Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 29


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 wib, kami pun pulang. Efan mengantarkan aku sampai di basemen.


"Terima kasih makan malamnya ya Fan." Ucapku pada Efan.


"Oke sama-sama." Jawab Efan.


Aku turun dari mobil Efan dan berjalan menuju apartemenku. Aku masuk ke dalam dan ku lihat Arga sedang nonton tv. Aku pun menghampirinya.


"Sayang kamu sudah pulang, gimana makan malamnya?" Tanya Arga penasaran.


"Iya Arga." Aku tidak menjawab pertanyaan Arga.


"Efan gak nembak kamu kan?" Tanya Arga masih penasaran.


"Gak sayang, dia cuma curhat tentang gebetannya aja kok." Jawabku berbohong.


"Ya sudah kamu ganti baju sana." Suruh Arga.


"Iya." Jawabku singkat.


Aku berjalan menuju ke kamar untuk cuci muka dan ganti baju.


Aku merasa gak enak hati karena sudah berbohong pada Arga, maka ku putuskan akan memberi tau yang sebenarnya pada Arga.


Selesai ganti baju aku pun keluar kamar dan menghampiri Arga yang sedang duduk di sofa.


"Arga." Panggilku.


"Iya sayang, sini duduk." Suruh Arga.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Ucapku serius.


"Mau ngomong apa sayang, ya udah ngomong aja." Ucap Arga.


Aku duduk di sebelah Arga sambil memegang tangannya.


"Arga, aku mau minta maaf sama kamu." Ucapku ragu.


"Kenapa kamu minta maaf, emangnya kamu ada buat salah apa?" Tanya Arga heran.


"Aku sudah berbohong padamu tadi." Jawabku sambil menundukan kepala.


"Kamu bohong apa? Coba jelaskan." Tanya Arga.


"Tadi pada waktu aku makan malam sama Efan sebenarnya dia mengutarakan isi hatinya ke aku. Dia bilang kalo dia cinta sama aku." Jawabku.


"Terus kamu menerima cintanya?" Tanya Arga sambil membulatkan matanya.


"Tentu saja aku menolaknya, karena aku cintanya cuma sama kamu." Jawabku tegas.


"Ya sudah gak apa-apa." Arga menarikku ke pelukannya.


"Kamu gak marah kan?" Tanyaku memastikan.


"Gak sayang, aku gak marah. Lagian kamu juga menolaknya, kalo tadi kamu menerima cintanya barulah aku marah." Jawab Arga.


"Tapi aku tadi berbohong." Ucapku.


"Tapi sekarang kan sudah jujur." Ucap Arga sambil mencium keningku.


Hatiku pun terasa lega karena sudah jujur pada Arga.


"Arga."


"Iya sayang." Jawab Arga.


"Kenapa ya malam ini rasanya aku ingin dekat kamu terus?" Tanyaku.

__ADS_1


"Mungkin karena kamu baru saja buat kesalahan tadi." Jawab Arga.


"Sepertinya bukan karena itu. Tadi juga waktu aku makan malam dengan Efan, aku tuh ingin cepat-cepat pulang aja karena ingin bersama kamu." Jelasku pada Arga.


"Ya mungkin emang kamu lagi pengen manja aja sama aku." Ucap Arga sambil mengelus punggungku.


"Tapi malam ini rasanya beda banget, aku gak mau jauh dari kamu." Ucapku.


"Lah terus gimana?" Tanya Arga.


"Aku tidur di sofa aja ya sama kamu." Pintaku.


"Sofa kecil begini mana muat buat kita berdua, nanti badan kamu sakit semua loh." Jelas Arga.


"Gak apa-apa, pokoknya aku mau dekat kamu terus malam ini." Rengekku.


"Iya iya iya… tapi besok jangan mengeluh kalo badan kamu sakit semua ya." Ucap Arga.


"Hu ugh." Aku mengangguk manja.


"Jadi bagaimana tanggapan Efan tadi setelah kamu menolak cintanya?" Tanya Arga kembali membahas Efan.


"Dia menerima keputusanku dengan ikhlas." Jawabku.


"Emang gimana cara kamu menolaknya tadi?" Tanya Arga penasaran.


"Aku bilang aku juga suka dan sayang sama dia tapi rasa itu hanya sebatas teman, dan aku bilang kalo aku juga sudah mencintai pria lain." Jawabku panjang lebar.


