Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 49


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai di pusat perbelanjaan.


"Kita belanja disini aja ya." Ucap Efan.


"Oke." Rara dan Sofie serentak menjawab.


Mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam swalayan.


"Sayang, kita belanjanya jadi satu aja ya. Ntar kan aku yang masak buat kamu." Ucap Arga.


"Iya sayang." Ucap Rara.


Mereka pun mulai belanja sambil mendorong troli, Sofie dan Efan juga mengambil troli.


"Lu mau belanja juga Fan?" Tanya Rara yang melihat Efan membawa Troli.


"Iya, mau beli cemilan sama minuman buat di apartemen." Jawab Efan.


"Ooh." Ucap Rara.


"Lu Sof, ada yang mau lu beli?" Tanya Efan pada Sofie.


"Heh kalian ini udah pacaran loh, masa manggilnya lu gue sih." Arga memperingatkan.


"Ih gak apa-apa ya kan Fan." Ucap Sofie.


"Udah kebiasaan Bos, jadi ya begini aja lah terus biar gak canggung." jawab Efan.


"Hmm iya iya." Ucap Arga.


"Sayang ayo kita cari buah." Aja Rara pada Arga.


"Yeah honey, come on." Arga setuju.


Rara dan Arga pun menuju ke lorong buah, sementara Efan dan Sofie ke lorong minuman dan makanan ringan.


"Arga, aku juga mau beli cemilan." Pinta Rara.


"Hu ugh." Arga mengangguk sambil tersenyum.


Selesai memilih buah mereka pun ke lorong makanan ringan menghampiri Efan dan Sofie yang masih berada di sana.


Selesai belanja dan melakukan pembayaran, mereka pun keluar dari swalayan menuju ke mobil dan memasukan belanjaan ke bagasi mobil.


"Kita nongkrong dimana nih?" Tanya Efan yang sudah berada di dalam mobil bersama yang lainnya.


"Cari tongkrongan yang bisa sekalian kita makan siang Fan." Pinta Arga.


"Oh kalo gitu kita ke Xo aja ya." Efan menyarankan.


"Boleh boleh." Jawab Rara.


"Oke, berangkat." Ucap Efan melajukan mobilnya.


Sampai di restauran Xo mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam.


Seorang pelayan Xo menunjukan tempat untuk meraka berempat.


Setelah memesan makanan, mereka pun menunggu pesanan mereka tiba sambil bercerita.


"Arga, bener Arga kan?" Tiba-tiba seorang wanita mendekati Arga dan menyebut namanya.

__ADS_1


Serentak mereka semua melihat wanita itu.


"Arga, kamu kemana aja selama ini? Kamu masih ingat samaku kan?" Tanya wanita itu dengan pedenya.


"Ya aku masih ingat bahkan sangat ingat." Jawab Arga.


"Oh ya, wah aku senang mendengarnya. Lagi ngapain disini?" Tanya Wanita itu lagi.


Rara yang melihat Arga mengepalkan tangannya di bawah meja langsung memegang tangan kekasihnya itu.


Sementara Efan dan Sofie udah eneg melihat tingkah wanita yang sok kecakepan itu.


"Ya mau makan lah disini, masa iya mau main bola." Ucap Sofie ketus.


"Lah kenapa anda yang sewot ya?" Ucap wanita itu pada Sofie.


"Heh Sandra, kehadiran lo disini tuh menganggu banget tau." Ucap Efan.


"Gue kan bicara sama Arga, bukan sama kalian." Ucap Sandra seenaknya.


"Heh gak usah sok kecentilan deh lu. Lu gak lihat siapa yang duduk disebelah Arga?" Tanya Sofie ketus.


"Dia? Gue tau, dia Rara designer di The One kan. Emang kenapa? Gue juga seorang designer, apa bedanya?" Jawab Sandra.


"Ya beda lah, Rara designer profesional sedangkan lu designer abal-abal." Ucap Sofie gak pake rem.


"Eh jaga mulut lo ya, gue tau kalian disini untuk menjilat Arga kan? Udah deh kalian jangan bicara denganku." Ucap Sandra dengan pedenya.


Efan dan Sofie melihat wajah kemarahan dari Arga.


"Arga, bisa kamu berikan nomor handphonemu?" Ucap Sandra sambil menyodorkan ponselnya.


