Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 8


__ADS_3

Selesai mandi ku lihat jam di dinding, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib tapi aku belum merasa ngantuk. Ku putuskan untuk bersantai sejenak sambil nonton siaran televisi.


Aku keluar dari kamarku menuju ke sofa, namun langkahku terhenti setelah melihat sesuatu yang tidak asing. Ku perhatikan dan pelan-pelan ku langkahkan kakiku.


"Selamat malam cantik." Arga menyapaku dan membuat aku sangat terkejut.


"Sejak kapan kamu ada disini? kapan kamu masuk?" Tanya ku sambil sedikit berteriak.


"Loh...kan aku selalu disini, gak pernah keluar." Jawab Arga santai.


"Jangan bohong kamu. Aku dari tadi sore disini bersama teman-temanku tapi aku gak lihat ada kamu disini." Ucapku hampir emosi.


"Udah ah jangan emosi, aku dari tadi duduk di balkon tuh. Kamu gak lihat ya?" Tanya Arga sambil tersenyum.


"Serius lu?" Tanyaku kurang yakin.


"Iya serius, kan aku sudah janji gak akan ada orang lain yang tau kalau aku ada disini." Jelas Arga santai.


"Terserah lu deh. Kali ini bisa aja lu gak ketahuan, ntar lain waktu gimana?" Tanyaku.


"Kamu tenang aja ya, gak bakalan ketahuan kok." Arga menarik tanganku hingga aku terduduk di sofa yang berada di depan tv.


"Kenapa pria ini tangannya dingin banget? apa dia sakit atau karena kelamaan berada di balkon?" Banyak pertanyaan yang melintas di kepalaku.


"Hei kenapa bengong?" Arga membuyarkan lamunanku.


"Hmm...gak, gak ada." Jawabku terbata.


"Ya udah, kamu belum ngantuk kan? kita nonton tv bareng ya." Ajak Arga.


"Hu ugh." Aku hanya mengangguk.


Arga sedang sibuk memencet remote tv untuk mencari siaran apa yang akan kami tonton, sementara aku masih berusaha menenangkan diri dari segala macam pikiran yang mengganggu.


"Eh itu kamu...hmm..." Aku bingung mau mulai berbicara.


"Ada apa cantik? kok susah banget mau ngomong aja." Tanya Arga dengan senyum manisnya yang mampu menenangkan diriku.


"Hmm...itu..aku perlu nomor handphone kamu agar bisa menghubungi kamu jika aku datang bersama teman-temanku." Ucapku masih sedikit terbata.


"Oh...kamu mau nanya itu aja kok susah banget sih cantik. Aku gak punya handphone, waktu itu ada tapi hilang." Jelas Arga santai.


"Jadi gimana nanti aku menghubungi kamu?" Tanyaku.

__ADS_1


"Harus ada handphone ya?" Arga balik bertanya.


"Iya dong." Jawabku pasti.


"Ya sudah besok kamu belikan handphone untuk ku ya. Nanti aku kasih uangnya. Tapi aku harus masuk ke kamar untuk mengambil uangku." Jawab Arga.


"Kamu gak simpan uang di dalam bank?" Tanyaku heran.


"Ada...tapi ada juga yang aku simpan disini." Arga tersenyum.


"Oh.." Jawabku singkat.


"Sekarang aja kita ambil uangnya, boleh?" Tanya Arga.


"Ya udah ayo." Aku setuju.


Kami berjalan menuju kamar tidur dan Arga membuka pintu rahasia itu.


"Ayo kita masuk bersama." Ajak Arga.


Arga merangkul bahu ku dan membuat ku terkejut. Aku mencoba melepaskan rangkulannya tapi Arga semakin mempererat nya. Ku rasakan dingin tangannya ketika berada di bahuku.


"Kenapa aku harus ikut masuk?" Tanyaku sambil menggerakkan sedikit bahuku.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Ku lihat ada sebuah lemari penyimpanan yang terbuat dari besi dengan ukuran yang cukup besar. Kami berhenti, Arga melepaskan rangkulannya dan membuka lemari besi itu. Aku terkejut setelah melihat isinya yang penuh dengan uang dan beberapa kertas yang aku gak tau itu kertas apa.


