Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 33


__ADS_3

*Flashback on Arga*


Setelah dua minggu berada di Indonesia, aku putuskan untuk tinggal di apartemen agar lebih dekat dengan kantor.


Hari ini aku akan makan siang di restauran cepat saji seorang diri karena aku belum kasih kabar ke teman-temanku kalo aku sudah di Indonesia.


Sambil membawa makanan yang ku pesan, aku berjalan mencari meja kosong, namun tiba-tiba seorang wanita menabrakku sehingga semua makanan yang kubawa jatuh berserakan.


"Eh maafkan aku mas, aku gak sengaja." Ucap wanita itu.


"Oh iya gak apa-apa." Jawabku.


"Aku akan membelikan lagi makanan buat kamu ya." Ucap wanita itu lagi.


"Oh tidak usah, saya akan membelinya sendiri." Aku menolak.


Begitulah awal pertemuan kami hingga akhirnya kami bertukar nomer telepon.


sebulan telah berlalu, kedekatanku dengan wanita itu hanya seperti teman biasa, namun aku melihat ketertarikan dia padaku.


suatu hari dia mengirim pesan padaku dan mengajakku makan malam. Aku pun menerima ajakannya. Dia memberi tau aku lokasi restauran tempat kami akan makan malam bersama.


tiba pada malam itu aku pun menuju ke lokasi tersebut.


Wanita itu sudah menungguku dengan gaya berpakaian yang sangat sexy.


"Kamu sudah sampai, ayo duduk." Ajak wanita itu.


"Iya." Jawabku tersenyum.


"Aku sudah memesan minuman buat kamu, tapi belum memesan makanan." Ucap wanita itu.


Akhirnya kami pun memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, kami berbincang sambil minum minuman yang sudah dia pesan terlebih dahulu.


minuman sudah habis namun pesanan kami belum juga datang.


handphone ku berdering, ku lihat Papa yang meneleponku.


"Halo Pa, ada apa?" Tanyaku dari telepon.


"Arga kamu dimana?" Tanya Papa.


"Aku lagi makan malam Pa." Jawabku.


"Arga, Mama masuk rumah sakit. Tadi tiba-tiba Mama pingsan." Ucap Papa khawatir.


"Di rumah sakit mana Pa?" Tanyaku yang juga sangat khawatir.


"Di rumah sakit Elisabeth." Jawab Papa.


"Baik Pa aku kesana sekarang." Ucapku sambil mengakhiri panggilan telepon.


"Ada apa?" Tanya wanita itu.


"Maaf, sepertinya kita batal makan malam bersama, Mamaku masuk rumah sakit. Aku pergi dulu ya." Ucapku yang langsung pergi meninggalkan wanita itu.


Ku jalankan mobilku dengan cepat menuju ke rumah sakit. Saat dalam perjalanan tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing hingga aku tidak bisa mengendalikan laju mobilku.

__ADS_1


Aku masih ingat saat aku banting stir untuk menghindari truk yang ada di depanku.


Setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi dan ketika aku tersadar, aku sudah berada di apartemen ini.


*flashback off*


"Itulah yang aku ingat kenapa aku bisa jadi seperti ini." Ucapku Pada Rara.


"Bagaimana kamu menyadari bahwa dirimu jadi seperti ini?" Tanya Rara padaku.


"Awalnya aku mengira ini semua hanya mimpi, tapi ketika aku menyalakan tv dan melihat berita, betapa terkejutnya aku dengan berita yang ditayangkan di tv. Aku mencoba keluar dari apartemen ini namun aku tidak bisa melakukan apa-apa."


"Itu sebabnya kamu tidak bisa menghubungi keluargamu?" Tanya Rara mesih sesegukan.


"Iya, aku ingin kembali ke tubuhku dan bangun dari koma. Aku juga ingin tau kenapa bisa kecelakaan itu terjadi dan kenapa aku bisa menjadi sangat pusing pada waktu aku nyetir mobil. Padahal aku sehat dan tidak pernah mengidap penyakit apa pun."


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Rara.


"Aku tidak tau, aku hanya bisa menunggu sampai aku bangun dari koma."


