Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 44


__ADS_3

Waktu pulang kerja tiba, sesuai rencana kami akan berbelanja untuk mengisi kulkas.


Setelah sampai di basemen apartemen, kami langsung pergi lagi dengan mobil Arga.


"Kita belanja dekat sini aja ya sayang." Usul Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Arga pun melajukan mobilnya dengan santai.


"Arga." Panggil Rara.


"Ya sayang." Jawab Arga tanpa menoleh karena sedang nyetir.


"Aku senang akhirnya bisa jalan berdua sama kamu seperti ini." Ucap Rara.


"Aku juga sayang." Ucap Arga.


"Kamu gak takut nanti kalo ada orang kantor yang lihat kita?" Tanya Rara.


"Kenapa harus takut?" Arga balik bertanya.


"..." Rara tersenyum.


Tak berapa lama kami pun sampai di pusat perbelanjaan.


"Ayo turun sayang, kita udah sampai." Ajak Arga.


"Oh iya." Ucap Rara.


Kami berjalan memasuki swalayan sambil bergandengan tangan, senang rasanya bisa seperti ini.


Selesai belanja kami pun kembali ke Apartemen.


"Sayang, kamu mandi duluan aja biar aku yang nyusun belanjaannya." Suruh Arga.


"Oke." Rara mengacungkan jempol


Selesai Rara mandi pun gantian sekarang Arga yang mandi.


Hari terus berlalu hingga tiba hari sabtu dan hari ini Arga pindah ke apartemen yang berada di depan apartemen Rara.


Hari ini Rara dan Arga cuti kerja karena Arga pindahan dan Rara membantu Arga pindahan.


Selesai membereskan apartemen Arga, mereka pun beristirahat duduk di Sofa.


"Sayang, kamu sudah kasih kabar ke teman-teman kamu kalo nanti malam ada acara kecil-kecilan disini?" Tanya Arga.


"Oh iya sayang aku lupa." Jawab Rara.


"Ya udah kamu telepon aja mereka sekarang." Suruh Arga.


"Iya sayang." Jawab Rara.


Rara mengambil handphone nya dan menelepon Efan dan Sofie dalam panggilan group.


"Halo, ada apa nih kalo pakai panggilan group?" Tanya Efan.


"Halo Ra, lu cuti ya hari ini?" Tanya Sofie.


"Iya gue cuti, eh kalian nanti pulang kerja ke apartemen ya. Gue ngadain pesta kecil-kecilan kayak waktu pertama kali gue pindah." Pinta Rara.


"Wah seru tuh kayaknya." Ucap Efan.


"Makanya kalian datang ya." Suruh Rara.


"Oke Ra, kami pasti datang." Ucap Sofie.


"Untuk makanannya gimana Ra?" Tanya Efan.

__ADS_1


"Tenang aja, sudah tersedia jadi gak usah beli lagi." Jawab Rara.


"Bagus deh, kalo gitu ntar aku bawa cemilan aja dan yang lain." Jawab Efan.


"Yang lain apa Fan?" Tanya Sofie kurang paham.


"Ntar juga tau." Ucap Efan.


"Ya udah ya, sampai ketemu nanti sore. Bye." Ucap Rara.


"Bye.." Sofie dan Efan menjawab serentak dan mengakhiri sambungan telepon.


"Udah selesai neleponnya sayang?" Tanya Arga.


"Udah." Jawab Rara singkat.


"Yok kita masak buat nanti malam." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Selesai memasak begitu banyak makanan pun Rara dan Arga istirahat sebentar duduk di sofa.


"Kamu capek sayang?" Tanya Arga.


"Hhmmm lumayan." Jawab Rara.


"Ya udah yok mandi biar seger." Ajak Arga.


"Kalo gitu aku balik dulu ya." Ucap Rara.


"Mau ngapain?" Tanya Arga.


"Lah kan mau mandi." Jawab Rara.


"Mandi disini aja." Pinta Arga.


"Tapi kan baju aku di sana." Ucap Rara.


"Terserah kamu." Ucap Rara.


Mereka pun masuk ke apartemen Rara. Rara berjalan ke sofa dan di ikuti Arga.


"Kenapa gak langsung mandi sayang?" Tanya Arga.


