Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 94


__ADS_3

Warning..!! Area 21++ bocil tolong minggir. Harap bijak dalam membaca.


Arga dan Rara saat ini sedang tertidur pulas karena kelelahan akibat olah raga yang baru saja mereka lakukan. Sementara di kamar Efan dan Sofie, mereka baru saja keluar dari kamar mandi selesai membersihkan diri. mereka merasakan jantung mereka berdebar begitu kuat, Ada rasa ingin dan malu dalam diri mereka.


Sofie membuka koper dan mengambil baju tidur untuk dia pakai begitu juga dengan Efan. Selesai berpakaian Efan dan Sofie merebahkan tubuh mereka di tempat tidur.


"Kenapa gue jadi deg deg an ya." Bathin Efan sambil meletakkan tanganya di dada.


"Kok Efan diem aja ya? Masa iya gue yang memulai." Batin Sofie.


"Sayang." Panggil Efan dan Sofie bersamaan.


"Eh, kamu duluan deh." Ucap Sofie.


"Kamu duluan aja Sof." Ucap Efan. "Ih kok jadi canggung gini sih, padahal sebelumnya kami kan pernah bercumbu, ya hanya bercumbu sih nggak sampe.." Bathin Efan.


"Nggak ada, cuma mau manggil aja." Jawab Sofie. "Ya udah kita tidur yuk." Ajak Sofie sambil membalikkan badannya membelakangi Efan.


Efan hanya diam saja melihat punggung istrinya. Tak lama kemudian Sofie membalikkan badannya lagi menghadap ke Efan. Pandangan mereka bertemu, mereka saling menatap cukup lama.


"Kamu belum tidur Fan?" Tanya Sofie memberanikan diri membuka suara dan melawan rasa canggungnya.


"Nggak bisa tidur." Jawab Efan


"Kenapa?" Tanya Sofie.


"Nggak tau." Jawa Efan.


"Sama sih, aku juga nggak bisa tidur." Ucap Sofie.


"Sof." Panggil Efan sambil satu tangannya membelai lembut wajah Sofie.

__ADS_1


"Hemm." Sahut Sofie.


Efan mendekatkan wajahnya ke wajah Sofie kemudian mencium bibir Sofie dengan lembut dan menarik pelan tengkuk nya memperdalam ciumannya. Ciuman lembut itu kini menjadi ciuman panas. Efan mengubah posisinya menjadi di atas tubuh Sofie dan terus melumaat bibir Sofie.


Tangan Efan membuka satu persatu kancing piyama yang dipakai Sofie kemudian menarik tubuh Sofie ke posisi uk dan melepaskan piyamanya dan juga braa yang dipakai Sofie. Efan juga membuka baju yang ia pakai hingga kini mereka berdua sama-sama bertelanjang dada.


Dengan perlahan Efan membaringkan kembali tubuh Sofie. Efan mencium lagi bibir Sofie dan menelusuri lehernya, kemudian Efan melahap semangka milik Sofie dan memainkan ujungnya.


"Aakkhh Fan sshh..." Sofie mendesaah ketika Efan memainkan choco chip Sofie menggunakan lidahnya.


Efan terus bermain dengan semangka dan choco chip Sofie secara bergantian membuat Sofie terus mendesaah dan tubuhnya menggeliat. Efan menurunkan celana yang dipakai Sofie beserta CD nya kemudian dia juga membuka celananya dan boxernya sendiri, kini tubuh mereka sudah benar-benar polos.


Efan kembali memainkan choco chip Sofie dan satu tangannya turun ke bagian inti Sofie yang sudah basah karena menerima rangsangaan dari Efan.


"Eemmphh." Sofie melenguh ketika jari-jari Efan bermain di bagian intinya.


"Kamu udah basah sayang." Ucap Efan dengan suara penuh gairah sambil tetap memainkan jarinya di inti Sofie dan kembali melahap semangkanya.


Senyum bahagia terukir di bibir Efan melihat istrinya sudah mendapatkan pelepasannya. Dengan perlahan Efan menuntun juniornya yang sudah mengeras dari tadi menuju ke lubang kenikmatan Sofie yang sudah sangat basah dan siap menerima junior Efan masuk.


"Pelan-pelan Fan." Rengek Sofie.


"Iya sayang." Jawab Efan.


"Arrgghh." Pekik Sofie ketika Junior Efan masuk setengahnya ke dalam intinya. "Sakit Fan." Rengek Sofie.


"Maaf sayang, jadi gimana? Di cabut lagi aja?" Tanya Efan yang menghentikan pergerakannya.


"Jangan Fan, teruskan aja." Jawab Sofie.


"Tapi kamu kesakitan." Ucap Efan.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, aku bisa tahan sedikit." Ucap Sofie.


Ada lampu hijau dari istrinya, Efan pun melanjutkan aksinya dan menyentakkan sedikit juniornya hingga masuk sempurna ke dalam lubang kenikmatan Sofie.


"Eemmphhh..." Suara Sofie tertahan karena menahan sakit.


"Sakit Sof?" Tanya Efan dan Sofie hanya mengangguk. "Tahan dikit ya sayang." Ucap Efan sambil mencium lembut bibir istrinya


Efan mulai menggerakkan juniornya maju mundur di dalam lubang kenikmatan Sofie. "Akkhh sayang, nikmat banget." Ucap Efan sambil terus menggerakkan pinggulnya. "Oohh hangat." Ucap Efan lagi.


Efan terus menggerakkan pinggulnya dan sedikit mempercepat gerakannya. Kedua tangannya meremaas pay***Ra Sofie dan memilin ujungnya.


"Aakhh akkhh emmpphh huuhh hhaahh akkhh oohhh aakhh." Suara suara indah itu terus keluar dari mulut Sofie dan Efan. Keduanya saling menikmati permainan mereka. Rasa sakit yang dirasakan Sofie kini sudah bercampur dengan Rasa nikmat yang diberikan Efan.


"Enak Sof?" Tanya Sofie sambil terus menggoyang.


"Sakit sakit enak Fan aakhh." Jawab Sofie dengan nafas tersengal. "Tapi banyakan enaknya aakkhh eemphh." Sambung Sofie.


"Nikmati sayang." Ucap Efan.


"Fan...aakkhh aku emmhhh oohh mau aakkhh..."


Efan mempercepat gerakannya. "Kita sama-sama sayang."


"Aarrgghh." Mereka berdua mengerang dan mencapai klimakss bersama. "Thank you my wife." Efan mengecup kening Sofie.


Efan menjatuhkan tubuhnya di sebelah Sofie dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Kemudian keduanya terlelap karena kelelahan.


Hai Readers tercinta, terima kasih sudah setia menemani perjalanan cinta Arga dan Rara hingga saat ini. Maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan kata-kata. Dan maaf juga jika ceritanya kurang menarik ya


Aku sayang kalian 😘

__ADS_1


__ADS_2