
Tidak terasa seminggu sudah berlalu, Arga Rara Efan dan Sofie sudah pulang ke Indonesia. Saat ini mereka berempat sedang berkumpul di apartemen Arga.
"Bos, kapan rencana pindah ke rumah baru?" Tanya Efan pada Arga.
"Belum tau nih Fan, tergantung Rara lah maunya kapan." Jawab Arga.
"Kalo mau pindah kita sama-sama ya Bos." Pinta Efan.
"Sama-sama gimana?" Tanya Arga bingung.
"Gue dan Sofie juga mau pindahan, bokap gue ngasih hadiah rumah tepat di sebelah rumah Bos yang baru." Jawab Efan.
"Ah serius lu Fan?" Tanya Rara.
"Serius, tanya aja sama Sofie kalo nggak percaya." Jawab Efan.
"Iya Sof?" Tanya Rara.
"Iya Ra." Jawab Sofie. "Gue pernah bilang ke Efan kalo gue pengen tinggal dekat dengan kalian kalo udah nikah nanti, trus Efan cerita sama Papa Ridwan, trus Papa Ridwan kasih kami hadiah pernikahan Rumah pas di sebelah rumah kalian." Sofie menjelaskan.
"Wah seneng banget ya bisa tinggal berdekatan." Ucap Rara bahagia.
"Makanya ntar kita pindahnya samaan ya." Pinta Efan.
"Iya iya." Rara setuju.
"Gimana kalo Sabtu depan kita pindahannya?" Arga mengusulkan.
"Boleh juga tuh Bos." Efan setuju.
"Deal ya Sabtu depan kita pindahan." Ucap Sofie.
"Deal." Sambung Rara.
Ting tong.
"Eh ada yang datang tuh." Ucap Efan memberitahu setelah mendengar suara bel.
"Siapa ya?" Tanya Rara.
"Ntar aku buka pintu dulu ya." Ucap Arga kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.
Ceklek
"Eh Rangga, ayo masuk." Ajak Arga.
"Iya kak." Jawab Rangga kemudian masuk ke dalam apartemen Arga.
"Rangga, kirain kakak kamu pulang ke rumah Mama." Ucap Rara.
"Lagi males pulang kak, capek banget." Jawab Rangga.
"Oo.. ya udah sini gabung." Ajak Rara.
"Hai kak Efan hai Kak Sofie." Sapa Rangga.
"Hai Rangga." Jawab Efan dan Sofie bersamaan.
Rangga pun duduk di sofa bergabung dengan yang lainnya. "Enak dong habis jalan-jalan ke Paris, Rangga nggak diajak." Rangga mengerucutkan bibirnya.
"Kamu kan kuliah, sayang dong kuliahnya ditinggalkan." Jawab Rara.
"Iya sih kak." Ucap Rangga.
"Tapi tenang aja, kakak punya oleh-oleh buat kamu." Ucap Arga.
"Beneran kak?" Tanya Rangga senang.
__ADS_1
"Beneran dong." Jawab Arga.
"Mana kak?" Tanya Rangga nggak sabaran.
"Tuh minta aja sama kak Rara." Suruh Arga.
"Kak Rara, mana oleh-olehnya? Buruan ambil." Rengek Rangga.
"Iya iya itu ada di kamar." Jawab Rara.
Rangga bangkit dari duduknya dan menarik tangan Rara. "Ayo kita ambil." Ajak Rangga.
"Iya iyaa." Rara berdiri dan berjalan menuju ke kamar bersama Rangga.
"Kak, kok gedean kamar apartemen yang satunya?" Tanya Rangga.
"Apartemen yang kamu tempati kan emang lebih gede type nya." Jawab Rara.
"Oh gitu ya Kak?" Tanya Rangga. "Tapi kenapa malah aku yang disuruh tinggal di sana, bukannya kak Rara sama kak Arga?" Tanya Rangga lagi.
"Karena kakak lebih suka apartemen yang ini." Jawab Rara.
"Oohh." Rangga membulatkan bibirnya.
"Nih oleh-olehnya." Rara memberikan satu paper bag berukuran besar pada Rangga.
"Wah gede banget kak, apa isinya?" Tanya Rangga.
"Banyak, kamu lihat aja sendiri." Jawab Rara.
"Ya udah yok Kak, Rangga mau lihatnya di sofa aja." Ajak Rangga dan diangguki Rara sambil tersenyum karena melihat Adiknya bahagia.
Rara dan Rangga pun keluar dari kamar dan kembali duduk di sofa.
"Wah gede banget paper bag nya." Ucap Sofie.
"Iya kata kak Rara oleh-olehnya banyak." Ucap Rangga kemudian mengeluarkan satu persatu isi yang ada di dalam paper bag.
"Iya sama-sama." Jawab Rara.
