Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 43


__ADS_3

"Kenapa gak mau lihat sih, padahal kan otot lenganku beneran bagus." Ucap Arga.


Selesai berpakaian Arga keluar dari ruangan rahasia dan tidak melihat Rara di kamar.


Arga pun keluar dari kamar menuju ke sofa.


"Sayang." Panggil Arga.


"Ya." jawab Rara.


"Kamu gak tidur?" Tanya Arga.


"Aku belum ngantuk." Jawab Rara lagi.


"Ya udah sini." Pinta Arga.


"Mau apa?" Tanya Rara.


"Pengen peluk." Jawab Arga.


"Hmmm....Mau." Ucap Rara manja membuat Arga tertawa.


Rara pun bergeser duduk dan memeluk Arga.


"Tadi ngomong apa di telepon sama Sofie." Tanya Arga.


"Cuma bilangin ke dia supaya merahasiakan hubungan kita terutama sama orang kantor." Jawab Rara.


"Oh...Tapi secepatnya orang-orang akan tau tentang hubungan kita, karena aku gak mau menjalani hubungan sembunyi-sembunyi." Ucap Arga.


"Iya Arga, aku juga." Ucap Rara.


"Tidur yok, aku udah ngantuk. Lagian besok kita harus ngantor loh." Ajak Arga.


"Ya udah aku masuk kamar ya." Ucap Rara.


"Terus aku gimana?" Tanya Arga.


"Kamu tidur di sofa lah." Jawab Rara.


"Aku maunya bobo sama kamu sayang." Ucap Arga manja.


"Ih gak mau." Ucap Rara.


"Kenapa?" Tanya Arga.


"Ntar kamu macem-macem." Jawab Rara.


"Gak akan, aahh." Arga menggendong Rara ala bridal dan membawanya ke kamar.


"Arga turunin." Pinta Rara.


"Gak." Ucap Arga.


Sampai di kamar, Arga membaringkan Rara di kasur dan Arga berbaring di sebelah Rara.


Tak berapa lama Arga duduk dan membuka kaos yang dipakainya.


"Arga kenapa buka baju?" Tanya Rara.


"Gerah sayang." Jawab Arga.


"Ih kan malu." Ucap Rara.


"Ah kayak belum pernah lihat aja kamu nih." Ucap Arga kembali berbaring.


"Arga." Panggil Rara.


"Hem." Jawab Arga.


"Kamu kapan pindah ke apartemen depan?"


"Sepertinya hari Sabtu, kenapa sayang? Tanya Arga.


"Gak apa-apa, cuma tanya aja."


"Nanti aku akan buat pesta kecil-kecilan buat kita dan teman-teman kamu." Ucap Arga.


"Teman-teman aku maksud kamu Sofie dan Efan?" Tanya Rara memastikan.

__ADS_1


"Iya sayang." Jawab Arga.


"Aku juga mau Efan tau tentang hubungan kita." Ucap Arga lagi.


"Kamu masih cemburu sama Efan?" Tanya Rara.


"Gak, siapa juga yang cemburu." Jawab Arga.


"Yakiiinn?"


"Terus kalo aku cemburu emang kenapa?" Arga memiringkan tubuhnya dan menatap wajah Rara.


"Gak apa-apa kok, aku malah senang kalo kamu cemburu. Itu berarti kamu beneran cinta sama aku." Jawab Rara sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Arga.


"Pasti dong, ya udah ayo kita tidur." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Mereka pun terlelap hingga pagi tiba.


Waktu sudah menunjukan pukul 05.00 wib, Arga dan Rara bangun dari tidur mereka.


"Sayang, kamu mandi duluan aja biar aku masak sarapan." Suruh Arga.


"Oke." Jawab Rara.


Arga pun menuju dapur dan Rara ke kamar mandi.


Selesai masak sarapan Arga pun mandi.


Setelah keduanya berpakaian, mereka pun menyantap sarapan yang dimasak Arga.


"Sayang, kamu ke kantornya naik mobil denganku aja." Pinta Arga.


"Ih gak mau ah, aku naik mobil sendiri aja. Kita kan masih merahasiakan hubungan kita. Ucap Rara.


"Oh iya aku lupa." Ucap Arga.


"Ya udah yok kita berangkat." Ajak Rara.


Arga dan Rara pun berangkat dengan mengendarai mobil masing-masing.


"Raraaaa." Teriak Sofie memanggil.


