Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 82


__ADS_3

Sebuah mobil sport tiba di rumah Pak Indra, mendengar ada yang datang Pak Indra langsung ke keluar dari rumah untuk melihat siapa yang datang diikuti sang istri.


"Malam Pa, Ma." Sapa Rangga yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Rangga, kamu naik mobil siapa nak?" Tanya sang Mama pada anaknya.


"Ini mobil Kak Arga ma, dia suruh Rangga pakai ini untuk kuliah." Jawab Rangga yang kemudian masuk bersama Mama dan Papa nya.


"Ya ampun Rangga, apa nggak terlalu berlebihan kamu naik mobil itu ke kampus?" Tanya Papa yang kini sudah duduk di ruang keluarga bersama Mama dan Rangga.


"Iya Pa, Rangga juga udah bilang kayak gitu tadi tapi Kak Arga malah menjawab kalo mobil itu cocok dengan wajah Rangga yang tampan dan Rangga gak boleh nolak. Masa wajah Rangga disamain sama mobil ya Pa." Jelas Rangga pada kedua orang tuanya.


"Hahaha dasar Arga ada-ada aja." Kekeh Pak Indra.


"Oh iya Ma, Pa hari sabtu ini Rangga pindah ke apartemen milik Kak Arga." Rangga memberi tau.


"Ya sudah, nanti Papa dan Mama mengantar kamu pindahan ya." Ucap Pak Indra.


"Oh iya, tadi siang Rangga di ajakin melihat rumah yang dikasih Pak Ardi untuk Kak Rara sebagai hadiah pernikahannya, rumahnya gede banget loh Pa." Ucap Rangga.


"Oh ya?" Tanya Pak Indra.


"Iya Pa, terus Kak Rara juga di kasih hadiah mobil sama Pak Ardi." Lanjut Rangga.


"Wah banyak banget hadiahnya." Ucap Bu Vira.


"Pak Ardi baik banget ya Ma sama Kak Rara." Ucap Rangga.


"Iya dong sayang, Pak Ardi emang baik sama Kakak kamu, apalagi Kak Rara menantu satu-satunya. Kita doakan saja supaya pernikahan Kak Arga dengan Kak Rara tetap langgeng sampai maut yang memisahkan." Ucap Bu vira sambil mengucap punggung Rangga.


"Aamiin..." Ucap Rangga dan Pak Indra bersamaan.


"Ya udah Ma, Rangga mau istirahat dulu ya." Pamit Rangga bangkit dari sofa hendak menuju ke kamarnya.


"Eh kamu udah makan?" Tanya Bu Vira.


"Rangga masih kenyang Ma, tadi sore udah makan." Jawab Rangga kemudian masuk ke dalam kamar.


Pagi tiba, Rangga sudah bersiap untuk berangkat kuliah. Namun hari ini dia tidak lagi menggunakan motornya untuk menuju ke kampus karena dia akan mengendarai mobil yang diberikan Abang iparnya.


Selesai sarapan, Rangga pamit berangkat ke Kampus. "Ma, Pa, Rangga berangkat ya." Ucap Rangga sambil menyalami tangan kedua orang tuanya dan mencium pipi Mama nya.


"Kamu hati-hati ya sayang, jangan ngebut-ngebut nyetir mobilnya." Pesan Mama pada Rangga.


"Iya Mamaku sayang." Jawab Rangga yang berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia ingat pesan sang Mama untuk tidak ngebut pada saat mengendarai mobil. Satu setengah jam kemudian, Rangga pun tiba di kampus dan segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mahasiswa.


Jam pelajaran segera dimulai, Rangga berjalan cepat menuju ke kelasnya.


"Rangga." Panggil seorang temannya yang berada di belakangnya.


"Eh Dhani, baru sampai juga lu?" Tanya Rangga.


"Iya, yok masuk." Ajak Dhani yang kemudian mereka masuk ke dalam kelas.


Dhani Suhendra adalah teman Rangga sewaktu masih duduk di bangku SMA dan kini sama-sama masuk kuliah kedokteran. Sewaktu masih SMA pertemanan mereka cukup dekat karena sama-sama anggota tim basket.


"Dhan, ke kantin yok." Ajak Rangga setelah jam kuliah selesai.


"Ayok." Dhani setuju kemudian keduanya berjalan menuju ke kantin.


Sampai di kantin, Rangga melihat Hanna yang sedang duduk bersama seorang temannya.


"Hai Hanna, boleh gabung?" Sapa Rangga.


"Eh Rangga, silahkan." Jawab Hanna dengan senyuman manisnya.


