
Waktu pulang kerja tiba, sesuai rencana Arga, Rara, Efan dan Sofie akan berbelanja untuk keperluan honeymoon di Paris.
"Yok sayang." Ajak Arga pada Rara yang masuk h berada di ruangannya.
"Iya sayang, yok." Sahut Rara yang langsung menghampiri Arga
Mereka berdua berjalan menuju parkiran mobil dan disana sudah ada Efan dan Sofie yang menunggu.
"Yok kita jalan." Ajak Rara pada Efan dan Sofie.
"Oke." Jawab Efan dan Sofie bersamaan.
Efan dan Arga melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai di sebuah Mall terbesar di kotanya. Setelah memarkirkan mobil, mereka langsung masuk ke dalam Mall tersebut dan mengunjungi counter The One. Mereka juga membeli pakaian dengan merk lain.
"Sayang, sepertinya ini sudah cukup deh." Ucap Rara pada Arga.
"Iya bener, ini udah cukup." Sambung Sofie.
"Ya udah kalo gitu kita sekalian makan malam di luar aja ya." Arga mengusulkan.
"Setuju." Sahut Efan.
"Mau makan malam dimana nih Bos?" Tanya Efan.
"Xo." Usul Rara.
"Setuju." Sahut Sofie.
"Ya udah kita makan di Xo." Arga setuju.
"Oke." Efan juga setuju.
Mereka berempat pun langsung menuju ke Xo untuk makan malam.
Selesai makan malam, mereka pulang ke apartemen masing-masing. Efan terlebih dulu mengantarkan Sofie kemudian kembali ke apartemennya.
Arga dan Rara sudah sampai di apartemen, Rara langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa disusul oleh Arga.
"Sayang." Panggil Rara pada suaminya.
"Iya." Sahut Arga.
__ADS_1
"Aku mau ngomongin sesuatu sama kamu." Ucap Rara dengan wajah serius.
"Mau ngomong apa sayang, sepertinya serius banget." Tanya Arga.
"Iya sayang, ini emang serius." Jawab Rara.
"Ya udah ngomong aja sayang, aku dengerin." Pinta Arga.
"Tapi sebelum itu bagaimana kalo kita mandi dulu, biar enak ngomongnya. Lagian udah gerah banget nih." Rara mengusulkan.
"Kamu mau buat aku penasaran, Hem?" Tanya Arga.
"Nggak sayang, bukan gi.."
Ucapan Rara terhenti karena Arga langsung mendaratkan ciumannya di bibir Rara. Arga menarik tengkuk Rara dan memperdalam ciumannya, melumaat habis bibir istrinya. Rara melingkarkan kedua tangannya di leher Arga dan membalas ciuman dari Arga. Mereka saling melumaat, menyesap dan berbagi nafas. Lidah mereka saling bertemu dan bersalaman.
Arga membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai Rara dan melepaskan kemeja dari tubuh Rara, sehingga terlihatlah dua benda kenyal milik Rara yang masih tertutup braa. Masih dengan bibir yang bersatu, tangan Rara dengan lihai membuka jas dan kemeja yang dipakai Arga, hingga kini Arga bertelanjang dada.
Arga menurunkan ciumannya ke leher dan dada Rara. Merasa ada yang menghalangi, Arga dengan cepat membuka pengait braa yang dipakai Rara dan melepaskan dari tubuh Rara. Kini terpampang lah dua benda kenyal milik Rara yang sangat menggoda iman. Tanpa basa-basi Arga pun langsung melahapnya.
"Akhh emmpphh." Rara mendesaah ketika Arga memainkan choco chip milik Rara dengan lidahnya yang menari-nari disana.
Puas bermain-main dengan kedua benda kenyal dan choco chip milik Rara, Arga menghentikan aksinya sejenak untuk melepaskan celana panjang yang dipakai Rara sekali gus CD nya, sehingga saat ini tubuh Rara benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menempel. Arga juga membuka sendiri sisa pakaian yang menempel di tubuhnya dan kini tubuh mereka sama-sama polos.
