Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 81


__ADS_3

"Eh Ra,lu mobil baru ya?" Tanya Sofie membuat langkah Rara berhenti ketika hendak masuk ke dalam mobil.


"Hehehe iya hadiah." Rara cengengesan.


"Ya udah yok berangkat." Ajak Arga.


"Oke." Jawab keempatnya serentak.


Mereka pun melajukan mobil masing-masing, mobil yang dinaiki Arga dan Rara berjalan di depan sementara sementara Efan dan Rangga mengikuti di belakang. Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai di tujuan. Terlihat sebuah rumah mewah nan megah.


"Apa bener ini rumahnya?" Tanya Rara pada Arga.


"Iya bener, sesuai dengan alamat kok. Cobain aja kuncinya." Suruh Arga.


"Oke." Jawab Rara yang langsung membuka gerbang rumah megah itu dengan kunci yang diberikan mertuanya.


"Kebuka sayang," Ucap Rara bahagia.


"Wah iya yok kita masuk." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk kemudian berjalan masuk ke halaman yang luas dari rumah itu dan diikuti Efan, Sofie juga Rangga.


Kemudian Rara membuka pintu rumah tersebut dengan kunci yang dia pegang dan pintunya pun terbuka. Mereka masuk dan menjelajahi setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu. Rumah yang sudah lengkap dengan perabotannya, selain halaman yang luas juga ada kolam renang dengan design yang sangat nyaman.


"Bagus banget rumahnya ya Ra." Ucap Sofie memandang kagum pada rumah tersebut.


"Hu ugh." Rara mengangguk dengan senyuman lebar.


"Kapan kalian mau pindah kesini Ra?" Tanya Sofie.


"Belum tau Sof, kami masih nyaman tinggal di apartemen." Jawab Rara.


"Udah yok kita cabut." Ajak Arga.


"Mau kemana nih kita?" Tanya Efan.


"Nongkrong lah." Usul Rara.


"Setuju." Jawab Sofie dan Rangga bersamaan.


Mereka semua meninggalkan rumah megah itu menuju tempat tongkrongan yang sudah disepakati sebelumnya. Sampai di tempat tujuan mereka langsung masuk dan memesan makanan dan minuman.


Hari sudah sore, mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen.

__ADS_1


"Kak, Rangga pamit pulang ya. Takut kemalaman di jalan." Ucap Rangga pada Rara.


"Ya udah, kamu hati-hati ya Rangga. Jangan ngebut nyetirnya." Pesan Rara.


"Salam sama Mama dan Papa ya Rangga." Ucap Arga.


Setelah pamit dan bersalaman, Rangga pun pulang ke rumah dengan mengendarai mobil Arga.


"Kalo gitu kami pamit pulang juga ya Bos." Ucap Efan.


"Kok buru-buru amat sih?" Tanya Rara.


"Besok kami ngantor Ra, kalian mah enak masih cuti." Jawab Sofie.


"Oh iya, ya udah deh kalian hati-hati ya." Ucap Rara.


Efan dan Sofie pun keluar dari apartemen, efan mengantarkan Sofie ke rumahnya kemudian dia kembali ke apartemennya.


"Kencan yok." Ajak Rara.


"Hem? Heran Arga dengan ajakan istrinya.


"Iya kencan, sekalian makan malam di luar." Ucap Rara menjelaskan pada suaminya.


"Ya udah kalo gitu kita mandi dulu yok." Ajak Arga.


Selesai mandi dan berpakaian, mereka pun turun ke basemen dan masuk ke dalam mobil. Arga melajukan mobilnya dengan santai menuju ke sebuah Mall terbesar di kotanya.


"Kita mau ngapain ke Mall?" Tanya Rara pada suaminya.


"Gak tau, jalan-jalan aja lah mana tau nanti melihat sesuatu yang ingin kita beli." Jawab Arga seadanya.


"Ya udah deh gak apa-apa, ayok." Rara menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam Mall.


"Eh sayang, kita beli itu buat kamu ya." Ucap Arga sambil menunjuk toko lingerie.


"Hu ugh." Rara mengangguk dengan wajah sedikit malu.


