Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 85


__ADS_3

Hari ini Efan berkerja seperti biasa, hingga waktu makan siang Efan dan Sofie makan siang bersama di kantin. Saat ini mereka berdua sudah duduk di kantin dan sudah memesan makanan.


"Sayang, kamu udah bilang ke Papa dan Mama kalo aku dan Papa mau datang?" Tanya Efan pada kekasihnya.


"Udah sayang, tadi malam udah aku bilang sama Mama dan Papa." Jawab Sofie.


"Mereka setuju kan?" Tanya Efan lagi.


"Ya setuju lah sayang, malahan mereka seneng banget akhirnya aku dilamar." Jawab Sofie.


"Beneran sayang?" Efan memastikan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya, nanti pulang kerja aku mau nemuin Papa di hotel, kamu mau ikut?" Tanya Efan.


"Mau dong sayang, masa gak mau sih ketemu sama calon mertua." Jawab Sofie.


"Ya udah nanti kita temui Papa ya." Ucap Efan.


"Hu ugh." Sofie mengangguk.


Selesai makan siang Efan dan Sofie pun kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Tak terasa waktu pulang kerja tiba, sesuai rencana Sofie dan Efan akan menemui Papanya Efan di hotel miliknya. Efan melajukan mobilnya dengan santai hingga sampai di hotel Xz. Efan dan Sofie langsung masuk ke dalam hotel dan berjalan menuju kamar Papanya.


Ting tong


Bel kamar hotel berbunyi.


Tuan R membuka pintu. "Efan, apa kabar nak?" Tanya Tuan R sambil memeluk putra semata wayangnya.


"Baik Pa, Papa gimana? Jawab Efan kemudian balik bertanya.


"Pastinya Papa selalu baik." Jawab Tuan R sambil melepaskan pelukannya. "Eh ada Sofie juga." Ucap tuan R tersenyum ramah pada calon menantunya.


"Sore Pa." Sapa Sofie sambil tersenyum dan dianggukki Tuan R sambil tersenyum juga.


"Ya udah ayo kita masuk." Ajak Tuan R pada Efan dan Sofie.


Mereka bertiga masuk dan duduk di sofa ya ada di dalam kamar hotel tersebut.


"Kalian baru pulang kerja ya?" Tanya tuan R.


"Iya Pa, tadi pulang kerja kami langsung kesini." Jawab Efan.


"Berarti kalian belum makan kan? Kalo gitu kita makan malam beresama di hotel ya." Ajak Tuan R pada anak dan calon menantunya.


"Iya Pa, tapi gak bisa sampe malam banget ya Pa, karena Efan harus mengantarkan Sofie pulang." Ucap Efan.


"Ya udah kalo gitu kita makan sekarang aja ya." Ajak Tuan R.


"Boleh Pa." Efan setuju.

__ADS_1


Tuan R langsung menelepon pegawai hotel untuk meminta menyiapkan makan malam di restauran hotel, setelah itu Tuan R kembali duduk di sofa bersama anak dan calon menantunya.


"Oh iya, dua hari lagi kita ke rumah Sofie untuk melamarnya." Ucap Tuan R pada Efan. "Sofie jangan lupa katakan pada orang tuamu ya." Pinta Tuan R pada Sofie.


"Iya Pa." Jawab Sofie.


"Oh iya, untuk barang-barang yang akan kita bawa nanti udah dipersiapkan?" Tanya Tuan R pada Efan.


"Kalo itu udah aman Pa, kita tinggal berangkat saja." Jawab Efan.


"Bagus." Ucap Tuan R.


Ting tong


Bell pintu berbunyi, Tuan R berjalan menuju pintu hotel dan membukanya.


"Maaf Tuan, makanan sudah siap." Ucap pegawai hotel pada Tuan R.


"Oh baik kami akan segera turun, terima kasih ya." Ucap Tuan R pada pegawai.


"Iya Tuan, permisi." Ucap pegawai hotel dan diangguki Tuan R.


Tuan R berjalan kembali ke sofa. " Ayo kita turun ke restauran, makanannya sudah siap." Ajak Tuan R pada Efan dan Sofie.


"Oke Pa." Jawab Efan dan Sofie serentak.


Mereka bertiga keluar dari kamar menuju restauran. Sampai di restauran, seorang pegawai hotel langsung menyambut kedatangan mereka bertiga dan mengarahkan mereka ke meja VIP.