Arga kembali melumaat bibir Rara dengan penuh gairah, tangannya turun menelusuri lembah kenikmatan milik Rara yang kini sudah basah tanda siap menjadi landasan mendarat pesawat tempur milik Arga.
Dengan perlahan Arga memasukkan juniornya ke dalam lubang kenikmatan Rara yang sudah basah.
Jleb
"Aakkhh." Pekik Rara ketika junior Arga masuk masuk dengan sempurna ke dalam rumahnya dengan sekali sentakan.
Hangat dan seperti dipijat, itulah yang dirasakan junior Arga ketika berada di dalam rumahnya.
"Oh sayang, nikmat sangat nikmat." Ucap Arga sambil menggerakkan juniornya maju mundur.
Arga terus menggerakkan juniornya maju mundur dengan tempo sedang dalam durasi yang lama kemudian mengeluarkan junior dari rumahnya. "Nungging sayang." Pinta Arga yang ingin merubah posisi bercintanya dan Rara pun melakukan apa yang diminta suaminya.
Arga memasukan junior ke rumahnya dari arah belakang. "Aakkhh." Pekik keduanya ketika junior masuk ke rumahnya dengan sempurna.
Arga menggerakkan juniornya maju mundur dengan cepat, tangannya meremas bokong Rara dan sesekali memukulnya pelan. "Ini luar biasa sayang." Racau Arga.
__ADS_1
"Aakkhh emmpphh aakkhh ohh sshhh aakkhh." Hanya suara-suara indah yang mampu keluar dari mulut Rara. "Aakkhh sayang aku akkh mau.."
Arga mencabut Juniornya dan membalikkan badan Rara kemudian memasukkan kembali juniornya. Arga menggerakkan juniornya dengan cepat. "Kita keluar bersama ya sayang." Ucap Arga yang semakin mempercepat gerakannya dan
"Aaarrggghh." Keduanya pun mencapai puncak kenikmatan bersama dan Arga menumpahkan lahar panasnya ke dalam rahim istrinya.
"Terima kasih sayang." Ucap Arga kemudian mencium lama kening Rara.
Pergulatan panas mereka kali ini pun terjadi di sofa yang mana menambah pengalaman dan sensasi baru untuk mereka berdua.
"Mandi yok sayang." Ajak Arga dan diangguki Rara.
Arga menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan Rara di pinggiran bathtub, kemudian Arga membuka kran shower dan mengguyur tubuh mereka. Setelah menyelesaikan ritual mandi, mereka pun kembali ke dalam kamar dan berpakaian.
"Sayang, tadi katanya kamu mau ngomongin sesuatu. Mau ngomong apa?" Tanya Arga yang kini duduk di kasur.
"Kita ngomongnya di sofa aja yuk." Ajak Rara.
"Ya udah yok." Arga setuju dan mereka berdua langsung berjalan menuju ke sofa.
Melihat pakaian mereka berceceran di sofa, Rara pun langsung memungutinya dan meletakkannya di keranjang pakaian kotor kemudian kembali ke sofa.
"Eh sayang, mau kopi?" Tanya Rara.
"Mau dong." Jawab Arga.
"Sebentar aku buat dulu ya." Ucap Rara yang langsung berjalan menuju ke dapur.
Tak lama kemudian Rara pun kembali ke sofa dengan membawa dua cangkir kopi dan beberapa makanan ringan. "Ini kopinya sayang." Ucap Rara sambil meletakkan kopi di atas meja.
"Terima kasih sayang." Ucap Arga.
Rara kembali duduk di sofa tepat di sebelah Arga.
"Sayang, aku mau ngomongin tentang Sandra." Ucap Rara yang sudah duduk di sofa bersama suaminya.
"Sandra?" Beo Arga
"Iya Sandra." Sahut Rara.
"Kenapa dengan perempuan itu?" Tanya Arga dengan wajah sedikit emosi.
__ADS_1
...Hai Readers, terima kasih ya udah mampir di karya pertamaku. Maaf kalo ceritanya kurang menarik, maklumlah masih pemula....
...I love you all 😘...