*RARA*


Semua penjelasan Arga masih membuatku bingung dan takut. Selama ini orang yang ku cintai bukan manusia.


Air mataku gak mau berhenti keluar, hatiku rasanya sangat sakit.


"Arga…. Aku takut." Ucapku dengan suara parau.


"Ku mohon jangan takut padaku, aku gak akan pernah menyakitimu. Aku tulus mencintaimu." Ucap Arga.


"Aku juga sangat mencintaimu, karena itu aku jadi merasa sangat takut. Aku takut kehilangan dirimu." Ucapku dengan tangis yang belum juga reda.


"Hu ugh." Aku hanya mengangguk.


"Terima kasih sayang." Ucap Arga memelukku erat.


"Aku akan melupakan kejadian hari ini karena aku sangat mencintaimu." Ucapku.


"Terima kasih sayang, aku tau kamu akan mengerti." Ucap Arga tersenyum tipis.


"Hu ugh." Aku mengangguk lagi.


"Bagaimana kamu mengetahui aku ada di rumah sakit?" Tanya Arga.


"Aku diajak Pak Ardi, dia bilang akan mengenalkanku dengan putranya." Jawabku.


"Kok bisa? Apa hubungan kamu dengan Papa?" Tanya Arga lagi.


"Beliau CEO ku." Jawabku.


"Hah… kamu berkerja di THe One?" Tanya Arga sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, aku designer di The One." Jawabku lagi.


"Maaf sayang aku gak pernah bertanya kamu kerja dimana, ternyata pacarku berkerja di perusahaanku." Arga mencium keningku.


"Iya gak apa-apa, maaf aku juga gak pernah bilang sama kamu." Ucapku dengan hati yang mulai tenang.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Papaku? Aku sangat rindu padanya." Tanya Arga dengan wajah sedih.


"Papa kamu baik-baik aja, tapi waktu tadi beliau melihat kamu di rumah sakit, beliau terlihat sangat sedih." Jawabku.


"Maafkan aku Pa, udah membuatmu sedih." Ucap Arga sedih.


Aku langsung memeluk Arga yang sedang sedih.


"Maafkan aku Ra, maafkan aku." Ucap Arga lirih.


"Iya Arga, gak apa-apa. Aku sayang kamu, aku janji akan selalu setia menunggumu." Ucapku masih dalam kesedihan.


hari sudah malam, waktu sudah menunjukan pukul 21.00 wib.


Aku masih berbaring di pelukan Arga.


"Sayang, kita belum makan malam loh. Aku buatin makan malam ya." Ucap Arga mengingatkan.


"Aku lagi gak berselera untuk makan, kamu aja ya yang makan." Ucapku.


"Aku juga lagi gak ingin makan." Jawab Arga.


"Ya udah kita gak usah makan malam ini." Usulku.


"Aku takut kamu sakit kalo gak makan." Ucap Arga.


"Tidak akan." Jawabku yakin.


"Ayo kita duduk di sofa." Ajak Arga.


"Kamu duluan aja, aku mau bersih-bersih dan ganti baju dulu." Pintaku.


"Ya sudah aku keluar ya." Ucap Arga.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Setelah Arga keluar dari kamar, aku pun membersihkan diriku dan mengganti pakaianku.


Aku keluar dari kamar menuju sofa.


"Duduk sini sayang." Pinta Arga tersenyum.


Aku duduk disebelah Arga dan Arga memelukku.


"Aku senang berada di pelukanmu." Ucapku.


"Dan aku senang memelukmu." Ucap Arga sambil mencium keningku.


Kami nonton tv bersama dan melupakan apa yang telah terjadi. Rasa nyaman berada di pelukan Arga tidak berubah walaupun aku sudah mengetahui hal besar pada diri Arga.


Hatiku tersentak, tiba-tiba aku mengingat suatu hal. Spontan aku melepaskan pelukan Arga.


"Ada apa sayang?" Tanya Arga khawatir dengan sikapku.


"Arga, ada sesuatu yang harus kamu tau." Ucapku dengan wajah serius.


"Apa itu sayang?" Tanya Arga penasaran.

__ADS_1


"Tapi sebelumnya ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ucapku.


__ADS_2