
"Arga, udah jam 22.00 loh, kamu gak pulang?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan dan melepaskan pelukannya.
"Kamu mengusir ku?" Tanya Arga kesal.
"Bukan gitu Arga, kamu harus istirahat karena besok kan harus ke kantor." Ucapku.
"Ya udah aku istirahat disini aja." Ucap Arga.
"Tapi kamu kan gak bawa baju ganti, masa kamu mau pakai baju ini lagi besok." Ucapku.
Arga berjalan mendekatiku yang sedang berdiri dan memelukku.
"Apa kamu lupa pakaianku banyak disini sayang?" Tanya Arga sambil mengelus lembut pipiku.
"I_iya Arga aku ingat kok." Jawabku terbata.
"Kenapa kamu jadi gugup sayang?" Tanya Arga.
"Mana ada aku gugup." Jawabku cepat.
"Ya udah ambilkan aku handuk, Aku mau mandi." Suruh Arga.
"Iya sebentar."
Aku melepaskan pelukan Arga dan masuk ke kamar untuk mengambil handuk.
"Arga kenapa kamu ikut masuk?" Tanyaku sedikit berteriak karena tiba-tiba Arga ada di belakangku.
"Aku hanya ingin melihat-lihat, ternyata tidak ada yang berubah." Jawab Arga tersenyum.
"Iyalah, kamu kan perginya cuma tiga bulan bukan tiga tahun." Ucapku sebal.
"Oh jadi kamu mau aku pergi sampai tiga tahun?" Tanya Arga.
"Ih bukan gitu maksud aku.."
"Jadi apa?" Arga memotong ucapan ku dan langsung menarik pinggangku sehingga menempel dengan tubuhnya.
"Jadi jangan lama-lama perginya, kalo tidak..."
"Kalo tidak apa?" Arga memotong ucapan ku lagi.
"Kalo kamu tidak ingin aku mencari pria lain di luaran sana." Jawabku menggoda Arga.
"Aku gak akan membiarkan itu terjadi, karena kamu hanya milikku." Ucap Arga serius.
"Aku gak janji." Ucapku sengaja ingin membuat Arga geram.
"Apa kamu bilang?" Tanya Arga terpancing.
"Makanya kamu harus segera menjadikanku milikmu seutuhnya." Jawabku sambil melonggarkan dasi Arga.
Aku membuka dasi Arga dan melepaskan Jas yang dipakai Arga.
"Jangan menggodaku sayang." Arga menghentikan pergerakan tanganku yang ingin membuka kancing kemejanya.
"Siapa yang menggoda, aku hanya ingin membantumu membuka pakaian, kan mau mandi." Ucapku.
"Ya sudah silahkan." Arga pasrah.
Ku buka semua kancing kemejanya dan melepaskan dari tubuh Arga.
Kini Arga bertelanjang dada dan terlihatlah perut six pack nya.
Dengan sengaja ku mainkan jariku di dada bidangnya.
"Rara." Pekik Arga menangkap tanganku.
"What?"
"You tease me baby."
"So?"
"Do not blame me"
Arga langsung mencium bibirku dengan buas.
__ADS_1
"I miss you honey." Ucap Arga.
"Me too." Jawabku.
Arga kembali mencium ku, kali ini ciumannya sedikit lembut.
Bibir kami bersatu saling menyesap, lidah kami bertemu.
Arga membuka kancing piyama yang ku pakai dan melepaskannya dari badanku.
"Arga." Panggilku.
"Kenapa sayang?" Tanya Arga menghentikan ciumannya.
"I'm scared."
"Don't be afraid honey, I'm still the same." Ucap Arga.
Arga kembali mencium bibirku, dan aku membalasnya. Ku gantungkan kedua tanganku di leher Arga.
Ciuman Arga turun ke leherku.
"Aku merindukan aroma tubuhmu sayang." Ucap Arga sambil terus menelusuri leherku.
Tangan Arga tidak tinggal diam, dia membuka pengait br@ yang ku pakai.
Arga menjatuhkan tubuhku di tempat tidur dan melepaskan br@ yang masih menggantung di tubuhku.
Kini posisi Arga berada di atas ku.
Arga kembali menciumi leherku dan tangannya meremas kelapa muda milikku.
"Ah Arga." Suara itu spontan keluar dari mulutku.
Mendengar suara itu Arga langsung melahap kelapa muda milikku, dan memainkan ujungnya dengan lidahnya.
