Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 27


__ADS_3

Akhirnya acara launcing selesai juga dan berjalan sukses.


"Terima kasih ya Ra, acara kita malam ini sukses." Ucap Pak Makmun padaku.


"Iya Pak sama-sama, saya senang semuanya berjalan sesuai rencana." Jawabku.


"Rara, kamu jangan pulang dulu ya." Pinta Pak Ardi.


"Oh baik Pak, saya akan pulang setelah semua ini beres." Ucapku.


"Oh bukan begitu maksudnya, saya mau mengajak kamu dan karyawan semuanya untuk merayakan kesuksesan acara kita." Jelas Pak Ardi.


"Oh Baik pak dengan senang hati, yang lain sudah diberi tau kan pak?" Tanyaku.


"Oh sudah." Jawab Pak Ardi.


"Maaf Pak, Sofie dan Aldi tidak bisa ikut. Barusan mereka kasih kabar ke saya katanya ada urusan." Pak Makmun memberi tau Pak Ardi.


"Oh baiklah tidak apa-apa. Ya sudah selesai ini semua kita langsung berangkat ke restauran x ya." Ucap Pak Ardi.


"Baik Pak." Jawabku.


Setelah semuanya selesai, sesuai rencana kami pun pergi ke restauran x untuk acara perayaan. Dan semuanya sangat bergembira.


Acara makan-makan dan minum-minum pun selesai dan kami semua kembali ke rumah masing-masing.


Sampai di apartemen aku menjatuhkan tubuhku di sofa.


"Lelah banget ya sayang?" Tanya Arga yang tiba-tiba muncul di hadapanku.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


"Aku siapkan air hangat buat kamu mandi ya." Ucap Arga.


"Hmm iya boleh." Jawabku.


"Kamar mandi di kamar kamu atau disini?" Tanya Arga lagi.


"Di kamar aku aja." Jawabku.


"Ya udah kamu tunggu ya." Ucap Arga.


Arga pun berjalan menuju ke kamar untuk menyiapkan air hangat.


"Air hangatnya sudah siap tuh, kamu mandi sana biar hilang capeknya." Suruh Arga.


"Hmm iya." Ucapku sambil berjalan lemas.


"Ya udah sini aku gendong aja." Ucap Arga yang tiba-tiba menggendongku ala bridal.


"Arga… aku bisa jalan sendiri." Ucapku sambil memukul-mukul dada Arga.


"Sepertinya kamu terlalu lelah untuk berjalan ke kamar." Ucap Arga.


Aku pun pasrah dengan kelakuan Arga. Arga menggendongku sampai masuk ke kamar dan membaringkan tubuhku di kasur.


"Dari kasur ke kamar mandi bisa jalan sendiri kan?" Ucap Arga tersenyum.


"Siapa yang bilang aku gak bisa jalan?" Tanyaku sebal.


"Ya sudah kamu mandi sana, aku akan menunggu di sofa." Suruh Arga sambil membelai lembut pipiku.


Aku langsung memeluk Arga ketika dia hendak bangkit dari duduknya. Ku letakan bibirku di lehernya sehingga membuat Arga kegelian

__ADS_1


"Sayang, jangan menggodaku. Aku bisa melakukan apa saja di kamar ini." Ucap Arga sambil mencium keningku.


"Aku percaya padamu, kamu tidak mungkin melakukan hal-hal yang parah sehingga menghilangkan kehormatanku sebagai wanita." Ucapku.


"Apa kamu sepercaya itu padaku?" Tanya Arga.


"Iya, kita sudah cukup lama tinggal bersama tapi kamu masih bisa menjaganya hingga saat ini." Jawabku.


"Itu karena aku sangat mencintaimu Ra." Ucap Arga.


"Aku juga mencintaimu Arga." Ucapku.


"Ya sudah sekarang kamu mandi ya." Suruh Arga.


"Hem hem." Aku menggelengkan kepalaku.


Mmuachh…. Dengan cepat aku mencium bibir Arga hingga membuat matanya melotot.


"Ya udah aku mau mandi." Ucapku sambil melepaskan pelukanku.


Namun Arga malah menarik leherku dan mencium bibirku dengan sangat lembut. Aku membalas ciuman lembutnya dan melingkarkan tanganku di lehernya. Arga mengusap punggungku dan merapatkan badanku dengannya.


