
"Ada apa Fan?" Tanya Arga.
"Bos, gue dapat info mobil yang nabrak Rara tadi, cuma belom terlalu detail." Jawab Efan.
"Oh gimana, siapa pemilik mobil itu?" Tanya Arga gak sabaran.
"Ternyata itu mobil sewaan atas nama Beni Bos, dan saat ini orang suruhan gue sedang mencari tau tentang Beni. Bos sabar dikit ya, mereka pasti segera mendapatkan informasinya." Ucap Efan.
"Siapa Beni? Kenapa dia mau mencelakai Rara?" Tanya Arga.
"Bagaimana kalo kita tanya sama Rara apakah dia kenal sama Beni?" Efan mengusulkan.
"Jangan sekarang Fan, saat ini Rara masih sedikit shock. Ntar aja kalo dia udah pulang dari rumah sakit." Saran Arga.
"Iya iya bener juga tuh Bos." Efan setuju.
"Kayaknya gue harus melakukan penjagaan untuk Rara." Ucap Arga.
"Gue setuju Bos, tapi jangan sampe Rara tau kalo dia sedang dijaga ntar dia ngamuk." Ucap Efan.
"Hahaha iya iya." Arga tertawa membayangkan jika pacarnya ngamuk.
"Untuk orang yang akan menjaga Rara biar gue yang urus ya Bos." Pinta Efan.
"Iya Fan, makasih banyak ya Fan." Ucap Arga.
"Iya Bos, sama-sama." Jawab Efan.
"Ya udah ayok kita kembali ke kamar." Ajak Arga.
"Oke Bos." Jawab Efan.
Mereka berdua pun masuk ke kamar.
"Habis ngobrolin apa sih, serius amat?" Tanya Sofie pada Efan.
"Biasa lah sayang, ngobrolin bisnis." Jawab Efan asal.
"Sayang, kamu gak tidur?" Tanya Arga sambil membelai rambut Rara.
"Gak sayang, gak ngantuk." Jawab Rara.
"Ya udah aku akan nemenin kamu disini." Ucap Arga.
Tok tok tok
Terdengar ada yang mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Eh mungkin itu makanan kita sudah datang, gue ambil dulu ya." Ucap Sofie.
"Sof tunggu." Ucap Efan.
"Apaan?" Sofie berbalik badan.
"Ini duitnya." Arga dan Efan sama sama memberikan uang pada Sofie.
"Yang mana nih?" Tanya Sofie.
"Pakai ini aja Sof." Pinta Arga.
"Biar gue aja Bos." Pinta Efan.
"Udah ini aja." Ucap Arga.
"Ini aja Sof." Ucap Efan.
"Aaahhh ribet, udah sini semuanya." Sofie mengambil uang dari tangan Efan dan Arga, kemudian langsung membuka pintu.
"Begitu lebih baik." Ucap Arga.
"Iya bener Bos." Ucap Efan.
Rara yang melihat tingkah kekasih dan temannya, hanya bisa geleng-geleng dan tersenyum.
"Guys, makanan kita udah datang." Sofie kembali sambil membawa makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
"Wah Fan, banyak banget yang lu pesan?" Tanya Arga yang kaget melihat Sofie membawa banyak sekali makanan.
"Gak apa-apa bos, kita kan lama disini. Hehehe." Jawab Efan.
"Kentang goreng gue mana?" Tanya Rara.
"Iyaa nih ada disini." Jawab Sofie.
Arga menaikan sedikit bagian atas ranjang Rara agar dia bisa makan dengan nyaman.
"Ini kentang gorengnya Ra." Ucap Sofie sambil memberikan kentang goreng porsi besar.
"Makasih." Ucap Rara tersenyum.
"Kalo kurang ini masih banyak ya Ra." Ucap Efan.
"Oke Fan." Jawab Rara.
Mereka berempat pun makan bersama.
"Sayang, mau minum." Pinta Rara manja.
"Iya sayang." Jawab Arga langsung membukakan tutup botol air mineral dan memberikannya pada Rara.
"Sayang, mau burger." Pinta Rara Manja.
"Iya sayang, bentar ya." Arga mengambilkan burger dan memberikannya pada Rara.
Selesai makan mereka duduk sambil ngobrol.
"Bos, cerita punya cerita nih, gimana rencana liburan kita?" Tanya Efan.
"Yah harus kita tunda dulu lah sampai Rara benar-benar sehat." Jawab Arga.
