Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 98


__ADS_3

"Kamu mintanya apa?" Arga balik bertanya.


"Apa aja yang kak Arga kasih yang penting luar biasa." Jawab Rangga.


"Kalo kamu bisa mengalahkan nilai Hanna, kak Arga akan kasih kamu liburan ke Paris naik jet pribadi dan kamu boleh bawa temen-temen kamu." Ucap Arga.


"Wah Paris, ayo Rangga lu pasti bisa. Percuma dong lu suka nge-band waktu SMA dulu kalo lu nggak bisa ngalahin nilai Hanna." Ucap Dhani memberi semangat.


"Oke setuju." Jawab Rangga.


Rangga pun mulai menyanyikan lagu yang sudah dia pilih. Yang lain pun ternganga mendengar suara Rangga yang merdu. Mereka tidak menyangka kalau Rangga memiliki suara yang begitu enak didengar dan kemampuan bernyanyi yang sangat bagus. Bahkan Rara sendiri pun tidak tau kalau Rangga jago bernyanyi, karena selama ini Rara hanya mendengar Rangga bernyanyi amburadul di dalam kamar mandi saja.


Begitu Rangga selesai bernyanyi, semua orang pun antusias untuk melihat nilai yang didapat Rangga.


"Aaaaaaa...." Teriak Rangga dan Dhani ketika nilainya sudah muncul. "Paris." Teriak Rangga dan Dhani lagi.


Rangga mendapatkan nilai 97 dari lagu yang baru saja dinyanyikannya.


"Kak Arga, sesuai janji ya." Rangga mengingatkan.


"Iya kakak janji, kamu atur aja jadwalnya dan kasih tau kakak." Ucap Arga.


"Oke, yang lain mana nih sawerannya?" Pinta Rangga.


"Karena nilai lu bagus, jadi nih gue kasih seratus ribu." Ucap Dhani.


"Nih dari Kak Efan Sembilan puluh tujuh ribu." Ucap Efan.


"Lima puluh ribu dari kakak." Ucap Rara.


"Dari kakak lima puluh ribu." Ucap Sofie.


"Nih dari aku lima puluh ribu juga." Ucap Hanna.


"Kak Arga?" Tanya Rangga.


"Kakak ngasih lagi nih?" Arga balik bertanya.


"Saweran ya tetap saweran kak, kalo yang ke Paris kan hadiah." Ucap Rangga memainkan kedua alisnya.


"Wah Belanda lu Rangga." Ucap Rara.


"Sekali-kali nggak apa-apa lah kak." Jawab Rangga.


"Iya sayang nggak apa-apa kok, suara Rangga kan emang bagus jadi dia wajib dapat saweran." Ucap Arga pada istrinya.


"Wah, kak Arga emang the best." Ucap Dhani.


"Nih goceng buat kamu." Ucap Arga sambil memberikan uang lima ribu rupiah pada Rangga.


"Ppttt...hahaha." Dhani tertawa geli karena Rangga di kasih goceng sama Arga.


Mereka terus melanjutkan kompetisi menyanyi mereka hingga selesai, dan yang mendapatkan nilai paling tinggi adalah Dhani dengan nilai 98. Setelah mereka lelah bernyanyi, mereka memutuskan untuk mengobrol saja sambil menikmati makanan yang mereka pesan dan cemilan yang cukup banyak.

__ADS_1


Malam sudah sangat larut, mereka memutuskan untuk menyudahi pesta kecil-kecilan mereka. Efan dan Sofie kembali ke rumah mereka, sedangkan Dhani, Rangga dan Hanna menginap di rumah Arga.


"Kami balik ya Bos." Pamit Efan pada Arga.


"Oke, hati-hati Fan." Ucap Arga.


"Hanna, ayo kakak tunjukkan kamar kamu." Ajak Rara.


"Iya kak." Hanna menurut kemudian mereka berjalan menuju kamar tamu yang berada di lantai dua.


"Kamu tidur disini ya." Pinta Rara. "Oh ya, di lemari ada baju tidur buat kamu pakai." Ucap Rara.


"Iya kak, makasih ya kak Rara." Ucap Hanna.


"Oke kakak tinggal ya." Pamit Rara dan Hanna mengangguk. Rara turun ke ruang keluarga menemui suaminya. "Kalian mau tidur atau masih mau nonton tv?" Tanya Rara pada Rangga dan Dhani.


"Kami masih mau nonton kak." Jawab Rangga.


"Iya kak, lagian sayang nih makanan kalo nggak dihabiskan." Sambung Dhani.