"Ntar lagi ah, masih keringetan." Jawab Rara.


"Kamu makin kelihatan seksi kalo lagi keringetan gini." Ucap Arga.


"Ih apaan sih, orang lagi keringatan malah dibilang seksi. Ucap Rara.


"Beneran loh sayang, aku gak bohong." Ucap Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Rara.


"Ih udah ah aku mau mandi."


Rara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke kamar.


Sampai di kamar Rara sangat terkejut karena tiba-tiba Arga memeluknya dari belakang.


"Eh kaget, ih Arga aku keringetan loh jangan peluk peluk." Pinta Rara.


"Emang ada larangan ya kalo lagi keringatan gak boleh dipeluk? Tanya Arga.


Arga membenamkan wajahnya di leher Rara sehingga membuat Rara kegelian dan merasakan sensasi yang nikmat.


"Aakh...Arga geli." Ucap Rara manja.


Arga membalikan tubuh Rara menghadapnya.


Dengan lembut Arga mencium bibi Rara dan dibalas oleh Rara. Bibir mereka saling bertemu dan lidah mereka saling beradu.

__ADS_1


Semakin lama ciuman itu semakin panas hingga nafas mereka terengah-engah.


Arga menggendong Rara seperti anak monyet dan membawanya masuk ke kamar mandi.


"Kita mandi sama ya sayang." Pinta Arga.


"Hemm..." Rara menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Arga.


"Aku takut kita kebablasan." Jawab Rara.


"Gak akan sayang aku janji." Ucap Arga.


Arga langsung mencium bibir Rara dengan lembut tapi pasti. Arga membuka kaos yang dia pakai sehingga terlihatlah otot perut Arga yang disukai Rara.


Bibir Rara menelusuri leher hingga dada Arga dengan lembut.


"Akh sayang, aku suka itu." Ucap Arga sambil membelai rambut Rara.


Arga membantu Rara membuka kaos yang dipakai Rara dan terlihatlah kelapa muda Rara yang masih tertutup br@.


Arga meremas lembut kelapa muda Rara yang masih tertutup itu sambil mencium bibir Rara.


Merasa ada yang menghalangi, dengan sigap Arga membuka pengait br@ Rara dan melepaskannya dari tubuh Rara.


Arga menelusuri leher Rara hingga turun ke dada dan melahap kelapa muda milik Rara.


"Ssshhh...aakh sayang." Suara itu lagi-lagi keluar dari mulut Rara.


"Kamu suka sayang?" Tanya Arga.


"Hu ugh...akh." Rara mengangguk.


Lama bermain dengan kelapa muda Rara, Arga pun kembali mencium bibir Rara.


Setelah itu Arga memeluk Rara dengan erat sambil mengatur nafasnya dan menahan sesuatu yang sesak di bawah sana.


"Sayang, kamu selalu membuatku tergoda tapi aku berusaha untuk menahannya." Ucap Arga masih dengan nafas tersengal.


"Kalo gak tahan lakukan aja." Ucap Rara gak pake rem.


"Dasar mesum." Ucap Arga sambil mencubit hidung Rara.


"Kan kamu yang buat aku jadi seperti ini." Ucap Rara.


"Kok aku?" Tanya Arga.


"Iya dong, karena kamu yang pertama kali melakukan ini padaku." Jawab Rara.


"Iya sayang dan aku akan bertanggung jawab." Ucap Arga.


"Harus." Ucap Rara.


"Sepertinya aku akan segera menikahi kamu sayang, aku takut gak bisa terlalu lama mengontrol diriku." Ucap Arga.


"Aku selalu siap kapan pun itu sayang." Ucap Rara.


"Sungguh?" Tanya Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


"Ya udah kita mandi yok." Ajak Arga.


Mereka pun mandi di kamar mandi terpisah karena kalo mandi di kamar mandi yang sama takut mandinya gak selesai-selesai.


Selesai mandi dan berpakaian mereka pun duduk di sofa sambil nonton tv dan menunggu teman-temannya datang.


Tak lama kemudian Sofie dan Efan pun datang.

__ADS_1


"Ayo kita buka pintu sama-sama." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk dan tersenyum.


__ADS_2