Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 58


__ADS_3

*Masih dengan Efan....


"Kapan aku pernah merindukanmu?" Tanya Efan.


"Ayolah Fan, masa kamu tidak pernah merindukan Papa?" Rengek Pria paruh baya itu.


"Iya baiklah, aku merindukan Papa dan saaangat merindukan Papa." Ucap Efan menekan kata sangat.


"Begitu dong, Papa senang mendengarnya." Ucap Papa Efan.


Papa Efan adalah Bos besar yang paling disegani di dunia mafia. Tidak banyak yang tau tentang ini karena jika sedang berada di tempat umun, Papa Efan akan berubah menjadi rakyat biasa dan warga negara yang baik. Di dunia mafia, Papa Efan di kenal dengan nama Tuan R. Bahkan Rara yang berteman dengan Efan dari kecil pun tidak mengetahui tentang ini.


"Pa, Efan mau minta tolong sama Papa." Ucap Efan.


"Apa yang bisa Papa tolong untuk kamu?" Tanya Papa Efan.


"Papa masih ingat teman kecil Efan yang bernama Rara?" Tanya Efan.


"Tentu saja Papa ingat." Jawab Papa.


"Ada yang mencoba mencelakai dia Pa. Waktu itu Rara mau ditabrak mobil tapi untung saja hanya keserempet." Efan menjelaskan.


"Siapa yang melakukan itu?" Tanya Papa Efan.


"Efan udah cari tau Pa, dan Efan dapat orangnya. Dia Beni Pa." Jawab Efan.


"Beni?" Tanya Papa Efan meyakinkan.


"Tapi Efan yakin dia pasti dibayar untuk melakukan itu, dan Efan mau tau siapa yang bayar dia." Ucap Efan.


"Oh, itu masalah mudah Fan." Ucap Papa Efan.


"Efan mau secepatnya Pa." Pinta Efan.


"Bole, kenapa tidak." Jawab Papa Efan.


Papa Efan mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


Tak lama kemudian datang 4 orang anak buah Papa Efan untuk menghadap.


"Apa yang harus kami lakukan Tuan?" Tanya salah satu anak buah.


"Kalian berangkat ke Kota dan bawa Beni kesini hidup-hidup. Setelah kalian sampai di Kota langsung kabari saya agar saya bisa menghubungi Beni untuk datang ke titik jemput. Nanti kalian jemput dia di kafe Z." Perintah Tuan R.


"Baik tuan, kami berangkat sekarang." Jawab keempat anak buah Tuan R serentak.


Selama anak buah tuan R dalam misi penjemputan, Efan tetap tinggal bersama Papanya.


"Terima kasih Pa." Ucap Efan.


"Apapun itu untuk anak Papa." Jawab Tuan R.


Efan tersenyum.


"Ayo kita makan siang bersama, Papa sudah menyuruh pelayan untuk mempersiapkan semuanya." Ajak Tuan R.


"Dengan senang hati Pa." Jawab Efan.


Mereka pun berjalan menuju ruang makan dan makan siang bersama.


Selesai makan Efan dan Papanya duduk di ruang keluarga sambil ngobrol.

__ADS_1


"Kenapa kamu mau membantu teman kecil kamu itu sampai bela-belain datang kesini?" Tanya Tuan R.


"Yang pertama, Rara itu teman Efan yang paling dekat sejak kecil dan yang kedua Efan kangen sama Papa." Jawab Efan membuat Papanya tersenyum.


"Apa kamu suka sama Rara?" Tanya Tuan R.


"Gak Pa, lagian Rara itu udah punya pacar dan pacarnya bos Efan di kantor namanya Arga. Anaknya baik Pa bahkan sekarang kami berteman." Efan menjelaskan.


"Terus pacar kamu siapa?" Tanya Papa.


"Baru-baru ini Efan pacaran dengan Sofie yang juga teman kami." Jawab Efan dan Papanya langsung tersenyum bahagia.


"Kapan kamu kenalkan pacarmu sama Papa?" Tanya Tuan R.


"Segera Pa, tapi gak mungkin Efan membawa dia kesini." Jawab Efan.


"Baik, nanti kalo ada waktu luang yang panjang Papa akan ke tempat kamu." Ucap Tuan R.


Hari berlalu, keesokan harinya Tuan R mendapat telepon dari anak buahnya dan mengatakan bahwa mereka sudah tiba di kota.


Tuan R pun langsung menelepon Beni untuk segera menuju ke kafe Z.


*****


Setelah Beni masuk ke dalam mobil, anak buah Tuan R pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Beni hanya bisa terdiam karena dia dikelilingi oleh para bodyguard yang memiliki badan kekar yang luar biasa.


