Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 59


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari ini Efan akan kembali ke apartemennya dengan mengendarai mobil yang baru diberikan oleh Papa nya dan mobil Efan yang lama diantarkan oleh anak buah Tuan R ke apartemen Efan.


Beni dikembalikan ke tempat asalnya setelah dibuat babak belur dan diancam oleh Tuan R.


Tiga minggu terlewati, hari ini Rara sudah mulai datang ke kantor.


Seperti biasa Rara ke kantor bersama Arga. Semua karyawan di kantor sudah mengetahui hubungan Rara dan Arga.


"Sayang, benar kamu sudah kuat duduk lama?" Tanya Arga pada Rara sesampainya mereka di kantor.


"Iya sayang, aku udah pulih kok." Jawab Rara.


"Kalo pinggang kamu merasa gak enak, kamu langsung kasih tau aku ya sayang." Pinta Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


"Ya udah ayo masuk." Ajak Arga.


"Ayok." Rara setuju.


Sesampainya di dalam kantor, Efan, Sofie dan karyawan lainnya menyambut kedatangan Rara. Ada yang memberikan bunga ada juga yang memberikan coklat.


"Selamat datang kembali di kantor ya Ra." Ucap Sofie sambil memberikan boneka beruang kecil.


"Terima kasih Sof." Ucap Rara langsung memeluk boneka yang diberikan Sofie.


Disusul dengan karyawan lainnya yang juga mengucapkan selamat datang kembali.


Setelah acara penyambutan, mereka pun kembali ke meja kerja masing-masing.


Rara pun berjalan menuju ke meja kerjanya diikuti oleh Sofie.


"Loh meja kerja gue mana Sof?" Tanya Rara yang melihat meja kerjanya menghilang.


Efan dan Arga datang menghampiri Rara dan Sofie.


"Meja kerja kamu udah gak disini lagi sayang." Ucap Arga.


Efan dan Sofie hanya tersenyum.


"Terus dimana?" Tanya Rara.


"Ayo ikut kita." Ajak Efan.


Mereka berempat berjalan menuju satu ruangan yang berada tepat di sebelah ruangan Arga.


"Sekarang ruangan kamu disini sayang." Arga memberi tau.


Terlihat di pintu ruangan tersebut ada tulisan "Designer Rara". Arga pun membuka pintu ruangan tersebut dan mengajak Rara masuk ke dalam.


"Sayang, ini kamu yang buat?" Tanya Rara yang kagum melihat ruangan barunya dengan nuansa hangat dalam perpaduan warna putih abu-abu.


"Iya sayang, aku yang buat tapi idenya dari Efan dan Sofie juga." Jawab Arga.


"Itu pintu apa?" Tanya Rara yang melihat ada pintu yang terletak disudut ruangan.


"Itu pintu kamar yang ada di ruangan ku sayang, kamu bisa menggunakannya jika kamu merasa lelah duduk terlalu lama." Jawab Arga.


"Aku mau lihat." Pinta Rara.


"Ayok." Jawab Arga.


Mereka berempat pun menuju kamar itu dan Arga membukakan pintunya untuk Rara.


"Ayo masuk sayang." Ajak Arga.

__ADS_1


Rara pun masuk disusul Efan dan Sofie.


"Jadi kamar ini bisa masuk dari ruangan Rara dan ruangan Bos juga ya?" Tanya Efan.


"Iya bener Fan." Jawab Arga.


"Wah nyaman banget yah, jadi pengen bobo." Ucap Sofie membuat yang lain tertawa.


"Dasar lu Sof." Ucap Arga.


"Makasih ya sayang, udah siapin semua ini untukku." Ucap Rara sambil memeluk Arga.


"Apa pun itu untukmu sayang." Jawab Arga mengeratkan pelukannya.


***


"Kau tau hari ini perempuan itu sudah keluar dari kandangnya?" Tanya seorang wanita pada Beni.


"Tau Nona." Jawab Beni.


"Terus apa yang kau tunggu?" Tanya Wanita itu lagi.


"Aku menunggu waktu yang tepat nona, saya akan segera menghubungi nona jika saya sudah berhasil." Jawab Beni.


"Berapa lama lagi aku harus menunggu?" Tanya si wanita.


"Secepat mungkin nona, saya usahakan dalam minggu ini." jawab Beni.


"Oke aku tunggu janjimu." Ucap wanita itu.


