Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 47


__ADS_3

Tangan Rara dengan cepat menarik leher Arga dan mencium bibir Arga dengan buas.


Arga menerima dan membalas ciuman itu kemudian memposisikan tubuh Rara di atas tubuhnya sambil terus mencium bibir Rara.


Rara menghentikan ciumannya dan duduk di atas perut Arga.


"Emmm panaas." Rara membuka kaos yang dia pakai.


"Eh sayang, jangan buka baju." Ucap Arga yang langsung duduk sambil memangku Rara.


Tapi tangan Rara lebih cepat dan berhasil membuka bajunya.


Rara memeluk Arga dan lagi-lagi menciumi bibir Arga dengan buas.


Tangan Rara masuk ke dalam baju Arga dan mengusap-usap punggung Arga.


Dengan cepat Arga pun membuka baju yang dia pakai.


"Jangan salahkan aku sayang, kamu yang minta." Arga berbisik di telinga Rara.


Arga membuka br@ yang dipakai Rara dan kembali mencium bibir Rara sambil meremas kelapa muda milik Rara.


"Ssshh...akh." Hanya itu yang terucap dari bibir Rara.


Arga membaringkan tubuh Rara dan kini posisi Arga berada di atas Rara.


Ciuman Arga turun menelusuri leher kemudian melahap kelapa muda milik Rara dan memainkan ujungnya dengan lidah.


"Aaakh sshh...Arga." Rara menarik rambut Arga.


"Nikmati sayang." Ucap Arga dan kembali bermain dengan kelapa muda Rara.


"Akhh... sayang." Tak henti-hentinya Rara mengeluarkan suara indah itu.


Arga membalikan badan Rara hingga posisinya berada di atas Arga.


Rara kembali mencium bibir Arga dengan buas dan menelusuri leher hingga perut Arga.


"Aakhh...iya sayang seperti itu." Arga membelai rambut Rara sambil merasakan sentuhannya.


Tak sengaja Rara menyentuh senjata Arga yang sudah mengeras dari tadi.


"Ouch...no honey." Pekik Arga.


Arga menarik Rara dalam pelukannya dan menyudahi permainan mereka.


Arga menarik selimut dan menutupi tubuh mereka yang bertelanjang dada.


Sementara di luar kamar, Efan dan Sofie masih minum bersama.


"Sof, udah ya minumnya. Lu udah mabok banget tuh." Pinta Efan.


"Hemm...hehehe." Sofie hanya bisa tertawa.


"Ya elah, malah ketawa." Ucap Efan.


Mau tidak mau Efan pun akhirnya menggendong Sofie masuk ke kamar.


Efan menggendong Sofie ala bridal, sambil menatap wajah Sofie.


"Nih anak kalo lagi mabok lucu banget sih." Ucap Efan.


Sampai di kamar, Efan membaringkan Sofie di kasur dengan perlahan.

__ADS_1


"Ya udah lu tidur disini ya." Ucap Efan yang sudah membaringkan Sofie dan duduk di tepi ranjang.


Kemudian Efan pun berdiri dari duduknya hendak keluar kamar.


"Heemm..." Pergerakan Efan terhenti karena Sofie menarik tangannya.


"Apa?" Tanya Efan kembali duduk di tepi ranjang.


Sofie duduk dan langsung memeluk Efan.


"Wah bahaya nih." Efan mencoba melepaskan pelukan Sofie.


Namun dengan cepat lagi-lagi Sofie mencium bibir Efan, namun kali ini ciumannya sangat lembut hingga Efan tak mampu menolaknya.


Ciuman berlangsung lama hingga hasrat mereka timbul ditambah lagi pengaruh wine yang mereka minum.


Sofie dengan lembut menelusuri leher Efan membuat Efan tambah bergairah.


"Maafkan gue Sof, tapi lu yang memulai." Bisik Efan.


Efan mencium bibir Sofie dengan penuh gairah.


Tangan Sofie dengan cepat membuka kancing kemeja Efan dan melepaskan kemeja dari tubuh Efan.


Hal yang sama dilakukan Efan pada Sofie, Efan juga melepaskan Br@ yang di pakai Sofie.


"Maaf Sof, kau boleh membenciku setelah ini atau aku akan bertanggung jawab.