"Sshhh akh Arga." Aku menarik rambut Arga.
Sungguh nikmat yang ku rasakan hingga membuat darahku mendidih.
"Sayang, aku gak tahan." Ucap Arga.
"Lalu?" Tanyaku.
Arga kembali mencium bibirku dengan penuh gairah.
"Oh my god i can't stand it." Ucap Arga yang sudah melepaskan ciumannya.
"Kenapa Arga?" Tanyaku merasa tidak bersalah.
"Enough honey." Ucap Arga menyudahi aksinya.
"But I still want it." Ucapku Manja.
Arga menarik nafas dalam.
"Udah ya sayang, aku takut kebablasan." Ucap Arga membelai lembut rambutku.
"Iya sayang, aku mengerti." Ucapku tersenyum.
Arga memakaikan kembali piyamaku, dan mencium keningku mesra.
"Aku mandi dulu ya." Ucap Arga.
"Hu ugh." Aku mengangguk.
Arga berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamarku.
Sambil menunggu Arga selesai mandi, aku meraih handphone ku dan menelepon Sofie.
"Halo Ra, ada apa?" Tanya Sofie dar telepon.
"Eh Sof lagi dimana lu? Tanyaku.
"Gue udah di rumah, kenapa Ra?" Tanya Sofie.
"Ini gue cuma mau bilang, tentang Arga cukup kita aja yang tau ya. Jangan sampe orang lain tau terutama orang kantor." Pintaku.
__ADS_1
"Emang kenapa Ra?" Tanya Sofie.
"Iya, Arga gak mau orang kantor mengira aku menggoda Arga karena dia anak CEO." Jelasku.
"Oohh iya iya aku paham." Ucap Sofie.
"Makasih ya Sof." Ucapku.
"Tapi lu harus janji sama gue ya." Pinta Sofie.
"Janji apa?" Tanyaku.
"Janji akan menceritakan tentang lu dan Arga ke gue." Jawab Sofie.
"Iya iya gue janji." Ucapku.
"Nelepon siapa sayang?" Tanya Arga yang baru keluar dari kamar mandi.
"Oh ini nelepon Sofie." Jawabku.
"Uluh uluh....so sweet nya Pak Arga." Ucap Sofie dari telepon.
"Ya udah deh Sof gitu aja ya, sampai jumpa besok di kantor." Ucapku.
"Oke deh Ra, selamat bersenang-senang ya." Ucap Sofie tertawa dan mengakhiri panggilan telepon.
"Kamu udah selesai mandi?" Tanyaku.
"Iya sayang." Jawab Arga.
Arga membuka pintu rahasia dan masuk ke dalamnya.
"Arga, aku ikut." Pintaku.
"Ayok." Ajak Arga.
Aku pun datang menghampirinya.
"Mau ngapain masuk kesini?" Tanyaku.
"Mau ambil baju lah sayang, atau kamu sukanya aku cuma pakai handuk?" Jawab Arga.
"Eh gak gak, ntar kamu masuk angin lagi." Ucapku
"Gak bakalan masuk angin." Ucap Arga sombong.
"Kamu rajin olah raga ya?" Tanyaku.
"Gak begitu, kenapa emangnya?" Arga balik bertanya.
"Otot perut kamu bagus." Jawabku sambil mencolek roti sobek Arga.
"Kamu suka?" Tanya Arga.
"Hu ugh." Aku mengangguk.
"Kalo suka jangan hanya dicolek dong." Ucap Arga meraih tanganku dan meletakkan di dadanya yang bidang.
"Arga." Rengek ku manja.
"Ada otot ku yang lebih bagus lagi, aku yakin pasti kamu suka. Mau lihat?" Tanya Arga.
"Kayaknya sejak bangun dari koma, kamu jadi semakin mesum deh." Ucapku membulatkan mataku.
"Kok dibilang mesum sih, aku kan cuma mau ngasih tunjuk otot ku yang belum pernah kamu lihat." Ucap Arga mengerutkan dahinya.
"Udah sana kamu pakai baju, aku keluar aja." Ucapku hendak berjalan keluar.
Arga menghentikan pergerakan ku dan memelukku dari belakang.
"Yakin gak mau lihat?" Tanya Arga lagi.
"Gak mau." Jawabku.
"Kenapa?" Tanya Arga.
"Ih ya gak mau aja, dasar mesum." aku melepaskan pelukan Arga dan berjalan cepat keluar.
__ADS_1