
...Hai para Readers, terima kasih atas kesetiaan kalian....
...Maaf jika ceritanya kurang menarik, maklumlah masih pemula....
...Jangan lupa like, komen dan vote nya ya....
...I love you all. 😘...
Warning 21+
Yang belum cukup umur skip aja.
Harap bijak dalam membaca.
Arga dan Rara baru saja tiba di apartemennya, setelah pulang kerja tadi mereka langsung belanja untuk membeli kebutuhan dapur dan beberapa cemilan. Saat ini Rara sedang menyusun belanjaan mereka ke dalam kulkas namun tiba-tiba saja ada dua tangan kekar yang memeluknya dari belakang, ya tentu saja itu tangan Arga suaminya.
"Sayang, aku lagi nyusun belanjaan nih." Ucap Rara sambil mengusap tangan kekar milik suaminya.
"Aku kangen sayang, udah seminggu puasa karena kamu kedatangan tamu bulanan." Rengek Arga sambil menelusupkan wajahnya di leher Rara.
"Iya sayang, aku juga kangen tau. Ya udah aku selesaikan ini dulu setelah itu kita mandi ya." Ucap Rara.
"Setelah mandi?" Tanya Arga menciumi leher istrinya.
"Setelah mandi ya pakai baju." Jawab Rara menggoda suaminya.
"Hemm gak mau pakai baju." Rengek Arga.
"Aih nanti masuk angin lah kalo gak pakai baju." Jawab Rara sambil meneruskan pekerjaannya menyusun belanjaan ke dalam kulkas. "Huh..sudah selesai, ayo kita mandi." Ajak Rara.
"Hu ugh." Arga mengangguk.
Sampai di kamar mandi mereka terlebih dahulu melepaskan pakaian mereka hingga tak tersisa sehelai benang pun. Dibawah guyuran shower, Arga terus saja mencumbu istrinya tanpa henti.
__ADS_1
"Sayang, buruan mandi nanti kita lanjutkan di kamar." Bisik Rara dengan nada sensual.
"Hu ugh." Arga mengangguk dengan senyuman mengembang di bibirnya karena malam ini dia akan buka puasa.
Dengan segera Arga menyabuni istrinya dan dirinya juga. Setelah menyelesaikan ritual mandi, mereka pun kembali masuk ke dalam kamar dengan menggunakan bathrobe. Arga langsung menggendong Rara ala bridal dan membawanya ke tempat tidur kemudian membaringkannya. Dengan perlahan Arga mendaratkan ciumannya di bibir Rara, menyesapnya dalam dan lidahnya memasuki rongga mulut istrinya. Tangan Arga meraih tali bhatrobe yang digunakan Rara kemudian membukanya tanpa melepaskan ciumannya. Dengan lembut Arga meremaas benda kenya milik Rara yang tidak tertutup apapun dan memainkan ujungnya menggunakan jari.
"Emmpp... " Rara melenguh ketika Arga meremaas Benda kenyal miliknya.
Arga mengajak Rara untuk berdiri dan melepaskan bathrobe yang masih melekat di tubuh Rara kemudian Arga juga melepaskan bathrobenya sendiri, sekarang tubuh keduanya benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang melekat. Arga langsung memeluk tubuh istrinya hingga tubuh mereka menempel sempurna tanpa celah dan menciumi leher Rara membuat Rara menggeliat dalam pelukan Arga merasakan geli geli nikmat.
Arga kembali membaringkan tubuh Rara dan kini Arga berada di atas Rara. Arga melahap benda kenyal milik Rara dengan buas, menyesapnya dalam seperti bayi yang sangat kehausan. Lidahnya menari-nari di ujung benda kenyal itu.
"Sshhh akh sayang pelan-pelan." Rengek Rara bercampur desahaan sambil mengusap-usap punggung Arga.
Arga terus menelusuri setiap inci tubuh istrinya dengan penuh gairah, apalagi sebelumnya dia harus puasa seminggu karena Rara kedatangan tamu bulanan. Arga terus mengecup basah tubuh Rara, menghisapnya dan meninggalkan banyak jejak cinta di dadanya. Rara hanya bisa terus menggeliat seperti ular sambil mulutnya tak berhenti mendesaah penuh kenikmatan. Desahaan yang mampu membuat Arga semakin bergairaah.