"Terima kasih." Jawab Tuan R kemudian duduk di kursi diikuti Efan dan Sofie.


"Ayo kita mulai makan." Ajaka Tuan R. "Sofie jangan sungkan ya." Pinta Tuan R.


"Iya Pa." Jawab Sofie.


Selesai makan mereka kembali ke kamar hotel dan duduk di sofa sambil ngobrol.


"Sofie mau hadiah pernikahan apa dari Papa?" Tanya Tuan R pada calon menantunya.


"Sofie minta doa yang baik-baik aja Pa." Jawab Sofie.


"Hahaha mana ada hadiah seperti itu." Ucap Tuan R sambil tertawa lebar. "Kalo do'a selalu Papa panjatkan buat kalian berdua." Sambung Tuan R.


"Terima kasih Pa." Ucap Sofie.


"Ya udah, nanti Papa akan siapkan hadiah buat pernikahan kalian berdua dan kalian tidak boleh menolak." Ucap Tuan R.


"Iya Pa, kami gak akan menolah hadiah dari Papa apa pun itu." Jawab Efan semangat.


"Bagus kalau begitu." Ucap Tuan R.


"Hmm Pa, kalo gitu kami pulang dulu ya." Efan meminta izin.

__ADS_1


"Oh ya sudah, kalian pulang lah ini juga udah malam." Jawab Tuan R sambil melihat jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kami pulang ya Pa." Ucap Sofie kemudian menyalami tangan calon mertuanya.


"Iya kalian hati-hati ya." Pesan Tuan R.


"Baik Pa." Jawab Sofie.


"Efan balik ya Pa." Ucap Efan yang juga menyalami tangan Tuan R.


"Iya Fan, antar calon menantu Papa sampai ke rumahnya dengan selamat ya." Pinta Tuan R.


"Siap Pa." Jawab Efan


Efan dan Sofie pun keluar dari kamar Papanya menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. Efan melajukan mobilnya sedikit cepat agar segera sampai ke rumah Sofie. Setelah sampai di rumah Sofie, Efan pun dipersilahkan masuk oleh Bu Silvia Mamanya Sofie


"Silahkan duduk Nak Efan." Ucap Bu Silvia mempersilahkan.


"Terima kasih Tante." Jawab Efan kemudian duduk di sofa yang berada di ruang tamu disusul Sofie dan Bu Silvia.


Tak lama kemudian Pak Bagas Papanya Sofie pun datang dan duduk di sofa juga.


"Malam Om." Sapa Efan.


"Iya malam." Jawab Pak Bagas.


"Om dan Tante, saya mau bilang kalau dua hari lagi saya dan Papa mau datang kesini." Ucap Efan memberi tau.


"Dua hari lagi berarti hari sabtu ya." Ucap Pak Bagas.


"Iya Om, sore kami datangnya." Ucap Efan lagi.


"Baiklah, saya tunggu kehadirannya." Jawab Pak Bagas.


"Terima kasih Om." Ucap Efan dan diangguki Pak Bagas yang sedang tersenyum. "Ya sudah Om, kalo begitu saya permisi pulang ya." Sambung Efan.


"Iya, kamu hati-hati ya." Pesan Pak Bagas.


"Iya Om" Jawab Efan kemudian menyalami Papa dan Mamanya Sofie.


Sofie mengantar Efan sampai depan rumah hingga masuk ke dalam mobil. "Kamu hati-hati ya sayang." Pesan Sofie pada calon suaminya.


"Iya sayang, kamu masuk gih." Suruh Efan dan diangguki Sofie


Efan menghidupkan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sofie menuju ke apartemennya. Sepanjang perjalanan dia merasa bahagia karena sebentar lagi akan melamar wanita yang dicintainya. Sebenarnya dia juga heran kenapa dirinya bisa sampai secinta ini pada Sofie. Padahal dulu tidak pernah terlintas sedikit pun untuk berpacaran dengan Sofie. Memang kita gak pernah tau kenapa dan kapan datangnnya cinta, karena cinta datang secara tiba-tiba.


Sampai di apartemennya, Efan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan perlahan matanya tertutup.


Drrttt drrttt


Ketika hampir tertidur, Efan dikejutkan dengan getar handphone di dalam kantong celananya.

__ADS_1


__ADS_2