Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 67


__ADS_3

Arga menuju dapur dan membuat kopi, Efan menyusul


"Bos kita masih ada cemilan gak?" Tanya Efan.


"Sepertinya ada, coba lihat di kulkas." Suruh Arga.


"Oh masih ada kok Bos." Efan mengambil banyak cemilan dari dalam kulkas dan membawanya ke ruang keluarga.


Tak berapa lama Arga pun datang dengan membawa empat cangkir kopi. Mereka menikmati kopi sambil makan cemilan.


Handphone Efan berdering.


"Eh ntar ya, bokap gue nelepon." Efan beranjak dari duduknya dan menerima telepon dari Papa nya.


"Halo Pa." Sapa Efan dari telepon.


"Iya Fan apa kabar kamu?" Tanya Papa.


"Baik Pa, ada apa Pa tumben nelepon." Tanya Efan.


"Kamu lagi di bali ya?" Tanya Papa Efan.


"Iya Pa, Efan lagi liburan sama teman-teman Pa." Jawab Efan.


"Kamu sama pacarmu?" Tanya Papa Efan lagi.


"Hhmmm iya Pa." Jawab Efan.


"Ya udah,besok kita ketemu di hotel Xz ya, jangan lupa ajak Pacarmu dan teman-temanmu." Pinta Papa Efan.


"Emang saat ini Papa dimana?" Tanya Efan heran.


"Papa baru saja tiba di Bali, besok siang Papa undang kamu dan teman-temanmu untuk makan siang bersama. Harus datang ya." Ucap Papa Efan.


"Hhmmm bilang aja minta dikenalin sama pacar Efan Pa." Ledek Efan.


"Bagus deh kalo kamu paham maksud Papa, ya udah papa tunggu besok ya." Ucap Papa Efan.


"Oke Pa, sampai ketemu besok." Jawab Efan dan memutuskan sambungan telepon.


Selesai menerima telepon dari Papa nya, Efan pun kembali ke ruang keluarga berkumpul dengan kekasih dan sahabatnya.


"Guys, besok kita di undang makan siang sama bokap gue di hotel Xz, kalian mau kan?" Efan menginformasikan.


"Bokap lu tinggal di Bali Fan?" Tanya Sofie penasaran.


"Gak Sof, tapi bokap gue sengaja datang ke Bali karena tau Gue lagi Liburan disini." Jawab Efan.


"Oke, besok kita akan makan siang bareng Bokap nya Efan.


"Tapi kenapa bokap lu harus sampe nemuin lu disini Fan?" Tanya Rara.


"Kebeneran bokap gue juga lagi ada kerjaan di Bali, jadi ya sekalian." Jawab Efan.


"Oh ya, bokap gue juga pengen kenalan sama lu Sof." Ucap Efan.


"Ciiee..ketemu camer." Ledek Rara membuat wajah Sofie memerah.


"Lu mau kan Sof." Tanya Efan.


"Ya mau lah, masa gak mau sih ketemu sama mertua." Jawab Sofie berusaha menyembunyikan rasa malu.

__ADS_1


"Hati-hati lu Sof, Om Ridwan galak loh." Rara menakuti.


"Iya Fan?" Tanya Sofie memastikan.


"Gak lah, mana ada Bokap gue galak." Jawab Efan.


"Hehehe canda Sof canda." Rara cengengesan.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari.


"Tidur yok, udah ngantuk nih." Ajak Efan.


"Ayok lah, besok siang kan Sofie mau ketemu camer jadi harus istirahat cukup biar fresh." Goda Rara.


"Yok sayang masuk kamar." Ajak Arga sambil mengerlingkan matanya nakal.


"Aih, kok gue jadi merinding ya." Ucap Rara sambil mengusap tengkuknya.


Mereka berjalan masuk ke kamar masing-masing.


"Sof, maaf ya mendadak gue ngenalin lu sama Bokap gue." Ucap Efan sambil mengganti kemejanya dengan kaos oblong.


"Iya gak apa-apa kok Fan." Jawab Sofie sambil memegang piyama dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Setelah berganti pakaian, Sofie keluar dari kamar mandi dan melihat Efan sedang duduk di kasur.


"Sini naik." Suruh Efan sambil menepuk karus.


"Fan, lu jangan macem-macem ya." Pinta Sofie.


"Gak lah sayang, udah ah sini bobo di pelukan abang." Goda Efan.


"Idih, gak cocok banget lu dipanggil abang." Ucap Sofie.


"Ya dipanggil Efan lah." Jawab Sofie sambil naik ke tempat tidur.


"Masa Efan sih, itu kan nama gue." Protes Efan.