Efan membaringkan tubuh Sofie dan kini Efan berada di atas Sofie.


Efan kembali mencium bibir Sofie dan meremas kelapa mudanya.


"Aakhh..." Suara indah itu keluar sehingga membuat Efan semakin bersemangat.


"Sshh akhh." Lagi-lagi suara indah itu keluar dari bibir Sofie.


Efan menurunkan celana panjang yang dipakai Sofie, kini hanya tersisa CD saja.


Efan kembali melahap kelapa muda Sofie sambil tangannya bermain di lembah kenikmatan milik Sofie.


"Sshhh...hemmphh...akhhh.." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Sofie.


Efan terus membelai lembut lembah kenikmatan Sofie semakin lama semakin cepat hingga tubuh Sofie menegang dan membusungkan dadanya, pertanda Sofie telah mencapai puncaknya.


Permainan terus berlanjut hingga akhirnya mereka tertidur di dalam selimut yang sama.


Pagi tiba, Sofie mencoba membuka matanya karena merasa ada sesuatu yang mendekapnya.


Sofie terkejut dengan keadaannya yang sedang tidur tanpa menggunakan pakaian.


Dengan Ragu dia melihat siapa yang sedang tidur dengannya.


Matanya terbelalak melihat pria yang memeluknya juga tanpa busana.


"Astaga Fan." Sofie sangat terkejut dan menggoyang-goyangkan tubuh Efan.


Efan terbangun.


"Fan, apa yang telah kita lakukan?" Seketika air mata Sofie jatuh.


"Sofie..maafin gue Sof." Ucap Efan.


"Kenapa bisa sampai seperti ini Fan." Sofie terisak.

__ADS_1


"Maafin gue Sof, gue akan bertanggung jawab." Ucap Efan.


Sofie terus menangis dan Efan berusaha menenangkannya.


"Dengar dulu penjelasan gue Sof." Pinta Efan.


"Gue udah hancur Fan." Ucap Sofie.


"Gue janji akan bertanggung jawab tapi tolong dengarkan penjelasan gue ya." Pinta Efan mencoba menenangkan Sofie.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


"Tadi malam lu mabok berat dan gue membawa lu ke kamar. Tapi lu nahan gue pas gue mau keluar dan langsung mencium gue. Mungkin karena gue juga sedikit mabok, maka semua terjadi begitu saja tanpa adanya paksaan." Efan menjelaskan.


"Hiks.." Sofie menangis.


"Tapi lu gak usah takut Sof, gue gak sampai merusak lu kok. Lu masih utuh, gue berani sumpah." Ucap Efan.


"Beneran?" Tangis Sofie mereda.


"Walaupun kondisi kita sampai seperti ini, tapi gue gak melakukan hal yang lu takutkan Sof." Ucap Efan.


"Makasih Fan, gue kira kita melakukan hal itu." Ucap Sofie memeluk Efan.


"Gue akan tetap bertanggung jawab Sof, karena gue udah melihat seluruh tubuhmu." Ucap Efan.


"Itu harus." Ucap Sofie.


"Mau gak mau lu harus jadi pacar gue Sof." Pinta Efan.


"Gue gak pernah ngebayangin bakalan jadi pacar lu Fan." Ucap Sofie.


"Tapi lu mau kan?" Tanya Efan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


"Gue boleh nanya?" Tanya Efan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


"Apa gue yang pertama kali melihat tubuh lu?" Tanya Efan.


"Hu ugh." Sofie hanya mengangguk.


"Gue minta maaf ya Sof." Ucap Efan.


"Iya gak apa-apa asalkan lu tetap bertanggung jawab." Ucap Sofie.


"Pasti." Jawab Efan.


Efan mencium kening Sofie dengan lembut.


Ya udah lu mandi gih, gue akan menunggu di sofa.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


Selesai mandi Efan dan Sofie duduk di sofa sambil nonton tv.


"Arga sama Rara mana ya?" Tanya Sofie.


"Mungkin belum bangun." Jawab Efan.


"Yah...udah jam segini belum bangun." Ucap Sofie.

__ADS_1


"Ya maklum lah, tadi malam kan kita begadang." Ucap Efan.


__ADS_2