
"Kita direstui sayang." Ucap Arga dengan suara pelan sambil membelai rambut Rara.
"Hu ugh." Rara mengangguk dan dengan cepat Arga mencium kening Rara.
"HEI..." Teriak Pak Ardi, Pak Indra dan Bu Vira serentak.
"Eh maaf Pa, kelepasan." Ucap Arga cengengesan.
"Wah kayaknya mereka harus segera kita nikahkan ini Ndra." Ucap Pak Ardi.
"Betul juga itu Di, takutnya mereka melakukan yang tidak-tidak lagi." Sambung Pak Indra setuju.
"Iya Pa, apalagi sekarang Rara tinggal sendirian di apartemen." Ucap Bu Vira.
"Loh Rara tinggal di apartemen toh, ya sama dengan Arga." Ucap Pak Ardi.
"Nah maka dari itu, kan bahaya. Apalagi mereka sama-sama tinggal sendirian." Pak Indra memperingatkan.
"Papa ini kayak gak kenal sama anak sendiri aja, mana mungkin Arga berani melakukan hal yang tidak-tidak." Ucap Arga meyakinkan Papanya.
"Rara tinggal di apartemen mana Ndra?" Tanya Pak Ardi.
"Rara menyewa apartemen di gedung x yang berada gak jauh dari kantor tempat Rara berkerja." Jawab Pak Indra.
"Loh, apartemen Arga juga di sana loh." Ucap Pak Ardi.
"Wah kok bisa kebetulan seperti itu ya Di?" Tanya Pak Indra.
"Pa, Om dan tante, sebenarnya yang Rara sewa itu apartemen Arga yang waktu itu sempat disewakan Mama." Arga menjelaskan.
"Jadi sekarang kamu tinggal berdua sama Rara di apartemen?" Tanya Pak Ardi dengan suara sedikit tinggi.
"Ih Papa ini gitu amat pikirannya sama anak sendiri." Ucap Arga .
"Lah terus kan kamu tinggal di apartemen, apartemen siapa?" Tanya Pak Ardi penasaran.
"Apartemen Arga lah, masa apartemen orang sih." Jawab Arga santai.
"Terus Rara?" Tanya Pak Ardi lagi.
"Rara tetap di apartemen Arga yang dia sewa dong Pa." Jawab Arga.
"Aduuhh kalian bikin saya pusing, coba jelaskan yang sebenarnya." Pinta Pak Indra.
"Gini loh Pa, Om dan Tante. Rara emang tetap tinggal di apartemen Arga yang disewakan, dan Arga tinggal di apartemen yang baru Arga beli yang letaknya tepat di depan apartemen yang Rara sewa." Arga menjelaskan yang sebenarnya.
"Benar itu Arga?" Tanya Pak Ardi tegas.
"Benar loh Pa, ngapain Arga bohong. Kalo gak percaya cek aja langsung ke lokasi." jawab Arga.
"Kapan kamu membeli apartemen itu, kenapa Papa gak tau?" Tanya Pak Ardi.
"Waktu Arga masih di Singapura Pa, Arga sengaja beli apartemen itu biar dekat sama Rara supaya Arga bisa menjaga Rara." Arga menjelaskan.
"Ya udah, tapi ingat kalian jangan macam-macam ya." Pak Ardi memperingatkan.
"Iya Pa, Arga gak bakalan macam-macam kok, palingan cuma satu macam aja." Jawab Arga seenaknya.
"Arga..!!" Teriak Pak Ardi sambil melotot.
"Hahaha becanda Pa, maaf ya Om dan Tante." Ucap Arga.
__ADS_1
"Jangan rusak kepercayaan yang kami berikan loh Arga, ingat itu." Pak Ardi memperingatkan.
"Iya Pa, pasti akan selalu Arga ingat. Ya kan Sayang." Arga membelai Rambut Rara.
"Ya udah, Papa akan selalu pantau kamu." Ucap Pak Ardi.
"Siap Pa." Jawab Arga.
"Oh iya, kapan-kapan kita makan malam bersama mau ya Ndra." Pinta Pak Ardi.
"Dengan senang hati Di." Jawab Pak Indra.
"Oh ya ini Rangga anak lo yang kedua ya Ndra? Masih SMA atau udah kuliah?" Tanya Pak Ardi.
"Masih SMA Om, tapi tahun ini tamat." Jawab Rangga.
"Ganteng loh anakmu Ndra." Ucap Pak Ardi yang membuat pipi Rangga merah.
