
"Hahaha ada-ada aja lu, ayok masuk." Ajak Rara.
"Kita berendam di air hangat ya Ra." Pinta Sofie.
"Iya, tuh bathtub nya udh gue isi." Ucap Rara.
Setelah bathtub terisi penuh, Rara dan Sofie pun masuk kedalamnya dan merendam tubuh mereka dengan air hangat.
"Ra, bibir lu sampe luka begitu pasti kuat banget tamparan Sandra tadi ya?" Tanya Sofie prihatin.
"Gak apa-apa kok Sof, yang penting sekarang Sandra udah dapat ganjaran atas perbuatannya." Jawab Rara.
Tiba-tiba air mata Sofie jatuh membasahi pipinya.
"Lu kenapa nangis Sof?" Tanya Rara heran.
"Gue sedih banget melihat lo ditampar tadi, dada gue nyesek." Jawab Sofie.
Rara langsung memeluk Sofie.
"Se khawatir itu lu sama gue Sof? Makasih ya Sof udah jadi sahabat gue." Ucap Rara sambil mengusap punggung Sofie.
"Hu ugh." Sofie mengangguk.
"Udah ah jangan nangis, buruan kita mandi ntar masuk angin lagi kelamaan di air." Ucap Rara melepaskan pelukannya.
"Kita mandi bareng gini kayak suami istri aja ya, hihihi." Sofie terkikik.
"Iya ya, enak kali ya kalo kita udah nikah." Ucap Rara tertawa geli.
"Lu pernah gak mandi bareng Arga?" Tanya Sofie.
"Hampir pernah sih." Jawab Rara.
"Kok hampir?" Tanya Sofie heran.
"Iya, kami pernah hampir mandi bareng tapi gak jadi karena Arga takut khilaf. Hahaha." Rara tertawa lebar.
"Baik banget ya Arga, kelihatan dia cinta banget sama lu." Ucap Sofie.
"Emangnya Efan gak baik?" Tanya Rara.
"Baik, baik banget malah. Walaupun gayanya slengean gitu tapi dia perhatian banget sama gue. Gue aja sampe sekarang gak nyangka bisa pacaran sama Efan." Jawab Sofie panjang lebar.
"Tapi lu juga sayang kan sama Efan?" Tanya Rara lagi.
"Awalnya emang gue gak ada perasaan apa-apa sama Efan, ada pun paling hanya sebatas teman. Tapi karena sikap Efan yang memperlakukan gue begitu istimewa, rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya." Jawab Sofie lagi.
"Gue senang dengernya." Ucap Rara.
"Udah ah yok buruan mandinya." Ajak Sofie.
Rara dan Sofie pun menyelesaikan acara mandi bareng mereka.
Setelah berpakaian, mereka pun keluar dari kamar menuju ke Sofa menghampiri kekasih masing-masing.
"Lama amat kalian mandi." Ucap Efan.
"Namanya juga mandi bareng, ya lama lah. Biasalah cewek, pasti ada ngerumpinya dulu." Jawab Sofie.
"Wah enak banget mandi bareng, gue mau dong sayang." Efan tersenyum nakal.
"Ya udah noh mandi bareng sama Arga." Suruh Sofie asal.
"Ogah." Ucap Efan dan Arga bersamaan.
Sontak Sofie dan Rara tertawa.
"Ya udah kalian mandi sana." Suruh Rara.
__ADS_1
"Tunggu bentar." Ucap Arga bangkit dari sofa berjalan menuju ke kamar kemudian kembali lagi ke sofa dengan membawa pakaian.
"Nih lu pake baju gue aja dan ini handuknya." Arga memberikan pada Efan.
"Makasih Bos." Ucap Efan.
"Lu mandi di kamar mandi sana ya." Pinta Arga.
"Oke Bos." Jawab Efan.
Arga dan Efan pun mandi di kamar mandi terpisah. Selesai mandi dan berpakaian, mereka kembali ke sofa.
"Sayang, kamu kok gak tidur? Emangnya gak ngantuk?" Tanya Arga pada Rara.
"Gak sayang, selesai mandi jadi kantuknya hilang." Jawab Rara.
"Aku buatin kopi mau?" Tanya Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
"Kalian mau kopi? Biar gue buatin sekalian." Tanya Arga pada Efan dan Sofie.
"Mau mau." Jawab Sofie.
"Yok kita buat kopi bareng." Jawab Efan yang bangkit dari duduknya dan berjalan bersama Arga ke dapur.
"Besok kita belanja bareng yok fan." Ajak Arga.
