
Warning 21+
Bocil minggir dulu ya
Harap bijak dalam membaca.
Rara membuka lemari dan mengambil piyama couple yang mereka beli sebelum nikah.
"Sayang, kita pakai ini ya." Pinta Rara sambil menunjukan piyama couple berwarna biru.
"Iya sayang." Jawab Arga.
Selesai memakai pakaian, Rara dan Arga duduk di Ranjang. Jantung Rara berdebar tak karuan mengingat bahwa malam ini adalah malam pertamanya, rasa malu, takut dan ingin menjadi satu.
"Eh sayang, kita belum buka kado dari Papa loh, tadi kan Papa bilang bukanya kalo kita udah sampai di kamar." Ucap Rara memecah suasana canggung.
"Oh iya, yok kita buka." Jawab Arga.
"Sebentar aku ambil dulu ya." Ucap Rara.
"Hu ugh." Arga mengangguk.
Rara keluar dari kamar menuju meja yang berada di depan Tv untuk mengambil box hadiah yang dikasih sama Papa mertuanya kemudian kembali ke kamar menemui suaminya.
"Sayang, ini hadiah yang dari Papa." Rara memberikan box hadiah itu pada Arga sambil duduk di kasur.
"Ya udah dibuka dong." Suruh Arga.
"Hu ugh" Rara mengangguk dan membuka box hadiah dari Papa mertuanya itu.
Rara melihat ada dua kunci dan sebuah surat di dalam box itu.
"Sayang, ini kunci apa?" Tanya Rara pada Arga.
"Coba kamu baca suratnya." Pinta Arga.
Rara membuka surat dan membacanya.
Rara, terima kasih sudah mau menjadi menantu di keluarga kami, Papa dan Mama akan selalu berdo'a semoga Kamu dan Arga selalu hidup berbahagia. Ini adalah hadiah spesial yang pernah Papa janjikan untukmu, Papa harap kamu menerima hadiah ini.
1. Rumah di jalan xx, no. 99.
2. Mobil Mini Cooper berwarna biru.
Mobil sudah Papa letakan di basemen apartemen kalian.
Nb : tidak menerima penolakan.
Selamat berbahagia.
Papa dan Mama menyayangi kalian.
"Sayang, Papa kasih hadiah rumah dan mobil untuk kita." Ucap Rara setelah membaca isi surat dari Papa mertuanya.
__ADS_1
"Oh ya?" Tanya Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
"Sayang, apa hadiah ini gak terlalu berlebihan?" Tanya Rara.
"Gak sayang, itu adalah bentuk rasa cinta mereka pada kita." Jawab Arga.
"Jadi kita harus pindah ke rumah itu?" Tanya Rara lagi.
"Hu ugh." Arga mengangguk.
"Tapi aku masih suka tinggal di apartemen." Ucap Rara.
"Gak apa-apa sayang, untuk saat ini kita tinggal di apartemen dulu, kita gak harus buru-buru kok tinggal di rumah." Ucap Arga sambil membelai lembut rambut Rara.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
"Oh iya, lusa kita berangkat honeymoon ya sayang." Ucap Arga.
"Kita mau kemana?" Tanya Rara.
"Kamu maunya kemana?" Arga balik bertanya.
"Bali." Jawab Rara.
"Kita kan baru aja dari sana." Ucap Arga.
"Terus kemana dong?" Tanya Rara bingung.
"Gak mau ke luar negeri, aku mau yang dekat aja." Jawab Rara.
"Kalau gitu kita Danau Toba aja gimana?" Tanya Arga.
"Hmm sayang, bisa gak honeymoon nya di tunda dulu. Aku belum ingin berpergian saat ini." Pinta Rara.
"Iya sayang, gak apa-apa." Jawab Arga.
"Makasih ya sayang." Ucap Rara mencium cepat pipi Arga.
Arga meletakkan box hadiah ke meja yang berada di samping tempat tidur. Kemudian secara perlahan mendekatkan wajah meraka dan mencium bibir Rara dengan sangat lembut.
"I love you honey." Ucap Arga tepat di depan bibir istrinya.