Melihat tingkah Sandra dari tadi, Rara pun naik darah.


"Berisik amat sih lo." Ucap Sandra pada Rara.


"Heh dengar ya, wanita yang lu bilang berisik ini adalah calon istri gue dan gue gak suka ada orang lain yang merendahkan calon istri dan teman-teman gue." Ucap Arga penuh penekanan dan wajah dingin.


"Arga, bukan begitu maksud aku." Ucap Sandra ketakutan.


"Gue minta lo segera pergi dari hadapan gue, atau gue akan panggil security karena lo udah mengganggu ketenangan kami." Ucap Arga lagi.


"Hish..." Sandra berdecak kesal dan langsung meninggalkan mereka.


"Sayang kamu jangan terlalu emosi, aku gak mau kamu kenapa-kenapa." Ucap Rara sambil memeluk Arga untuk menenangkannya.


Sofie dan Efan yang melihat Arga begitu emosi sampai bertanya-tanya.


"Bos kenapa sampai emosi banget begitu?" Tanya Efan.


"Wanita itu yang sudah membuat aku koma." Jawab Arga yang kini sudah kembali duduk.


"Apa?" Ucap Efan dan Sofie serentak.


"Gimana bisa begitu Bos?" Tanya Efan penasaran.


"Jadi waktu itu..."


Arga menceritakan kembali kejadian bagaimana dia kenal Sandra hingga dia koma.


"Wah cewek gak punya otak." Maki Efan geram.

__ADS_1


Disela-sela mereka bercerita, makanan pun datang.


"Terima kasih mbak." Ucap Sofie pada pelayan.


"Jadi Bos mau diam aja dengan perlakuannya?" Tanya Efan.


"Gue juga masih memikirkan gimana cara membalas perbuatan Sandra ke gue." Jawab Arga.


"Oke nanti kita pikirkan bersama, gue akan membantu Bos untuk masalah ini. Tapi sekarang kita makan dulu." Ucap Efan mantap.


"Iya sayang, kita makan dulu ya." Pinta Rara pada Arga.


"Iya honey, maaf ya karena aku udah emosi di depan kamu." Ucap Arga sambil membelai lembut Rambut Rara.


"Iya sayang gak apa-apa kok, aku ngerti." Ucap Rara.


"Thank you honey." Arga mencium bibir Rara dengan cepat.


"Hei hei di tempat umum ini Bos." Ucap Efan memperingatkan.


"Emang kenapa?" Tanya Arga.


"Yah ini bukan di luar negeri Bos." Jawab Efan.


"Udah ah gak usah dibahas ayok kita makan." Ucap Rara.


Akhirnya mereka pun berhenti berdebat dan mulai makan bersama.


"Lu besok masuk kerja kan Ra?" Tanya Sofie disela-sela makan mereka.


"Masuk dong." Jawab Rara.


"Sayang, besok kita berangkat kerjanya naik mobil aku aja ya." Pinta Arga pada Rara.


"Tapi sayang, kita kan masih merahasiakan hubungan kita di kantor." Ucap Rara.


"Aku gak peduli sayang, makin cepat hubungan kita diketahui banyak orang itu makin bagus." Ucap Arga mantap.


"Iya sayang terserah kamu aja." Jawab Rara setuju.


"Tapi ingat ya, kalian harus memanggilku Pak jika berada di kantor." Arga mengingatkan.


"Siap Bos." Ucap Efan.


Mereka pun melanjutkan makan hingga selesai.


"Sayang, setelah ini kita mau kemana?" Tanya Rara pada Arga.


"Kamu inginnya kemana?" Arga balik bertanya.


"Aku mau beli baju tidur." Jawab Rara.


"Emang baju tidur kamu kemana?" Tanya Arga.


"Aku cuma bawa dua pasang, yang lainnya tinggal di rumah Mama." Jawab Rara.


"Ya udah setelah ini kita beli ya." Ucap Arga.


"Iya sayang." Ucap Rara.


"Gak apa-apa kan kita cari baju tidur buat Rara?" Tanya Arga pada Efan dan Sofie.

__ADS_1


"Gak apa-apa lah Bos, kebeneran gue juga mau cari kemeja buat kerja." Jawab Efan.


"Gue juga mau beli baju ah, udah lama kayaknya gue gak beli baju." Ucap Sofie.


__ADS_2