Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 46


__ADS_3

Tak lama kemudian Arga dan Rara pun kembali ke sofa membawa buah yang mereka potong tadi.


Efan dan Sofie sedang asik bernyanyi.


Selesai bernyanyi Sofie dan Efan pun duduk sambil makan buah.


"Sayang, kamu nyanyi dong. Aku pengen dengar suara kamu." Pinta Rara.


"Iya iya nyanyi dong Arga." Sambung Sofie.


"Ya sayang yaa..." Pinta Rara manja.


"Ya udah tapi satu lagu aja ya." Ucap Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk senang.


"Yes, mari dengarkan bos kita bernyanyi." Ucap Efan semangat.


Arga memilih lagu dan mulai bernyanyi.


*****


Another day without your smile (satu hari saja tanpa senyummu)


Another day just passes by (satu hari berlalu begitu saja)


But now I know how much it means ( tapi sekarang aku tau betapa berartinya)


For you to stay right here with me (untukmu tetap berada disini bersamaku)


The time we spent apart will make grow our love stronger (waktu yang kita habiskan bersama akan membuat cinta kita bertambah kuat)


But it hurt so bad I can't take it any longer (tapi itu sangat menyakitkan hingga aku tidak tahan lagi)


"Wah gak nyangka suara bos kita mantap jiwa." Ucap Efan.


Sofie tersenyum kagum.


I wanna grow old with you ( aku ingin menua bersamamu)


I wanna die lying in your arms (aku ingin mati di pelukanmu.


I wanna grow old with you ( aku ingin menua bersamamu)


I wanna be looking in your eyes (aku ingin menatap matamu)


I wanna be there for you, sharing everything you do ( aku selalu ingin ada untukmu, berbagi apa pun yang kau lakukan)


I wanna grow old with you (aku ingin menua bersamamu)


"Aaaaahhh meleleh hati adek bang." Teriak Sofie.


Rara menatap kagum sambil senyum-senyum.


"Lanjoot." Teriak Efan.


A thousand miles between us now (ribuan mil jarak kita sekarang)


"Ah mana ada, lagi berdekatan kok." Celoteh Sofie.


Arga tersenyum.


It causes me how wonder how (itu membuatku bertanya bagaimana bisa)


"Bisa ajalah lu nya ilang tiba-tiba." Ucap Efan tertawa.


Our love tonight remains so strong (cinta kita malam ini Tetap begitu kuat)


The time we spent apart will make grow our love stronger (waktu yang kita habiskan bersama akan membuat cinta kita bertambah kuat)


But it hurt so bad I can't take it any longer (tapi itu sangat menyakitkan hingga aku tidak tahan lagi)


"Aku akan selalu mendukung kalian berdua." Ucap Sofie sedikit berteriak.


Mereka pun bernyanyi bersama

__ADS_1


I wanna grow with you (aku ingin menua bersamamu)


 


 


 


 


Giliran Arga bernyanyi sendirian.


Things can come and go I know but (hal-hal bisa datang dan pergi aku tau tapi)


Baby, I belive (sayang, aku percaya)


Something's burning strong between us (ada sesuatu yang kuat di antara kita)


Makes it clear to me (membuatnya semakin jelas bagiku)


 


 


 


Akhirnya Arga pun selesai bernyanyi satu lagu.


"Suara kamu bagus sayang, aku suka." Ucap Rara"


"Terima kasih sayang." Ucap Arga sambil mencium bibir Rara dengan cepat.


"Arga, malu." Ucap Rara menundukkan kepalanya.


"Haiisshh....bener-bener dunia milik berdua, yang lain ngontraakk." Ucap Efan.


"Fan, sumpah gue meleleh." Ucap Sofie bersandar di bahu Efan.


"Nih minum biar gak meleleh." Efan menyodorkan gelas berisi wine pada Sofie.


"Kurang seru nih cuma kita berdua yang minum Sof." Ucap Efan.


"Lu juga minum dong Ra, dikit aja." Pinta Efan.


Rara menatap Arga


"No." Ucap Arga.


"Dikit aja sayang, kan minumnya sama kamu." Ucap Rara manja.


"No honey no." Arga menolak.


"Ih sayang gak seru, aku ngambek." Rara duduk membelakangi Arga.


"Hayo lo Rara ngambek." Ucap Efan.