"Lah karena nama lu Efan lah makanya dipanggil Efan, emang lu mau gue panggil bambang." Ucap Sofie nyeleneh.


"Panggil sayang dong biar romantis." Ucap Efan manja.


"Iya sayang. Uluh uluh sayang.." Sofie mencubit pipi Efan.


Dengan cepat Efan menarik pinggang Sofie hingga menempel dengan tubuhnya.


"Efan." Pekik Sofie.


"Sof, gue cinta sama lu. Gue gak tau kapan Rasa itu timbul, tapi gue gak bohong. Sekarang gue bener-bener cinta sama lu." Pernyataan Efan membuat hati Sofie bahagia.


"Fan, gue juga cinta sama lu sejak kita memutuskan untuk pacaran karena kejadian malam itu di apartemen Arga." Jelas Sofie.


"Makasih ya Sof, lu udah mau membalas cinta gue." Ucap Efan tulus.


"Lu emang bukan cinta pertama gue Fan, tapi gue berharap lu yang jadi cinta terakhir gue." Ucap Sofie melingkarkan kedua tangannya ke leher Efan.


"Gue janji akan mewujudkan harapan lu Sof." Ucap Efan.


"Makasih Fan." Sofie mencium bibir Efan dengan lembut.


Efan yang mendapatkan sentuhan lembut itu pun membalasnya, tangan Efan menarik tengkuk Sofie dan memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Ciuman lembut itu kini menjadi panas dan penuh gairaah. Mereka saling melumaat bibir pasangannya, saling berbagi nafas sampai lidah mereka saling membelit.


"Eemmphh." Sofie melenguh ketika tangan Efan meremat semangka miliknya.


Dengan sigap Efan membuka kancing piyama yang dipakai Sofie dan melepaskan piyamanya dari tubuh Sofie.


Efan menelusuri leher Sofie, mengecupnya dengan lembut membuat Sofie merasakan darahnya memanas.


"Akh Fan."


Tangan Efan menuju punggung Sofie dan membuka pengait br@ yang dipakai dan melepaskannya.


"Indah sangat indah." Ucap Efan memandangi tubuh sofie yang bertelanjang Dada.


Efan membuka sendiri kaos yang dipakainya.


"Aku suka bentuk tubuhmu Fan." Ucap sofie dengan nafas memburu.


"Ini milikmu Sof." Ucap Efan dengan suara menggoda.


Sofie langsung mendorong tubuh Efan dan menimpanya. Dengan posisi di atas tubuh Efan, Sofie mulai melumaat lagi bibir Efan dengan buas kemudian menciumi leher sampai dada Efan dan meninggalkan tanda merah di dada Efan.


"Akh teruskan sayang." Efan pasrah dan menikmati perlakuan kekasihnya.


Efan membiarkan Sofie yang terus berkelana menjelajahi tubuhnya.


"Ternyata kau sangat buas sayang dan aku suka itu." Ucap Efan.


Tak ingin merasakan kenikmatan sendiri, Efan pun membalikkan tubuh Sofie hingga kini Sofie berada di bawah Efan.


Efan melumaat habis bibir Sofie sambil meremat semangkanya. Puas menyesap bibir Sofie, Efan pun melahap semangka Sofie dan memainkan udangnya dengan lidah.


"Ssshh aakhh Fan eemphh." Sofie berkali-kali mengeluarkan suara indah itu sehingga membuat Efan semakin mersemangat dan terus memainkan ujung semangka milik Sofie bergantian tanpa henti.


Sofie menarik rambut Efan sambil menahan sesuatu yang geli di bawah sana, Sofie juga merasakan sesuatu yang mengganjal menimpa pahanya.


"Fan, itu..." Sofie menggeser pahanya dari yang mengganjal itu.


Efan menghentikan aksinya.


"Maaf Sof, lu merasa risih ya?" Tanya Efan.


"Bukan gitu Fan, gue cuma merasa kenapa bisa sekeras itu." Jawab Sofie malu.


"Lu yang buat dia jadi keras." Ucap Efan.


"Kok gue? Kan gak ada gue sentuh." Tanya Sofie.


"Dengan kita berciuman aja dia udah bisa keras Sof." Jawab Efan.


"Gue jadi takut." Ucap Sofie.


"Takut apa?" Tanya Efan.


"Takut lu lepas kendali." Jawab Sofie menutup tubuhnya dengan selimut.


"Gak akan sayang, gue bisa mengendalikan diri untuk hal itu." Ucap Efan.


"Makasih Fan." Ucap Sofie.


"Ya udah pake bajunya, kita tidur yok." Ajak Efan.

__ADS_1


"Iya."


Sofie mengambil bajunya dan memakainya, kemudian mereka pun tidur.


__ADS_2