"Nanti kalian tidur di kamar yang itu ya." Ucap Rara sambil menunjuk ke arah kamar yang ada di lantai satu.


"Oke kak." Jawab Rangga.


"Ya udah kalo gitu Kak Arga dan Kak Rara tidur duluan ya." Ucap Arga sambil bangkit dari duduknya.


"Oke kak, lanjut." Jawab Rangga.


Arga dan Rara pun masuk ke dalam kamar dan tidur. Sementara Rangga dan Dhani masih asik nonton film sambil makan cemilan yang mereka beli di swalayan tadi sore.


"Della?" Sahut Dhani.


"Iya Della, bukannya waktu itu lu nganterin Della pulang ya?" Tanya Rangga.


"Iya sih." Jawab Dhani. "Tuh anak kayaknya asik deh, tapi gue nggak sempat minta nomor teleponnya." Ucap Dhani.


"Lu tertarik sama Della?" Tanya Rangga.


"Hmmm...dikit." Jawab Dhani.


"Gimana kalo kita ajak Della waktu kita ke Paris nanti?" Rangga mengusulkan.


"Waahh ide bagus." Ucap Dhani senang.


"Biar Hanna juga mau ikut." Sambung Rangga.


"Emang lu mau ngajak siapa aja ntar?" Tanya Dhani.


"Cuma lu, Hanna dan Della aja sih." Jawab Rangga.


"Ya udah, lagian rame-rame banget juga nggak enak." Ucap Dhani.


"Iya lah ngapain rame-rame, kayak mau tauran aja." Sambung Rangga.

__ADS_1


"Hihihi masa iya tauran sampe ke Paris jauhnya." Dhani terkikik.


"Tidur yok." Ajak Rangga.


"Lu udah ngantuk?" Tanya Dhani.


"Lumanyun." Jawab Rangga.


"Lumayan Ngga lumayan." Ralat Dhani.


"Haa iya itu." Sahut Rangga.


"Ya udah kuy lah, gue juga udah ngantuk." Ajak Dhani.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan tidur.


Pagi tiba, Rara dan Arga sama-sama terbangun dari tidurnya. Waktu saat ini sudah menunjukkan pukul 07.00wib. mereka berdua pun langsung mandi dan berpakaian, kemudian keluar dari kamar menuju ruang keluarga hendak membersihkan kekacauan akibat acara mereka tadi malam. Tapi ketika sampai di ruang keluarga, ternyata Rara dan Arga melihat tempat itu sudah bersih dan rapi. Ya, tadi malam sebelum Rangga dan Dhani masuk ke kamar, mereka terlebih dahulu merapikan ruang keluarga yang sudah kacau balau.


"Sayang, kita beli sarapan aja ya. Kita kan belum belanja buat keperluan memasak." Ucap Rara mengusulkan.


"Iya sayang, kamu pesan aja gih." Suruh Arga.


"Oh iya, nanti agak siangan kita belanja ya. Sekalian ajak Efan dan Sofie, mereka juga kan belum belanja." Ajak Rara.


"Iya sayang." Jawab Arga membelai lembut rambut Rara.


"Ya udah aku pesan makanan dulu ya." Ucap Rara sambil berjalan ke kamar untuk mengambil ponselnya.


"Pagi kak Rara, kak Arga." Sapa Hanna yang baru saja turun dari lantai dua menuju ke ruang keluarga.


"Pagi Hanna, udah mandi kamu?" Tanya Rara.


"Udah kak." Jawab Hanna.


"Kok nggak ganti baju, kakak kan sediakan baju ganti buat kamu di lemari." Ucap Rara.


"Hehehe nggak apa-apa kak, Hanna pake baju ini aja." Jawab Hanna cengengesan.


Tak lama kemudian dua orang pria pun keluar dari dalam kamar dengan kondisi baru bangun tidur dan belom mandi tapi sudah cuci muka.


"Tuh lihat anak mudanya baru aja bangun." Arga menunjuk ke arah Rangga dan Dhani.


Rangga dan Dhani pun ikut duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


"Kak Arga, kami boleh pinjem baju?" Tanya Rangga.


"Boleh." Jawab Arga.


"Makasih ya kak." Ucap Rangga dan Dhani bersamaan.


Rara pun menuju ke kamar untuk mengambil baju yang akan dipakai Rangga dan Dhani.


"Nih bajunya, buruan mandi gih." Suruh Rara.

__ADS_1


"Oke." Jawab keduanya.


Tak lama kemudian, pesanan sarapan mereka pun datang. Setelah Rangga dan Dhani selesai mandi, mereka semua pun sarapan bersama.


__ADS_2