
"Pesanan kakak jadi kamu beli kan Rangga?" Tanya Efan.
"Iya jadi kak." Jawab Rangga.
"Oke, makasih Rangga." Ucap Efan.
"Oh iya kak, makanannya udah kakak pesan?" Tanya Rangga.
"Ya ampun belum, untung kamu ingatkan." Ucap Efan sambil menepuk jidatnya kemudian mengambil ponselnya untuk memesan makanan. "Kalian mau makan apa?" Tanya Efan.
"Pizza kak." Jawab Rangga.
"Terus?" Tanya Efan.
"Pesan HokBen juga ya Fan, biar ada nasinya." Pinta Arga.
"Hanna mau makan apa?" Tanya Rara.
"Hanna ngikut aja Kak." Jawab Hanna malu-malu meong.
"Bilang dong maunya apa?" Tanya Rara lagi.
"Hmm...Hanna mau makan burger MC.D kak." Jawab Hanna.
"Oke, Fan pesan MC.D juga ya." Pinta Rara.
"Aku juga mau MC.D Fan." Ucap Sofie.
"Iya sayang." Jawab Efan.
Selesai memesan Pizza, Efan memesan MC.D kemudian memesan HokBen. "Udah gue pesan, tinggal nunggu datang aja." Ucap Efan. "Eh Bos, sound sistem nya udah di setel apa belom?" Tanya Efan.
"Sepertinya udah deh." Jawab Arga.
"Sep, kalo gitu kita bisa karaokean kan jadi lebih seru." Ucap Efan.
"Hanna nginap di rumah kakak aja ya, besok kan libur kuliah." Pinta Rara pada gadis yang disukai Rangga.
"Hmm...Hanna nggak bawa pakaian ganti Kak." Ucap Hanna.
"Nggak apa-apa, nanti kamu bisa pakai baju kakak." Jawab Rara. "Mau kan?" Tanya Rara.
"Hu ugh." Hanna mengangguk.
Tak lama kemudian makanan pesanan mereka pun datang dan Efan mengambilnya dibantu Rangga dan Dhani.
"Yok kita pindah ke ruang keluarga biar bisa sekalian karaokean." Ajak Efan sambil membawa makanan yang mereka pesan tadi.
Sekarang semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga. Arga sedang mempersiapkan sound sistem untuk mereka karaokean.
"Udah siap tuh sound sistem nya, udah bisa karaokean." Ucap Arga kemudian duduk di sebelah Rara.
"Dhan, lu nyanyi dong. Suara lu kan bagus." Pinta Rangga.
"Hmm why not?" Ucap Dhani penuh percaya diri dan langsung memilih lagu yang akan dinyanyikannya.
"Perjanjian semuanya wajib nyanyi ya." Ucap Dhani sebelum memulai nyanyiannya.
"Oke." Jawab mereka serentak.
__ADS_1
Musik mulai berkumandang, Dhani mulai menyanyikan sebuah lagu dengan suara merdu. Dhani emang hoby bernyanyi dan suaranya pun sangat bagus. Semuanya mendengarkan Dhani bernyanyi dengan tenang hingga Dhani menyelesaikan satu lagunya.
"Wah suara lu bagus Dhan." Ucap Efan memberikan tepuk tangan diikuti yang lainnya.
"Terima kasih kak Efan." Ucap Dhani. "Sawerannya mana?" Tanya Dhani kemudian.
"Wah seru nih kalo pake saweran." Ucap Rangga.
"Oh Kakak punya ide, tunggu bentar ya." Arga mengambil laptopnya dan mengutak-atik sesuatu disana.
"Ngapain Bos?" Tanya Efan.
"Tunggu bentar." Ucap Arga dan terus mengutak-atik laptopnya. "Nah udah selesai." Ucap Arga sambil meletakkan kembali laptopnya di meja.
"Apanya yang udah selesai kak?" Tanya Rangga.
"Jadi ini sistem karaoke nya dibuat pakai nilai. Setelah kita selesai bernyanyi, sistem akan menilai nyanyian kita dan akan memunculkan berapa nilai yang kita dapatkan." Jelas Arga. "Jadi bagi siapa aja yang mendapatkan nilai di atas 80, yang lainnya wajib nyawer ya, terserah nyawernya mau berapa dan nggak ada patokan. Mau nyawer seribu, dua ribu bahkan Sejuta juga nggak masalah, ini kan cuma buat seru-seruan. Tapi pada waktu satu orang sedang bernyanyi, yang lain jangan ada yang mengganggu ya, supaya nilai yang dihasilkan real. Gimana, setuju?" Tanya Arga.
"Wah setuju." Jawab Dhani.
"Setuju." Sahut Rangga.
"Yang lain gimana?" tanya Arga.
"Setuju." Jawab yang lainnya serentak.
"Oke sekarang kita mulai bernyanyi, siapa yang mau duluan?" Tanya Arga.
