
Rara baru saja bangun.
"Arga." Panggil Rara.
"Ya sayang." Jawab Arga.
"Tolong panggilkan suster, aku mau pipis." Pinta Rara.
"Ngapain sama suster, sama kau aja ya." Ucap Arga.
"Ih malu lah." Rengek Rara.
"Sama calon suami gak boleh malu, udah ayok." Ucap Arga.
Mau tidak mau Rara pun menurut. Arga pun menuntun Rara masuk ke kamar mandi.
Sebenarnya Rara bisa jalan sendiri tapi pinggangnya masih sakit untuk menopang tubuhnya, karena takut jatuh makanya harus ada yang menuntun.
"Kamu jangan menghadap ke aku." Pinta Rara.
Arga pun membalikan padannya membelakangi Rara.
Setelah selesai pipis, Arga pun kembali menuntun Rara ke tempat tidur.
"Sayang kamu sarapan dulu ya, setelah itu minum obat." Pinta Arga.
"Iya sayang.
Selesai sarapan dan minum obat, Rara kembali berbaring di kasur.
Dokter datang untuk memeriksa.
"Pagi Rara." Sapa Dokter.
"Pagi juga Dokter." Jawab Rara.
"Sudah sarapan dan minum obat?" Tanya Dokter.
"Sudah dok." Jawab Rara.
Dokter pun memeriksa Rara dan melihat lukanya, setelah itu suster membersihkan luka Rara dan mengoleskan obat.
"Bagaimana rasanya setelah pakai korset satu malam?" Tanya dokter.
"Agak mendingan dok, tadi waktu berjalan dan duduk di toilet rasanya udah gak sesakit kemaren." Jawab Rara.
"Bagus, makanya harus selalu dipakai ya. Kalau terasa sesak agak dilonggarkan dikit aja korsetnya ya." Suruh Dokter.
"Iya Doker." Jawab Rara.
"Oh iya dok, saya bole pulang hari ini?" Tanya Rara.
"Hhmm..hari ini?" Dokter mengulang pertanyaan Rara.
"Iya Dok." Jawab Rara sambil tersenyum.
"Kondisi kamu masih seperti ini kamu sudah minta pulang? Tidak bisa, tunggu sampai kondisi kamu sedikit membaik." Ucap Dokter tegas.
Arga yang mendengarkan penjelasan dokter hanya bisa tersenyum.
"Maaf Dokter, Rara ada pantangan makanan gak?" Tanya Arga.
"Untuk makanan gak ada pantangan, tapi kalo untuk minuman jangan minum es dan minuman bersoda ya." jawab Dokter.
"Oh baik Dokter, terima kasih." Ucap Arga.
"Baik kalo begitu saya tinggal dulu ya." Pamit Dokter.
"Iya dokter." Ucap Arga dan Rara serentak.
"Eh handphone kamu berdering tuh." Ucap Rara.
__ADS_1
"Oh iya." Jawab Arga.
Arga meraih ponselnya dan melihat Papanya yang menelepon
"Halo Pa." Arga menerima telepon dari Papanya.
"Arga, hari ini kamu gak datang ke kantor ya?" Tanya Papa Arga.
"Oh iya Pa, beberapa hari ini Arga gak masuk kantor ya Pa." Ucap Arga.
"Kenapa begitu Arga, emangnya kamu lagi dimana?" Tanya Papa Arga.
"Arga lagi di rumah sakit Pa." Jawab Arga.
"Kamu sakit?" Tanya Papa Arga khawatir.
"Bukan aku yang sakit Pa, tapi Rara." Jawab Arga.
"Rara? Sakit apa dia?" Tanya Papa Arga Arga lagi.
Sebelum menjawab pertanyaan, Papa Arga langsung mengalihkan panggilan menjadi panggilan video.
"Ya Pa." Arga menerima video call dari Papanya.
"Mana Rara?" Tanya Papa Arga.
"Ini Pa." Arga memberikan handphonenya pada Rara.
"Pagi Pak." Sapa Rara.
"Kamu sakit apa Ra?" Tanya Papa Arga.
"Keserempet mobil Pa." Arga yang menjawab pertanyaan Papanya.
"Ya ampun Ra kok bisa? Jadi gimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Papa Arga.
"Udah mendingan kok Pak." Jawab Rara tersenyum.