"I love you too." Jawab Rara.
Kemudian Rara dan Arga menyatukan menyatukan kembali bibir mereka. Arga melumaat bibir wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya. Mereka saling melumaat, meyesap dan saling berbagi nafas. Tangan Arga mengusap dengan lembut paha mulus Rara kemudian menurunkan ciumannya ke leher Rara.
"Sayang, aku menginginkannya." Ucap Arga sedikit berbisik di telinga Rara.
"Aku juga sayang." Rengek Rara.
Arga kembali melumaat bibir istrinya sambil tangannya membuka kancing piyama yang dipakai Rara dan melepaskannya dari tubuh Rara, kemudian Arga juga membuka br@ yang dipakai Rara hingga terlihatlah kedua semangka milik Rara.
__ADS_1
"Indah sayang, sangat indah." Puji Arga yang membuat wajah Rara bersemu.
Kini giliran Rara yang membuka piyama yang dipakai Arga hingga saat ini mereka sama-sama bertelanjang dada. Rara mendorong pelan tubuh Arga berbaring di kasur dan mulai menjelajahi dada bidang Arga. Tak lupa Rara membelikan tanda kepemilikan di dada Arga.
"Akh honey, I like it." Ucap Arga sambil mengelus kepala Rara dan tetap membiarkan istrinya menjelajahi tubuhnya.
Arga membalikan posisi mereka dan kini Arga berada di atas Rara.
"Sekarang giliranku sayang." Bisik Arga.
Arga meraup bibir Rara, menyesapnya dalam dan lidahnya masuk ke rongga mulut Rara. Tangan nakal Arga meremat benda kenyal milik Rara dengan lembut, membuat Rara melenguh.
Kini Arga menjelajahi leher hingga dada Rara dan membuat beberapa tanda kepemilikan disana, kemudian Arga melahap semangka milik Rara dan memainkan ujungnya dengan lidahnya.
"Sshhh Akhh sayang." Suara indah itu keluar dari mulut Rara.
Puas bermain dengan kedua semangka milik Rara yang membuat tubuhnya menggeliat seperti ular, kini Arga beralih ke bagian bawah dan menurunkan celana beserta CD yang dipakai Rara hingga tubuh Rara polos tanpa sehelai benang pun.
Arga juga membuka celana yang dipakainya, sekarang tubuh mereka sama-sama polos. Arga kembali mencium bibir Rara sambil tangannya bergerak menuju bagian inti Rara yang sudah basah tanda siap menerima yang lebih.
"Kamu siap sayang?" Tanya Arga yang tangannya masih berada di bawah sana.
"Aakhh... Iya sayang." Jawab Rara bercampur desahaan.
Arga menuntun juniornya yang sudah bangun dari tadi menuju ke rumahnya.
"Ahh..sakit sayang." Pekik Rara.
"Maaf sayang, ini baru ujungnya. Aku akan pelan-pelan kok. Tahan sedikit ya sayang." Pinta Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Arga melanjutkan kegiatannya memasukan juniornya ke rumahnya. Perlahan namun pasti si junior masuk ke dalam rumahnya. Arga sedikit menghentakkan pinggulnya ketika si junior sudah masuk setengahnya.
Jleb
Kini junior terbenam dengan sempurna ke dalam inti Rara.
"Akhh." Pekik Rara.
"Sakit sayang?" Tanya Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Arga mencium bibir Rara kemudian secara perlahan menggerakkan pinggulnya perlahan, membuat junior bergerak maju mundur di dalam inti Rara.
Semakin lama gerakan arga semakin cepat sambil lidahnya bermain di Ujung semangka milik Rara.
"Ah sayang ini sangat nikmat." Racau Arga sambil terus menggerakkan pinggulnya.
"Akh iya emmph sayang aahkk aku.."
"Aahhkk....." Keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama dan Arga menyemburkan lahar panasnya ke dalam Rahim Rara.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" Ucap Arga sambil mengecup kening istrinya kemudian berbaring di sebelahnya.
Arga menarik selimut dan menutupi tubuh polos mereka.