
Pagi tiba, Rara baru bangun dari tidurnya. Dilihatnya jam di dinding baru menunjukan pukul 06.00 wib. Rara melihat Arga yang masih tertidur pulas dengan satu tangan berada di perut Rara.
Rara mencoba bangkit dari tidurnya dan memindahkan tangan Arga yang berada di perutnya secara perlahan supaya tidak membangunkan Arga.
"Eemm.. Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Arga dengan suara serak yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Eh sayang, maaf aku jadi membangunkan mu." Ucap Rara tersenyum manis.
"Kamu mau kemana?" Tanya Arga.
"Mau mandi." Jawab Rara cengengesan.
"Eemm nanti aja." Arga kembali mengeratkan pelukannya hingga tubuh polos mereka benar-benar menempel.
Rara merasakan sesuatu yang keras menempel di pahanya. Rara menelan ludahnya kasar teringat kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam, bahkan saat ini bagian intinya masih terasa nyeri.
"Ehmm sayang, itu kamu dibawah sana kok bangun." Ucap Rara gak jelas tapi bisa dimengerti oleh arga.
"Biasa sayang, namanya juga baru bangun tidur." Jawab Arga enteng.
"Aku mau mandi sayang, mau masak juga buat sarapan. Laper nih." Rengek Rara yang berhasil membuat Arga bangkit dari tidurnya.
"Iya sayang ayo kita mandi." Ajak Arga yang sudah berdiri dari tidurnya dan langsung menggendong Rara.
"Sayang, aku bisa jalan sendiri." Pekik Rara
Arga tidak menanggapi ocehan istrinya dan terus saja menggendong Rara membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Arga langsung membuka kran shower dengan air hangat agar mereka tidak menggigil.
Setelah menyelesaikan ritual mandi dengan sedikit cumbuan hangat di pagi hari yang membuat keduanya menjadi lebih fresh, mereka pun keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan bathrobe. Setelah mereka berpakaian, keduanya keluar dari kamar menuju ke dapur untuk memasak sarapan.
"Oh iya sayang, hari ini kita jadi mindahin barang kan?" Tanya Rara.
"Jadi dong, kita tinggal di apartemen ini aja, biar Rangga yang tinggal di apartemen aku." Jelas Arga pada Rara.
"Iya sayang, aku juga lebih suka disini karena banyak kenangan kita." Rara setuju.
"Oh iya nanti setelah mindahin barang-barang, kita pergi lihat rumah di dikasih Papa ya." Ajak Arga.
"Boleh." Jawab Rara setuju.
"Kita juga belum lihat mobil yang dikasih Papa kan?" Arga mengingatkan.
"Iya ya, kalo gitu nanti kita perginya naik mobil yang baru dikasih Papa ya." Rara mengusulkan.
"Oke." Arga setuju.
Selesai memasak, Rara memanggil Rangga yang sedang menginap di apartemen Arga.
Ting tong
Bel berbunyi
Rangga yang baru selesai mandi dan sudah berpakaian pun langsung membuka pintu apartemen.
Rara sengaja tidak langsung membuka pintu apartemen Arga karena Rangga kini sudah dewasa dan punya privasi sendiri.
__ADS_1
"Kak Rara, ada apa? Tanya Rangga setelah membukakan pintu apartemen tempat dia menginap.
"Oh kamu sudah mandi, bagus deh. Ayok kita sarapan di apartemen kakak, kak Arga udah selesai masak tuh." Ajak Rara pada Rangga.
"Oh iya kak ayok, kebeneran udah laper nih." Rangga nyengir kuda.
"Pagi Kak Arga" Sapa Rangga setelah masuk ke dalam apartemen Rara dan melihat Arga sedang menyusun makanan di meja makan.
"Pagi Rangga, mari sini kita makan." Ajak Arga pada adik iparnya.
"Wah ini semua Kak Arga yang masak?" Tanya Rangga ketika melihat makanan tersusun di meja makan.
"Hu ugh." Arga mengangguk dan tersenyum.
"Kak Arga pinter masak tau." Ucap Rara memberi tau Rangga.
"Wah perfect." Rangga mengacungkan dua jempol pada Arga.
Kini mereka bertiga sudah duduk di kursi untuk menikmati sarapan yang dimasak oleh Arga. Selesai sarapan dan membersihkan piring kotor, ketiganya menuju ruang tv untuk bersantai.