"Pria lain? Kamu mencintai pria lain, siapa?" Tanya Arga.


"Ya kamu lah siapa lagi?" Jawabku sambil mengerutkan keningku.


"Kamu, siapa?" Tanya Arga mulai meledekku.


"Ya kamu lah, Arga." Jawabku sambil mencubit pelan perut Arga.


"Coba katakan." Suruh Arga.


"Katakan kalo kamu cinta aku." Pinta Arga.


"I love you Arga" Aku mencium pipi Arga.


"I love you too honey" Arga mencium bibirku.


"Kenapa kamu suka sekali mencium bibirku?" Tanyaku.


"Bibir kamu sexy dan selalu membuatku tergoda untuk menciumnya." Jawab Arga.


"Hanya karena itu?" Tanyaku heran.


"Iya." Jawab Arga.


"Hmm…" Aku tersenyum.


"Terus bagaimana hubungan persahabatan kamu dengan Efan?" Tanya Arga lagi.


"Efan bilang kami tetap berteman seperti biasa dan tidak ada yang berubah." Jawabku.


"Bagus deh, itu yang paling penting." Ucap Arga tersenyum.


"Iya, aku juga gak mau persahabatan kami rusak hanya gara-gara masalah hati." Ucapku.


"Iya dong, apa lagi kamu bilang Efan itu teman kamu dari kecil." Arga mengingatkan.


"Iya bener, makanya mulai sekarang kamu jangan pernah lagi cemburu sama Efan ya." Pintaku.


"Tergantung." Ucap Arga.

__ADS_1


"Tergantung apa?" Tanyaku heran.


"Tergantung bagaimana sikap kamu pada Efan." Jawab Arga.


"Sikap yang bagaimana maksud kamu?" Tanyaku kurang mengerti.


"Kamu gak boleh manja begini sama Efan." Pinta Arga.


"Ya gak lah Arga, mana mungkin aku manja sama Efan. Aku tuh manjanya cuma sama kamu." Ucapku meyakinkan Arga.


"Iya iya aku percaya kok." Arga mengecup mesra keningku.


"Eh teringatnya tadi kamu sudah makan malam?" Tanyaku.


"Sudah." Jawab Arga.


"Masak apa kamu tadi?" Tanyaku lagi.


"Mie instan." Jawab Arga.


"Cuma mie instan doang?" Tanyaku memastikan.


"Iya." Jawab Arga singkat.


"Kok cuma mie instan sih?" Tanyaku.


"Aku tadi lagi pengen makan mie instan makanya aku masak itu aja." Ucap Arga.


"Ooo gitu." Aku mengerti.


"Kamu beneran mau tidur di sofa denganku?" Tanya Arga memastikan.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


"Ya udah kalo gtu aku ambil selimut dulu ya." Ucap Arga melepaskan pelukannya dan berjalan untuk mengambil selimut.


Tak lama kemudian Arga pun kembali ke sofa dengan membawa selimut.


"Arga." Panggilku.


"Iya sayang." Jawab Arga.


"Kita tidurnya di kamar aku aja yok." Ajakku.


"Oh kamu mau tidur di kamar, gak jadi disini. Ya udah kamu masuk kamar gih, udah malam juga nih." Ucap Arga.


"Iya tapi sama kamu juga." Ucapku manja.


"Ih kenapa kamu jadi mesum begini? Aku gak mau ah, aku takut khilaf. Hahaha." Ucap Arga sambil tertawa lebar.


"Ih siapa yang mesum sih? Aku kan cuma ingin dekat kamu terus malam ini." Ucapku sebal.


"Terus ntar kalo aku khilaf gimana?" Tanya Arga.


"Ya aku ikhlas." Jawabku asal.


"Hiss dasar mesum." Arga memukul pelan keningku dengan jari telunjuknya.


"Hmm… Argaa." Rengekku manja.


"Gak sayang, aku gak mau." Arga tetap menolak.


"Ya udah kalo gitu kita di sofa aja." Ucapku.


"Ya udah kamu baring di sofa, aku di bawah." Ucap Arga.


"Begitu pun boleh, yang penting dekat sama kamu." Ucapku senang.

__ADS_1


"Kalo gitu kita tidur sekarang ya, udah malem banget nih. Besok kamu kan harus kerja." Ucap Arga.


"Hu ugh" Aku mengangguk sambil tersenyum.


__ADS_2