
Hari ini Arga dan Rara sudah mulai masuk kerja setelah cuti nikah mereka selama seminggu. Mereka berdua pertama kali datang ke kantor bersama dengan status sebagai suami istri. Pak Ardi hari ini juga akan datang ke kantor.
Semua karyawan sudah berkumpul di ruang pertemuan. Karena hari ini akan ada acara serah terima jabatan sekalian syukuran atas pernikahan Arga dan Rara. Berbagai macam jenis makanan pun sudah tersedia di ruangan itu. Jam 10 tepat acara pun di mulai.
Pak Ardi, Arga dan Rara naik ke podium. "Selamat pagi semuanya" Sapa Pak Ardi dengan menggunakan mic sehingga suaranya menggema di seluruh ruangan. "Terima kasih karena sudah hadir di acara syukuran pernikahan putra saya Arga dengan Rara. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga buat para karyawan atas kerja kerasnya selama ini sehingga The One bisa seperti sekarang. Untuk mengapresiasi kerja keras rekan-rekan semuanya, Saya akan memberikan bonus dua bulan gaji untuk semuanya tanpa terkecuali." Ucap Pak Ardi yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan sorakan yang meriah.
Pak Ardi melanjutkan ucapannya setelah para karyawan berhenti bertepuk tangan. "Disini juga saya ingin mengumumkan pada kalian semua, mulai besok saya tidak lagi bergabung di perusahaan ini. Saya mengundurkan diri dari jabatan saya dan akan digantikan oleh putra saya Arga. Mulai hari ini Arga akan menjabat sebagai CEO The One." Para karyawan kembali bertepuk tangan saat Pak Ardi dan Arga bersalaman kemudian berpelukan.
Kini giliran Arga yang berbicara. "Terima kasih untuk rekan-rekan kerja semua, saya tau kalau saya masih baru saja bergabung di perusahaan ini, jadi untuk kedepannya saya mohon bimbingan dan kerja sama dari rekan-rekan sekalian." Ucap Arga dan disambut tepuk tangan dari seluruh karyawan yang ada di ruangan itu. "Dan satu lagi, saya mohon doanya agar saya dan istri saya menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah." Sambung Arga.
"Aamiinn..." Sahut para karyawan serentak.
"Terima kasih." Ucap Arga menyudahi pidatonya.
Pak Ardi kembali berbicara. "Untuk hari ini seluruh karyawan bebas dari pekerjaan karena hari ini kita akan full bersenang-senang. Silahkan menikmati makanan dan minuman yang sudah tersedia, saya juga menyediakan sound sistem untuk kalian semua yang ingin menyumbangkan suara emasnya. Tidak ada batasan disini, CEO, Dirut, Manager, Cleaning servis, resepsionis, security semuanya saya jadi jangan sungkan ya, bergabunglah semuanya. Selamat menikmati, terima kasih." Pak Ardi, Arga dan Rara turun dari podium dan bergabung bersama karyawan lainnya.
Sofie dan Efan datang menghampiri Arga dan Rara. "Selamat ya Ra, sekarang lu udah menjadi nyonya CEO." Ucap Sofie sambil memeluk sahabatnya.
"Gue masih tetap designer The One kali Sof." Ucap Rara ketika Sofie sudah melepaskan pelukannya. "Oh iya gimana acara lamarannya kemarin?" Tanya Rara.
"Lancar Ra, dan tanggal 10 bulan depan kami nikah." Jawab Sofie.
"Wah selamat ya" Ucap Rara kembali memeluk Sahabatnya.
"Pak, nanti setelah Saya dan Sofie nikah, kita honeymoon bareng yok." Ajak Efan yang menyebutkan dirinya saya karena sedang di lingkungan kerja.
"Ide bagus, kebeneran saya dan Rara juga belum honeymoon." Jawab Arga.
"Ya udah kali ini biar saya yang mengatur semuanya ya." Pinta Efan.
"Ya udah terserah kamu, tapi kita mau pergi kemana ya?" Tanya Arga.
__ADS_1
"Paris." Jawab Efan cepat.
