
"Ehemm...boleh saya gabung?" Tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul.
"Eh Pak Ardi." Sontak Efan dan Sofie langsung berdiri. "Silahkan duduk Pak." Efan mempersilahkan Pak Ardi untuk duduk di kursi yang masih kosong.
"Papa, dari mana aja tadi kok gak kelihatan?" Tanya Arga.
"Papa barusan dari kantor, ada sedikit berkas yang harus ditanda tangani." Jawab Pak Ardi.
"Papa mau makan? Rara ambilkan ya." Tanya Rara pada mertuanya.
"Oh tidak usah Ra, sudah diambilkan sama sekretaris Papa." Jawab Pak Ardi.
Tak lama kemudian sekretaris Pak Ardi pun datang dengan membawa berbagai macam makanan dan minuman. "Ini makanan dan minumannya Tuan." Ucap sekretaris itu sambil meletakan makanan dan minuman yang dibawanya ke atas meja.
"Terima kasih." Ucap Pak Ardi pada sekretarisnya. "Kamu ambil kursi dan duduk bersama kami disini." Titah Pak Ardi kemudian.
"Baik Tuan." Sahut Sekretaris kemudian mengambil kursi dari meja lain dan duduk bergabung bersama Pak Ardi dan yang lainnya.
Bayu ya nama sekretaris itu Bayu, memiliki tubuh tinggi dan atletis, berwajah tampan dan berkulit sawo matang. Sudah lima tahun ini dia menjadi sekretaris Pak Ardi. Beliau sangat menyukai Bayu karena pintar dan cekatan.
"Arga, ini Bayu yang akan menjadi sekretaris mu mulai besok." Ucap Pak Ardi pada Bayu. "Bay, karena mulai besok saya tidak bergabung lagi di perusahaan ini, jadi mulai besok juga kamu akan menjadi sekretaris Arga." Ucap Pak Ardi pada Sekretaris Bay.
Arga dan Bayu pun bersalaman dan saling berkenalan.
"Terima kasih sudah mau menjadi sekretaris saya bay, saya pasti akan sangat membutuhkan bantuan mu." Ucap Arga.
"Sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu Tuan, jadi saya harap tuan jangan sungkan." Ucap Bayu
"Baik Bay, terima kasih dan selamat bergabung dengan saya." Ucap Arga.
"Iya tuan." Sahut Bayu.
***
__ADS_1
Sebuah mobil sport tiba disebuah rumah megah yang udah cukup lama tidak ditempati namun masih sangat terawat. Efan keluar dari dalam mobil sport nya dan langsung masuk ke dalam rumah megah itu.
"Putra Papa sudah sampai, sini nak." Panggil Tuan R yang sedang duduk di sofa.
Efan langsung menghampiri Tuan R dan langsung duduk disebelahnya. "Apa Papa sudah mendapatkan tikus got itu?" Tanya Efan.
"Tentu saja Papa sudah menangkap tikus got yang ingin menghancurkan kebahagiaan anak Papa dan ingin mencuri menantu kesayangan Papa." Jawab Tuan R.
"Mana dia? Siapa dia Pa?" Tanya Efan penasaran.
"Sabar dong, kita minum dulu ya." Ucap Tuan R sambil menuangkan Wine ke dalam gelas dan memberikannya pada Efan. "Bawa tikus got itu kemari." Perintah Tuan R pada anak buahnya.
"Baik Tuan." Jawab Para anak buah Tuan R serentak dan langsung mengerjakan perintah bos nya.
"Tak lama kemudian para anak buah tuan R datang sambil membawa seorang pria yang disebut tikus got oleh Efan dan Tuan R.
"Ini tikus got yang ingin menghancurkan kebahagiaanmu.' Ucap Tuan R.
"Aldi." Pekik Efan sambil membulatkan matanya melihat Aldi yang sudah babak belur dihajar anak buah Tuan R.
"Apa maksud lo ngirim pesan itu ke gue?" Tanya Efan yang baru saja berdiri dan mendekat pada Aldi.
"Pesan apa maksud lo?" Aldi berkilah.
"Pake nggak ngaku lagi."
𝘉𝘶𝘨𝘩
Satu bogem mentah mendarat di wajah Aldi hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Ya memang gue yang ngirim pesan itu, dan asal lo tau gue masih cinta sama Sofie dan gue akan menyingkirkan siapa aja yang menghalangi gue buat dapetin Sofie lagi." Ucap Aldi sedikit berteriak.
"Menyingkirkan? Heh...sebelum itu terjadi, lo yang bakalan hilang dari muka bumi ini. Lo salah cari lawan bro." Efan tersenyum sinis. "Bagusnya diapain manusia seperti dia Pa?" Tanya Efan pada Tuan R.
__ADS_1
"Kamu tanya Papa?" Tuan R mengangkat sebelah alisnya. "Langsung habisi aja lah." Ucap Tuan R.
Tubuh Aldi langsung lemas mendengar ucapan tuan R, apalagi melihat tatapan Tuan R yang begitu tajam mematikan ke arahnya semakin membuat jantungnya berdegup kencang tak karuan. "𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪?" Ucapnya dalam hati. "Sa saya mi minta maaf Tu Tuan, tolong ja jangan bunuh saya." Ucapnya terbata karena sangat ketakutan.
"Semua keputusan ada di tangan anak saya Efan, apa pun yang dia katakan maka itulah yang akan terjadi." Ucap Tuan R kembali duduk di sofa. "Bagaimana Fan?" Tanya Tuan R pada anaknya.
Efan mendekati Aldi yang kini terduduk di lantai. "Hal apa yang akan lo lakukan agar gue bisa melepaskan dan membiarkan lo tetap hidup?" Tanya Efan yang saat ini jongkok di hadapan Aldi.
"Apa pun yang kau katakan asalkan aku tetap hidup dan dibebaskan." Jawab Aldi dengan nada suara yang bergetar.
"Hajar dia, jangan sampai mati kemudian kirim dia ke tempat yang sangat jauh hingga tidak bisa bagi dia untuk kembali ke kota ini." Perintah Efan pada anak buah Tuan R.
"Anak Papa sungguh bermurah hati." Ucap tuan R.
"Terima kasih Tuan R." Ucap Efan sambil menoleh ke arah Papanya.
Anak buah Tuan R yang baru saja mendapat perintah dari Efan pun langsung menyeret Aldi ke ruangan lain dan menghajarnya hingga hampir menjadi dodol.
𝘉𝘶𝘨𝘩
𝘉𝘶𝘨𝘩
𝘉𝘶𝘨𝘩
Aarrghh...Aldi mengerang kesakitan ketika anak buah Tuan R menghajarnya tanpa ampun. Mendengar erangan dari Aldi, Efan pun berjalan menuju ruangan dimana Aldi dihajar. Efan berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada sambil melihat tontonan gratis.
"Sudah cukup." Perintah Efan menghentikan aksi para anak buah Tuan R. "Obati lukanya, bersihkan badannya, beri dia pakaian layak dan kasih dia makanan yang sehat kemudian kirim dia jauh dari kota ini." Suruh Efan pada para anak buah Tuan R.
"Baik Bos." Jawab para anak buah serentak.
Efan kembali menemui Papanya yang masih duduk di sofa sambil menikmati wine.
"Sudah beres?" Tanya Tuan R pada Efan.
__ADS_1
"Sudah Pa." Jawab Efan. "Terima kasih ya Pa." Ucap Efan kemudian.