
"Waahh... ini tiga serangkai udah pada nongkrong aja di kantin." Ucap Pak Makmun yang mampu membuat kami bertiga salah tingkah.
"Eh i..iya pak tadi ngantuk banget pas ngerjain laporan, makanya ngopi bentar sebelum makan siang biar ngantuk nya hilang jadi kan bisa makin semangat ngerjain laporan." Jawab Efan ngeles.
"Hmm...ya udah, yang penting kerjaan beres." Jawab Pak Makmun yang membuat kami sedikit lega karena ternyata beliau tidak marah.
"Bapak mau makan siang ya?" Tanya Sofie basa basi.
"Oh tidak, saya ada yang mau dibicarakan dengan Bu Sari." Jawab Pak Makmun.
"Oohh..." Kami bertiga serentak menjawab.
"Ya sudah kalian lanjut lah." Pak Makmun berjalan meninggalkan kami.
"Terima kasih Pak." Ucap ku pada pak Makmun.
"Ih...gue kira Pak Makmun bakalan marah tadi." Ucap Sofie.
"Iya sampai deg-degan gue." Aku mengelus dada.
"Pak Makmun tuh sebenernya asik loh orangnya, cuma karena dia seorang atasan kitanya jadi merasa canggung kan?" Jelas Efan.
"Iya ya, terus bawaannya tuh berwibawa banget jadi orang-orang segan dengan Pak Makmun." Tambah ku.
"Iya bener banget tuh." Sofie setuju.
"Enak ya punya atasan seperti Pak Makmun." Ucap Efan.
"Hu ugh." Aku dan Sofie mengangguk.
Kami pun memesan makan siang dan menyantapnya bersama. Sewaktu aku sedang menikmati makan siang ku, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Ku lihat ternyata ada pesan WhatsApp masuk dan aku pun langsung membukanya.
"Hai cantik, kamu sudah makan siang?"
Ini pertama kalinya Arga mengirim pesan padaku, tapi kenapa hatiku rasanya bahagia banget ya, padahal tiap hari aku bertemu dengannya.
Cukup lama aku memandangi pesan dari Arga dan akhirnya aku membalas pesannya.
"Ini juga lagi makan" Balas ku sok jutek.
"Oh bagus deh, makan yang banyak ya biar cepat gede."
Balasan pesan dari Arga mampu membuatku tersenyum sehingga membuat kedua temanku penasaran.
"Eh kenapa lu Ra senyum-senyum sambil baca WhatsApp?" Sofie menyenggol lenganku.
"Ehm...g..gak apa-apa kok." Jawabku terbata.
"Hayo lu, pasti itu gebetan lu kan?" Sofie menuduh.
"Ih gebetan apanya? ini tuh pesan dari Rangga kok, dia bilang kakak ku yang cantik, kalo pulang bawa pizza ya." Terpaksa aku berbohong pada temanku dan langsung memasukan handphone ku ke saku.
"Yang bener Ra?" Tanya Efan.
"Iya beneran, ngapain gue bohong?" Jawabku.
"Iya deh percaya." Ucap Sofie curiga.
__ADS_1
"Ya udah buruan makan." Ucap Efan mengalihkan pembicaraan.
Selesai makan dan membayar, kami pun berjalan kembali ke kantor. Efan dan Sofie melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda, sementara aku....hmm aku melihat lagi pesan yang di kirim Arga.
"Aku kan udah gede, mau gede gimana lagi?" Balasanku untuk Arga.
"Oh udah gede ya, kirain masih kecil." Balasan pesan dari Arga membuatku tersenyum.
"Emangnya di mata kamu aku terlihat kecil ya?" Balasku.
"Aku melihat kamu gak kecil tapi imut." Kali ini balasan pesan arga membuat senyumku kembang.
"kamu masak apa malam ini?" Tanyaku mengalihkan pembahasan.
"Kamu pengennya dimasakin apa?"
"Aku pengen telur gulung, daging sapi lada hitam dan tumis brokoli."
"Oke cantik, menu makan malam akan sesuai pesanan."
"Oke, aku mau lanjut kerja ya."
"Sampai ketemu di apartemen."
Pesan pesan dari Arga mampu membangkitkan semangatku.