Beni terus berdiri di hadapan wanita itu dan menatapnya tajam.


"Ngapain kau masih disini bodoh, sana pergi." Ucap wanita itu kasar.


Beni pun dengan cepat berjalan keluar dari kandang singa betina itu.


Beni langsung merogoh kantong celana dan mengambil ponselnya kemudian dia menelepon seseorang.


Entah siapa yang dia telepon hingga begitu serius dan lama.


Singa betina yang baru keluar dari kandangnya melihat Beni sedang bertelepon pun memperhatikannya dari jauh.


"Iya iya saya paham, segera saya lakukan."


Terdengar samar oleh singa betina itu sedikit ucapan Beni.


"Hei Beni, sedang teleponan sama siapa kau?" Teriak wanita itu.


"Sama anak buah saya nona." Jawab Beni.


Kemudian Beni pun terus berjalan meninggalkan singa betina.


***


Waktu berlalu hingga tiba hari sabtu, malam ini Arga, Rara dan kedua sahabatnya akan makan malam di luar.


Rara dan Arga baru sampai di apartemen setelah pulang kerja. Mereka berdua langsung bersiap di apartemen masing-masing.


Selesai bersiap Rara datang ke apartemen Arga untuk menunggu kedua sahabatnya.


Efan lebih dulu sampai di basemen apartemen Rara dan efan menunggu kehadiran Sofie.


10 menit kemudian sofie pun sampai di basemen.


Mereka berdua berjalan menuju apartemen Arga.

__ADS_1


Bel pintu apartemen Arga pun berbunyi, dengan segera Rara membuka pintu.


"Hai Fan, Sof ayo masuk." Ajak Rara.


"Hai Rara." Sapa Sofie girang sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Arga.


Mereka berempat duduk di Sofa.


"Kita makan malam dimana nih Bos." Tanya Efan.


"Di restauran M aja gimana?" Rara mengusulkan.


"Boleh juga tuh, tempatnya juga nyaman dan parkirannya luas." Sambung Sofie.


"Ya udah kalo gitu kita ke restauran M aja, gimana Fan?" Tanya Arga.


"Gue sih oke oke aja Bos." Jawab Efan.


"Ayo kita berangkat sekarang." Ajak Rara.


"Kita pake dua mobil aja ya, gue sama Rara dan lu sama Sofie ya Fan." Ucap Arga.


"Oke bos." Jawab Efan.


Mereka berempat pun berjalan menuju basemen. Sampai di basemen Sofie terlihat kebingungan mencari mobil Efan.


"Fan, mobil lu mana?" Tanya Sofie yang gak melihat mobil Efan.


Rara dan Arga pun memperhatikan sekitar.


Efan berjalan menuju mobil sport berwarna hitam yang berada tak jauh dari mereka.


"Ini mobil gue." Jawab Efan sambil membuka pintu mobilnya.


"Lu mobil baru ya Fan?" Tanya Rara.


"Udah sebulan sih, hadiah dari bokap gue. Kasian juga kalo gak pernah dipake." Jawab Efan.


"Sebenarnya bokap Efan kerja apa sih sampe ngasih hadiah kayak gitu." Tanya Sofie pada Rara.


"Entah." Jawab Rara singkat.


"Ya udah ayok berangkat." Ajak Arga.


Arga dan Efan pun melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai di restauran M.


Mereka memilih meja outdoor agar bisa menikmati udara malam.


Pelayan datang memberikan buku menu. Setelah selesai memesan, mereka ngobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Eh handphone gue ketinggalan di mobil." Ucap Rara.


"Biar aku ambil." Ucap Arga.


"Gak usah sayang, biar aku aja." Ucap Rara Rara mengambil kunci mobil Arga yang tergeletak di atas meja dan langsung berlari kecil menuju mobil Arga.


Arga dari jauh terus memperhatikan kekasihnya hingga perhatian Arga terhalang karena ada mobil yang berhenti tepat di depan mobilnya dan Rara.


Setelah mobil tadi berjalan, Arga tak lagi melihat Rara ada di dekat mobilnya.


"Mungkin masuk ke dalam mobil." Pikir Arga.


Karena penasaran akhirnya Arga memutuskan untuk mendatanginya.


Setelah sampai di parkiran, Arga mendapati kunci mobilnya tergeletak di bawah dan Rara menghilang.

__ADS_1


__ADS_2