Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 45


__ADS_3

Arga dan Rara pun berjalan untuk membuka pintu apartemen.


Arga membuka pintu sementara Rara sedikit bersembunyi.


Ceklek


"Eh kok..." Efan gak bisa melanjutkan ucapannya.


"Kok apa?" Tanya Arga.


"Se_selamat so_sore Pak." Sapa Efan terbata.


"Iya selamat sore, ada perlu apa?" Tanya Arga.


"Maaf Pak, bukannya ini apartemen Rara ya? Tanya Efan.


Rara yang berada di belakang Efan hanya bisa menahan tawa.


"Siapa bilang? Ini apartemen saya." Jawab Arga.


"Iya Pak, tapi yang saya tau Rara menyewa apartemen ini." Ucap Efan.


"Iya, dia memang menyewa apartemen ini." Ucap Arga.


"Lalu..."


"Halo Fan." Teriak Rara yang muncul di hadapan Efan.


"Hahaha." Akhirnya tawa Sofie keluar.


"Eh kalian nge frank gue ya? Tanya Efan kesal.


"Iya." Jawab Rara.


"Ya udah yok kita masuk dulu." Ajak Arga.


"Eit, salah bukan disini tapi disitu." Rara mencegah Efan dan Sofie masuk ke apartemennya.


"Loh kok disitu?" Tanya Sofie.


"Udah ayok ikut aja." Ucap Rara.


Mereka semua pun masuk ke apartemen Arga.


"Ini apartemen siapa Ra?" Tanya Sofie.


"Apartemen Saya." Jawab Arga.


"Ha.." Sofie kagum.


"Jadi Pak Arga tinggal disini?" Tanya Efan.


"Iya, baru hari ini pindah. Ayo duduk." Ajak Arga.


Mereka semua pun duduk di Sofa yang cukup besar.


"Jadi acaranya disini?" Tanya Sofie.


"Iya karena Arga kan baru aja pindah." Jawab Rara.


Efan heran karena Rara memanggil Arga dengan sebutan nama namun enggan bertanya.


"Oh iya Fan, kamu bisa panggil aku Arga saja karena ini bukan di kantor." Pinta Arga.


"Baik Pak." Ucap Efan.


"Arga."


"Eh iya, Arga." Ucap Efan.


"Oh iya, dan perkenalkan ini Rara pacar saya." Ucap Arga sambil merangkul Rara.


"Apa?" Ucap Efan spontan.


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Arga.


"Bukan gitu Pak, tapi sejak kapan?" Tanya Efan.


"Udah lama Fan, bahkan jauh sebelum Arga gabung di kantor." Sofie menjawab pertanyaan Efan.


"Lu udah tau Sof?" Tanya Efan.

__ADS_1


"Hu ugh." Sofie mengangguk dan tersenyum.


"Wah curang kalian." Ucap Efan.


"Ih apanya yang curang sih, gue juga baru aja tau kok." Jelas Sofie.


"Tapi Fan, tolong hal ini dirahasiakan dulu ya. Jangan sampe orang kantor tau, nanti ada saatnya saya akan mengungkapkan hubungan ini. Saya memberi tau kalian karena kalian teman terdekat Rara." Pinta Arga.


"Tenang aja Pak, rahasia akan terjaga aman sama saya." Ucap Efan.


"Panggil Arga Aja!" Suruh Arga.


"Iya iya, sorry saya masih canggung, hehehe." Ucap Efan.


"Kamu bawa apa itu?" Tanya Arga yang melihat Efan masih memegang kantong plastik.


"Oh ini cemilan sama buah buat kita." Jawab Efan sambil meletakan kantong plastik belanjaan di atas meja.


"Ra, lu masak apa buat kita?" Tanya Sofie.


"Tuh lihat aja di meja makan, tapi bukan gue yang masak." Jawab Rara.


"Jadi siapa?" Tanya Efan.


"Arga." Jawab Rara.


"Ha.." Efan dan Sofie terkejut.


Sofie langsung berjalan menuju meja makan dan melihat menu makan malam mereka.


"Wah Arga lelaki idaman banget, udah ganteng pinter masak lagi." Ucap Sofie takjub dan kembali duduk di sofa.


"Oh iya, gue juga bawa ini nih." Ucap Efan menunjukan sebotol wine.


"Wine?" Ucap Arga.


"Iya Pak, gak apa-apa kan?" Tanya Efan ragu.


"Yah gak masalah sih, tapi saya gak minum begituan." Jawab Arga.


"Gue juga gak Fan." Sambung Rara.


"Eheemm..." Arga mendehem.


"Oh ya udah, gue sama Sofie aja yang minum. Ya kan Sof." Ucap Efan.


"Iya, gue temenin lu minum." Ucap Sofie menepuk pundak Efan pelan.


"Eh disini ada sound sistem juga kita karaokean yok." Ajak Sofie.