"Ya jelas lah siapa dulu dong Papanya." Jawab Pak Indra narsis.
"Hahaha." Tawa Pak Ardi pecah.
Karena keasikan ngobrol dengan teman lama, sampai tidak terasa hari sudah sore.
"Eh udah sore nih, kalo gitu kami pamit dulu ya. Takut kemalaman di jalan." Ucap Pak Indra pada Temannya.
"Yah Papa kok gak nginap sih?" Tanya Rara.
"Iya sayang Papa gak bisa nginap karena banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Lagian kan udah ada Arga yang nemenin kamu." Jawab Papa Rara.
"Ya udah deh." Ucap Rara.
"Eh kita belom tukeran nomor handphone loh." Pak Ardi mengingatkan.
Mereka pun saling bertukar nomor handphone.
"Ya udah kalo gitu kami pamit pulang ya Di." Ucap Pak Indra.
"Kak Rara, Rangga pulang ya. Kakak harus cepat sehat ya." Ucap Rangga menyalami tangan Rara.
"Iya Rangga, kamu belajar yang bener ya. Ntar lagi ujian nasional kan." Pesan Rara pada adiknya.
"Iya kak, pasti." Ucap Rangga yakin.
"Kak Arga, tolong jagain kak Rara ya. Rangga pamit pulang." Ucap Rangga juga menyalami tangan Arga.
"Iya Rangga, pasti kakak jagain kak Rara." Ucap Arga.
Rangga juga menyalami tangan Pak Ardi.
Setelah selesai acara pamit-pamitannya, orang tua dan adik Rara pun kembali ke rumah mereka.
"Kalo begitu Papa juga pamit ya Arga." Ucap Papa Arga.
"Kok buru-buru amat sih Pa." Ucap Arga.
"Kasian Mama kamu sendirian di rumah." Jawab Papa Arga.
"Oh iya, ya udah deh Pa." Ucap Arga.
"Rara, kamu banyak istirahat ya. Semoga lekas sembuh." Ucap Papa Arga.
__ADS_1
"Iya Pak, terima kasih udah jenguk Rara." Jawab Rara.
"Kalo di luar kantor jangan panggil Pak dong, panggil Papa aja ya." Pinta Papa Arga tersenyum.
"Iya Pa." Ucap Rara juga tersenyum.
"Gitu dong, Papa jadi senang mendengarnya." Ucap Papa Arga.
Rara dan Arga tersenyum.
"Ya udah, Papa tinggal dulu ya." Ucap Papa Arga.
"Iya Pa, hati-hati ya Pa." Pesan Arga.
Papa Arga pun keluar dari ruangan meninggalkan Rara dan Arga.
"Sayang, aku laper." Ucap Arga manja.
"Coba telepon Efan atau Sofie, mereka singgah kesini atau gak. Kalo singgah sekalian nitip makan aja." Pinta Rara.
Arga pun meraih ponselnya dan menelepon Efan.
"Halo Bos, ada apa?" Tanya Efan dari telepon.
"Fan, lu mau ke rumah sakit gak?" Tanya Arga.
"Iya bos, ini lagi di jalan bareng Sofie mau ke sana." Jawab Efan.
"Bagus deh, kalo gitu gue titip makan ya Fan." Pinta Arga.
"Mau makan apa Bos?" Tanya Efan.
"Nasi padang deh." Jawab Arga.
"Rara mau makan apa? Biar sekalian." Tanya Efan lagi.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Arga pada Rara.
"Pengen makan bubur ayam." Jawab Rara.
"Fan, Rara pengen bubur ayam katanya." Ucap Arga.
"Oke bos, tunggu ya." Ucap Efan langsung mengakhiri panggilan telepon.
*****
"Sof, kita beli makan dulu ya buat Arga dan Rara." Ucap Efan pada kekasihnya.
"Oke Fan." Jawab Sofie.
"Kita juga sekalian beli makan ya, lu mau makan apa Sof?" Tanya Efan.
"Makan apa ya enaknya?" Sofie balik bertanya.
"Lu pengennya apa?" Tanya Efan lagi.
"Ya udah deh nasi padang aja." Jawab Sofie.
"Ya udah, gue juga lah kalo gitu." Ucap Efan.
"Nanti sekalian beli cemilan juga ya." Pinta Sofie.
__ADS_1
"Oke." Jawab Efan singkat.
Efan dan Sofie pun melanjutkan perjalanan mereka dan membeli makan untuk mereka dan kedua temannya.