Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 69


__ADS_3

Sofie yang mendengar ucapan Om Ridwan seketika tubuhnya membeku.


"Apa dulu tujuannya nih Pa?" Tanya Efan.


"Apa lagi? Ya buat melamar Sofie lah." Jawab Om Ridwan to the point.


"Sof, lu mau kan gue lamar?" Tanya Efan pada Sofie.


"Hu ugh." Sofie mengangguk dan tersenyum malu bercampur bahagia.


"Tuh Sofie nya udah mau, jadi nunggu apa lagi?" Tanya Om Ridwan.


"Iya Pa, nanti kita atur waktunya." Jawab Efan.


Akhirnya para pelayan datang dengan membawa makanan yang begitu banyak.


"Sudah semua ini makanannya Bu?" Tanya Om Ridwan pada pelayan.


"Untuk makanan utama sudah semuanya Tuan, setelah ini akan dilanjutkan dengan makanan penutup." Jawab pelayan.


"Baik, terima kasih ya Bu." Ucap Om Ridwan.


"Sama-sama Tuan, kalo begitu saya permisi." Ucap pelayan kemudian meninggalkan ruangan itu.


"Ya sudah nanti kita sambung lagi pembahasannya, sekarang kita makan dulu." Ajak Om Ridwan.


"Iya Om." Jawab Sofie dan Rara serentak.


Mereka pun menikmati makan siang bersama hingga selesai.


Selesai makan mereka kembali ngobrol sambil menikmati hidangan penutup.


"Bagaimana makanan hari ini? Apa ada yang perlu di koreksi?" Tanya Om Ridwan.


"Makanannya Enak Om, udah pas." Jawab Sofie.


"Menurut yang lain bagaimana? Kalo ada yang kurang pas tolong beritahu Om supaya bisa disempurnakan." Tanya Om Ridwan lagi.


"Sudah mantap Om, tetap pertahankan yang seperti ini." Jawab Rara.


"Bagus lah kalo begitu." Ucap Om Ridwan.


"Berapa lama Papa di Bali?" Tanya Efan.


"Kemungkinan satu minggu Papa disini. Kalau kalian sampai kapan di Bali?" Tanya Om Ridwan.


"Hari minggu siang kami pulang Pa." Jawab Efan.


"Setelah ini kalian mau kemana?" Tanya Om Ridwan lagi.


"Balik ke villa lah Pa, mau jalan-jalan juga udah sore gak enak juga." Jawab Efan.


"Nginap di hotel aja kalo begitu." Pinta Om Ridwan.


"Gak usah deh Om, kami balik ke villa aja." Ucap Rara.


"Iya Pa kami nginap di villa aja."


"Ya udah deh kalo gak mau." Ucap Om Ridwan.


"Maaf ya Om." Ucap Arga.


"Iya, gak apa-apa kok. Oh iya, Arga Bos nya Efan di kantor ya?" Tanya Om Ridwan.


"..." Arga hanya tersenyum.


"Terima kasih ya udah mau jadi teman Efan, Om suka Efan berteman dengan orang-orang baik seperti kalian." Ucap Om Ridwan.


"Iya Om, kami juga senang berteman dengan Efan." Ucap Arga.


Tok tok tok seseorang mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk." Ucap Om Ridwan.


"Permisi Tuan, ini makanannya sudah siap." Seorang pelayan memberikan satu kotak besar berisi makanan.


"Baik terima kasih." Ucap Om Ridwan.


"Saya permisi Tuan." Ucap Pelayan dan Om Ridwan mengangguk.


"Ini Om bawakan makanan untuk kalian nanti di villa." Ucap Om Ridwan.


"Wah makasih ya Om." Ucap Rara senang.


"Makasih Pa." Ucap Efan.


Om Ridwan tersenyum.


"Ya udah Pa, kalo gitu kami pulang ya Pa." Ucap Efan.


"Ya udah ini juga udah sore." Sambung Om Ridwan.


Mereka berempat pun pamit dan menyalami tangan Om Ridwan.


"Jaga calon menantu Papa ya Fan." Pesan Om Ridwan.


"Iya Pa, pasti." Ucap Efan.


"Kamu juga ya Arga, jaga Rara baik-baik. Rara itu udah Om anggap seperti anak sendiri loh." Pesan Om Ridwan pada Arga.


"Iya Om, pasti akan Arga jagain Rara." Jawab Arga.


"Kami permisi ya Pa." Ucap Efan.


"Kami pulang Ya Om." Ucap Rara.


