Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 37


__ADS_3

*RARA*


Tiga bulan sudah berlalu, namun hingga saat ini aku belum juga menemukan keberadaan Arga.


Aku sudah mencari ke seluruh rumah sakit di kota ini tapi tetap gak dapat hasil.


Saat ini aku sudah terbiasa menjalani hidup tanpa Arga, namun bukan berarti aku melupakannya.


Arga selalu ada di hatiku sampai kapan pun.


Teman-temanku senang karena akhirnya aku bisa kembali ceria.


Hari ini seperti biasa Aku, Sofie dan Efan makan siang di kantin.


"Eh besok weekend pada mau kemana?" Tanya Efan pada ku dan Sofie.


"Gue mau jalan sama cowok gue lah." Jawab Sofie.


"Iya ya lu kan sekarang punya pacar." Ucap Efan.


"Lu sendiri mau kemana fan?" Tanya Sofie.


"Gue? Gak tau lah, palingan maen game." Jawab Efan.


"Makanya lu cari pacar dong." Ucapku yang tidak sadar bahwa aku juga sedang sendiri.


"Iya… tenang aja, gue gak bakalan jomblo seumur hidup, hahaha." Jawaban Efan membuat kami tertawa.


Jam makan siang udah selesai kami pun kembali ke kantor dan mengerjakan pekerjaan masing-masing.


Tak berapa lama kemudian Sofie datang menghampiriku.


"Eh Sof ada apa?" Tanyaku.


"Ntar pulang kerja gue ke apartemen lu ya." Jawab Sofie.


"Ya ayok." Ajakku.


"Gue males sendirian di rumah." Ucap Sofie.


"Lah emang ortu lu kemana?" Tanyaku.


"Mereka lagi ke rumah nenek gue." Jawab Sofie.


"Oo… ya udah, nginep di apartemen gue juga boleh." Ucapku.


"Beneran?" Tanya Sofie senang.


"Ya bener dong." Jawabku.


"Ok kalo gitu ntar pulang kerja gue pulang ke rumah dulu ambil baju ya, terus gue ke apartemen lu." Ucap Sofie semangat.


"Oke." Jawabku tersenyum sambil mengacungkan jempol.


Sofie pun kembali ke meja kerjanya.


waktu pulang kerja tiba, seperti yang sudah kami sepakati, Sofie akan menginap di apartemenku.


Aku pulang ke apartemen dan menunggu Sofie datang.


Satu jam kemudian pun Sofie tiba di apartemenku.


"Sof kita masak buat makan malam yok." Ajakku.


"Boleh boleh, kita mau masak apa?" Tanya Sofie.


"Masak apa ya?" Ucapku sambil melihat bahan masakan di dalam kulkas.


"Eh ini ada spagheti, kita masak ini aja." Sofie mengusulkan.

__ADS_1


"Oh boleh juga tuh." Aku setuju.


Kami berdua pun masak untuk makan malam.


Selesai masak, kami memutuskan untuk makan sambil nonton tv.


"Ra, gue mau curhat sama lu." Ucap Sofie membuka pembicaraan setelah selesai makan.


"Mau curhat apa Sof? Tentang Aldi ya?" Tanyaku.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


"Kenapa dia? Dia nyakiti lu Sof?" Tanyaku penasaran.


"Gak sih Ra, sampai saat ini hubungan kami baik-baik aja. Tapi sepertinya dia sedikit berubah." Jawab Sofie.


"Berubah gimana Sof?" Tanyaku semakin penasaran.


"Sekarang dia tuh lama banget kalo balas chat dari gue, padahal dia sedang online." Jawab Sofie.


"Ya lu telepon dong." Ucapku.


"Pernah juga gue buat seperti itu, karena lama banget balas chat padahal lagi online jadi gue telepon, tapi malah sedang berada dalam panggilan. Sering banget begitu loh Ra." Sofie menjelaskan.


"Lu udah tanya ke Aldi?" Tanyaku.


"Udah Ra." Jawab Sofie.


"Terus jawabannya apa?" Tanyaku lagi.


"Aldi bilang katanya lagi terima telepon dari klien." Jawab Sofie.


"Klien gimana?" Tanyaku kurang paham.


"Iya Ra, jadi dia tuh ambil job diluar pekerjaannya." Jelas Sofie.


