
Arga menarik tanganku hingga aku kembali duduk di pangkuannya. Arga menarik leherku sehingga wajah kami sangat dekat dan Arga langsung mencium bibirku yang kini menjadi favoritnya. Ku lingkarkan kedua tanganku ke leher Arga dan membalas ciuman lembutnya.
Sepertinya Arga benar-benar tergoda dengan perbuatanku tadi, terbukti Arga semakin bersemangat mencium bibirku. Tangan Arga menarik tubuhku hingga menempel dengan tubuhnya. Ciuman Arga semakin cepat dan panas sehingga aku kewalahan mengimbanginya.
Ku tarik rambut Arga untuk melepaskan ciumannya, namun Arga malah mencium leherku sehingga membuatku kegelian.
"Akh…" Suara itu spontan keluar dari mulutku.
Mendengar itu Arga menjadi semakin bersemangat dan kembali ******* bibirku.
"Ting tong" Kegiatan kami terhenti setelah mendengar bel berbunyi.
"Kamu ambil pesanan kita ya." Suruh Arga sambil mengusap bibirku dengan jarinya.
"Aku ambil uang dulu di kamar." Ucapku sambil bangkit dari pangkuan Arga.
"Eh pakai ini aja." Arga mengambil uang dari saku celananya dan memberikannya padaku.
"Iya." Aku menerimanya.
"Rapikan dulu rambut kamu, berantakan tuh." Ucap Arga sambil membantu merapikan rambutku.
Aku pun berjalan menuju pintu untuk mengambil pesanan kami.
"Nih Pizza nya sudah datang, yok kita makan." Ucapku pada Arga.
"Aku buat kopi dulu ya." Ucap Arga sambil berjalan menuju ke dapur.
Tak lama kemudian Arga pun kembali sambil membawa dua cangkir kopi, kemudian kami menyantap Pizza yang kami pesan sampai habis.
Malam sudah larut, aku putuskan untuk tidur karena besok pagi-pagi sekali sudah harus sampai di kantor.
Waktu sudah menunjukan pukul 05.30 wib dan aku sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Pukul 06.00 wib aku sudah sampai di kantor.
Ku lihat Pak Ardi dan Pak Makmun sudah datang.
"Ra kita langsung ke lokasi acara saja ya." Pinta Pak Makmun.
"Baik Pak, mari kita berangkat Pak." Ucapku.
Kami pun langsung berangkat ke lokasi acara dengan mengendarai mobil masing-masing.
Acara berjalan dengan sangat meriah, para model berjalan di catwalk dengan memakai baju model terbaru yang diproduksi THE ONE. Acara berjalan sukses hingga selesai.
*SOFIE*
Aku dan Rara mengawasi lokasi pemotretan sebelum para model berjalan di catwalk. Rara sedang sibuk memperhatikan para model yang sedang difoto oleh fotografer, sementara aku melihat hasil foto dari laptop. Sesi pemotretan istirahat untuk makan siang. Rara sedang pergi menemui Pak Makmun.
"Hai sofie." Sapa Aldi membuatku kaget.
"Eh, hai Aldi." Jawabku.
"Kita makan siang bareng disini ya." Pinta Aldi.
"Oh boleh." Jawabku senang.
"Selesai acara ini kamu kemana?" Tanya Aldi.
__ADS_1
"Kayaknya langsung pulang deh." Jawabku.
"Kalo aku ajak makan malam mau gak?" Tanya Aldi lagi.
"Hmm mau makan malam dimana?" Aku balik bertanya.
"Di restauran dekat sini aja, kamu mau ya." Aldi memastikan.
"Hmm ya udah aku mau." Jawabku bahagia.
"Acara akhirnya selesai pukul 09.00 wib, sesuai rencana aku dan Aldi akan makan malam bersama.
"Kamu sudah selesai Sof? Kita berangkat sekarang yuk." Pinta Aldi.
"Oh iya, aku sudah selesai kok." Jawabku sedikit canggung.
"Kamu naik mobil aku aja ya, mobil kamu biar disini aja dulu." Pinta Aldi lagi.
"Oh ya sudah, begitu juga boleh." Aku setuju.
Aldi melajukan mobilnya dengan santai menuju restauran terdekat. Setelah sampai di restauran dan memarkirkan mobil, dengan sigap Aldi turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku.
