Handsome Ghost Charm

Handsome Ghost Charm
Bab 64


__ADS_3

Selesai belanja dan nongkrong, mereka kembali ke apartemen Arga.


"Bos gue sama Sofie pulang dulu ya, udah malam juga nih." Ucap Efan.


"Oh ok Fan, hati-hati ya." Jawab Arga.


Efan Dan Sofie pergi meninggalkan Arga dan Rara.


Tiga hari berlalu, malam ini Arga Rara Efan dan Sofie akan berlibur ke Bali.


Semuanya sudah siap dan sudah berada di bandara saat ini.


Ini pertama kalinya Rara dan Arga berlibur keluar kota selama mereka berpacaran, begitu juga dengan Efan dan Sofie.


Sesampainya di Bali, mereka langsung naik taxi menuju villa milik Arga.


"Wah bagus banget villa nya Ga.“ Ucap Sofie memandang takjub.


"Iya sayang, bagus banget villa nya." Sambung Rara.


"Ya udah yok masuk, di dalam lebih bagus lagi." Ajak Arga yang sudah membuka pintu.


Mereka masuk ke dalam villa milik Arga.


"Jadi siapa yang ngurus villa ini Bos?" Tanya Efan.


"Setiap seminggu sekali ada orang yang membersihkan villa ini, namanya Pak Budi dan Bu Ratih. Mereka juga yang menjaganya dan kalo ada org yang mau nyewa villa ini juga orang bisa langsung komunikasi dengan mereka." Jelas Arga.


"Oo pantesan aja bersih begini." Ucap Efan.


"Kita lihat-lihat dulu yok Sof." Ajak Rara.


"Ayok." Sofie setuju.


Rara dan Sofie pun berjalan menelusuri setiap tempat di villa itu.


"Wah Ra, ada kolam renangnya." Ucap Sofie.


"Iya iya, bagus ya villa nya." Jawab Rara.


"Eh besok kita berenang yok, lu bawa baju renang gak?" Ajak Sofie.


"Bawa dong, kan tujuannya ke Bali bukan ke gunung, hihihi." Rara terkikik.


"Wah jadi pengen mandi sekarang." Ucap Sofie.


"Gila lu jam segini mau berenang."


"Hahaha." Sofie tertawa.


"Eh itu ada halaman kayaknya bagus buat acara barbeque ya." Rara menunjukkan pada Sofie.


"Oh iya, ntar kita bilang ke Efan dan Arga ya." Ucap Sofie


"Oke." Rara setuju.


"Udah ah, yok kita masuk." Ajak Sofie.


"Iya, gue juga pengen lihat kamarnya." Sambung Rara berjalan masuk ke dalam menuju ruang keluarga.


"Sayang kamu dari mana?" Tanya Arga.


"Habis lihat kolam renang." Jawab Rara.


"Berenang yok." Ajak Arga.


"Ih gak ah, masih gelap gini. Besok pagi aja berenangnya." Rara menolak.


"Lah ini juga kan udah hampir subuh." Efan nimbrung.

__ADS_1


"Gak ah, mau istirahat dulu aja. Capek tauu." Ucap Rara.


"Ya udah yok gue tunjukan kamarnya ke kalian." Ajak Arga.


"Ayok." Jawab Efan.


Mereka berjalan naik ke lantai dua.


"Ini kamar lu dan Sofie Fan." Arga membuka pintu kamar.


"What? Gue sama Efan sekamar?" Sofie terkejut.


"Eleh sampe kaget begitu, kayak gak pernah tidur satu kamar bareng Efan aja lu Sof." Ledek Arga.


"Tapi.."


"Kenapa sayang?" Efan memotong ucapan Sofie dan memeluk pinggangnya.


"Iya iya...jangan macem-macem lu sama gue ya Fan." Sofie memperingatkan.


"Gue gak bakalan macem-macem sayang, palingan cuma satu macem aja." Efan mencium pipi Sofie.


"Efaan." Pekik Sofie.


"Hahaha." Tawa Efan pecah.


"Ya udah kalian masuk sana, istirahat." Suruh Arga.


"Oke, makasih ya Bos." Ucap Efan.


"Awas lu diterkam sama Efan ya Sof." Rara menakuti Sofie.


"Kalo diterkamnya enak gak apa-apa juga sih, hahaha." Jawab Sofie asal.


"Yok sayang aku tunjukkan kamar kita." Ajak Arga.


"Hu ugh." Rara mengangguk senang.


"Ini kamar kita sayang." Arga menunjukan kamar mereka.