"Hai." Rara melambaikan tangannya.


Sofie berlari kecil menghampiri Rara.


"Eh selamat pagi Pak Arga." Sapa Sofie yang melihat Arga baru keluar dari mobil.


"Pagi Sof, Ayo kita masuk." Jawab Arga.


"Iya Pak." Sofie tersenyum.


Arga berjalan duluan sementara Rara dan Sofie belakangan sambil ngobrol.


"Ra, lu beruntung banget bisa jadian sama Arga." Ucap Sofie.


"Benarkah?" Tanya Rara.


"Iya lah, lu lihat aja tuh Pak Arga udah baik, tajir terus gantengnya kelewatan lagi." Jawab Sofie.


"Awalnya juga gue gak tau loh kalo dia putra CEO kita." Jelas Rara.


"Masa sih?" Tanya Sofie heran.


"Iya beneran." Jawab Rara.


"Cerita dong." Rengek Sofie.


"Iya ntar gue ceritain, yok buruan jalannya." Ajak Rara.


Sampai di dalam kantor mereka pun menuju ke meja masing-masing dan mengerjakan pekerjaannya.


Saat sedang serius mengerjakan pekerjaan, tiba-tiba ada pesan masuk di handphone Rara.


"Sayang, nanti kita makan siang di luar ya." Isi pesan Arga


"Dengan senang hati sayang 🥰 ." balasan Rara.

__ADS_1


"Aku senang kamu panggil aku dengan sebutan sayang." Balasan Arga.


"Kalo begitu aku akan selalu panggil kamu sayang jika berada di luar kantor." Balasan Rara.


"Janji ya."


"Iya sayang." Balas Rara.


"Jadi kangen."


"Ih baru juga ketemu udah kangen aja." Balas Rara.


"Wajar dong, kita kan udah lama gak ketemu."


"Iya sayang, aku juga ingin selalu dekat sama kamu." Balas Rara.


"Ya udah kalo gitu nanti malam aku nginap di apartemen lagi." Isi pesan Arga.


"Hmmm...mauu..." Balasan pesan Rara membuat Arga tersenyum.


"Ya udah aku lanjut kerja dulu ya." Balas Arga.


"Iya sayang, I love you."


"I love you too honey."


Selesai ber chating-chating ria Rara pun melanjutkan pekerjaannya hingga tiba jam makan siang.


Sesuai rencana Arga dan Rara makan siang bareng.


"Ra, yok makan." Ajak sofie dan Efan yang baru datang ke meja kerja Rara.


"Sorry ya teman-temanku, gue mau keluar sama Pak Arga, ada urusan dikit." Ucapku.


"Oh ya udah gak apa-apa, lu lanjut deh." Ucap Sofie mengerti.


"Lah jadi makan siangnya?" Tanya Efan.


"Mungkin sekalian sama Pak Arga." Jawabku ngeles.


"Ya udah deh, yok Sof kita ke kantin." Ajak Efan.


"Hayuk." Sofie setuju.


Efan dan Sofie pun pergi meninggalkan Rara.


Tak lama kemudian Arga datang menghampiri Rara.


"Rara, yok berangkat." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Mereka pun berjalan keluar kantor dan masuk ke dalam mobil Arga.


"Kita mau makan dimana sayang." Tanya Rara.


"Rahasia." Jawab Arga.


"Ih apaan sih pake rahasiaan segala." Ucap Rara sebal.


"Jangan ngambek dong sayang, ntar juga kan kamu tau." Ucap Arga membelai lembut rambut Rara.


Arga melajukan mobilnya dengan cepat hingga sampai di sebuah restauran yang cukup mewah.


"Sayang, kita udah sampai yuk turun." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Mereka pun masuk ke dalam restauran dan memesan makanan.


"Sayang, ntar pulang kerja kita belanja ya. Aku lihat stok di kulkas kamu sudah habis." Ucap Arga.


"Iya, kemaren hari minggu aku emang gak belanja sih." Ucap Rara.


"Ya udah nanti kita pulang dulu terus keluar lagi buat belanja." Usul Arga.


"Kok gitu, kenapa gak langsung aja?" Tanya Rara.


"Aku gak mau kita naik mobil sendiri-sendiri, jadi ntar kita naik mobil aku aja." Jawab Arga.

__ADS_1


"Ya udah terserah kamu aja." Ucap Rara.


__ADS_2