"Iya sayang iya kamu boleh minum, tapi dikit aja ya." Arga memeluk Rara dari belakang.


"Kamu juga minum ya." Pinta Rara.


"Iyaa... Jangan ngambek lagi ya." Jawab arga mencium kepala Rara.


"Hu ugh." Rara mengangguk dan tersenyum.


"Mantap, nih gue tuangi buat kalian ya." Ucap Efan menuang wine ke dalam gelas.


"Dikit aja Fan." Pinta Arga.


"Siap Bos." Jawab Efan.


"Mari kita bersulang untuk kembalinya Arga." Teriak Sofie sambil mengangkat gelas berisi wine.


"Cheerss....." Ucap mereka serentak.


Mereka pun kembali bernyanyi sambil minum wine dan makan buah potong.

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 01.30 dini hari. Mereka menyudahi acara berkaraoke ria.


"Arga, Rara gak kuat minum loh. Lihat aja tuh baru minum dikit udah nyender aja bawaannya." Ucap Efan memberi tau Arga.


"Oh iya iya makasih Fan." Ucap Arga.


"Kita lanjut minum ya Fan." Ajak Sofie.


"Woi udah jam berapa ini? Emang lu gak pulang." Ucap Efan memperingatkan.


"Kalian nginap disini aja, besok juga kan hari minggu." Arga mengusulkan.


"Hmm iya iya, kita begadang semalaman. Ya kan sayang." Ucap Rara menyender di bahu Arga.


"Setuju." Ucap Sofie.


"Oke kalo gitu kita lanjut minum Sof." Sambung Efan.


"Gue mau lagi Fan." Pinta Rara.


"Jangan sayang, kamu udah mabok tuh." Arga melarang.


"Ih siapa juga yang mabok, nih lihat aku masih seger." Ucap Rara menegakkan tubuhnya.


"Udah gak apa-apa, kalo mabok juga kan ada dirimu." Ucap Efan pada Arga.


Mereka pun melanjutkan acara minum mereka.


Sofie udah sedikit teler, sementara Rara dari tadi terus bersandar di pelukan Arga.


"Gue mau bawa Rara ke kamar dulu ya, kasian dia begini." Ucap Arga pada Efan.


"Eh Bos, jangan macem-macem sama temen gue ya." Efan memperingatkan.


"Gue gak sebejat itu kali Fan, gue sayang sama Rara pasti gue jaga dia lah." Ucap Arga.


"Oke Bos, gue percaya kok, hehehe." Efan nyengir.


"Oh ya, ntar Sofie lu bawa masuk ke kamar itu aja, kalo lu terserah mau tidur dimana." Pinta Arga.


"Wah kejam." Ucap Efan.


Arga pun menggendong Rara masuk ke kamar dan membaringkan ke kasur dan menyelimutinya.


Arga keluar kamar dan kembali duduk di sofa.


"Kok balik lagi bos?" Tanya Efan.


"Iya, gue mau nemenin lu minum. Kasian minum sendirian, udah kayak orang putus cinta." Ucap Arga seenaknya.


"Gue mau lagi Fan." Pinta Sofie.


"Lu udah mabok Sof." Ucap Efan.


"Siapa yang mabok?" Sofie menyangkal.


Akhirnya mereka bertiga pun minum lagi.


Cukup banyak Efan dan Sofie minum, sementara Arga hanya menemani.


"Gue masuk kamar dulu ya, kasihan Rara ditinggal sendirian. Tuh Sofie lu bawa ke kamar aja." Ucap Arga.


"Oke Bos." Ucap Efan.


Arga pun masuk ke kamar dan berbaring di sebelah Rara.


"Eemmm panas." Ucap Rara sambil menendang selimut hingga jatuh di lantai.


"Apaan yang panas, AC nya kencang begini." Ucap Arga turun dari tempat tidur mengambil selimut di lantai.


"Panaaaas." Ucap Rara menyingkirkan selimut yang hendak dipakaikan oleh Arga.


"Lagian udah dibilang jangan minum juga, dasar bandel." Ucap Arga mencium kening Rara dan membelai lembut rambutnya.


Arga kembali berbaring disebelah Rara.

__ADS_1


"Arga." Rengek Rara.


"Ya sayang." Jawab Arga setengah duduk menatap wajah kekasihnya.


__ADS_2