
Arga terbangun dari tidurnya dan melihat jam sudah menunjukan pukul 14.00 wib.
Arga bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan berpakaian, Arga melihat Rara masih tertidur pulas.
"Sayang sayang." Arga mencoba membangunkan Rara dengan memanggilnya dan menggoyangkan tubuhnya.
"Heemm." Rara terbangun dan mencoba membuka matanya.
"Bangun sayang, udah jam 2 siang, katanya mau jalan-jalan ke pantai." Ucap Arga.
"Iya sayang, kamu udah mandi ya?" Tanya Rara.
"Udah sayang." Jawab Arga.
"Ya udah kalo gitu aku mau mandi juga." Rara bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
Arga duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sementara di kamar yang satunya Efan dan Sofie baru saja membuka matanya.
"Wah udah jam berapa ini?" Efan tersentak dan langsung bangkit dari tempat tidur.
"Udah jam 14.30, ya udah kamu mandi duluan sana." Suruh Sofie.
Dengan cepat Efan masuk ke kamar mandi. Selesai Efan mandi kini gantian giliran Sofie yang mandi.
Setelah keduanya selesai mandi dan berpakaian, mereka pun turun menuju ruang keluarga. Arga dan Rara sudah lebih dahulu berada di sana.
"Kita gerak sekarang yok." Ajak Efan.
"Ayok." Jawab Arga.
Mereka berempat masuk ke dalam mobil. Arga melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai ke tempat tujuan.
Sampai di tempat tujuan mereka langsung keluar dari dalam mobil.
"Indah ya." Ucap Sofie takjub.
"Hu ugh." Rara mengangguk senang.
"Boleh mandi gak?" Tanya Sofie pada Efan.
"Boleh, lu mau mandi? Emang bawa baju ganti?" Tanya Efan.
"Bawa dong, baju kamu juga aku bawakan." Jawab Sofie.
"Masa sih?" Tanya Efan meyakinkan.
"Iyaaa." Jawab Sofie.
"Kamu Mau mandi sayang?" Tanya Arga pada Rara.
"Mau dong, aku juga udah bawa baju ganti buat kita." Jawab Rara.
"Makasih sayang." Arga mencium kening Rara.
Tak mau membuang-buang waktu mereka pun langsung nyebur ke pantai bermain air dan pasir seperti anak kecil.
Meraka sangat bersenang-senang hingga tak terasa hari sudah mulai gelap.
Mereka pun membersihkan mereka di kamar mandi umum yang memang disediakan untuk para pendatang setelah bermain di pantai.
Setelah semuanya selesai mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Kita mau kemana nih sayang?" Tanya Rara pada Arga.
"Mau makan malam sayang." Jawab Arga membelai rambut Rara.
"Fan lihat nih kulit gue jadi gelap karena kelamaan main di pantai." Ucap Sofie sok manja.
"Gak apa-apa lagi, kalo kulit lu gelap gitu kan jadi kelihatan eksotis. Lagian mau kulit kamu gelap atau terang bagiku sama aja. Aku akan tetap cinta sama lu." Efan menggombal.
"Beneran?" Sofie menyenderkan badannya pada Efan.
"Bener dong." Efan memeluk Sofie.
__ADS_1
"Hhmm...mau cium." Rengek Sofie mendongakkan kepalanya menatap Efan.
"Mmuuaach." Efan mengecup bibir Sofie.
"Woi..." Teriak Arga.
"Eh maaf Bos kelepasan." Efan cengengesan.
Arga terus melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai di kafe xx.
"Yok turun kita udah sampe." Ajak Arga.
Mereka semuanya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam kafe.
"Bagus banget ya kafe nya, luas banget lagi." Ucap Sofie pada Rara.
"Iya bener, eh ada live musiknya juga loh." Ucap Rara.
"Kita duduk dimana nih Bos?" Tanya Efan.
"Gue udah pesan meja, sebentar ya." Arga menghampiri dan berbicara pada pelayan kafe.
Pelayan kafe itu menunjukan meja yang sudah Arga pesan yang berada tidak jauh dari panggung live musik.
Setelah mereka duduk, pelayan memberikan buku menu dan mencatat semua pesanan.
Setelah pesanan datang, mereka berempat pun langsung menyantap makan malam mereka sambil menikmati live music.
Setelah selesai makan, mereka berempat menikmati live music.
"Sebentar ya sayang, aku mau ke toilet." Pamit Arga.
"Iya sayang." Jawab Rara.
Arga pergi, Rara Efan dan Sofie mendengarkan lagu yang sedang dinyanyikan.
"Selamat malam semuanya."
Tiba-tiba terdengar suara pria menyapa menggunakan mic.
"Saya akan menyanyikan sebuah lagu dari Angga Candra, dan lagu ini saya nyanyikan khusus buat seorang wanita yang sangat saya cintai." Ucap arga di atas panggung.
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahan mu
Ku pandang tajam bola matamu
Cantik dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamar mu
Rara tersipu malu mendengarkan lagu yang dinyanyikan Arga.
Arga berjalan menuju tempat duduk Rara dan langsung berlutut di depan Rara dengan memegang box kecil berisi cincin.
__ADS_1
"Rara, will you marry me?"
Arga mengucapkannya dengan menggunakan mic sehingga suaranya terdengar satu ruangan.
Rara spontan berdiri dari duduknya karena terkejut sekaligus terharu.
Semua orang yang berada di kafe itu pun berteriak dan berkata.
Terima
Terima
Terima
Begitu juga dengan Efan dan Sofie.
"Yes, I will." Jawab Rara.
Semua orang yang menyaksikannya pun bertepuk tangan.
Arga memasangkan cincin ke jari manis Rara, kemudian Arga berdiri dan memeluk Rara.
"Terima kasih sayang." Ucap Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk dalam pelukan Arga.
Arga mengembalikan mic pada penyanyi kafe tersebut.
"Terima kasih ya Sob." Ucap Arga.
"Iya Bro sama-sama, selamat ya." Ucap si penyanyi.
Arga tersenyum dan kembali ke kursinya bersama Rara.
"Selamat ya Rara." Ucap Sofie senang dan langsung memeluk sahabatnya.
"Selamat ya Bos." Arga menyalami tangan Arga.
Mereka pun kembali duduk di kursi masing-masing. Wajah Rara masih memancarkan aura kebahagiaannya.
"Arga, lu kok romantis banget sih?" Sofie kagum.
"Gue cuma melakukan apa yang gue bisa." Jawab Arga.
"Terus kira-kira kapan kalian nikah?" Tanya Sofie lagi.
"Secepatnya." Jawab Arga.
"Terus lu sama Efan kapan nikah?" Tanya Rara pada Sofie.
"Ntar dulu dong, kita kan baru aja pacaran. Ya kan Fan?" Jawab Sofie
"Secepatnya juga." Jawab Efan.
"Nah lo mana yang bener?" Tanya Rara.
"Secepatnya." Jawab Efan pasti.
Sofie hanya bisa terdiam mendengar jawaban kekasihnya.
"Kita pulang yok, udah malam nih." Ajak Arga.
"Oke Bos." Ucap Efan.
Setelah membayar, mereka keluar dari kafe dan masuk ke dalam mobil.
Arga melajukan mobilnya hingga sampai ke villa tempat mereka menginap.
Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam villa.
"Ngopi dulu yok." ajak Arga.
"Boleh juga tuh Bos." jawab Efan.
"Ya udah kalian duduk aja dulu, biar gue yang buat kopinya." Ucap Arga.
__ADS_1
"Oke." Jawab Rara dan Sofie serentak.