Tubuh Beni bergidik ketika memikirkan apa yang akan terjadi kalo dia melawan para bodyguard yang sedang menghapitnya.


Disini Beni merinding disko sementara di seberang sana Efan dan Papanya sedang asik bermain Golf untuk mengisi waktu luang sambil menunggu kehadiran Beni.


"Fan, kapan kamu akan mengurus hotel kita?" Tanya Tuan R.


"Sabar ya Pa, saat ini Efan masih sangat nyaman berkerja. Lagian orang kepercayaan Papa kan masih mampu mengurusnya." Jawab Efan.


"Tapi janji kamu akan tetap mengurusnya suatu saat, kapan pun itu." Pinta Tuan R.


"Iya Pa, Efan Janji." Ucap Efan.


Sekedar info, Papa Efan memiliki Hotel bintang lima yang tersebar hampir di seluruh indonesia.


Papa Efan mengambil sesuatu di dalam tas nya.


"Fan, ini hadiah dari Papa buat kamu." Tuan R memberikan sebuah black card pada Efan.


"Pa, Efan gak memerlukan ini." Efan menolak.


"Tolong jangan menolak Fan, ini memang disiapkan buat kamu.


"Baiklah Pa, Efan terima. Terima kasih ya Pa." Ucap Efan.


"Oh ya satu lagi, mobil kamu Papa ganti ya." Pinta Tuan R.


"Diganti dengan mobil apa Pa?" Tanya Efan.


"Mobil sport, ini kuncinya." Tuan R memberikan kunci mobil pada Efan.


"Papa, ini berlebihan. Mana mungkin Efan naik mobil ini ke kantor, terlalu mencolok Pa. Efan tetap mau pakai mobil Efan yang lama." Ucap Efan.


"Ya sudah begini saja, kamu tetap terima mobil dari Papa, dan mobil kamu juga akan tetap bersamamu. Nanti anak buah Papa yang akan mengantarnya ke apartemen kamu. Bagaimana? Mau kan?" Tuan R mengusulkan.

__ADS_1


"Begitu Efan setuju, jadi Efan bisa ke kantor menggunakan mobil lama." Ucap Efan.


"Ayo kita main lagi." Ajak Tuan R.


"Siapa takut." Jawab Efan.


Mereka pun melanjutkan permainan golf mereka.


Saat malam tiba, Tuan R menyiapkan acara barbeque dan terus menikmati kebersamaan dengan putra satu-satunya yang jarang sekali bertemu.


Bahkan Tuan R mengajak para bodyguard dan semua pelayannya ikut serta. Hal ini jarang sekali terjadi sehingga semuanya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.


"Apa Papa sering membuat acara seperti ini?" Tanya Efan.


"Tidak, ini Papa buat karena kamu datang." Jawab Tuan R.


"Terima kasih ya Pa." Ucap Efan.


"Hu ugh." Tuan R mengangguk dan tersenyum bahagia.


Mereka semua pun menghabiskan malam dengan bersenang-senang.


Keesokan harinya...


Mobil tiba di sebuah rumah yang sangat megah.


Para bodyguard membawa Beni masuk menghadap Tuan R.


"Halo Beni, lama kita tidak bertemu." Sapa tuan R dengan tatapan tajam membuat Beni merinding.


"Tu_Tuan R, ada perlu apa sama saya?" Tanya Beni terbata.


"Tidak ada, hanya ingin bertemu denganmu saja." Jawab Tuan R santai.


"Apa saya membuat kesalahan Tuan?" Tanya Beni.


"Apa yang kau lakukan sebulan belakangan ini?" Tanya Tuan R.


Glek


Beni menelan ludahnya kasar.


"Sa_saya dibayar untuk mencelakai seorang gadis Tuan." Jawab Beni Ragu.


"Dan kau tidak mencari tau tentang gadis yang akan kau celakai?" Tanya Tuan R yang kini berdiri di depan Beni.


"Tidak Tuan." Jawab Beni.


PLAK


Satu tamparan yang sangat kuat mendarat di pipi Beni.


"Gadis yang kau celakai itu adalah keponakan ku. Apa kau sudah bosan hidup?" Tanya Tuan R geram.


"Maafkan saya tuan karena tidak mencari informasi tentang gadis itu terlebih dahulu." Ucap Beni yang meringis kesakitan.


"Siapa yang membayar mu?" Tanya Tuan R.


"Seorang wanita Tuan." Jawab Beni.


"Sebutkan namanya." Bentak Tuan R.

__ADS_1


__ADS_2