Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 93


__ADS_3

Warning 21+


Yang belum cukup umur skip aja ya.


Harap bijak dalam membaca.


Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, waktu dimana dua pasangan suami istri akan melakukan perjalanan honeymoon bersama. Efan dan Sofie sudah sampai di Bandara dan tak lama kemudian Rara dan Arga pun juga tiba di Bandara.


"Gue cek in tiket dulu ya." Ucap Efan kemudian berjalan menuju tempat cek in tiket.


Tak lama kemudian Efan kembali. "Udah gue cek in tiketnya, waktunya masih lama nih, kita cari sarapan dulu yok. Lapeer belom sarapan." Ajak Efan.


"Yok, kami juga belum sarapan tadi." Ucap Arga.


Mereka berempat pun berjalan mencari restauran untuk sarapan. Setelah mendapatkan restauran yang cocok untuk sarapan, mereka langsung masuk dan memesan makanan. Selesai sarapan mereka langsung masuk ke ruang tunggu.


Saat ini mereka berempat sudah berada di dalam pesawat yang sebentar lagi akan terbang.


Setelah menempuh penerbangan sela kurang lebih 18 jam, akhirnya mereka pun sampai di Paris. Mereka langsung naik taxi untuk menuju ke apartemen milik Arga yang berada di Paris. Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih, akhirnya mereka sampai di apartemen.


"Yok masuk." Ajak Arga setelah membuka pintu apartemennya.


"Bagus banget apartemennya Bos." Ucap Efan kagum.


"Apartemen di Paris mah rata-rata begini semua Fan." Ucap Arga.


"Ah masa sih?" Tanya Efan kurang percaya.


"Ya nggak semuanya juga sih." Jawab Arga. "Kamar kalian yang itu ya." Arga menunjuk salah satu kamar yang ada di apartemen. "Tenang aja, kamarnya kedap suara jadi nggak akan kedengaran walaupun kalian teriak." Ucap Arga. "Kalau kalian ngantuk langsung tidur aja." Lanjut Arga.


"Gue pengen ngopi dulu Bos, jam segini dimana ya cari kopi?" Tanya Efan.


"Ya sudah dah kita letakin koper dulu ke kamar setelah itu kita turun ke minimarket 24 jam yang ada di bawah." Ucap Arga.


Efan dan Arga pun berjalan menuju kamar masing-masing dan kembali lagi ke ruang tengah.


"Yok." Ajak Arga.


"Sayang, aku mau ikut." Rengek Rara.


"Emangnya kamu nggak ngantuk?" Tanya Arga.


"Nggak, kan tadi di pesawat udah tidur." Jawab Rara.


"Gue juga ikut." Rengek Sofie.


"Iya sayang kamu ikut." Ucap Efan mengusap kepala Sofie.


"Ciee... pengantin baru." Ledek Rara.

__ADS_1


"Kalian juga pengantin baru ya." Ucap Sofie.


"Hahaha iya ya." Rara tertawa.


"Udah ah ayo turun." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara dan Sofie mengangguk.


Mereka berempat pun berjalan menuju minimarket 24 jam. Sampai di tempat, mereka langsung masuk dan membeli beberapa minuman dan makanan ringan, Efan membeli kopi sesuai keinginannya. Setelah dirasa cukup Arga pun membayar belanjaan mereka dan kembali ke apartemen.


"Bos mau kopi?" Tanya Efan.


"Mau Fan." Jawab Arga.


"Oke ntar ya Bos, gue buatin dulu." Ucap Efan.


"Sayang, kamu nggak ngantuk? Istirahat gih." Suruh Arga pada istrinya.


"Aku nggak ngantuk sayang, beneran." Jawab Rara.


Tak lama kemudian Efan datang dengan membawa empat cangkir kopi dan meletakkannya di meja, kemudian dia ikut dudu di sofa bersama yang lainnya sambil menikmati kopi.


"Kalo hari udah terang kita belanja ke swalayan untuk keperluan kita ya." Ajak Arga.


"Oke Bos." Jawab Efan.


"Sayang, aku pengen lihat menara Eiffel." Rengek Sofie pada suaminya.


"Iya sore kita kesana ya." Jawab Arga. "Sebelum kesana kita belanja dulu gimana?" Arga mengusulkan.


"Mau." Sahut Sofie.


"Oke." Jawab Efan.


Selesai menikmati kopi, mereka berempat pun memutuskan untuk masuk ke kamar dan beristirahat.


"Sayang, dlu kamu tinggal disini sama siapa?" Tanya Rara yang saat ini sudah berada di dalam kamar bersama Arga.


"Sendirian sayang, tapi kadang ada temen aku yang menginap disini." Jawab Arga sambil melepaskan pakaiannya hendak membersihkan diri.


