Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 25


__ADS_3

Arga berjalan meninggalkan ku menuju sofa. Sudah satu jam berlalu dan aku masih tidak bisa tidur, kuputuskan untuk keluar kamar.


Aku berjalan menuju sofa dan ku lihat Arga sedang tidur di sofa.


"Ternyata begini selama ini dia tidur, pasti badannya sakit kalau terus-terusan tidur di sofa." Ucapku dalam hati.


Bahkan pada saat tidur pun ketampanannya tidak pudar. Aku duduk di ujung sofa, ku perhatikan Arga yang sedang tidur.


"Terima kasih karena sudah merawatku ketika aku sakit." Ucapku sambil membelai lembut rambut Arga.


"Iya sama-sama sayang." Jawab Arga yang langsung menggapai tanganku dan menarikku ke pelukannya.


Arga memeluk erat tubuhku yang saat ini berada di atas badannya.


"Arga…. Kamu mau ngapain?" Tanyaku berusaha melepaskan pelukan Arga.


"Gak ada, cuma mau peluk." Jawab Arga.


"Iya tapi posisinya gak gini juga dong." Ucapku.


"Emang kenapa dengan posisinya sayang?" Tanya Arga melepaskan pelukannya dan mencoba duduk.


"Terlalu intim, aku takut." Jawabku polos.


"Hahaha ada-ada aja kamu. Kenapa kamu keluar dari kamar?" Tanya Arga tertawa.


"Aku gak bisa tidur makanya aku keluar dari kamar." Jawabku.


"Terus sekarang mau ngapain?" Tanya Arga.


"Duduk sama kamu." Jawabku.


"Gimana kalo kita masak buat sarapan aja." Usul Arga.


"Kamu gak usah masak, aku mau sarapan roti aja nanti." Ucapku.


"Aku buatkan teh ya." Ucap Arga.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Arga bangkit dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk membuat teh. Beberapa saat kemudian Arga kembali dengan membawa dua cangkir teh dan roti.


"Ini teh dan rotinya." Ucap Arga.


"Terima kasih." Jawabku.


"Iya sayang." Ucap Arga.


Waktu sudah menunjukan pukul 06.30 wib, aku sudah mandi dan bersiap untuk berangkat kerja. Aku berjalan menuju parkiran, ku lajukan mobilku dengan santai hingga sampai ke kantor. Ku jalani hariku seperti biasa.


Sebulan berlalu, besok adalah hari launching untuk design ku. Besok pasti akan sangat sibuk. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, hanya tinggal menunggu hari H nya saja.


"Ra… gimana persiapan launching?" Tanya Efan yang baru datang ke mejaku.


"Udah rampung semuanya tinggal acaranya saja besok." Jawabku.


"Semoga acara besok sukses ya Ra." Ucap Efan.


"Amin." Ucapku.

__ADS_1


"Eh Ra, besok selesai acara lu mau kemana?" Tanya Efan.


"Gak ada lah Fan, langsung pulang aja." Jawabku.


"Kalo gue ajak makan malam mau gak?" Tanya Efan lagi.


"Tapi besok gak tau acaranya sampai jam berapa, pasti sampe larut seperti yang sudah sudah." Jawabku.


"Iya juga ya, kalo hari minggu gimana? Bisa?" Tanya Efan tidak putus asa.


"Ya udah, lu kabari Sofie ya." Ucapku setuju.


"Ra." Panggil Efan.


"Ya, ada apa?" Tanyaku.


"Besok makan malamnya kita berdua aja ya, Sofie gak ikut." Ucap Efan.


"Loh kok gitu, emang kenapa?" Tanyaku heran karena biasanya kami selalu bertiga.


"Iya Ra, gue ada mau ngomong serius sama lu." Jawab Efan.


Ah sok serius lu, emang mau ngomong apaan sih?" Tanyaku.


"Hari minggu gue jemput jam 07.00 di apartemen lu ya, jangan lupa. Ya udah gue balik ke meja gue dulu. Bye…" Ucap Efan yang langsung pergi meninggalkan ku.


"Mau ngomong apaan sih Efan? Apa dia mau curhat tentang gebetannya? Ah ada-ada aja Efan." Ucapku.


Sudah waktunya pulang kerja, ku lajukan mobilku hingga sampai ke apartemen.