Arga dan Rara masuk ke dalam toko tersebut dan membeli beberapa lingerie. Malam tiba mereka pun mencari restauran untuk makan malam, selesai makan keduanya kembali ke apartemen.


"Sayang, kamu cobain baju tadi ya." Pinta Arga.


"Iya sayang, yok ke kamar." Ajak Rara sambil membelai lembut pipi Arga kemudian mereka berjalan ke kamar.

__ADS_1


Rara mengambil satu lingerie berwarna hitam transparan yang dibelinya tadi dan membawanya ke dalam kamar mandi. Setelah memakai lingerie, Rara keluar dari kamar mandi. Dia melihat suaminya duduk bersandar di tempat tidur sambil fokus memainkan ponselnya.


"Sayang." Panggi Rara setelah keluar dari kamar mandi dan jalan mendekati Arga.


Arga menoleh menatap istrinya yang sudah menggunakan lingerie. "Oh you look so sexy honey." Ucap Arga sambil melempar ponselnya ke kasur.


Rara tersenyum mendengar pujian yang dilontarkan suaminya dan berjalan mendekati Arga. Tangan Arga langsung menarik pinggang Rara hingga menempel dengan tubuhnya.


"Kenapa tubuhmu bisa seindah ini sih sayang, membuatku selalu tergoda dan ingin selalu menerkam mu." Ucap Arga yang kemudian membenamkan wajahnya di tengah-tengah dada Rara.


"Aku juga ingin selalu kamu terkam sayang, sentuhan mu membuat aku ketagihan." Ucap Rara dengan mata nakalnya.


Tanpa basa basi lagi Arga langsung meraup bibir mungil Rara kemudian memperdalam ciumannya, menyesapnya dengan penuh gairah yang sedang berkobar. Tangan nakalnya menurunkan tali lingerie yang dikenakan Rara dan menurunkannya hingga terpampang lah dua bukit kembar yang tak tertutup apa-apa.


"Ah sayang, ini sangat menggoda." Ucap Arga sambil meremaas lembut bukit kembar itu.


"Aakhh... Sayang." Rara merasakan nikmat dari remasaan lembut tangan Arga.


Rara memegang ujung baju yang dipakai Arga kemudian mengangkatnya ke atas untuk membukanya. Kini terlihatlah dada bidang dan roti sobek milik Arga yang sangat disukai Rara.


Rara langsung mendaratkan kecupannya di dada bidang milik suaminya itu dan meninggalkan tanda kepemilikan disana.


Arga dan Rara saling menyesap, menjillat, mengecup membuat keduanya semakin terbakar gairah dalam diri mereka sehingga terjadilah ritual intim suami dan istri.


Tubuh keduanya menegang saat mereka mencapai pelepasannya bersama kemudian lemas dan ambruk di kasur. Peluh pun membanjiri tubuh Arga dan Rara karena aktivitas yang baru saja mereka lakukan.


Arga mencium kening Rara. "Terima kasih ya sayang." Ucap Arga kemudian mengecup bibir Rara dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


"Sayang, kita bersih-bersih dulu yok." Ajak Rara ketika Arga menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.


"Iya sayang, ayok." Arga setuju kemudian menggendong Rara ala bridal membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Di bawah guyuran Shower Arga dan Rara masih sempat saling bercummbu hingga akhirnya mereka benar-benar membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri, Arga dan Rara kembali ke kamar untuk beristirahat dan Rara tidur di dalam pelukan Arga.


"Selamat tidur sayang." Ucap Arga sambil mencium kening Rara kemudian mengecup bibirnya.


"Selamat tidur juga suamiku." Ucap Rara mendongakkan kepalanya menatap Arga.


Arga kembali melumaat bibir Rara ketika Rara menatap dirinya. "Ah sayang, bibir kamu membuatku candu." Ucap Arga melepaskan ciumannya kemudian mengusap bibir Rara dengan jarinya.


"Ayok kita tidur." Ajak Rara.

__ADS_1


"Iya sayang." Jawab Arga kemudian mengecup sayang kening Rara. "I love you my wife."


"I love you too my husband." Ucap Rara kemudian mengeratkan pelukannya.


__ADS_2