Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 73


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu tiba, hari dimana keluarga Pak Ardi dan Pak Indra akan bertemu untuk membicarakan pernikahan anak mereka.


Di kediaman Pak Indra semuanya sudah bersiap. Rara yang saat ini sedang berada di depan kaca untuk memastikan dirinya terlihat cantik.


Tak lama kemudian mobil yang membawa Pak Ardi beserta keluarga pun tiba di rumah Pak Indra.


"Selamat datang Pak Ardi." Sapa Pak Indra yang sudah menunggu di depan rumah bersama istrinya untuk menyambut calon besannya.


Setelah semua saling bersalaman, mereka pun masuk ke dalam rumah Pak Indra dan duduk di Sofa dan Bi Inun (ART di rumah Pak Indra) mengantar minuman dan beberapa kue ke meja.


"Ma, kamu masih ingat dengan Indra?" Tanya Pak Ardi pada istrinya.


"Hmm maksudnya Pa?" Tanya Bu Hasna bingung.


"Indra ini teman kita waktu SMP loh." Pak Ardi mengingatkan istrinya.


Bu Hasna memperhatikan wajah Pak Indra dan mengingat dengan betul wajah pria yang dibilang teman SMP oleh suaminya.


"Oh iya iya, Mama ingat." Ucap Bu Hasna senang.


"Nah sudah ingat kan." Ucap Pak Ardi.


"Jadi Calon menantu kita anaknya Pak Indra? Wah memang dunia ini sempit ya Pa." Ucap Bu Hasna sambil menggelengkan kepalanya.


"Eh Pak Ardi dan Bu Hasna, silahkan diminum teh nya." Bu Vira mempersilahkan tamunya.


"Oh iya terima kasih Bu Vira." Ucap Bu Hasna tersenyum.


"Kalo gitu saya langsung aja nih ya Indra dan Bu Vira, kami datang kesini dengan maksud mau melamar Rara. Seperti yang sudah kita ketahui bersama kalo Rara dan anak saya Arga saat ini sedang pacaran dan saya ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Bagaimana menurut kamu Ndra?" Tanya Pak Ardi.


"Kalo kami sebagai orang tua Rara hanya bisa mendukung kemauan anak-anak selagi itu hal yang baik dan membuat mereka bahagia." Ucap Pak Indra.


"Ya sudah kalo begitu kita langsung tentukan saja tanggal baiknya." Pak Ardi mengusulkan.


"Eh calon menantunya mana ya?" Tanya Bu Hasnah yang tidak melihat keberadaan Rara sejak tadi.


"Oh sebentar ya saya panggilkan." Ucap Bu Vira yang beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Rara.


Ceklek


"Rara, kamu kenapa belum keluar?" Tanya Bu Vira yang langsung masuk ke kamar dan menghampiri putrinya.


"Oh iya Ma, ini Rara baru aja mau keluar." Jawab Rara dengan perasaan gugup karena akan bertemu kedua calon mertuanya.


Mereka pun keluar dari kamar menuju ruang tamu.

__ADS_1


"Nah ini dia calon menantu Papa." Ucap Pak Ardi tersenyum lebar ketika melihat Rara datang.


"Oh ini yang namanya Rara, cantik ya. Pinter kamu milih calon istri ya Arga." Ucap Bu Hasna pada anaknya.


Rara langsung menyalami tangan kedua calon mertuanya itu dan kemudian duduk di sofa.


Terdengar suara langkah dari arah belakang Pak Indra dan Bu Vira.


"Eh itu siapa?" Tanya Bu Hasna yang melihat seorang pria berjalan mendekati mereka.


"Oh ini anak saya yang kedua, namanya Rangga." Pak Indra memperkenalkan.


"Siang Om dan Tante, saya Rangga adiknya Kak Rara." Ucap Rangga seraya menyalami tangan Pak Ardi dan Bu Hasna dan kemudian ikut duduk di sofa


"Ya sudah kalo begitu kita kembali ke pokok pembahasan, jadi kira-kira kapan baiknya pernikahan anak kita diadakan?" Tanya Pak Ardi to the point.


"Kalo saya ingin secepatnya Rara dan Arga nikah." Ucap Bu Hasna.


"Kalau tiga bulan lagi bagaimana?" Tanya Pak Indra.


"Maaf ya Papa Indra, boleh Arga ikut memutuskan?" Tanya Arga dengan sopan.