Arga membuka kedua paha Rara dan menurunkan wajahnya di lembah kenikmatan milik Rara yang sudah lembab. "Ah sayang, punyamu sangat indah, sangat menggoda." Ucap Arga sambil memandangi lembah kenikmatan Rara yang ditumbuhi bulu-bulu halus membuatnya semakin tampak sangat menggoda. Tanpa basa basi lagi Arga langsung melahap lembah kenikmatan yang lembab itu.
Tanpa mempedulikan teriakan istrinya, Arga terus saja bermain di lembah kenikmatan itu. Lidahnya menggelitik daging kecil seperti kacang yang ada di lembah kenikmatan itu sehingga membuat Rara merem melek merasakan sensasi nikmat atas perbuatan Arga. Tangan Rara menarik-narik rambut Arga dan sesekali menekan kepalanya agar lebih dalam bermain di lembah kenikmatan miliknya.
"Aakkhh Oh emmphh." Hanya desahaan dan lenguhan yang mampu keluar dari mulut Rara sejak tadi. "Akh sayang aahkk aku emmphh mau aakkhh." Tubuh Rara menegang saat dirinya mencapai *******.
Arga menyudahi bermain di lembah kenikmatan istrinya kemudian menuntun juniornya untuk masuk ke dalam rumahnya yang sudah sangat basah.
𝘑𝘭𝘦𝘣
"Aaakhh." Pekik Rara ketika junior Arga masuk sempurna ke dalam lubang yang berada di lembah kenikmatan miliknya.
"Ah sayang ini sangat nikmat." Ucap Arga ketika merasakan juniornya seperti dipijat dan disedot oleh lubang kenikmatan istrinya.
Arga mendiamkannya sejenak untuk merasakan pijatan lembut itu sambil melumaat bibir Rara sebentar. Arga melepaskan lumataannya dan mulai menggerakkan juniornya perlahan maju mundur. Nikmat, menjepit, hangat dan legit, itulah yang dirasakan Arga ketika juniornya berada di dalam lubang kenikmatan Rara.
"Ah sayang, kenapa kamu bisa senikmat ini." Ucap Arga dengan suara parau sambil terus menggerakkan juniornya maju mundur.
__ADS_1
Arga mempercepat gerakannya dan merasakan sensasi nikmat itu. Arga menarik tubuh Rara ke posisi duduk dan kini mereka saling berhadapan. "Goyang sayang." Pinta Arga pada istrinya.
Rara melakukan apa yang dipinta Arga dan mulai menggerakkan pinggulnya.
"Akhh sayang ini sangat menjepit." Racau Arga sambil memeluk tubuh istrinya.
Lama diposisi itu sampai Arga merasakan akan mendapat pencapaiannya, Arga langsung memposisikan Rara dibawah kungkungannya dan menggerakan juniornya dengan cepat.
"Sayang aku mau aahkk.."
"Kita keluar bersama sayang." Ucap Arga semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya. "Aarggkkhhh" Mereka berdua mengerang bersama ketika sama-sama mencapai puncak kenikmatan dan Arga menumpahkan susu kental miliknya di dalam rahim Rara. Arga mengecup bibir istrinya sebentar. "Makasih sayang." Ucapnya.
Kini tubuh mereka berdua mengkilat karena dibanjiri keringat dari olah raga mereka tadi. Arga menjatuhkan tubuhnya di samping Rara kemudian memeluknya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
"I love you honey." Ucap Arga sambil mencium kening istrinya.
"I love you too." Sahut Rara mengeratkan pelukannya pada Arga.
Rara mendongakkan wajahnya menatap suaminya sambil tersenyum.
"Kenapa sayang?" Tanya Arga yang melihat ekspresi istrinya dan Rara hanya menggeleng pelan. "Kamu sedang menikmati wajah tampan suamimu hem?" Tanya Arga dan Rara mengangguk kemudian mengecup bibir Arga dengan lembut membuat gairah Arga kembali.
"Mau lagi?" Tanya Arga ketika Rara sudah melepaskan ciumannya dan Rara menggeleng. "Tapi sepertinya aku mau lagi sayang." Bisik Arga tepat ditelinga Rara dan menggigit sedikit telinganya.
"Akhh sayang, kita baru saja selesai, masa sudah mau lagi." Ucap Rara dengan sedikit desahaan.
"Kamu yang menggodaku barusan." Jawab Arga.
"Kasih waktu sepuluh menit untuk istirahat ya." Pinta Rara.
"Iya sayang, sepuluh menit tidak lebih." Ucap Raga yang kini tangannya meremaas benda kenyal Rara di dalam selimut.
"Akkhh... Sayang." Desaah Rara.
__ADS_1