"Rangga, kamu kapan mau pindah ke apartemen?" Tanya Arga pada adik iparnya.
"Hmm kapan ya kak?" Rangga balik bertanya.
"Kalo sabtu depan gimana?" Rara mengusulkan.
"Hemm boleh juga tuh Kak." Rangga setuju.
"Kalo gitu kita pindahkan barang-barang sekarang yok." Ajak Arga.
"Ayok." Jawab Rangga dan Rara bersamaan.
"Nih minum yang dingin-dingin biar seger." Ucap Rara.
"Oh iya Rangga, nanti kamu pulang bawa mobil Kakak aja ya. Udah punya SIM kan?" Tanya Arga.
"Udah kak." Jawab Rangga.
"Bagus, kalo begitu untuk kedepannya kamu kuliah naik mobil Kakak aja ya gak usah naik motor lagi. Ini kunci sama STNK nya kamu pegang aja." Arga memberikan pada Rangga.
"Aih, apa gak terlalu mencolok kalo Rangga naik mobil ini ke kampus kak?" Tanya Rangga begitu melihat merk mobil yang tertera pada kuncinya.
"Terlalu mencolok gimana? Sesuai kok dengan wajah ganteng mu." Ucap Arga membuat Rangga malu.
"Tapi kak..."
"Udah jangan nolak." Arga memperingatkan.
"Iya kak, jadi nanti Kak Arga sama Kak Rara naik apa? Mobil kak Rara?" Tanya Rangga.
"Mobil banyak, gak usah khawatir." Jawab Arga.
"Oh iya kak, makasih ya Kak Arga." Ucap Rangga Senang.
"Hu ugh." Arga mengangguk.
__ADS_1
"Eh kita jadi kan lihat rumah yang dikasih Papa?" Tanya Rara pada suaminya.
"Jadi dong, ya udah siap-siap sana." Suruh Arga.
"Kamu ikut ya Rangga." Ajak Arga.
"Siap kak." Ucap Rangga.
"Ya udah yok kita siap-siap." Ajak Rara.
"Oh iya, Efan dan Sofie kita ajak aja ya." Usul Arga.
"Boleh juga tuh sekalian jalan-jalan." Jawab Rara yang kemudian mengambil ponselnya untuk menelepon Sofie dan Efan.
"Halo Ra." Sapa Efan dan Sofie bersamaan.
"Hei kalian lagi berdua ya, mau kemana?" Tanya Rara.
"Mau ke tempat lu lah, kemana lagi?" Jawab Sofie.
"Ya udah buruan datang, gue mau ngajak kalian ke suatu tempat." Ucap Rara.
"Mau kemana?" Tanya Efan.
"Udah datang aja dulu ntar gue kasih tau." Jawab Rara.
"Oke Ra, sepuluh menit lagi kami sampe." Ucap Efan.
"Oke bye." Rara memutuskan sambungan telepon.
Seperti perkiraan, sepuluh menit kemudian Efan dan Sofie pun sampai di apartemen Rara.
"Yok masuk." Ajak Rara setelah membukakan pintu untuk Efan dan Sofie.
"Kita mau kemana Ra?" Tanya Sofie setelah masuk ke dalam apartemen dan duduk di Sofa.
"Hai Rangga." Sapa Efan.
"Hai kak Efan." Jawab Rangga kemudian mereka semua duduk di Sofa.
"Nanti kita mau melihat Rumah kami berdua." Ucap Rara sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.
"Kalian udah beli rumah? Dimana?" Tanya Sofie antusias.
"Bukan kami yang beli sih, tapi hadiah dari Pak Ardi." Jawab Rara.
"Wah nikah hadiahnya rumah, sultan mah bebas." Ucap Efan.
"Ah kayak lu gak sultan aja Fan." Cibir Arga membuat Efan merapatkan bibirnya.
"Ya udah yok kita berangkat sekarang." Ajak Rara.
"Ayok." Jawab Rangga, Sofie dan Efan serentak.
"Rangga naik mobil yang tadi aja ya, biar terbiasa." Pinta Arga.
__ADS_1
"Iya kak." Jawab Rangga.
Mereka pun turun ke basemen dan masuk ke mobil masing-masing.