"Boleh dong nak, kenapa tidak." Jawab Pak Indra.


"Bagaimana kalau pernikahan kami diadakan bulan depan?" Arga mengusulkan.


"Kalau begitu saya juga setuju." Ucap Pak Indra.


"Tapi apa gak terlalu mendadak? Bagaimana nanti persiapannya?" Tanya Bu Vira yang mengingat kalau persiapan untuk nikah itu tidak mudah.


"Nanti Saya dan Rara yang akan mempersiapkan semuanya, Mama Vira tenang aja." Jawab Arga meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Bu Vira.


Setelah menentukan tanggal pernikahan dan segala macam yang berkaitan dan sudah disetujui oleh kedua belah pihak, Pak Ardi beserta keluarga pun undur diri.


Setelah bersalam-salaman, Pak Ardi dan istrinya pun meninggalkan rumah Pak Indra dan kembali ke rumah mereka. Arga tidak ikut pulang bersama orang tuanya karena dia akan kembali ke apartemen bersama Rara, mengingat besok mereka harus berkerja.


"Ma, Pa, kalau begitu Rara dan Arga pamit pulang ke apartemen ya." Ucap Rara.


"Oh ya sudah, kalian hati-hati ya." Pesan Mama.


"Iya Ma." Jawab Rara.


"Hati-hati ya nak Arga, pelan-pelan aja bawa mobilnya." Pesan Papa.

__ADS_1


"Iya Pa, pasti." Jawab Arga.


"Rangga, kakak balik ke apartemen ya. Ingat kamu harus selalu bantuin Mama." Pesan Rara.


"Iya kak, kakak hati-hati di jalan ya. Kasih kabar kalo udah sampe." Ucap Rangga sambil menyalami tangan Rara dan Arga.


Setelah bersalaman, Rara dan Arga pun kembali ke apartemen.


Arga melajukan mobilnya dengan santai sambil sesekali melirik Rara yang sedari tadi sedang tersenyum.


"Kenapa dari tadi senyum-senyum?" Goda Arga pada calon istrinya.


"Ih biarin lah, emang sekarang senyum dilarang ya?" Jawab Rara.


"Hmm udah pinter menjawab sekarang ya." Ucap Arga sambil memegang tangan Rara.


"Calon istri Arga aditya nugraha kan emang harus pinter." Jawab Rara membuat Arga tersenyum senang karena Rara menyebutkan namanya dengan lengkap.


"Aku bahagia banget akhirnya hubungan kita akan sampai ke jenjang pernikahan, terima kasih ya sayang. Terima kasih karena kamu udah mau menungguku ketika aku menghilang dulu. Terima kasih karena kamu sudah mencintaiku. Terima kasih karena dulu kamu tidak lari setelah tau kebenaran yang terjadi tentang diriku. Terima kasih karena kamu menerima aku apa adanya. Aku sangat beruntung bisa dipertemukan denganmu sayang." Ucap tulus Arga dengan begitu banyak terima kasih.


"Iya sayang, aku juga sangat beruntung karena mendapatkan cintamu yang begitu besar. Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku." Ucap Rara bahagia.


"Oh ya sayang, mulai besok kita akan sibuk untuk mempersiapkan pernikahan kita. Kamu ingin dekorasi pernikahan seperti apa?" Tanya Arga.


"Aku ingin yang sederhana namun elegan." Jawab Rara.


"Kamu bisa kasih gambarannya ke aku?" Tanya Arga.


"Bisa sayang, nanti aku kasih ke kamu gambarannya." Jawab Rara.


"Oh iya, untuk gedungnya bagaimana kalo kita ambil yang di dekat kantor itu?" Tanya Arga mengusulkan.


"Hmm boleh juga tuh." Jawab Rara.


"Berarti deal ya untuk gedungnya, besok kita berdua kesana untuk booking gedung." Ucap Arga.


"Iya sayang." Sahut Rara.


"Terus untuk gaun pengantinnya?" Tanya Arga.


"Gaun pengantinnya aku yang design sendiri sayang, udah aku persiapkan hanya tinggal pembuatannya saja dan itu akan di urus sama Sofie." Jawab Rara.


"Oh ya? Wah kamu memang hebat sayang, aku bangga padamu. Ucap Arga kagum.


Tidak terasa akhirnya mereka pun sampai di basemen, kemudian mereka berjalan menuju apartemen mereka.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita masuk ke apartemen aku aja." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk setuju.


__ADS_2