Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 30


__ADS_3

*ARGA*


Ku lihat Rara sudah tertidur pulas di sofa.


"Dasar keras kepala, mau maunya tidur di sofa seperti ini." Ucapku dalam hati.


Karena tidak tega melihatnya tidur di sofa seperti itu, akhirnya ku putuskan untuk memindahkannya ke kamar.


Aku menggendong Rara masuk ke dalam kamar.


"Maaf ya sayang, aku masuk kamar tanpa izin." Ucapku dengan suara pelan.


Ku baringkan tubuh Rara di kasur dengan pelan dan hati-hati agar dia tidak terbangun.


"Arga… kenapa aku dipindahkan ke kamar?"


Tiba-tiba Rara terbangun dan langsung melingkarkan tangannya ke pinggangku dan menariknya sehingga tubuhku jatuh di atas tubuh Rara.


"Sayang, kenapa kamu bangun?" Tanyaku sambil mencoba bangkit dari tubuh Rara.


Namun Rara sepertinya tidak membiarkan aku untuk bangkit.


"Sayang aku berat nanti kamu susah bernafas." Ucapku mencoba melepaskan pelukan Rara.


"Kenapa kamu bawa aku ke kamar?" Tanya Rara tidak terima.


"Aku gak tega lihat kamu tidur di sofa." Jawabku yang kini sudah dalam posisi duduk.


"Tapi aku maunya kan dekat kamu." Rengek Rara sambil duduk dan memelukku.


"Iya sayang, aku kan selalu dekat dengan kamu." Aku membelai rambut Rara.


"Arga." Panggil Rara sambil mendongakkan kepalanya.


"Iya sayang." Jawabku sambil mencium bibir Rara dengan cepat.


"Kamu tidur disini aja bareng aku." Pinta Rara manja.


"Gak sayang, bahaya." Jawabku.


Tidak terima dengan penolakanku, Rara langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan posisi masih memelukku sehingga lagi lagi aku berada di atas tubuh Rara.


"Kamu harus tidur di sebelahku." Ucap Rara.


"Iya iya sayang, lepasain dulu pelukannya ya." Pintaku.


"Janji dulu." Pinta Rara.


"Iya aku janji." Ucapku.


Rara pun melepaskan pelukannya dan aku bangkit dari atas tubuhnya.


Aku berbaring di sebelah Rara sesuai keinginannya.


"Sekarang kamu tidur ya." Pintaku.


"Kamu juga." Ucap Rara.


"Iya sayang." Jawabku.


"Kamu jangan tinggalin aku kalo aku udah tidur ya." Pinta Rara lagi.


"Iya iya.." Ucapku.

__ADS_1


Rara pun memiringkan badannya dan memelukku.


"Manja banget sih pacarku malam ini." Aku mencium lembut kening Rara.


Tak butuh waktu lama akhirnya rara pun tertidur sambil memelukku.


Kini aku yang gak bisa tidur karena Rara memelukku sangat erat yang membuat perasaanku gak karuan.


Aku pun menenangkan hatiku dan mencoba untuk tidur.


Di saat aku hampir tertidur tiba-tiba aku merasakan seperti ada sesuatu yang menimpah tubuhku.


dengan berat ku buka mataku dan ku lihat Rara sudah menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku.


"Sayang kamu mau ngapain? Kok bangun?" Tanyaku pura-pura tenang.


Tanpa menjawab pertanyaanku Rara langsung mencium bibirku dan aku membalas ciumannya dengan lembut.


"Aku kangen sama kamu." Ucap Rara manja.


"Sepertinya malam ini kamu lagi kerasukan setan mesum deh Ra." Ucapku membuat Rara tertawa.


"Hahaha emang ada setan mesum?" Tanya Rara.


"Ada dong, nih buktinya kamu lagi kerasukan setan mesum." Jawabku.


Rara bangkit dari atas tubuhku dan duduk di kasur begitu juga denganku.


"Kamu tidur dong sayang, ini udah malam loh. Besok kamu kesiangan bangunnya baru tau." Ucapku.


"Aku gak bisa tidur, belum ngantuk juga." Jawab Rara.


"Terus sekarang mau ngapain? Atau kita nonton tv aja sampai kamu ngantuk ya." Aku mengusulkan.


"Jadi maunya apa?" Tanyaku lagi.