"Kita hompimpa aja kak." Rangga mengusulkan.
"Ide bagus." Ucap Arga.
"Yeee dapat 80, sini sawer sawer." Ucap Efan.
"Pas banget Fan 80, kagak ada lebih-lebihnya dikit." Ucap Arga sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celana. "Nih gue nyawer goceng karena nilai lu pas-pasan." Arga memberikan sawerannya pada Efan.
"Nih kak Efan, Rangga nyawer dua ribu. Naikin lagi nilainya, ntar Rangga naikin juga sawerannya." Rangga memberikan sawerannya pada Efan.
"Nih dari aku Goceng kak." Ucap Hanna.
"Nih gue seribu." Ucap Rara.
"Wah tega lu Ra, masa cuma seribu." Ucap Efan.
"Yang penting ikhlas, hahaha." Tawa Rara pecah.
"Nih kak Efan, dari aku tiga ribu. Lebih banyak dari kak Rara kan." Ucap Dhani.
"Ya udah nih saweran aku yang paling banyak, enam ribu." Ucap Sofie.
"Makasih sayang." Ucap Efan lembut.
"Hellehh, giliran Sofie yang nyawer aja bilang makasih." Cibir Rara.
"Hihihi." Efan terkikik.
Kemudian kecuali Efan, yang lainnya pun hompimpa lagi untuk menentukan siapa yang bernyanyi selanjutnya dan pemenangnya adalah Hanna. Hanna mulai memilih lagu yang akan dinyanyikannya. Setelah selesai memilih lagu, Hanna pun mulai menyanyikan lagunya. Semua orang terkagum-kagum mendengar suara lembut Hanna. Selesai Hanna bernyanyi, mereka semua pun menunggu nilainya keluar.
"Wah 96." Teriak Hanna dan Rangga sambil melompat kegirangan, hingga tanpa sadar Hanna memeluk Rangga yang sedang berada disebelahnya.
__ADS_1
Seketika tubuh Rangga kaku tak bergerak karena tiba-tiba Hanna memeluknya. Hanna yang sadar atas perbuatannya pun langsung melepaskan pelukannya dari Rangga dan kembali duduk di Sofa, sementara Rangga masih berdiri dengan ekspresi wajah bodoh.
"Rangga." Panggil Hanna sambil menggoyangkan tangannya.
"Eh iya Hanna, berapa nilainya tadi?" Tanya Rangga yang baru tersadar dari bengongnya.
"96, aku dapat nilai 96." Jawab Hanna.
"Wah, cepat kasih sawerannya." Ucap Rangga pada yang lainnya.
"Nih dari kakak sembilan puluh enam ribu sesuai dengan nilainya 96." Ucap Efan sambil memberi uang pada Hanna.
"Nih dari aku tiga puluh ribu." Ucap Sofie.
"Dari Gue dua puluh ribu." Ucap Dhani.
"Nih dari Kakak lima puluh ribu." Ucap Rara.
"Dari aku seratus ribu." Ucap Rangga.
"Tinggal kak Arga nih yang belom." Ucap Hanna.
"Kamu mau kakak sawer berapa?" Tanya Arga.
"Waahh dikasih penawaran nih." Ucap Dhani heboh.
"Berapa aja kak yang penting ikhlas." Ucap Hanna.
"Hayo Lo Bos, harga diri Bos dipertaruhkan disini." Ledek Efan.
"Hahaha." Semuanya tertawa.
"Sayang, ambil duit di dalam brankas." Bisik Arga pada istrinya.
"Iya sayang." Rara pun langsung bangkit dari duduknya berjalan ke kamar untuk mengambil uang dari brankas.
"Bentar ya, uangnya masih diambil sama kak Rara." Ucap Arga.
Tak lama kemudian Rara pun kembali dari kamar dengan membawa satu ikat uang pecahan lima puluh ribu dan duduk di sofa.
"Wiihh uangnya banyak." Heboh Dhani.
"Kasih saweran buat Hanna yank." Suruh Arga.
Rara mengambil beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu dan memberikannya pada Hanna. "Nih dari kak Arga satu juta." Ucap Rara.
"Waahh satu juta, terima kasih kak Arga." Ucap Hanna girang.
"Bos, masa gue cuma dikasih goceng sih." Ucap Efan.
"Nilai lu jelek." Jawab Arga.
"Hahahaha." Semuanya tertawa bergembira.
Mereka hompimpa lagi dan kini giliran Rangga yang akan bernyanyi.
"Kak Arga, kalo Rangga bisa ngalahin nilai Hanna, kakak mau kasih apa ke Rangga?" Tantang Rangga sambil memilih lagu yang akan dia nyanyikan.
"Kamu mintanya apa?" Arga balik bertanya.
__ADS_1
"Apa aja yang kak Arga kasih yang penting luar biasa." Jawab Rangga.