"Setuju." Sahut Sofie.
"Gue juga setuju." Sambung Rara.
"Sayang, bukannya kemaren kamu bilang gak mau keluar negeri?" Tanya Arga pada istrinya.
"Itu kan kemaren, sekarang udah berubah sayang." Jawab Rara sambil bergelanyut di lengan suaminya.
"Hmm pasti karena ada Sofie makanya jadi mau." Cibir Efan.
"Kalo udah tau diem aja napa Fan." Gerutu Rara membuat Arga tertawa.
"Gemesin baget siiihh." Arga menangkap kedua pipi Rara dan hendak mencium bibirnya.
"Eh eh eh Bos, tahan tahan, disini ramai orang." Ucap Efan yang langsung meraih bahu Arga agar tidak jadi mencium Rara.
Untung saja di ruangan itu berisik karena suara karyawan yang berkaraoke ria dan orang sibuk dengan kegiatan masing-masing, jadi kekhilafan Arga tidak terlalu jadi pusat perhatian.
"Ayo kita cari tempat duduk, pegel juga berdiri terus." Ajak Sofie pada Efan.
"Iya sayang." Efan membelai lembut rambut Sofie. "Ya udah bos, kalo gitu kami cari meja kosong dulu ya." Pamit Efan.
"Haisshh repot amat sih, gabung aja sama Saya dan Rara, satu meja kan kursinya ada enam dan lihat ajantuh masih kosong." Ucap Arga menunjuk meja kosong yang ada name table atas nama Arga dan Rara.
"Ya iyalah kosong, siapa juga yang berani duduk disana kalo ada nama pemiliknya." Cibir Efan.
"Hahaha ya udah ayo kita kesana, mau makan juga nih udah laper." Ajak Arga.
"Kalian berdua duluan aja duduk, biar aku dan Sofie yang ambil makanan untuk kita." Suruh Rara.
__ADS_1
"Ya udah kamu hati-hati ya, jangan sampai bersentuhan dengan pria lain." Pesan Arga.
"Wih posesif amat Bos." Ucap Efan.
"Biarin." Sahut Arga kemudian berjalan menuju meja yang sudah disediakan untuknya dan disusul efan.
Tak lama kemudian Rara dan Sofie datang menyusul Arga dan Efan dengan membawa makanan dan minuman yang cukup banyak karena untuk empat orang.
"Jadi deal nih kita honeymoon ke Paris?" Tanya Arga.
"Jadi dong." Jawab Efan.
"Ya udah kebeneran saya punya apartemen di Paris dan kamarnya juga ada dua, jadi kita bisa tinggal disana. Kan lebih enak dari pada kita tinggal di hotel. Kendaraan juga sudah ada disana, jadi kita gampang kalo mau jalan-jalan." Arga memberi tau. "Tenang aja, kedua kamar itu kedap suara jadi jangan sungkan untuk memgeluarkan suara laknat kalian nanti." Sambung Arga.
"Hahahaha Bos bisa aja." Kekeh Efan, sementara Rara dan Sofie tertunduk malu sambil mengunyah makanan mereka. "Pokoknya untuk tiket pesawat itu biar saya yang ngurus ya Bos." Pinta Efan.
"Sebenanya saya mau mengajak kalian naik jet pribadi saya kalau kalian mau." Ucap Arga.
"Gak enak naik jet pribadi Bos, kesannya jadi bukan seperti jalan-jalan." Ucap Efan.
"Iya sih, makanya saya juga kurang suka bepergian naik jet pribadi." Sambung Arga.
"Deal, berarti saya yang urus tiket." Ucap Efan sumringah dan diangguki Arga.
"Sof, biar gue yang ngedesign gaun pernikahan lu ya." Ucap Rara memegang bahu sahabatnya.
"Serius lu Ra?" Tanya Sofie dengan mata berbinar.
"Hu ugh." Rara mengangguk sambil tersenyum.
"Makasih ya Ra." Ucap Sofie memegang erat tangan Rara.
__ADS_1
"Ehemm...boleh saya gabung?" Tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul.