
"Seperti yang sudah pernah saya katakan pada Pak Makmun, poin dimana mereka akan memberikan kompensasi bantuan untuk bagian produksi. Kalau kita menerimanya pasti kita harus memberi tau design kita pada mereka sebelum launching kan?. Nah disini yang saya takut mereka akan melakukan kecurangan Pak. Bukannya saya negatif thinking, tapi semuanya bisa saja terjadi kan Pak. Lagian alangkah bagusnya jika mereka mengajak berkerja sama dalam mendesign jadi bisa sama-sama mengeluarkan inspirasi masing-masing. Ini malah mau membantu di bagian produksi, itu mah mau enaknya saja." Aku menjelaskan panjang lebar.
"Saya suka penjelasan kamu, dengan begini ST.Co jadi terkesan licik ya." Ucap Pak Ardi.
"Iya benar Pak." Jawab Pak Makmun.
"Untuk beberapa bulan ini kemungkinan saya akan tetap berada di Indonesia. Saya minta Rara untuk mendampingi Saya jika ada urusan penting. Kamu bersedia kan Ra?" Tanya Pak Ardi.
"Pasti Saya bersedia Pak, tapi bagaimana dengan Pak Makmun?" Tanyaku.
"Pak Makmun biar di kantor ini saja, gak baik juga kalau kantor sering-sering ditinggal. Benar kan Pak Makmun?" Tanya Pak Ardi.
"Iya Pak benar sekali." Jawab Pak Makmun.
"Baik Pak, Saya akan mendampingi Bapak." Aku setuju.
"Terima kasih ya Ra." Ucap Pak Ardi.
"Tidak perlu berterima kasih Pak, karena ini sudah menjadi bagian tugas Saya." Ucapku.
"Hahaha tapi ingat ya, kamu jangan terlalu kaku dengan Saya. Saya tidak suka." Pinta Pak Ardi.
"Siap Pak laksanakan." Ucapku membuat Pak Ardi tertawa.
"Maaf Pak, ST.Co sudah datang dan saat ini berada di ruangan meeting." Pak Makmun memberi tau Pak Ardi.
"Oh baik kita ke sana sekarang, tolong Pak Makmun beri tau yang lain ya." Suruh Pak Ardi ke Pak Makmun.
"Baik Pak." Jawab Pak Makmun.
Kami berjalan menuju ruangan meeting sementara Pak Makmun memanggil Sofie dan Efan. Kami semua sudah berada di ruangan meeting. Meeting berjalan dengan sangat tegang dan cukup lama, namun hasil akhirnya tetap pada pendirian Pak Ardi yang menolak pengajuan kerja sama dari ST.Co.
Pihak ST.Co pamit undur diri dengan raut wajah kecewa namun berusaha untuk tetap tersenyum. Tinggal lah kami dari pihak THE ONE yang berada di ruangan meeting.
"Terima kasih untuk meeting kali ini, Saya sangat suka dengan semua argumen kalian." Ucap Pak Ardi pada kami.
"Iya pak, sama-sama." Ucap Aku, Sofie dan Efan serentak.
"Oh iya, Saya mau memperkenalkan pada kalian. Beliau adalah CEO kita Pak Ardi Nugraha. Untuk beberapa bulan ini beliau akan berada disini, jadi mohon kerja samanya." Ucap Pak Makmun.
"Selamat datang Pak, baru kali ini kami melihat Bapak." Ucap Sofie.
__ADS_1
"Iya... memang selama ini saya tidak pernah turun langsung ke kantor ini karena semua saya percayakan pada Pak Makmun." Jelas Pak Ardi.
"Oh ya pak, hari ini kita mulai produksi untuk season hari raya cina dan ini Sofie bagian kepala produksinya." Jelas Pak Makmun.
"Oh kalau begitu setelah ini kita akan berkunjung ke pabrik ya, Rara dan Sofie juga ikut." Ucap Pak Ardi.
"Baik Pak." Jawabku dan Sofie serentak.
"Satu lagi, besok kita makan siang bersama ya, infokan pada seluruh staf di kantor ini dan tolong Pak Makmun pesankan tempat untuk besok siang di restauran mana saja yang menurut Pak Makmun bagus." Suruh Pak Ardi pada Pak Makmun.
"Baik Pak." Jawab Pak Makmun.
"Sekarang kita berangkat ke bagian produksi ya." Ucap Pak Ardi.
"Baik Pak, Saya segera siapkan mobil." Jawab Pak Makmun.
"Kalian juga bersiap-siap ya." Suruh Pak Ardi pada ku dan Sofie.
"Baik Pak." Jawabku dan Sofie.
Kami pun keluar dari ruangan meeting menuju ke meja masing-masing untuk bersiap. Kami berempat dan seorang driver bernama Pak Solihin berangkat menuju pabrik.
"Baik Pak, Bapak mau makan siang dimana?" Tanya Pak Solihin.
"Mana yang dapat saja biar sekalian jalan." Jawab Pak Ardi.
"Oh baik Pak." Ucap Pak Solihin.
Pak Solihin memberhentikan mobil di restauran Ayam Kalasan untuk kami makan siang dan Pak Makmun memesan meja pada pelayan restauran.
"Pak, kenapa duduk di situ? disini saja gabung sama kita, kan gak enak pisah gitu. kayak lagi berantem aja." Ucap Pak Ardi pada Pak Solihin yang membuat kami tersenyum.
"Oh iya Pak, maaf." Jawab Pak Solihin.
"Loh ngapain minta Maaf, gak ada yang salah kan?" Tanya Pak Ardi.
"Hehehe iya Pak." Jawab Pak Solihin tersenyum.
Kami pun memesan makanan dan makan bersama. Selesai makan Aku izin ke toilet karena perutku sedang tidak bersahabat.
Ku dengar langkah kaki masuk ke toilet dan mereka sedang berbincang. Ada dua orang yang baru masuk ke toilet. Suara itu sepertinya familiar banget, Aku pun mendengarkan percakapan mereka sambil menstabilkan perutku yang sedang tidak bersahabat ini.
__ADS_1
"Eh lu tadi ke THE ONE buat meeting kan?" Tanya salah satu wanita yang baru masuk tadi.
Mendengar mereka menyebut THE ONE membuat aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
Jiwa kepo ku muncul, ku dengarkan pembicaraan mereka sambil menahan perutku yang sedang mules.
Cukup lama mereka berbincang akhirnya mereka keluar juga dari toilet.
Aku pun menyelesaikan ritual ku dan keluar dari toilet menuju meja tempat kami makan tadi.
"Sudah selesai semuanya? Yuk kita melanjutkan perjalanan." Ajak Pak Ardi.
"Iya mari Pak." Jawab Pak Solihin.
Kami pun melanjutkan perjalanan ke pabrik. Sampai di pabrik kami disambut hangat oleh Pak Selamet.
"Selamat siang semuanya." Ucap Pak Selamet.
"Iya siang juga Pak." Jawab Sofie.
"Siang Pak Selamet, apa kabar?" Tanya Pak Makmun.
"Alhamdulillah baik Pak, mari silahkan masuk Pak." Pak Selamet mempersilahkan kami masuk ke ruang tamu.
"Pak Selamet, perkenalkan beliau adalah CEO kita Pak Ardi." Pak Makmun memperkenalkan Pak Ardi pada Pak Selamet.
"Wah baru pertama kali ini Saya bertemu dengan Bapak, selamat datang Pak." Ucap Pak Selamet.
"Senang bertemu dengan Bapak, terima kasih atas kerja kerasnya selama ini ya Pak." Ucap Pak Ardi.
"Iya Pak sama-sama, mari kita duduk." Pak Selamet mempersilahkan.
Kami berbincang dan melihat proses produksi bersama. Pak Ardi begitu puas melihat semuanya, mulai dari pekerja hingga proses produksi.
Hari sudah hampir sore, Pak Ardi mengusulkan untuk kembali ke kantor. Dalam perjalanan menuju ke kantor, banyak sekali motivasi yang diberikan Pak Ardi pada kami.
Sampai di kantor Pak Solihin memarkirkan mobil dan kami turun dari mobil.
"Kita ke ruangan Pak Makmun dulu ya." Pinta Pak Ardi.
"Baik Pak." Jawabku.
__ADS_1