"Sayang kamu udah pulang, kok lesu banget?" Tanya Arga yang menyambut kepulanganku.


"Iya aku capek banget, banyak kerjaan di kantor." Jawabku.


"Ih… jangan dipeluk aku keringatan, bau tau." Ucapku manja.


"Siapa bilang bau? Wangi kok, hmm….hmm." Arga mencium kepala sampai leherku untuk membuktikan kalau aku tidak bau.


"Geli Arga…" ucapku sedikit berteriak.


"Ya sudah mandi sana biar seger badannya." Suruh Arga.


"Kamu gak usah masak, kita pesan Pizza aja ya." Pintaku.


"Iya sayang." Arga setuju.


Aku pun berjalan ke kamar untuk mandi, selesai mandi dan berpakaian aku keluar kamar menuju sofa karena Arga sedang berada di sana.


"Kamu sudah pesan Pizza nya." Tanyaku pada Arga.


"Belum sayang, aku nunggu kamu selesai mandi." Jawab Arga.


"Oh ya sudah biar aku aja yang pesan, kamu mau rasa apa?" Tanyaku.


"Apa aja boleh." Jawab Arga.


"Kalo gitu kita pesan Big Box aja ya, kamu minumnya mau apa?" Tanyaku lagi.


"Minumnya gak usah ntar aku buat kopi aja." Jawab Arga.

__ADS_1


"Hmm boleh juga tuh." Aku setuju.


Kami nonton tv sambil menunggu pesanan Pizza kami datang. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Pizza pesanan kami pun datang. Kami pun langsung melahapnya.


"Arga, besok aku pulang larut karena ada acara dari kantor." Aku memberi tau Arga.


"Oh ya sudah, kamu hati-hati besok pulangnya ya." Ucap Arga.


"Iya pasti." Jawabku.


"Oh ya kamu jangan minum-minum ya, ntar kamu mabok lagi." Ucap Arga memperingatkan.


"Dikit aja boleh kan?" Pintaku.


"Gak boleh, janji ya." Ucap Arga.


"Iya iya aku janji gak bakal minum-minum." Ucapku.


"Nah gitu dong." Ucap Arga membelai rambutku.


"Oh ya hari minggu aku juga diajak makan malam sama Efan." Ucapku memberi tau Arga lagi.


"Berdua aja?" Tanya Arga.


"Kayaknya sih iya, katanya dia mau ngomong sesuatu sama aku. Mungkin dia mau curhat tentang gebetannya." Jelasku.


"Aku cemburu." Ucap Arga sambil melipat tangannya.


"Kamu gak perlu cemburu, dia itu teman aku dari kecil loh." Ucapku.


"Tapi dia suka sama kamu Ra." Ucap Arga.


"Gak mungkin lah sayang, dia udah punya gebetan kok." Jelasku meyakinkan Arga.


"Tapi tetap aja aku cemburu." Arga ngambek.


"Sepertinya Arga beneran cemburu." Ucapku dalam hati.


Ku dekatkan duduk ku dengan Arga, ku raih wajahnya dengan kedua tanganku.


"Sayang, kamu gak perlu cemburu. Walau seribu pria jatuh cinta jatuh cinta padaku, aku gak akan mempedulikan mereka karena hanya kamu yang aku cinta. Kamu adalah cinta pertamaku dan aku sangat berharap kamu jugalah yang menjadi cinta terakhirku." Ucapku serius.


"Kamu harus pegang semua ucapanmu ya." Ucap Arga.


"Hu ugh, aku janji." Aku mengangguk.


Aku berdiri dan duduk di pangkuan Arga sehingga membuatnya kaget karena aku seberani itu.


"Senyum dong." Ucapku merayu Arga.


"Kamu mencoba menggodaku Ra?" Tanya Arga.


"Gak, aku hanya ingin melihatmu dari jarak dekat." Jawabku manja.


"Cuma ingin melihat saja?" Tanya Arga.


"Ingin melihat trus ingin ini uugghh…gemez." Aku mencubit pipi Arga dan Arga pasrah dengan perbuatanku.


"Sudah puas?" Tanya Arga.

__ADS_1


"Hmm… sudah." Aku berdiri dari pangkuan Arga.


"Tapi aku belum puas." Ucap Arga.


__ADS_2