"Tuh baju banyak banget sampe selusin, udah kayak mau jualan aja." Ledek Efan.
"Hahaha karena kak Rara baik jadi beliinnya banyak begini." Rangga tertawa lebar.
"Oh iya ada satu oleh-oleh lagi dari kak Arga, ntar ya kakak ambil dulu." Ucap Arga kemudian berjalan menuju ke kamar.
Tak lama kemudian Arga kembali dan duduk di sofa. "Nih oleh-oleh dari kakak." Ucap Arga sambil memberikan box kecil pada Rangga.
Rangga menerima box yang diberikan Arga. "Makasih Kak Arga." Ucap Rangga lalu membuka box tersebut. "Aih jam tangan, bagus banget. Makasih ya kak Arga." Ucap Rangga senang dan Arga mengangguk.
"Oh iya Rangga, Sabtu ini kakak pindah ke rumah baru." Rara memberitahu.
"Sabtu ini ya kak?" Ulang Rangga.
"Iya." Jawab Rara.
"Ya udah ntar Rangga bantuin pindahan deh, nanti Rangga juga bawa temen buat bantuin kakak pindahan." Ucap Rangga.
"Iya Rangga, makasih ya." Ucap Rara.
"Sama-sama sama kak." Jawab Rangga. "Oh iya kak, baju ini boleh Rangga kasih satu ke temen nggak?" Tanya Rangga.
"Ya boleh dong." Jawab Rara.
"Hehehe Rangga mau kasih sama Dhani temen SMA dan temen kuliah juga kak." Rangga memberitahu.
"Ya udah terserah kamu aja." Ucap Rara.
__ADS_1
"Eh pesen pizza yok." Ucap Efan.
"Mau mau mau." Rangga semangat.
"Ya udah udah pesan aja." Suruh Arga.
"Oke gue pesan ya." Ucap Efan mengambil ponselnya untuk memesan Pizza.
"Mau rasa apa nih?" Tanya Efan.
"Meet lover." Jawab Rangga.
"Oke." Ucap Efan. "Kita pesan big box juga ya." Sambung Efan.
"Lu atur aja Fan." Ucap Arga.
"Oke, udah gue pesan tinggal nunggu sampai aja." Ucap Efan sambil meletakkan ponselnya di meja.
"Rangga, gimana kuliahnya?" Tanya Arga.
"Berjalan dengan baik Kak." Jawab
Rangga.
"Terus gimana cewek ya pernah kamu anterin pulang itu?" Tanya Arga lagi.
"Hmm..." Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Janga bilang kamu gagal." Ucap Arga.
"Nggak gagal kak, tapi belum dimulai." Jawab Rangga.
"Yah kelamaan, keburu disamber cowok lain." Ucap Arga.
"Tapi kami udah dekat kak, cuma masih sebagai teman." Rangga memberitahu.
"Ungkapin dong perasaan kamu." Suruh Arga.
"Aih belom ada waktu yang tepat kak." Ucap Rangga.
"Ajak makan malam, trus tembak." Arga memberi saran.
"Hmmm...." Rangga masih bingung.
"Kirimkan nomor rekening kamu." Pinta Arga.
"Untuk apa kak?" Tanya Rangga.
"Udah kirimkan aja, jangan banyak tanya." Jawab Arga.
"Iya kak." Rangga mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor rekeningnya pada Arga melalui WhatsApp. "Udah Rangga kirim kak." Ucap Rangga.
"Oke." Ucap Arga. "Barusan kakak transfer uang ke rekening kamu, itu untuk jajan kamu satu bulan." Ucap Arga.
"Tapi Rangga udah dapat uang jajan dari Papa loh kak." Rangga memberitahu.
"Ya udah kalo gitu uang itu untuk ngajak makan malam cewek yang kamu sukai." Ucap Arga. "Coba cek, uangnya sudah masuk atau belum?" Suruh Arga.
"Makasih ya kak Arga." Ucap Rangga kemudian membuka mobile banking nya untuk melihat transferan dari Arga sudah masuk atau belum. "What?" Teriak Rangga terkejut dan langsung berdiri dari duduknya.
"Kenapa?" Tanya Arga Rara Efan dan Sofie serentak.
"Eh nggak apa-apa kakak kakak ku, maaf udah buat kaget." Ucap Rangga cengengesan. "Kak Arga, ini apa Kaka nggak salah ngetik? Kali aja kakak ngetik angka nol nya kebanyakan." Tanya Rangga.
"Masa sih salah?" Arga mengecek kembali mobile banking nya. "Ga salah kok." Ucap Arga.
"Ini seratus juta loh kak bukan sepuluh juta." Ucap Rangga.
__ADS_1
"Ya emang seratus juta yang kakak transfer." Jawab Arga enteng.
"Banyak banget kak, ini mah udah bisa buat ngelamar anak orang kak." Ucap Rangga.