Mendengar Hanna berkata silahkan, Rangga pun langsung duduk di kursi yang berada satu meja dengan Hanna dan diikuti Dhani. Senyum bahagia pun terukir di bibir Rangga.


"Eh kenalin nih teman aku namanya Della." Ucap Hanna memperkenalkan temannya.


Setelah saling berkenalan, Rangga dan Dhani pun memesan minuman dan cemilan.


"Ehmm Hanna, nanti pulang naik apa?" Tanya Rangga.


"Biasa, naik bus." Jawab Hanna seadanya.


"Kalo gitu nanti pulang bareng aku aja ya." Ajak Rangga penuh harap.


"Gak usang Rangga, aku naik bus aja." Jawab Hanna yang tidak ingin merepotkan Rangga.


"Hmm waktu itu kan kamu kan pernah bilang next time aku bisa antar kamu pulang, masih ingat kan?" Ucap Rangga mengingatkan kejadian waktu dia mengajak Hanna pulang bareng namun Hanna sudah duluan janji dengan teman-temannya.


"Iya juga sih, ya udah deh kalo gitu nanti kita pulang bareng." Jawab Hanna yang membuat hati Rangga bersorak gembira karena berhasil mengajak Hanna pulang bareng.


"Kalo Della ntar pulang sama siapa?" Tanya Rangga pada wanita yang baru saja dikenalnya.


"Oh, aku nanti dijemput sama supir bus." Jawab Della nyeleneh membuat semuanya tertawa.


"Ah bisa aja lu neng." Ucap Hanna menepuk bahu temannya.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu Della biar aku aja yang ngantar mau?" Tanya Dhani.


"Gak mau ah, kita kan baru kenal." Della menolak.


"Lah emang kenapa kalo baru kenal?" Tanya Dhani.


"Takut lah, aku kan gak tau kamu cowok baik atau tidak." Jawab Della seenaknya.


"Kamu tenang aja Della, kami cowok baik-baik kok. Dhani ini temen aku dari SMA, dan aku jamin dia cowok baik." Rangga menjelaskan.


"Gak ah, tetap aja aku takut karena baru aja kenal." Della menolak.


"Ya udah deh kalo gak mau." Ucap Dhani.


Sambil makan dan minum, mereka ngobrol panjang lebar seperti empat orang yang sudah lama berteman.


"Eh kita pulang yuk." Ajak Hanna yang melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul 15.00 wib.


"Oh iya, kita belum bertukaran nomor handphone. Boleh kan?" Tanya Rangga.


"Boleh dong, sekarang kan kita berteman." Jawab Hanna. "Ya kan Della." Ucap Hanna pada Della dan della mengangguk.


Setelah saling bertukaran nomer handphone, mereka berempat pun berjalan menuju ke parkiran.


"Hanna." Panggil seorang pria dari arah belakang ketika mereka sudah berada di lokasi parkiran.


Hanna berhenti dan menoleh ke arah orang yang memanggilnya. "Eh Boby, ada apa?" Tanya Hanna pada Boby yang sudah mendekat ke arahnya bersama dua orang teman.


"Kamu mau pulang?" Tanya Boby.


"Iya." Jawab Hanna singkat.


"Yok aku antar." Ajak Boby.


"Oh gak usah Bob, aku pulang bersama Rangga kok." Hanna menolak dengan lembut.


"Kamu yakin mau pulang sama Dia naik motor? Hari ini panas banget loh, belum lagi debu dan asap kendaraan di jalan yang gak baik untuk kamu. Mendingan pulang sama aku aja naik mobil jadi kamu gak perlu kepanasan dan terkena debu yang gak baik." Ucap Boby yang melirik Rangga seakan-akan merendahkan nya.


"Gak apa-apa Bob, aku kan pakai helm dan masker jadi gak masalah. Makasih udah perhatian sama aku." Jawab Hanna


"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘏𝘢𝘯𝘯𝘢, 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪𝘮𝘶." Batin Rangga.


"Tapi Hann..."


"Udah ya bro, kita mau pulang. Hanna gak mau pulang sama lo jadi jangan dipaksa." Dhani memotong ucapan Boby hingga Boby terdiam sambil mengepalkan tangannya karena emosi.

__ADS_1


"Heh Rangga, emang lo tega bawa Hanna naik motor?" Tanya Boby sedikit merendahkan Rangga.


"Bob, sudah ya. Aku gak keberatan kok naik motor. Malahan biasanya aku naik bus. Aku bukan wanita yang hanya mau berteman dengan orang yang naik mobil aja." Jelas Hanna dan Boby hanya terdiam. "Yok Rangga kita pulang, motor kamu mana?" Tanya Hanna kemudian.


__ADS_2