"Siapa Sof?" Tanya Efan penasaran.
"Aldi fotografer kita." Jawab Rara yang akhirnya buka suara.
"Wah… mantap! Tapi lu jaga-jaga ya, dia terkenal playboy tuh." Ucap Efan.
"Itu dulu, sekarang udah gak kok." Ucapku.
"Oh iya, ayo dong Ra. Please…!!" Pintaku pada Rara.
"Ya udah gue ikut." Jawab Rara tersenyum.
Kami bertiga pun langsung menuju ke tempat karaoke yang sudah kami sepakati dengan mengendarai mobil masing-masing.
Sampai di tempat karaoke Efan langsung booking tempat.
Setelah masuk ke ruangan karaoke kami pun memesan minuman dan beberapa cemilan.
Kami pun berkaraoke sampai puas, namun Rara tidak begitu bersemangat. Dia hanya nyanyi beberapa kali aja.
Selesai berkaraoke kami pun berencana untuk makan malam bersama.
"Kita makan malam dimana nih?" Tanya Efan saat kami sudah berada di parkiran.
"Gimana kalo kita makan di apartemen Rara aja?" Aku mengusulkan.
"Ide bagus." Jawab Efan setuju.
"Gimana Ra, boleh kan?" Tanyaku.
"Boleh." Jawab Rara tersenyum.
"Kita beli makan apa nih?" Tanya Efan lagi.
"Pizza aja gimana, kamu mau kan Ra?" Tanyaku pada Rara.
__ADS_1
"Hu ugh." Rara mengangguk tanda setuju.
"Ya udah kalian duluan aja ke apartemen, gua yang beli pizza." Suruh Efan.
"Oke." Jawabku.
Aku dan Rara bergerak ke apartemen dan Efan membeli pizza.
Sampai di apartemen Rara aku langsung menuju ke sofa, ku lihat ada selimut tergeletak di sana.
"Ra, ini selimut ngapain ada disini?" Tanyaku sambil memegang selimut itu.
"Oh itu selimut gue." Dengan cepat Rara mengambil selimut itu dari tanganku.
"Lu tidur disini?" Tanyaku.
"Gak, gue pakai ini kalo lagi nonton tv." Jawab Rara.
"Oh." Jawabku.
Rara melipat selimut itu dan memasukannya ke dalam kamar.
Tak lama kemudian Efan pun sampai di apartemen Rara dengan membawa Pizza.
"Yok kita makan." Ucap Efan sambil membuka pizza yang dia beli.
"Sebentar aku ambil minum buat kita dulu ya." Ucap Rara berjalan menuju dapur.
Setelah Rara kembali dari dapur kami pun langsung menyantap Pizza yang dibeli Efan.
Ku lihat Rara hanya memakan sepotong pizza.
"Lu kok dikit banget makannya Ra?" Tanyaku pada Rara.
"Iya gak apa-apa, gue udah kenyang." Jawab Rara.
"Eh teringatnya lu kapan jadian sama Aldi?" Tanya Efan penasaran.
"Baru aja kok, pas acara launching kemaren." Jawabku santai.
"Wah lu ngasih tau Rara tapi gue gak, teman macam apa lu?" Ucap Efan iri.
"Hahaha…. Ini kan udah gue kasih tau." Jawabku tertawa.
"Iya itu karena lu keceplosan tadi." Ucap Efan sebal.
"Ya Maaf, eh lu gimana sama gebetan lu? Udah lu tembak tuh cewek?" Tanyaku penasaran.
"Udah, tapi di tolak." Jawab Efan tersenyum.
"Hahaha lu kurang ganteng sih." Ucapku tertawa lebar.
"Enak aja, gue bukan kurang ganteng tapi kurang beruntung." Jawab Efan membuat Rara tersenyum.
"Gitu dong Ra senyum, kan enak dilihatnya." Ucapku yang melihat Rara tersenyum.
"Terima kasih ya, kalian selalu ada buat gue. Gue tau ini semua kalian lakukan karena kalian lihat gue murung." Ucap Rara yang sadar dengan perbuatan kami.
"Tapi sebenarnya lu kenapa Ra? Cerita dong sama kita." Pinta Efan pada Rara.
"Gue minta maaf sama kalian, saat ini gue belum bisa memberi tau kalian apa yang terjadi, tapi gue janji suatu saat akan cerita ke kalian." Ucap Rara.
__ADS_1
"Ya udah kami gak memaksa kok, tapi lu jangan murung lagi ya. Kami akan selalu ada buat lu." Ucapku.