Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 60


__ADS_3

Perlahan Rara membuka matanya dan melihat dirinya yang sedang terikat di kursi kayu dengan mulut dilakban.


Rara berada di sebuah ruangan yang luas seperti bekas gudang yang sudah lama tak terpakai.


Air mata Rara mengalir deras melihat keadaannya sekarang ini.


Seorang pria mengambil video ketika Rara sedang menangis dan langsung mengirimkan video itu pada seseorang.


Ponsel pria itu berdering setelah beberapa saat dia mengirimkan video itu.


"Halo Bos."


"Kerja bagus Beni, tetap awasi perempuan itu sampai aku tiba di sana. Jangan berani menyentuhnya sedikit pun karena aku yang akan melakukannya terlebih dahulu." Ucap seorang wanita dalam telepon.


"Oke bos. Bagaimana pembayarannya?" Tanya Beni.


"Aku akan kirim setengahnya dulu, yang setengahnya lagi ketika aku sudah sampai di sana." Jawab perempuan itu.


"Baik Bos saya tunggu." Jawab Beni.


Tak butuh waktu lama ponsel Beni berbunyi tanda pesan masuk. Beni membuka pesan itu ternyata foto bukti transfer yang dikirimkan wanita yang membayarnya.


"Lumayan buat beli mobil baru." Ucap Beni sambil cengengesan.


Di dalam gudang kosong itu juga ada tiga pria selain Beni yang sejak tadi melihat Rara seperti buaya kelaparan.


Rara berusaha untuk tetap tenang melihat tiga pria itu.


Ya...pria itu adalah orang suruhan wanita yang membayar Beni. Mereka sengaja dibayar wanita itu untuk mengawasi pergerakan Beni takut-takut kalau beni akan melarikan diri. Apalagi Beni sudah menerima uang muka.


"Heh jaga mata kalian, jangan sampai kalian menyentuh wanita ini seujung jari pun atau nona Bos akan memenggal leher kalian. Mengerti!" Bentak Beni.


"Mengerti Bos." Jawab tiga pria itu serentak.


"Sialan tuh cewek, bisa-bisanya dia menyuruh orang untuk mengawasi gue." Gerutu Beni.


Salah satu dari ketiga pria itu berjalan mendekati Rara, sehingga membuat jantung Rara berdetak kencang karena takut.


"Mau apa lo?" Tanya Beni ketika tangan pria itu hendak menyentuh Rara.


"Gak ada Bos, cuma pengen lihat dari dekat aja." Jawab pria itu.


"Seujung jari aja lo berani nyentuh nih cewek, gue pastikan lo mati saat itu juga." Ancam Beni membuat pria itu ciut apalagi Beni sedang memegang samurai.


"Sorry bos, sumpah gak bakalan gue sentuh." Ucap pria itu dan langsung menjauh dari Rara.


"Kenapa sih Bos kagak boleh disentuh dikit aja, toh cewek itu juga bakalan dihabisi sama nona bos." Ucap pria yang lain.

__ADS_1


"Kalo nih cewek sampe disentuh sama tangan kotor kalian, gue yang bakal mati. Jadi sebelum gue mati lebih baik gue bunuh kalian. Ngerti?" Bentak Beni.


"Ngerti Bos." Jawab ketiga pria itu serentak.


Terdengar rolling door terbuka dan langkah kaki seseorang yang masuk ke dalam gudang tempat Rara di sekap.


Rara memperhatikan dari jauh siapa yang datang.


"Sandra." Ucap Rara dalam hati.


"Buka lakban di mulutnya." Suruh sandra pada Beni.


"Baik Bos." Jawab Beni dan langsung membuka lakban yang menutup mulut Rara.


"Hai Rara, apa kabar?" Tanya Sandra tersenyum tipis.


"Jadi semua ini ulah mu?" Tanya Rara.


"Tentu saja, kalo gak ngapain gue berada disini sekarang." Jawab Sandra.


"Apa yang lo inginkan dari gue?" Tanya Rara penuh amarah.


"Apa yang gue inginkan?" Sandra mengulang pertanyaan Rara.


Sandra mengambil samurai yang dipegang Beni.


"Tapi apa salah gue sama lo?" Tanya Rara.


"Banyak." Bentak Sandra membuat Rara terkejut.