"Iya Pak, terima kasih." Jawab Rara.
"Ya udah mana Arga?" Tanya Papa Arga.
Rara pun memberikan handphone pada Arga.
"Ya Pa." Ucap Arga.
"Arga kamu jagain Rara terus ya, untuk urusan kantor kan ada Pak Makmun." Pinta Papa arga.
"Siap Pa." Jawab Arga semangat.
"Di rumah sakit mana Rara dirawat?" tanya Papa Arga.
"Di rumah sakit xx Pa." Jawab Arga.
"Udah dulu ya, Papa masih ada urusan." Ucap Papa Arga.
"Oke Pa." Jawab Arga dan mengakhiri video call.
"Sayang, lebih baik kamu kasih tau ke orang tuamu." Usul Arga.
"Iya sayang, tolong ambilkan handphone ku" Pinta Rara.
Arga pun mengambil handphone Rara dan memberikannya.
"Halo sayang, tumben nelepon waktu jam kerja." Ucap Mama Rara.
"Iya Ma, Rara lagi gak kerja." Ucap Rara.
"Loh kenapa? Kamu sakit nak?" Tanya Mama Rara heran karena Rara selalu semangat untuk berkerja.
"Iya Ma, sekarang Rara sedang berada di rumah sakit." Jawab Rara.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, kamu sakit apa?" Tanya Mama Rara khawatir.
"Keserempet mobil Ma, tapi gak parah kok Ma, Mama gak perlu khawatir." Jawab Rara.
"Kamu di rumah sakit mana?" Tanya Mama Rara.
"Di rumah sakit xx Ma." Jawab Rara.
"Ya udah, kami akan datang." Ucap Mama.
"Gak usah Ma, Rara gak apa-apa kok." Ucap Rara.
"Udah dulu ya, Mama mau kasih tau Papa." Ucap Mama.
"Tapi Ma..." Sambungan telepon sudah terputus.
"Gak apa-apa sayang, yang penting ku udah kasih tau orang tuamu." Arga membelai rambut Rara.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
"Sayang, aku mau pulang ke apartemen dulu ya untuk ambil pakaian dan mandi. Kamu gak apa-apa kan ditinggal sebentar?" Tanya Arga.
"Iya sayang gak apa-apa, ya udah kamu pergi aja." Jawab Rara.
"Ya udah aku pergi sekarang ya biar cepat baliknya." Ucap Arga.
"Iya sayang, kamu hati-hati di jalan ya." Pesan Rara.
"Pasti sayang." Arga mencium kening Rara dan keluar dari kamar menuju ke parkiran.
Arga melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai di apartemen.
Setelah sampai di apartemen, Arga langsung menyiapkan pakaian yang akan dia bawa.
Setelah menyiapkan keperluannya, Arga pun segera mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, Arga langsung kembali ke rumah sakit karena dia gak mau meninggalkan kekasihnya terlalu lama.
Sampai di rumah sakit, Arga langsung menuju ruang inap Rara.
"Sayang, kamu gak tidur?" Tanya Arga yang baru saja sampai.
"Cepat banget kamu sampainya." Ucap Rara.
"Iya dong, karena aku gak mau lama-lama meninggalkan kekasihku yang cantik ini." Ucap Arga membuat Rara tersenyum bahagia.
Ketika mereka sedang asik nonton tv, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Siapa yang datang sayang?" Tanya Arga pada Rara.
"Gak tau, coba kamu buka pintu." Suruh Rara.
Arga pun berjalan untuk membuka pintu.
"Eh bukannya ini kamar Rara ya?" Tanya seorang pria paruh baya.
"Iya benar Pak, silahkan masuk." Arga mempersilahkan.
"Papa." Teriak Rara.
Papa langsung menghampiri Rara yang sedang terbaring disusul Mamanya dan Rangga.
"Sayang, gimana keadaan kamu?" Tanya Mama Rara.
"Rara gak apa-apa kok Ma, cuma luka dikit aja." Jawab Rara.
"Gimana kejadiannya kok bisa sampai seperti ini?" Tanya Mama Rara.
"Rara lagi jalan terus keserempet mobil Ma, tapi beneran gak apa-apa kok Ma. Mama jangan khawatir ya." Jawab Rara.
"Eh, ini siapa?" Tanya Mama Rara yang baru sadar dengan keberadaan Arga.
__ADS_1