Aku melanjutkan pekerjaanku dan merapikan meja kerjaku yang berantakan. Waktu terus berjalan, tanpa terasa waktu pulang kerja hanya tinggal sepuluh menit lagi. Aku merapikan tas ku dan bersiap untuk pulang. Aku sudah tidak sabar untuk makan daging sapi lada hitam kesukaan ku.
Akhirnya jam pulang kerja tiba, aku berjalan sambil menyapa Efan, Sofie dan rekan kerja lainnya.
"Sofie, gue duluan ya." Ucapku pada Sofie.
"Hati-hati Ra." Teriak Efan.
"Ok" Jawabku singkat.
Aku melajukan mobilku dengan santai hingga sampai di basemen apartment. Aku keluar dari mobil dan berjalan menuju unit ku.
"Aku pulang." Ucapku sambil masuk ke dalam apartment.
Aku langsung menuju ke dapur dan melihat Arga masih sedang memasak.
"Belum selesai masak ya? mau aku bantu?" Tanyaku pada Arga.
"Gak perlu di bantu, hanya tinggal masak telur gulung aja kok. Kamu bersih-bersih aja sana." Jawab Arga.
"Oke deh." Jawabku.
Aku berjalan menuju kamar untuk bersih-bersih. Hmm...seger banget rasanya setelah mandi. Setelah selesai memakai pakaian aku pun keluar dari kamarku.
Ku lihat Arga sudah selesai masak dan sedang duduk di sofa. Aku menghampiri Arga.
"Sudah selesai masaknya?" Tanyaku.
"Udah, kamu mau makan?" Tanya Arga balik.
"Hmm... ntar lagi aja deh, gak enak makan kalo baru selesai sikat gigi." Jawabku.
__ADS_1
"Ya udah sini kita nonton tv dulu." Arga menepuk sofa menyuruhnya duduk di sebelahnya.
"Oh ya, besok aku akan pulang ke rumah mamaku." Ucapku sambil duduk di sofa.
"Oh, berapa lama di sana?" Tanya Arga.
"Gak lama kok, hari minggu sore udah balik lagi kesini. Cuma nginep satu malam aja." Jelas ku pada Arga.
"Oh" Jawab Arga singkat.
"Kamu jangan kangen ya sama aku karena aku tinggalin. ha ha ha." Candaku.
"Kayaknya kamu deh ntar yang bakalan kangen sama aku." Arga membalikan candaku.
"Ya ampun, nih cowok kepedean banget." Ucapku malas.
"Ha ha ha." Arga tertawa.
"Udah ah, makan yok." Ajak ku.
"Ayok." Jawab Arga.
Kami berdua berjalan menuju meja makan untuk makan malam bersama. Aku makan dengan lahap karena Arga memasak makanan kesukaanku.
"Sudah kenyang?" Tanya Arga padaku.
"Sudah." Jawabku.
"Kalo sudah kenyang sekarang kamu cuci piring ya." Suruh Arga sambil tersenyum manis padaku.
"Iyaa...." Jawabku sebal.
Aku pun melakukan apa yang Arga suruh, sementara Arga memperhatikan aku yang sedang mencuci piring.
"Kamu ngapain lihatin aku nyuci piring?" Tanyaku sebal.
"Aku kan nemenin kamu." Jawab Arga.
"Nemenin doang? bantuin dong." Ucapku.
"Ah dikit ini cuciannya, kamu sendiri aja juga bisa." Arga tersenyum.
"Huh." Aku mendengus.
Selesai mencuci piring, aku berjalan menuju sofa dan Arga mengikuti di belakangku. Aku dan Arga duduk di sofa sambil nonton tv.
"Besok kamu pulang ke sini dulu baru berangkat ke rumah mama kamu kan?" Tanya Arga.
"Iya...tapi besok aku gak pergi sendirian, aku bareng temanku Efan dan Sofie." Jawabku menjelaskan.
"Oh..dua orang temen kamu yang beberapa kali datang kesini itu kan?" Tanya Arga memastikan.
"Iya bener." Jawabku.
"Dari yang aku lihat sih sepertinya teman kamu yang namanya Efan itu suka deh sama kamu." Ucap Arga.
"Suka gimana?" Tanyaku.
__ADS_1
"Ya ada perasaan sama kamu." Jelas Arga.