"Kenapa kamu menyimpan begitu banyak uang disini?" Tanyaku ingin tau.


"Hanya untuk kebutuhan mendesak aja, jadi gak harus repot-repot pergi ke ATM buat ambil uang." Jawab Arga santai.


"Kenapa kamu memberi tau aku? kamu gak takut aku akan mengambil semua uang mu?" Tanyaku menakuti Arga.


"Kalau kamu mau ya sudah ambil aja." Jawab Arga tanpa khawatir.


"Gak lah aku juga banyak uang." Ucapku sombong.


"Iya..aku percaya kok sama kamu, aku yakin kamu orang baik maka dari itu aku mau membawa kamu masuk ke ruangan ini." Jawab Arga sambil mengelus lembut rambutku sehingga membuatku merinding.


Aku spontan menghindar dan membuat Arga tersenyum. Arga mengambil beberapa ikatan uang dari dalam lemari besi dan kemudian menutupnya kembali. Kami berjalan keluar ruangan itu dan kembali duduk di sofa.


"Ini uang buat beli handphone, tolong kamu belikan ya." Arga memberikan uang yang dia ambil tadi padaku.

__ADS_1


"Kenapa banyak banget, emangnya kamu mau beli handphone apa?" Tanyaku heran.


"Ini gak banyak cuma 50 juta. Kamu belikan saja aku iPhone keluaran terbaru. Aku sudah terbiasa memakai handphone merk itu." Jelas Arga padaku.


"Ya sudah besok aku belikan, tapi ini uangnya kebanyakan. Palingan harganya cuma 30 jutaan." Jelas ku pada Arga.


"Sisa nya kamu simpan aja untuk kebutuhan kita disini." Jawab Arga enteng.


"Ya sudah terserah kamu saja." Jawabku seadanya.


Aku membawa uang yang diberikan Arga ke kamar dan menyimpannya di dalam tas ku, kemudian aku kembali ke sofa duduk bersama Arga sambil nonton tv.


"Kamu mau kopi?" Tanya Arga.


"Boleh." Jawabku.


Arga bangkit dari sofa menuju ke dapur untuk membuat kopi. Tak lama kemudian Arga kembali dengan membawa dua cangkir kopi.


"Ini untuk kamu." Arga memberikan secangkir kopi padaku.


"Terima kasih." Ucapku sambil menerima kopi yang diberikan Arga.


Kami berdua pun nonton tv sambil minum kopi hingga larut malam, namun tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir kami.


Aku tersentak, wah ternyata aku ketiduran di sofa. Ku raih handphone ku yang berada di atas meja. Ku lihat jam di handphone ku sudah menunjukan pukul 05.00 wib. Tapi aku tidak melihat Arga di sofa. Sekilas ku dengar seperti ada kegiatan di dapur dan aku pun langsung menuju ke sana. Ku lihat Arga sepertinya sedang memasak. Aku menghampirinya.


"Kenapa kamu tidak bangunkan aku tadi malam." Tanyaku pada Arga.


"Aku udah coba membangunkan mu tapi kamu gak mau bangun, akhirnya aku biarkan saja kamu tidur di sofa." Jawab Arga.


"Oh..! Kamu masak apa?" Aku bertanya lagi.


"Masak nasi goreng buat sarapan." Jawab Arga.


"Oh." Ucapku singkat.


"Kamu mau sekalian aku buatin bekal makan siang?" Tanya Arga.


"Gak usah, aku biasa makan siang di kantin bareng teman-temanku." Jawabku.


"Ya sudah kamu mandi sana, siap-siap buat ke kantor." Suruh Arga padaku.


"Hmm..." Jawabku malas.

__ADS_1


Aku pun berjalan menuju kamar untuk mandi dan bersiap-siap untuk kerja. Selesai bersiap aku keluar kamar menuju meja makan. Ku lihat di meja makan sudah tersedia sepiring nasi goreng dan secangkir teh hangat.


__ADS_2