"Oo… ya udah berarti mungkin yang dia katakan benar, lu jangan negative thinking lah sama Aldi." Ucapku.


"Iya dong." Ucapku.


Malam sudah larut, kami berdua pun memutuskan untuk tidur karena besok harus kerja.


Bel berbunyi, aku berjalan untuk membuka pintu apartemen.


"Siapa sih yang datang malam-malam gini." Tanyaku dalam hati.


Betapa terkejutnya aku dengan apa yang ku lihat.


"Arga… kamu dari mana aja selama ini?" Tanyaku sambil meneteskan air mata.


"Sayang jangan menangis, maafkan aku ya." Jawab Arga sambil memeluk erat tubuhku.


"Aku rindu kamu Arga." Ucapku masih menangis.


"Iya sayang aku tau, aku juga rindu sama kamu." Ucap Arga yang masih memelukku.


"Ayo ikut aku." Ajak Arga.


"Mau kemana?" Tanyaku heran.


"Ikut aja, nanti kamu juga kamu tau." Jawab Arga.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Arga membawaku ke puncak gedung apartemen ini. Entah apa yang akan dilakukan Arga, aku hanya ikut saja kemana dia membawaku.


Hatiku senang karena Arga sudah kembali dan berada di dekatku.


Arga memegang tanganku sambil terus berjalan sampai di puncak Gedung ini.

__ADS_1


Saat tiba di atas gedung apartemen, aku melihat kursi dan meja yang sudah tersedia makanan dan minuman serta lilin yang sudah menyala.


"Kita akan makan malam disini sayang, kamu mau kan?" Tanya Arga.


"Kapan kamu mempersiapkan ini semua?" Tanyaku sambil mengusap air mataku yang lagi-lagi jatuh membasahi pipiku.


Arga hanya tersenyum dan mengecup lembut keningku.


"Kamu suka?" Tanya Arga.


"Suka, suka banget. Ini sangat romantis." Jawabku sambil memeluk Arga.


"Ayo kita makan." Ajak Arga.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Kami pun makan dengan perasaanku yang sangat bahagia.


selesai makan, kami berdua duduk bersebelahan dan Arga memelukku.


"Arga." Panggilku.


"Iya sayang." Jawab Arga.


"Kamu kemana aja selama ini? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang?" Tanyaku pada Arga.


"Kamu gak perlu tanyakan itu, yang penting sekarang aku ada bersamamu." Jawab Arga mencium keningku dengan lembut.


"Aku kira kamu tidak akan kembali." Ucapku.


Lagi-lagi Arga hanya tersenyum mendengarkan ucapanku.


Hatiku sangat bahagia karena orang yang ku cintai sudah kembali.


Aku memeluk Arga erat melepas rasa rinduku yang telah lama aku tahan.


Arga membelai rambutku dengan lembut.


"Sayang." Panggil Arga sambil melepaskan pelukanku.


"Ya." Jawabku singkat.


"Maafkan aku." Ucap Arga.


"Iya Arga, kamu gak salah kok. Aku senang akhirnya kamu kembali." Jawabku.


"Maafkan aku, aku harus pergi." Ucap Arga.


"Kamu mau pergi kemana?" Tanyaku sambil menahan air mata.


"Aku harus pergi, aku gak bisa bersamamu lagi." Jawab Arga.


"Kenapa Arga? Kamu udah gak cinta lagi sama aku?" Tanyaku dengan derai air mata yang tidak dapat ku bendung lagi.


"Aku sangat mencintaimu, tapi aku harus pergi. Kamu akan selalu ada di hatiku." Ucap Arga semakin membuatku menangis.


Tiba-tiba seorang wanita yang tidak ku kenal datang.


"Arga, yuk. Sudah waktunya." Ucap wanita itu.


Arga pun langsung berjalan menuju ke wanita itu.


"Arga tunggu…." Aku menarik tangan Arga dan tak ingin dia pergi.


"Maafkan aku sayang." Arga melepaskan penganganku dan langsung pergi bersama wanita itu.


"Argaaa…." Teriakku dengan tangisan yang semakin menjadi.


"Arga… kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu ninggalin aku? Apa salahku Arga?" Begitu banyak pertanyaan dalam tangisku.

__ADS_1


"Bukan ini yang aku mauuu." Ucapku sesegukan.


__ADS_2