"Hati-hati kalian ya." Pesan Om Ridwan.


"Baik Om." Jawab Sofie.


Kini mereka berempat sedang duduk di ruang keluarga.


"Eh besok kita belanja ya, sekalian beli oleh-oleh." Saran Rara membuka percakapan.


"Hmm iya iya setuju." Ucap Sofie.


"Oke." Ucap Efan dan Arga serentak.


"Besok siang kita sekalian belanja buat acara barbeque ya." Ucap Arga.


"Kita mau buat acara barbeque ya sayang?" Tanya Rara.


"Iya, besok malam." Jawab Arga.


"Hmm pasti seru." Ucap Sofie.


"Pasti dong." Jawab Efan.


"Gue ke kamar ya, mau tidur." Ucap Sofie berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke kamar.


"Gue ikut Sof, gue kuga ngantuk." Efan menyusul Sofie.


"Terus kita ngapain?" Tanya Arga.


"Kamu ngantuk gak?" Rara balik bertanya.


"Gak." Jawab Arga.


"Sama." Sambung Rara.


"Berenang yok." Ajak Arga.


"Ayok." Rara setuju.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan masuk ke kamar untuk mengganti pakaian. Selesai berganti pakaian mereka menuju ke kolam renang.


Sesampainya di kolam renang, Arga langsung menceburkan dirinya.


"Ahh segarnya." Ucap Arga.


Rara masih duduk di tepian kolam renang sementara Arga sudah bolak balik berenang.


"Sayang ayo turun." Ajak Arga.


"Iya bentar lagi." Jawab Rara


Arga mendekati Rara yang sedang duduk di tepi kolam renang.


"Yok turun." Arga memegang pinggang Rara dengan kedua tangannya dan membantu Rara turun ke kolam.


"Hmm seger banget airnya." Ucap Rara ketika tubuhnya sudah berada di dalam kolam dan membasahi wajahnya.


"Sayang." Panggil Arga.


"Hmm." Jawab Rara.


"Kamu seksi banget pake baju renang." Ucap Arga.


"Kamu juga seksi kalo lagi berenang." Ucap Rara sambil mengelus dada bidang Arga.


Arga mendorong pelan tubuh Rara hingga mentok di tepi kolam renang dan mencium bibir Rara dengan lembut.


Rara membalas ciuman Arga dan mengalungkan kedua tangannya di leher Arga. Arga menarik pinggang Rara dan merapatkan tubuh mereka hingga tak ada celah sedikit pun.


Arga menyesap lembut bibir Rara, lidah mereka saling membelit hingga membuat ciuman itu semakin panas.


Rara menurunkan ciumannya ke leher Arga hingga ke dada bidangnya, mengecupnya dengan lembut dan meninggalkan tanda cinta di dada Arga.


"Aakhh sayang, sekarang kamu semakin agresif ya." Ucap Arga.


"Kan kamu gurunya." Tuduh Rara.


"Kok aku?" Tanya Arga.


"Jadi siapa lagi, kan kamu yang membuat aku mengetahui nikmatnya bercumbuu." Jawab Rara.


"Dan hanya kamu wanita yang aku perlakukan seperti ini sayang, bahkan kamu juga wanita pertama yang merasakan sentuhan bibirku." Jelas Arga.


"Aku senang mendengarnya, aku harap kamu lah lelaki pertama dan terakhir yang menyentuhku." Ucap Dara serius.


"Pasti sayang, itu akan terjadi." Ucap Arga memeluk erat tubuh Rara.


"Ada yang lebih nikmat dari ini, kamu tau?" Tanya Arga dengan wajah nakal.


"Apa?" Tanya Rara.


"Nanti setelah menikah kita akan merasakannya." Jawab Arga.


"Aku mau merasakannya sekarang." Pinta Rara manja.


"Yakin?" Tanya Arga.


"Hu ugh." Rara menganggukkan kepalanya dan tersenyum nakal.


"Jangan menggodaku sayang." Arga memperingatkan.


"Menggoda calon suami sendiri gak apa-apa kan?" Rara menyentuh dada Arga dengan jarinya.


Arga mengangkat tubuh Rara dan mendudukkannya di tepi kolam renang, kemudian Arga keluar dari kolam dan langsung menggendong Rara ala bridal membawanya masuk ke dalam kamar.


"Arga." Pekik Rara yang berada di gendongan kekasihnya.


"Ya sayang, kamu yang minta kan?" Ucap Arga dengan suara sensual.


Gluk

__ADS_1


Rara menelan ludahnya kasar.


__ADS_2