Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 75


__ADS_3

Rara dan Arga sedang sangat sibuk mengurus acara pernikahan mereka yang terkesan mendadak sampai-sampai mereka jarang berkumpul dengan Efan dan Sofie. Padahal biasanya mereka berempat selalu bersama kemana-mana. Tapi Efan dan Sofie memaklumi keadaan sekarang ini. Mereka juga turut bahagia dengan rencana pernikahan Arga dan Rara.


"Sofie, gue udah di jalan nih. Lu udah siap kan?" Tanya Efan dari telepon.


"Gue udah siap Fan, lu hati-hati di jalan ya." Pesan Sofie.


"Oke sayang." Jawab Efan kemudian menutup teleponnya.


Hari ini Sofie dan Efan akan datang ke apartemen Rara untuk membantu menyiapkan undangan pernikahan Arga dan Rara.


Setelah sampai di rumah Sofie, mereka berdua pun langsung berangkat menuju ke apartemen Rara. Tak lupa Efan berpamitan terlebih dahulu pada orang tua Sofie. Efan melajukan mobilnya dengan sedikit cepat hingga sampai di apartemen Rara.


Ting tong


Bel pintu apartemen Rara berbunyi dan Rara langsung membuka pintunya.


"Hai Ra." Sapa sofie senang.


"Eh udah sampai, ayo masuk." Ajak Rara kemudian Efan dan Sofie langsung masuk ke dalam apartemen Rara.


"Halo Bos." Sapa Efan pada Arga.


"Ya Fan, sini masuk." Jawab Arga.


"Udah sampe mana persiapannya Bos?" Tanya Efan.


"Hanya tinggal nyebarin undangan aja kok Fan." Jawab Arga.


"Oh iya Ra gaun pengantinnya udah gue laundry, besok pagi udah bisa diambil." sofie memberi tau.


"Makasih ya Sof." Ucap Rara tulus


"Akhirnya sebentar lagi kalian nikah ya, gue ikut seneng Ra." Ucap Sofie tersenyum bahagia.


"Terus kapan kalian nyusul?" Tanya Arga pada Efan dan Sofie.


"Segera Bos, do'a kan aja semuanya berjalan dengan lancar." Jawab Efan yakin.


"Pasti selalu kita do'a kan Fan." Jawab Rara.


"Ya udah, ini undangan untuk orang kantor tolong lu yang kasih ya Fan." Pinta Arga.


"Siap Bos." Jawab Efan.


"Oh iya, Bokap lu jangan lupa kasih tau ya Fan." Arga mengingatkan.

__ADS_1


"Iya Bos, udah gue kasih tau. Tapi nanti pas mau dekat hari H nya akan gue ingatin lagi ke bokap gue." Ucap Efan.


Setelah selesai urusan undangan, Efan dan Sofie pun undur diri karena hari ini adalah hari minggu dan mereka mau kencan.


"Kita mau kemana Fan?" Tanya sofie kini sudah berada di dalam mobil bersama Efan.


"Gue mau ngajak lu belanja baju buat acara pernikahan Arga dan Rara nanti." Jawab Efan.


"Lu mau kita pakai baju dengan warna yang senada?" Tanya Sofie.


"Iya dong, biar orang-orang pada tau kalo kita pacaran." Jawab Efan.


"Iya iya terserah kamu aja sayang." Jawab Sofie sambil mengelus bahu Efan.


Sampai di sebuah Mall, sofie dan Efan pun masuk ke dalam Mall untuk mencari pakaian yang akan mereka gunakan pada saat acara pernikahan Arga nanti. Setelah selesai membeli gaun, mereka berencana keluar dari Mall dan mencari tempat untuk bersantai.


"Sof, gue mau pipis dulu." Ucap Efan.


"Ya udah ayok." Ajak Sofie.


Sampai di toilet, Efan langsung masuk ke dalam sementara Sofie menunggu di luar sambil menenteng belanjaan.


"Sofie."


"Lu udah si..." Ucapan Sofie terhenti ketika menoleh dan melihat siapa yang memanggil namanya yang sebelumnya Sofie mengira itu Efan.


"Seperti yang lu lihat, kabar gue sangat baik." Jawab Sofie ketus.


"Kamu masih marah ya sama aku?" Tanya Aldi.


"Marah? Buat apa gue marah? Gak ada gunanya juga kan." Ucap Sofie masih dengan nada ketus.


"Sof, aku minta maaf atas kejadian waktu itu. Kamu mau memaafkan aku kan?" Pinta Aldi.