Tanpa menjawab Rara langsung mencium bibirku dengan penuh gairah sehingga membuat darahku mendidih.


Rara terus menciumku sampai ke leherku, membuat hasratku semakin tinggi.


Tangan Rara dengan nakal masuk ke dalam baju yang ku pakai dan dan menggerayangi perut sampai dadaku.


dengan sigap ku buka bajuku agar tangan Rara lebih leluasa bermain di dadaku.


namun di luar prediksiku ternyata Rara malah menciumi dadaku dengan buas.


"Sepertinya Rara benar-benar lagi kerasukan setan mesum nih." Ucapku dalam hati.


Aku menghentikan aksi Rara dan menatapnya.


"Kenapa Arga, kamu gak suka?" Tanya Rara heran karena aku menghentikan perbuatannya.


"Suka sayang suka banget, aku cuma heran kenapa kamu seberani ini." Jawabku heran.


"Aku juga gak tau, aku hanya ingin dekat kamu aja." Jawab Rara.


"Ini bukan hanya dekat sayang, tapi kamu benar-benar sangat menggodaku." Ucapku.


"Apa kamu tergoda?" Tanya Rara.


"Sangat, aku sangat tergoda tapi aku menahannya." Jawabku.


"Gak usah di tahan, lakukan aja apa yang kamu mau." Ucap Rara membuatku bingung.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu sedang menggodaku atau mengujiku Ra?" Tanyaku heran.


"Dua duanya." Jawab Rara


Aku langsung mencium bibir Rara dengan buas tanpa ada penolakan darinya.


"Kali ini aku tidak akan menahannya sayang." Aku berbisik di telinga Rara.


"Aku juga." Ucap Rara dengan suara penuh gairah.


Kami kembali berciuman, lidah kami saling bertemu membuat ciuman semakin panas.


ku buka semua kancing piyama yang dipakai Rara, sehingga terlihatlah dua benda kenyal yang masih tertutup bra.


"Ku harap setelah ini kamu tidak membenciku Ra." Ucapku dengan suara parau.


"Gak akan sayang." Jawab Rara.


ku remas dengan lembut dada Rara sambil tetap minciumnya.


"Akh… Arga."


******* Rara membuatku semakin ingin melakukan hal yang lebih.


tanpa aba-aba Rara membuka sendiri piyamanya. Ku baringkan tubuh Rara dan kini aku berada di atasnya.


Ciumanku turun menelusuri leher Rara hingga turun ke dada. Merasa ada yang menghalangi, tanganku pun dengan sigap menuju ke punggung Rara dan membuka pengait bra milik Rara dan melepaskannya dari tubuh Rara.


"Sayang, aku tidak tahan untuk tidak menyentuhnya." Ucapku setelah melihat dada Rara yang begitu mulus dan kencang.


"Lakukan apa yang kamu inginkan sayang." Ucapan Rara membuatku bersemangat.


Ku lahap kelapa muda milik Rara dan terus menyesapnya. Ku mainkan ujungnya dengan lidahku, dan tanganku meremas yang satunya lagi.


"Akh Arga…" Hanya itu kata yang bisa keluar dari bibir Rara.


Tubuh Rara menggeliat seperti ular karena perbuatanku. Aku yakin ini pertama kali bagi Rara.


Rara menarik rambutku dan membenamkan wajahku di dadanya.


"Yang satu lagi sayang." Pinta Rara.


Aku pun menyesap kelapa muda yang satunya lagi. Lama bermain dengan kelapa muda milik Rara, aku pun mengangkat tubuh rara untuk duduk ke pangkuanku.


Rara langsung mencium bibirku dan merapatkan tubuhnya dengan memelukku.


setelah lama berciuman Rara pun menyudahi ciumannya.


Aku mengecup kening Rara dan mengelus rambutnya.


"Sudah ya sayang, jangan dilanjutkan. Aku gak mau kita sampai kebablasan." Pintaku.


"Iya Arga." Ucap Rara setuju.


Aku memakaikan kembali bra dan baju Rara yang sudah ku buka tadi.


"Ya udah sekarang kita tidur ya." Ucapku pada Rara.


"Baju kamu kok gak dipakai?" Tanya Rara.


"Iya sayang aku pakai kok." Jawabku sambil memakai baju.


Kami pun tidur dan Rara tidur di pelukanku.

__ADS_1


__ADS_2