
Waktu berlalu, hari ini The One mengadakan acara Launching produk dengan brand baru ya itu Ra One. Launching produk kali ini dibarengi dengan syukuran untuk kehamilan Rara yang kini sudah memasuki usia tujuh bulan. Semua ikut senang dengan kehamilan Rara, terutama sahabatnya Sofie yang kini juga sedang hamil 2 bulan.
Ra One adalah produk pakaian anak-anak mulai usia 1 sampai 12 tahun dengan kwalitas yang sangat baik dan pemilihan bahan yang nyaman dan aman untuk digunakan oleh anak-anak.
Kini Arga dan Rara tengah dalam perjalanan menuju ke rumah mereka. Begitu acara selesai mereka langsung pulang. Arga melajukan mobilnya dengan santai sambil satu tangannya memegang tangan Rara dan sesekali menciumnya. Sampai di rumah, security langsung membukakan pintu gerbang untuk mereka. Sesampainya di dalam rumah mereka langsung menuju ke kamar kemudian mereka membersihkan diri bersama di kamar mandi.
"Sayang." Panggil Arga yang kini sudah berpakaian dan sedang duduk di kasur.
"Ya." Jawab Rara yang sedang menyisir rambutnya di depan meja rias kemudian menghampiri Arga dan duduk disebelahnya.
"Kamu sudah harus cuti Sayang, kehamilan kamu sudah 7 bulan dan perut kamu sudah besar, aku nggak mau kamu terlalu capek." Ucap Arga.
"Iya Arga, Minggu depan aku akan buat pengajuan cuti." Jawab Rara.
"Untuk apa kamu buat pengajuan cuti?" Tanya Arga.
"Hehehe." Rara nyengir kuda. "Kalau begitu aku nggak usah cuti deh, aku kerja dari rumah aja. Boleh ya." Pinta Rara.
"Iya sayang terserah kamu aja yang penting kamu jangan sampe capek." Jawab Arga.
"Ya udah kita tidur yok." Ajak Rara dan Arga mengangguk kemudian mengecup mesra kening Rara.
***
Bulan berlalu dan waktu berganti. Pagi ini seperti biasa Arga akan berangkat ke kantor seorang diri karena Rara sudah tidak lagi datang ke kantor, dia hanya bekerja dari rumah saja. Sebelum berangkat ke kantor, terlebih dahulu mereka sarapan makanan yang dimasak oleh koki yang bekerja di rumah Arga dan Rara. Selesai sarapan, Rara mengantar Arga sampai pintu depan.
__ADS_1
"Aku berangkat ke kantor dulu ya sayang, kamu jangan capek-capek ya." Ucap Arga sambil mengecup kening Rara.
"Iya sayang.... Aakhh Arga aduh." Rara merasakan sakit pada perutnya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Arga.
"Perut aku sakit banget, aaahhh." Rara meringis kesakita.
Para asisten rumah tangga yang melihat pun langsung datang mendekati nyonya mereka.
"Tuan, sepertinya Nyonya akan melahirkan sebaiknya segera bawa ke rumah sakit." Ucap seorang ART.
"Iya tuan, langsung bawa saja Nyonya ke rumah sakit, biar kami yang mempersiapkan segala kebutuhan Nyonya dan babynya disini." Ucap ART lainnya.
"Ya sudah, nanti kalian antarkan segala keperluannya ke rumah sakit ya." Titah Arga pada ART nya.
Arga pun langsung menggendong Rara masuk ke dalam mobil, Pak Udin (driver) membukakan pintu mobil untuk Tuannya. Setelah Arga dan Rara masuk ke dalam mobil, Pak Udin pun langsung menjalankan mobil dengan cepat dan hati-hati. Sesampainya di rumah sakit, Rara langsung di bawa ke ruangan bersalin. Sebelum Arga ikut masuk ke ruangan bersalin, Arga terlebih dahulu mengirimkan pesan pada orang tua dan mertuanya.
Saat ini Rara dan Arga sudah berada di dalam ruangan bersalin, Rara sedang berjuang untuk melahirkan anaknya sementara Arga berada di sampingnya sambil menggenggam tangan Rara.
Oeeek oeeekk
Setelah perjuangan yang cukup melelahkan dengan mempertaruhkan nyawa, akhirnya Rara berhasil melahirkan anaknya.
"Selamat Pak, putra anda lahir dengan selamat dan sehat." Ucap dokter yang menangani Rara Melahirkan.
__ADS_1
Air mata bahagia pun mengalir deras dari mata Arga dan Rara.
Saat ini Rara sudah berada di ruang inap, suster juga sudah membawa anaknya ke ruang inap tersebut. Tak lama kemudian keluarga mereka pun tiba bersamaan di rumah sakit. Orang tua mereka sangat bahagia dengan kehadiran cucu pertama mereka.
"Aiihh ganteng banget keponakan Om Rangga, jadi pengen cubit." Ucap Rangga sambil menyentuh pipi tembam anak Arga dan Rara.
"Jangan Rangga." Bu Vira memperingatkan.
"Nggak kok Ma, cuma mau pegang aja. Hehehe." Rangga cengengesan.
"Akan kamu beri nama siapa Cucu pertama kami ini?" Tanya Pak Ardi pada putranya.
"ARASYA NUGRAHA." Jawab Arga.
"Nama yang bagus." Ucap Pak Indra.
"Baby Ara." Ucap Arga.
Tak lama kemudian Efan dan Sofie datang ke rumah sakit untuk menjenguk sahabat mereka yang baru saja melahirkan. Keduanya masuk ke dalam ruangan VVIP tempat Rara di rawat inap. Efan mendekati Arga yang sedang menggendong Baby Ara.
"Duh keponakan gue gemez amat, cubit dikit boleh ya bos." Ucap Efan.
"Berani lu cubit, gue cubit juga ginjal lu Fan." Ancam Arga.
"Idiihh pelit amat." Ucap Efan dan Arga membulatkan matanya ke arah Efan.
__ADS_1
Semua orang yang ada disana pun tertawa dengan kegaduhan Arga dan Efan.
...terima kasih untuk para Readers yang sudah membaca novel ini. aku sayang kalian 😘...