"Iya, udah gue maafin gue juga udah lupa jadi lu gak usah merasa bersalah gitu." Jawab Sofie.


"Sof, aku ingin kita mulai dari awal dan memperbaiki hubungan kita. Kamu mau kan Sof?" Tanya Aldi penuh harapan.


"Ya ampun Aldi, kenapa lu percaya diri banget sih?" Tanya Sofie.


"Apa salah aku minta maaf padamu dan ingin kembali memulai hubungan kita? Aku masih cinta sama kamu Sof dan kamu juga pasti masih sayang samaku kan?" Tanya Aldi yang hendak memegang tangan Sofie namun sofie menghindar sehingga Aldi gagal untuk meraih tangan Sofie.


"Percaya diri banget lu mengatakan Sofie masih sayang sama lu. Apa lu tau kalo Sofie sekarang pacaran sama gue?" Tanya Efan yang tiba-tiba muncul.


"Pacaran?" Beo Aldi.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" Tanya Efan.


"Gak mungkin lah, kalian ini kan berteman. Jangan bohongi gue." Jawab Aldi tidak percaya dengan apa yang dikatakan Efan.


"Itu gak bener kan Sof?" Tanya Aldi yang langsung memegang tangan Sofie namun langsung dilerai oleh Efan.


"Lu jangan sembarangan ya megang tangan pacar orang." Efan memperingatkan Aldi dengan wajah emosi.


"Aldi, itu benar gue dan Efan sekarang pacaran dan bagi gue gak ada salahnya yang tadinya berteman sekarang berubah jadi pacaran. Malahan itu lebih bagus karena kita sudah saling mengetahui sifat dan karakter masing-masing." Jelas Sofie memberi tau kebenarannya.


"Tapi Sof, aku masih cinta sama kamu." Ucap Aldi gak tau malu.


"Gue gak melarang mu untuk cinta ke gue karena itu hak mu. Tapi maaf gue gak bisa membalas cintamu karena sekarang gue mencintai Efan. Dulu lu udah sia-siakan cinta tulus yang gue kasih dan sekarang cinta tulus itu sudah gak ada lagi untukmu." Ucap Sofie panjang lebar.


"Ayo sayang." Ajak Efan menggandeng tangan Sofie dan berjalan meninggalkan Aldi.


Aldi yang berdiri terpaku setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan Sofie padanya. Sungguh Aldi merasa menyesal telah menyia-nyiakan cinta tulus yang pernah diberikan Sofie untuknya. Andai dia bisa mengulang waktu, ingin rasanya Aldi kembali ke masa dimana dia dan Sofie masih berpacaran.


Sofie seorang wanita cantik yang tidak pernah menuntut ini itu pada pacarnya, hal itu membuat Aldi menyesal karena pernah menyakiti hati Sofie.


"Sofie, aku gak akan menyerah. Akan ku dapatkan lagi cintamu untuk ku bagaimana pun caranya." Gumam Aldi.


Efan dan Sofie kini sudah berada di dalam mobil. Efan melajukan Mobilnya dengan santai sambil menahan emosi karena pertemuannya dengan Aldi tadi.


"Sayang, kamu masih kesal?" Tanya Sofie yang melihat wajah emosi kekasihnya.


"Iya Sof aku masih kesal dengan Aldi, aku yakin kedepannya pasti dia akan berusaha merebut mu dariku." Jawab Efan.


"Kamu tenang aja Fan, bagaimana pun cara Aldi memintaku untuk kembali padanya, aku gak akan pernah mempedulikannya. Karena hanya kamu yang ada di hatiku Fan." Ucap Sofie sambil mengelus bahu Efan.


"Kamu bisa pegang ucapan mu?" Tanya Efan memastikan.


"Iya sayang, kamu jangan emosi lagi ya. Kita kan mau senang-senang, masa pakai emosi sih." Ucap Sofie berusaha meredakan amarah Efan.


"Iya sayang, maafkan aku karena udah emosi ya." Ucap Efan setelah amarahnya reda.


"Ya udah jadi sekarang kita mau kemana nih?" Tanya Sofie memecah suasana tegang.


"Kita cari tempat makan ya sayang, aku laper." Usul Efan.


"Hmm gimana kalo kita beli makanan terus kita makannya di apartemen kamu." Sofie mengusulkan.


"Setuju, kamu mau makan apa?" Tanya Efan.


"Pizza." Jawab Sofie.

__ADS_1


"Oke, berangkat." Ucap Efan semangat.


__ADS_2