"Teman? Siapa? Cewek atau cowok?" Tanya Rara penasaran.


"Kamu maunya cewek atau cowok?" Goda Arga sambil memeluk tubuh Rara dari belakang.


"Arga, aku serius." Ucap Rara kesal kemudian membalikkan badannya menghadap Arga.


"Cowok lah sayang, mana mungkin cewek yang nginap disini bersamaku." Jawab Arga sambil membuka kancing kemeja yang dipakai Rara. "Mau mandi dulu atau bercinta dulu?" Bisik Arga.


"Hemm...?" Rara mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ah sepertinya bercinta dulu lebih seru." Arga langsung mengangkat tubuh Rara dan membaringkannya ke tempat tidur.


"Arga, kita belom mandi." Rengek Rara ketika tubuhnya sudah berada di bawah Arga.


"Nggak masalah." Jawab Arga yang langsung melumaat bibir Rara dengan buas, menyesapnya dalam dan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Rara. Tangannya meremaas benda kenyal Rara yang masih tertutup braa.


"Eempphh..." Rara melenguh ketika tangan Arga dengan lembut meremaas dadanya.


Arga menarik tubuh Rara memposisikannya duduk untuk melepaskan kemejanya yang kancingnya sudah terbuka semua, kemudian Arga juga melepaskan braa yang dipakai Rara.


"Ah sayang, aku sangat ingin." Ucap Arga.


"Ya sayang, lakukanlah." Suruh Rara.


Arga juga membuka celana yang dipakai Rara dan juga melepaskan sisa pakaian yang melekat di dirinya. Kini tubuh mereka berdua benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menempel.


"Ah sayang, aku nggak tahan melihat tubuhmu seperti ini." Ucap Arga dengan suara serak menahan gairah.


"Aku juga." Rara langsung mendorong tubuh Arga hingga terlentang di kasur kemudian Rara menimpah tubuh Arga.


Dengan penuh gairah Rara mencium bibir Arga dan tentu saja Arga membalasnya dengan baik. Rara menurunkan ciumannya ke leher hingga ke dada bidang Arga, mengecupnya dan membuat banyak tanda merah disana. Arga memejamkan matanya menikmati sentuhan dari istrinya.


Rara menelusuri perut sixpack Arga dengan bibir dan lidahnya membuat Arga mendesaah. Tangan mungil Rara menggenggam junior Arga yang sudah mengeras dari tadi. "Akkhh sayang, aku suka sentuhan itu." Ucap Arga masih dengan mata terpejam.


Tak tahan dengan sentuhan istrinya, Arga pun mengangkat tubuh Rara dan membalikkan posisi mereka, kini Arga berada di atas tubuh Rara. Arga langsung melahap benda kenyal Rara dengan buas dan memainkan ujungnya dengan lidahnya yang membuat Rara menggeliat seperti ular. Lama bermain di dada Rara, Arga pun langsung menuju ke lembah kenikmatan Rara dan mulai menjilati vaginaa Rara.


"Aahhkk sshhh sayang, aku suka ini sangat nikmat." Racau Rara sambil menarik-narik rambut Arga.


Arga terus bermain di lembah kenikmatan itu, menjilatinya tanpa henti hingga akhirnya Rara menegangkan tubuhnya dan mencapai klimakss kenikmatannya. "Akkhh sayang itu tadi sangat nikmat, aku suka." Ucap Rara dengan suara serak.


"Mau lagi?" Tanya Arga.


"Mau dimasuki sekarang." Rengek Rara.


"Iya sayang." Arga mencium bibir Rara sebentar kemudian menuntun juniornya masuk ke dalam lubang kenikmatan Rara.


Jleb


"Akkhh.." Pekik Rara ketika junior Arga masuk ke dalam lubang kenikmatannya. "Sayang, punya kamu sangat perkasa, aku jadi ketagihan." Ucap Rara.


"Punya kamu juga sangat nikmat sayang, membuatku candu." Ucap Arga sambil menggerakkan juniornya maju mundur.


"Aakkhh sayang lebih cepat." Pinta Rara.


"Iya sayang." Arga pun mempercepat gerakannya.


"Aakkhh ohh aakkh sayang aku aakkhh mau..."


"Iya sayang, kita akan merasakannya bersama." Gerakan Arga semakin cepat hingga akhirnya "Aarrgghhh." Mereka berdua mengerang ketika mencapai klimakss bersama.

__ADS_1


Arga mencium bibir Rara dengan lembut. "Makasih sayang." Ucap Arga kemudian ambruk disebelah Rara. "Kita istrirahat dulu ya, mengembalikan tenaga." Ucap Arga dan diangguki Rara.


__ADS_2