"Apa? Kita bahkan gak pernah komunikasi selain dalam pekerjaan. Itu pun sangat jarang kita lakukan." Ucap Rara yang berusaha untuk tetap tenang.


"Lo udah mempermalukan gue waktu di restauran dan itu di depan banyak orang." Ucap Sandra.


"Hanya itu aja hingga membuatku seperti ini?" Tanya Rara.


"Bukan hanya itu. Kesalahan terbesar lo adalah, lo udah merebut Arga dari gue." Ucap Sandra sambil menjambak rambut Rara.


"Merebut? Bagaimana bisa lu bilang gue merebut Arga, sementara kalian gak punya hubungan apa-apa." Ucap Rara datar membuat Sandra geram.


"Bagaimana pun juga Arga itu milik gue dan lo harus gue musnahkan agar Arga berpaling sama gue." Ucap Sandra geram.


"Apa Arga mau punya pasangan seorang pembunuh?" Tanya Rara tersenyum miring membuat Sandra semakin kesal.


"Diam." Teriak Sandra.


Plak

__ADS_1


Satu tamparan mendarat di pipi Rara membuatnya meringis kesakitan.


"Lo udah kehilangan kesempatan Sandra, lo udah sia-siakan kedekatan kalian dulu dengan otak kotor lo yang memasukan sesuatu ke minuman Arga." Ucap Rara yang membuat mata sandra mendelik.


"Dari mana Rara tau tentang hal itu?" Tanya Sandra dalam hati.


"Pasti dalam hati lo bertanya dari mana gue tau tentang hal itu kan?" Ucap Rara seolah-olah tau isi hati Sandra.


"Oh jadi lo udah tau, bagus deh. Jadi lo paham kan kalo gue bisa melakukan apa aja untuk mencapai keinginan gue." Ucap Sandra tersenyum licik.


"Gue gak tau lo dapat info itu dari siapa, tapi gue akui emang benar gue yang menyabotase minuman Arga supaya gue bisa menjebak dia buat tidur sama gue. Tapi, gara-gara orang tua sialan itu nelepon Arga semuanya jadi berantakan." Jelas Sandra penuh amarah.


"Dan gara-gara lo Arga jadi kecelakaan hingga menyebabkan dia koma, lo tau itu?" Ucap Rara geram.


"Ya mana gue tau, itu kan diluar rencana gue." Ucap Sandra enteng.


"Sandra Sandra, gue kira lo wanita terhormat dan berkelas, tapi ternyata lo wanita murahan. Semurah itukah harga diri lo?" Ucap Rara sehingga membuat emosi Sandra memuncak.


Plak


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Rara hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Belum cukup lo nyuruh orang nabrak gue pake mobil?" Tanya Rara.


"Hahaha dari mana lo tau kalo itu kerjaan gue? Ya tapi benar yang lo bilang, emang itu kerjaan gue. Tapi sayangnya laki-laki bodoh ini gak sampai buat lo mati." Ucap Sandra sambil menunjuk ke arah Beni.


Beni mengepalkan tangannya menahan emosi karena lagi-lagi Sandra menyebut dirinya bodoh.


"Tapi gue senang lo gak mati waktu itu karena gue sendiri yang akan menghabisi nyawa lo." Ucap Sandra mencabut samurai dari sarungnya


"Lo gak punya nyali besar buat membunuh, gue yakin itu." Ucap Rara.


"Lo ngeremehin gue?" Ucap Sandra.


"Coba aja kalo lo emang berani, lo kira gue takut mati?" Ucap Rara.


"Baiklah kalo itu mau lo, apa ada permintaan terakhir?" Tanya Sandra.


"Gue gak nyangka anaknya CEO ST.Co kelakuannya serendah ini. Pasti bokap lo nyesel punya anak kayak lo." Rara tersenyum sinis.


"Gak usah bacot lo." Teriak Sandra.


"Oh iya, gue cuma mau bilang sebelum gue mati. Sampai kapan pun Arga gak bakalan jatuh cinta sama lo karena Arga gak suka sama wanita murahan seperti lo." Ucap Rara membuat Sandra semakin naik darah.


"Perempuan sialan, lo pantas mati."


Sandra mengangkat samurainya, dan.....

__ADS_1


__ADS_2