Rara berjalan masuk ke dalam kamar.


"Bagus banget ya kamarnya." Ucap Rara takjub.


"Di villa ini ada tiga kamar dan semua kamarnya besar dan sebagus ini sayang." Arga menjelaskan.


"Hmm... Nyaman banget ya rasanya." Ucap Rara sambil memandang keluar jendela dengan pemandangan kolam renang.


"Kamu suka?" Tanya Arga yang memeluk Rara dari belakang.


"Hu ugh." Rara mengangguk.


Arga membenamkan wajahnya ke leher Rara.


"Hemm...aku selalu suka aroma tubuhmu." Arga mengecup lembut leher Rara.


"Akh Arga, geli." Ucap Rara dengan suara manja.


Arga membalikkan tubuh Rara sehingga menghadapnya.


"Sayang, apa pinggang kamu masih sakit?" Tanya Arga.


"Gak sayang, aku bener-bener udah sembuh. Aku juga gak memakai korset lagi." Jelas Rara.


"Aku senang mendengarnya." Ucap Arga.


Cup


Rara mencium mesra bibir Arga. "Aku rindu ini." Ucap Rara.

__ADS_1


"Aku juga sayang."


Arga juga mendaratkan ciumannya ke bibir mungil Rara dengan penuh kelembutan.


Arga menarik tengkuk Rara dan memperdalam ciumannya, mereka saling berbagi nafas, membelitkan lidah mereka membuat keduanya semakin bergairah.


Dengan hati-hati Arga menggendong Rara seperti bayi koala dan membawanya ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.


"Sayang, kamu selalu membuatku bergairah." Ucap Arga tepat di depan bibir Rara.


Rara yang masih berada dipangkuan Arga, mengalungkan kedua tangannya di leher Arga.


"Ciuman mu membuat diriku hanyut Arga." Balas Rara.


Keduanya kembali berciuman, saling menyesap bibir pasangannya. Tangan Arga dengan nakal meremat semangka milik Rara dengan lembut.


"Eemmphh..." Rara melenguh dengan bibir masih terpaut.


Rara menurunkan tangannya dari leher Arga dan mencoba untuk membuka kaos yang dipakai Arga.


Arga melepaskan ciumannya dan membantu Rara membuka baju yang dia pakai.


"Aku rindu tubuh kamu Arga." Ucap Rara sambil mengusap-usap dada bidang Arga.


"Ini milikmu sayang, kamu bebas menyentuhnya kapan saja." Ucap Arga.


Rara mendorong tubuh Arga hingga ambruk di kasur dengan posisi terlentang dan Rara berada diatasnya.


Rara menelusuri dada bidang Arga dengan bibirnya, mengecupnya dengan penuh gairah dan membuat tanda cinta di dada Arga.


"Akh sayang, udah pintar sekarang ya." Goda Arga.


Rara tersenyum malu mendengan ucapan kekasihnya.


"Tapi aku suka, buat lagi." Pinta Arga.


Rara pun terus mengecup dada sampai perut Arga dengan lembut sehingga Arga merasakan Aliran darahnya semakin kencang dan membuat senjata kesayangannya menegang dengan sempurna.


Arga membalikan posisi mereka, sekarang Arga berada di atas Rara.


Arga melumaat habis bibir Rara dengan gairah yang hampir memuncak kemudian menelusuri leher Rara dan meninggalkan jejak cintanya di sana.


"Akh Arga." Rara merasakan tubuhnya memanas.


Tok tok tok


Aktifitas mereka terhenti karena mendengar ada yang mengetuk pintu.


"Siapa?" Tanya Rara pada Arga.


"Palingan Efan." Jawab Arga.


"Mau ngapain dia?" Tanya Rara lagi.


"Sebentar aku buka pintu dulu ya sayang." Arga mengecup bibir Rara dan berjalan menuju pintu.


"Arga, bajunya dipakai." Suruh Rara.


"Oh iya lupa." Arga mengambil baju dan memakainya.


Arga berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Fan, kenapa? Tanya Arga.


"Hehehe sorry mengganggu Bos, Sofie lapar apa ada yang bisa dimakan?" Tanya Efan.


"Oh ada tapi masak dulu, sebelum kesini gue udah pesan ke Bu Ratih untuk mengisi kulkas." Jawab Arga.


"Ya udah kalo gitu ayo kita masak sekalian untuk sarapan." Ajak Efan.

__ADS_1


"Ayok." Arga setuju.


"Oke gue manggil Sofie dulu." Efan menuju ke kamarnya untuk memanggil Sofie.


__ADS_2