"Boleh Bos, sekalian kita ajak cewek-cewek belanja ya." Usul Efan.
"Iya Fan sekalian jalan-jalan." Sambung Arga.
"Tapi berangkatnya agak siangan aja ya bos, mau bobo dulu. Hehehe." Efan cengengesan.
"Iyaa." Ucap Arga.
"Coba lu lihat di dalam kulkas." Suruh Arga.
Efan membuka kulkas untuk mencari cemilan.
"Masih banyak kok bos." Efan memberitahu Arga.
"Ya udah lu bawa aja semuanya ke sana." Suruh Arga.
"Oke Bos." Efan membawa cemilan menuju ke sofa kemudian memberikannya pada Rara dan Sofie.
"Hhmm mau Fan." Rengek Sofie.
"Nih." Efan memberikan beberapa makanan ringan pada Sofie.
"Makasih sayang." Ucap Sofie manja.
"Sof, besok siang kita belanja ya." Ajak Efan.
"Emang lu mau belanja Fan?" Tanya Sofie sambil mengunyah cemilannya.
"Bukan gue yang mau belanja tapi Rara sama Arga, kita cuma ikut aja." Jawab Efan.
"Oh iya iya iya." Sofie paham.
Arga datang dengan membawa empat gelas kopi dan meletakkannya di atas meja.
Selesai minum kopi dan makan cemilan, para wanita pun tertidur di pelukan prianya masing-masing.
"Fan, ayok kita pindahin mereka ke kamar gue." Ajak Arga.
"Oke Bos." Jawab Efan.
Arga dan Efan menggendong kekasih mereka masing-masing dan membaringkannya di tempat tidur Arga.
__ADS_1
Kemudian Arga dan Efan tidur di kamar yang satunya.
Rara bangun dari tidurnya, hari sudah terang. Waktu sudah menunjukan pukul 10.00wib.
"Sofie oh Sof, bangun udah siang." Rara membangunkan Sofie.
"Hmm...hu ugh." Sofie mengangguk.
"Yok kita mandi." Ajak Rara.
"Yok." Jawab Sofie.
Rara dan Sofie pun mandi bergantian. Selesai mandi dan berpakaian mereka pun keluar dari kamar menuju sofa yang ternyata Arga dan Efan sudah berada di sana.
"Wah ini para gadis jam segini baru bangun." Ucap Efan.
"Maklum lah, tadi malam kan tidurnya telat." Jawab Sofie.
"Ya udah yok kita makan, kami udah masak tuh." Ajak Arga.
"Kamu masak apa sayang?" Tanya Rara mendekati Arga dan menggandeng lengannya.
"Banyak tuh macem macem ada, Efan juga masak tadi." Jawab Arga.
"Lu masak juga Fan?" Tanya Sofie.
"Iya dong." Jawab Efan.
"Emang lu bisa masak." Tanya Sofie memastikan.
"Ya bisa lah." Jawab Efan sombong padahal dia juga baru belajar masak.
"Ya udah yok kita makan." Ajak Rara.
Mereka berempat menuju meja makan dan makan bersama.
Selesai makan, Arga dan Efan membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Sementara ciwi-ciwi duduk di sofa sambil ghibah.
"Eh ntar kita belanja sekalian jalan-jalan ya." Sofie mengusulkan.
"Iya dong, terus malamnya kita nongkrong." Sambung Rara.
Ya udah kalo gitu kita siap-siap yok." Ajak Sofie.
"Yok." Jawab Rara.
Sofie dan Rara berjalan menghampiri para cowok yang masih di dapur.
"Sayang, kami ke apartemen aku dulu ya." Pamit Rara.
"Iya sayang, jangan lama-lama dandan nya ya." Ucap Arga.
"Ih gak pake dandan kok." Ucap Rara langsung menarik tangan Sofie keluar dari apartemen Arga.
Sampai di apartemen Rara, mereka langsung masuk ke kamar dan memilih baju mana yang akan mereka pakai.
Setelah masing-masing menemukan pilihan yang tepat, mereka pun langsung ganti baju dan memoles sedikit wajah mereka.
Selesai bersiap keduanya pun kembali ke apartemen Arga.
"Sayang, kami udah siap. Jam berapa kita berangkat?" Tanya Rara pada Arga.
"Bebas, sekarang juga bole." Jawab Arga
"Ya udah ayok." Rengek Rara.
"Yok Fan kita ganti baju." Ajak Arga.
Arga dan Efan ke kamar Arga untuk ganti baju, selesai ganti baju mereka kembali ke sofa.
__ADS_1