Ciuman Arga semakin panas, Arga terus ******* bibirku hingga aku hampir kewalahan menerimanya. Tangan Arga membuka dua kancing kemejaku sambil terus ******* bibirku hingga saat ini ciuman Arga turun menyusuri leherku membuat aku merasa geli.


"Akh… Arga." Desahku lepas.


"Sayang, aku suka aroma tubuhku." Ucap Arga dengan suara bergairah.


Arga terus mencium leherku, semakin panas hingga turuh ke dada ku yang sudah sedikit terbuka. Namun seketika Arga menghentikan Aksinya.


"Sudah cukup sayang, aku takut kita kebablasan." Ucap Arga.


"Iya sayang." Aku memeluk Arga dengan rasa bahagia karena dia selalu menjagaku.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Arga menggendongku masuk ke kamar mandi kemudian meletakan ku di dalam baththup yang sudah berisi air.


"Arga… aku belum buka baju, jadi basah semua nih." Rengek ku.


"Hahaha maaf ya sayang, ya udah kamu mandi ya aku akan menunggu di sofa." Ucap Arga.


"Iya." Jawabku.


Aku pun menutup pintu kamar mandi dan Arga pergi meninggalkan ku.


selesai mandi dan berpakaian aku keluar dari kamar menuju ke sofa.


"Kamu mau minum kopi?" Tanya Arga.


"Mau." Jawabku.


"Bentar aku buat ya." Ucap Arga berjalan menuju dapur.


"Hu ugh." Aku mengangguk.


Arga kembali ke sofa dengan membawa dua cangkir kopi.


"Besok kamu jadi makan malam dengan Efan?" Tanya Arga.


"Sepertinya jadi." Jawabku.


"Kamu jangan lama-lama pulangnya ya." Pinta Arga.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu cemburu?" Tanyaku meledek Arga.


"Pasti dong aku cemburu, aku kan kekasihmu." Jawab Arga.


"Tapi Efan itu hanya temanku, kamu gak perlu cemburu sayang. Di hatiku cuma ada kamu kok." Ucapku meyakinkan Arga.


"Iya sayang aku akan selalu percaya padamu." Arga membelai rambutku.


Seketika aku tersentak dari tidurku, ku buka mataku ternyata tidak berada di kamar.


"Sudah bangun sayang." Ucap Arga padaku.


"Eh maafin aku ya, aku ketiduran." Ucapku ketika tau kalo semalaman aku tidur di pangkuan Arga.


"Gak apa-apa sayang, aku senang kalo kamu nyaman tidur di pangkuanku." Ucap Arga.


"Ya udah aku mau mandi dulu." Ucapku sambil bangkit dari sofa.


"Oke aku akan buat sarapan." Ucap Arga.


Selesai mandi dan berpakaian aku pun sarapan bersama Arga.


"Setelah ini aku mau belanja mingguan, kamu mau ikut?" Tanyaku pada Arga.


"Kamu aja yang belanja ya sayang, aku takut nanti ada orang lain yang melihat aku keluar masuk apartemen ini. Aku gak mau gak mau orang lain berprasangka buruk padamu." Jelas Arga beralasan.


"Iya juga sih, ya udah deh kalo gitu aku belanja sendirian aja." Ucapku setuju dengan alasan Arga.


"Atau kamu belanja dengan Sofie aja." Arga mengusulkan.


"Oh bener juga tuh." Aku setuju.


Selesai sarapan aku pun menelepon Sofie.


"Halo Ra." Ucap Sofie dari telepon.


"Sof lu sibuk gak hari ini?" Tanyaku dari telepon.


"Gak Ra, kenapa?" Sofie balik bertanya.


"Temani gue belanja mingguan yuk." Pintaku pada Sofie.


"Oh bole Ra, lu jemput gue ya." Jawab sofie.


"Oke gue gerak sekarang nih." Ucapku senang.


"Oke gue tunggu." Jawab sofie.


Aku mengakhiri panggilan telepon dengan Sofie.


"Arga, aku berangkat ya." Ucapku.


"Berangkat sekarang?" Tanya Arga.


"Iya biar gak siang banget." Jawabku.


"Oh ya udah, ini uang buat belanja." Arga menyodorkan sejumlah uang padaku.


"Uang yang minggu kemarin masih ada, masih banyak pun." Jelasku pada Arga.


"Ya udah gak apa-apa, mana tau nanti kurang." Ucap Arga sambil meletakan uang ke tanganku.


"Ya udah aku pergi ya." Ucapku pamit pada Arga.

__ADS_1


__ADS_2