"Terima kasih." Ucapku senang karena diperlakukan seperti itu.
"Sama-sama, ayo kita masuk." Ucap Aldi.
Kami berdua berjalan masuk ke dalam restauran, Aldi memegang tanganku sehingga membuatku merasa sangat bahagia.
Kami duduk di tempat yang sepertinya sudah dipesan oleh Aldi dan kami pun memesan makanan. Beberapa saat kemudian pesanan kami pun tiba dan kami mulai makan bersama.
Selesai makan Aldi izin untuk ke toilet.
"Oh iya silahkan." Jawabku.
Aldi berjalan meninggalkan ku. Tak lama kemudian tiba-tiba Aldi datang dari belakangku dan memberikan aku bucket bunga.
"Ini buat kamu Sof." Ucap Aldi memberikan bunga padaku dan kembali duduk.
"Terima kasih Aldi, bagus banget aku suka." Ucapku bahagia.
"Sofie." Aldi memanggil namaku.
"Ya Aldi, kenapa?" Tanyaku.
"Aku sayang sama kamu, maukah kamu jadi pacarku?" Ucap Aldi.
"Hah?" Aku terkejut karena ucapan Aldi yang to the point.
"Iya Sof, aku sayang sama kamu dan aku serius. Aku harap kamu mau jadi kekasihku." Ucap Aldi dengan wajah serius.
"Sebenarnya aku hmm…" Akhirnya yang ku harapkan terjadi juga hingga aku susah untuk berkata-kata.
"Sebenarnya apa Sof? Kamu sudah punya pacar?" Tanya Aldi dengan wajah sedikit kecewa.
"Bukan, bukan itu maksud aku." Jawabku.
"Lalu?" Tanya Aldi lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga suka dan sayang sama kamu. Aku akan sangat bahagia jika aku bisa menjadi kekasihmu." Jawabku.
"Serius? Berarti kamu terima aku jadi pacarmu?" Tanya Aldi memastikan.
"Hu ugh." Aku mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih ya Sofie." Aldi memegang tanganku dan menciumnya.
Malam sudah larut, kami putuskan untuk pulang.
"Kamu aku antar langsung ke rumah aja ya." Pinta Aldi.
"Eh gak usah, aku pulang dengan mobil sendiri aja." Ucapku.
"Ini sudah larut malam loh, yakin mau bawa mobil sendiri?" Tanya Aldi.
"Iya gak apa-apa, jaraknya dekat kok ke rumah aku." Jawabku meyakinkan Aldi
"Ya sudah kalo kamu maunya begitu." Ucap Aldi.
Kami berdua pun masuk ke dalam mobil untuk mengambil mobilku yang ada di parkiran lokasi acara tadi.
Aldi mendekatkan tubuhnya padaku sehingga wajah kami saling berhadapan.
"Hmm…" Spontan mataku membulat melihat aksinya.
"Pakai sabuk pengamannya Sofie." Ucap Aldi sambil memakaikan sabuk pengaman padaku.
"Oh i iya." Ucapku terbata.
Aldi pun melajukan mobilnya hingga sampai ke lokasi acara launching tadi. Dengan sigap Aldi membukakan pintu mobil untukku lagi.
"Kita sudah sampai Sofie." Ucap Aldi sambil membuka pintu mobilnya.
"Eh iya." Aku keluar dari mobil.
"Kamu hati-hati pulangnya ya." Ucap Aldi sambil membelai rambutku.
"Iya, ya udah aku ambil mobilku ya." Jawabku.
"Eh tunggu dulu." Aldi menarik tanganku dan memelukku.
"Aldi… malu nanti di lihat orang." Ucapku.
"Gak ada orang lain selain kita." Jawab Aldi.
"Oh iya." Ucapku sambil melihat sekeliling.
"Terima kasih untuk malam ini ya." Ucap Aldi.
"Iya sama-sama, aku.."
Cup… ucapanku terhenti karena Aldi tiba-tiba mencium keningku dengan lembut.
"Aldi memegang daguku dan langsung mencium bibirku, begitu lembut ciumannya hingga aku tak kuasa untuk menolak.
"Hati-hati ya sayang, kasih kabar kalo udah sampai rumah." Pesan Aldi.
__ADS_1
"Iya." Jawabku singkat.
Aku pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilku hingga sampai ke rumah.