"Boleh, ntar saya setel dulu ya." Ucap Arga.


"Apartemen ini lebih besar ya, kamarnya aja ada dua." Ucap Sofie.


"Iya, walaupun satu gedung tapi kan beda tipe." Jawab Arga.


"Iya ya." Ucap Sofie.


"Jadi ini apartemennya disewa atau dibeli Pak?" Tanya Arga.


"Sekali lagi kamu panggil saya Pak, saya lempar kamu luar jendela ya Fan." Ucap Arga.


"Hahaha hayo lu fan." Sofie tertawa.


"Iya Arga maaf, lagian lu juga nyebut diri lu dengan sebutan saya formal banget." Ucap Efan gak mau kalah.


"Oke, apartemen ini gue beli karena ingin selalu dekat dengan Rara." Ucap Arga.


"Nah gitu kan gue jadi gak canggung." Efan tersenyum.


"Uluh uluh..Arga so sweet banget sih, gue jadi iri sama Rara. Ada satu lagi gak yang kayak Arga? Bungkus satu dong, gue mau." Ucap sofie.


"Nasi padang kali dibungkus." Ucap Efan.


"Hahahaha" Sofie tertawa.


"Tapi gue mau berterima kasih sama lu Fan, karena lu udah nunjukin apartemen itu buat gue sewa." Ucap Rara.


"Kenapa gitu?" Tanya Efan.


"Karena sebenarnya apartemen itu punya Arga." Jawab Rara tersenyum.

__ADS_1


"What?" Ucap Efan dan Sofie serentak.


"Iya beneran, tanya aja sana Arga kalo gak percaya." Jawab Rara.


"Iya benar." Ucap Arga yang sudah selesai menyetel sound sistem buat karaoke dan kembali duduk di samping Rara.


"Mau gue ceritain gimana akhirnya kami bisa ketemu? Boleh kan sayang?" Tanya Rara.


"Iya mau mau." Jawab Sofie antusias.


"..." arga mengangguk.


"Sepertinya ini lebih seru dari pada karaokean, gue juga mau denger ah." Ucap Efan.


"Jadi gini ceritanya __" Rara mulai bercerita.


****


"Begitulah ceritanya." Rara selesai bercerita.


"Ra, lu gak sedang menceritakan isi novel kan?" Tanya Sofie.


"Ya gak lah, itu tuh cerita yang sesungguhnya." Jawab Rara.


"Serius lu Ra? Gue kira cerita begitu cuma ada di dalam film aja." Ucap Efan.


"Yang gue ceritain itu beneran terjadi sama gue, kalo gak percaya tanya aja sama Author." Ucap Rara.


"Jadi sekarang?" Tanya Sofie


"Sekarang apa?" Tanya Arga.


"Badan lu gak dingin lagi kan Ga?" Tanya Sofie bangkit dari duduknya dan memegang kedua pipi Arga.


"Woi, jangan sentuh cowok gue." Teriak Rara.


"Ya elah, pegang dikit doang pelit amat." Sofie kembali duduk.


"Kok gue jadi merinding ya." Ucap Efan memegang tengkuknya.


"Apaan sih lu Fan, cowok gue manusia bukan hantu." Ucap Rara sebal.


"Kok lu gak takut Ra, pas tau yang sebenarnya?" Tanya Sofie.


"Rasa takut gue hilang karena rasa cinta gue." Jawab Rara memeluk Arga.


Arga mencium kening Rara mesra.


"Oh my god, ini pemandangan yang tidak baik." Ucap Efan.


"Ah lu lihat begitu aja udah panik, gue pernah lihat yg lebih parah dari itu." Ucap Sofie.


"Ya udah sekarang lebih baik kita makan aja, udah waktunya makan malam juga." Ajak Arga.


"Wah dengan senang hati." Ucap Sofie.


Mereka berempat pun menuju meja makan dan menyantap makan malam yang di masak Arga.


"Selesai ini kita karaokean ya." Usul Rara.


"Oke." Jawab Sofie dan Efan serentak.


Selesai makan sesuai rencana mereka berkaraoke ria dengan semangat.


"Eh aku potong buah dulu ya buat kita." Ucap Rara bangkit dari sofa menuju ke dapur.


"Oke Ra." Jawab Sofie.


"Ayo kita sama-sama." Ucap Arga menghampiri Rara.


"Iya sayang." Jawab Rara.


"Sof, ambil gelas gih buat ini." Suruh Efan sambil mengangkat sebotol wine.


"Oke." Ucap Sofie.


Sofie ke dapur dan kembali dengan membawa empat buah gelas.


"Kok empat Sof, kan yang minum kita berdua." Tanya Efan.


"Gak apa-apa, kali aja ntar mereka berubah pikiran. Hihihi." Jawab Sofie tertawa cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2