"Gak perlu liburan jauh-jauh, kita kumpul begini aja udah lebih dari liburan senangnya." Ucap Rara.
"Iya bener banget." Sambung Sofie.
"Eh gue belom bilang ke Pak Makmun loh kalo besok gue gak bisa masuk kerja." Ucap Rara.
"Eh iya gue lupa, hehehe." Ucap Rara nyengir.
"Wah parah lu Ra, masa sama pacar sendiri lupa sih." Ucap Sofie mengompori.
"Kamu lupa sama aku sayang?" Tanya Arga bercanda.
"Wah Bos, jangan-jangan Rara anemia kali." Sambung Efan.
"Amnesia Fan amnesia." Ralat Sofie.
"Haa itu maksud gue." Jawab Efan.
"Ih gue bukan lupa sama Arga tapi gue lupa kalo Arga sekarang jadi Bos kita." Ucap Rara.
"Masa?" Ledek Sofie.
"Iya..gue kan ingatnya Arga itu pacar gue aja, bukan Bos gue." Rara tersenyum.
Tak terasa hari sudah malam, waktu sudah menunjukan pukul 19.00 wib.
"Sayang, kamu makan ya biar aku suapi." Ucap Arga.
"Iya sayang." Jawab Rara.
"Bos, malam ini mau makan apa?" Tanya Efan.
"Apa ya?" Arga balik bertanya.
"Sayang, aku pengen makan Pizza." Pinta Rara.
"Jadi ini makanannya?" Tanya Arga.
"Gak mau." Jawab Rara.
"Ya udah kita pesan Pizza aja ya." Ucap Efan.
__ADS_1
"Iya." Jawab Arga.
"Lu mau makan apa Sof?" Tanya Efan.
"Gue ikut aja, Pizza juga boleh." Jawab Sofie.
"Ya udah gue pesan ya." Ucap Efan.
Efan pun mengambil handphonenya dan memesan Pizza.
"Udah gue pesan, tinggal nunggu datang aja." Ucap Efan.
Tak lama kemudian Pizza pesanan mereka pun datang.
"Pizza nya udah datang sayang, yok makan." Ajak Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Mereka berempat pun menyantap Pizza yang mereka pesan.
"Sayang, ini minum obatnya dulu." Pinta Arga pada Rara setelah selesai makan.
"Hu ugh." Rara mengangguk dan meminum obat yang diberikan Arga.
Dokter datang untuk memeriksa Rara.
"Lukanya masih terasa sakit?" Tanya Dokter.
"Udah mendingan Dok tinggal sakit dikit aja." Jawab Rara.
"Nanti setelah lukanya kering akan saya kasih salep supaya tidak meninggalkan bekas." Ucap Dokter.
"Iya Dok terima kasih." Jawab Rara.
"Bisa duduk?" Tanya Dokter lagi.
"Bisa tapi terasa sakit di pinggang." Jawab Rara.
"Ini korset buat kamu pakai supaya menahan pinggang kamu agar tidak terlalu sakit pada saat duduk." Dokter memberikannya pada Rara.
"Kapan dipakainya Dok?" Tanya Rara.
"Setiap saat bahkan pada saat kamu tidur." Jawab dokter.
"Oh baik Dok, setelah ini akan saya pakai." Ucap Rara.
"Ya sudah saya permisi dulu ya." Pamit Dokter.
"Iya Dok terima kasih." Ucap Rara.
"Suster tolong bantu Rara memakai korset nya." Suruh Dokter pada suster.
"Baik Dokter." Jawab suster.
Dokter pun keluar dari kamar
"Maaf Mas, bisa keluar sebentar? Kalo Mbak nya gak apa-apa disini." Pinta suster.
Arga dan Efan pun keluar dari kamar karena suster mau memakaikan korset pada Rara.
Suster juga memberi tahu cara memakai korsetnya, agar nanti setelah keluar dari rumah sakit Rara tidak bingung.
Selesai memakaikan korset, suster pun keluar dari kamar.
"Mas, sudah boleh masuk." Ucap suster pada Arga dan Efan.
"Terima kasih ya suster." Ucap Arga.
Hari sudah pagi, Efan dan Sofie sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Kita berangkat dulu ya Bos." Pamit Efan.
"Oke Fan, hati-hati." Ucap Arga.
Efan dan Sofie pun berangkat ke kantor.
__ADS_1