
"Sof, kirimkan nomor plat mobil tadi ke gue." Pinta Arga
"Bos fokus aja dulu buat ngurus Rara, biar yang ini jadi kerjaan gue." Pinta Efan.
"Makasih ya Fan, gue percaya sama lo." Ucap Arga.
Arga berjalan mendekati ranjang Rara dan membelai lembut rambut Rara.
"Sayang maafin aku gak bisa menjagamu." Ucap Arga sedih.
Arga berjalan kembali menuju ke sofa.
"Fan apa kita hubungi orang tua Rara ya?" Tanya Arga.
"Kalo menurut gue sih jangan dulu Bos, kita tunggu Rara bangun aja untuk minta pendapat dia." Jawab Efan.
"Iya bener tuh Ga." Sambung Sofie.
"Oke oke." Jawab Arga.
"Bos, gimana kalo kita bawakan mobil Bos kesini? Supaya bos juga ada kendaraan kalo ada perlu sesuatu." Efan mengusulkan.
"Iya Fan, tolong kamu bawa kesini ya." Arga setuju.
Arga mengeluarkan dompet dari saku celananya dan mengambil STNK.
"Ini STNK nya." Arga memberikan kepada Efan.
"Kuncinya dimana Bos?" Tanya Efan.
"Kuncinya ada di meja depan tv apartemen gue ya Fan, kode pintunya ntar gue kirim via WhatsApp." Jawab Arga.
"Oke bos, kami berangkat sekarang ya." Ucap Efan.
"Iya Fan, hati-hati ya." Pesan Arga.
Efan dan Sofie pun pergi meninggalkan Arga.
Arga menghampiri Rara dan duduk di sebelah ranjang.
Arga menggenggam tangan Rara sambil terus memandangi wajahnya.
"Siapa yang melakukan ini padamu sayang." Ucap Arga sambil meneteskan air mata.
Arga terus menggenggam tangan Rara dan sesekali menciumnya sambil membelai lembut rambut Rara.
"Arga." Terdengar suara Rara yang baru saja bangun.
"Iya sayang, kamu sudah bangun." Tanya Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk lemah.
"Apa masih sakit?" Tanya Arga khawatir.
"Aku gak apa-apa kok sayang, hanya luka dikit aja." Jawab Rara tersenyum.
"Kamu makan dulu ya, kan belum makan siang." Ucap Arga.
"Iya sayang." Rara mau.
Arga pun menyuapi Rara dengan perlahan dan penuh kasih sayang.
"Kamu makan yang banyak ya, supaya cepat sembuh." Pinta Arga.
"Efan sama Sofie mana sayang?" Tanya Rara yang melihat kedua temannya tidak ada di ruangan.
"Oh mereka kembali ke apartemen untuk membawa mobilku kesini, susah juga kalo disini gak ada kendaraan." Jawab Arga.
"Ooh." Ucap Rara.
"Ya udah ntar aja bicaranya, sekarang kamu makan dulu supaya bisa minum obat." Pinta Arga.
"Hu ugh." Rara mengangguk.
Arga terus menyuapi Rara hingga selesai, kemudian Arga memberikan obat dan air putih untuk Rara.
"Sayang, apa perlu kita kasih kabar ke Mama kamu?" Tanya Arga.
__ADS_1
"Gak usah sayang, aku gak mau Mama khawatir." Jawab Rara.
"Tapi sayang, orang tua kamu wajib tau." Ucap Arga.
"Kalo gitu tunggu setelah aku keluar dari rumah sakit barulah kita kasih tau ke Papa dan Mama." Usul Rara.
"Ya sudah begitu pun boleh." Ucap Arga.
"Sayang, gimana hasil CT.scan tadi?" Tanya Rara ingin tau.
"Dokter bilang ada sedikit keretakan tulang pada pinggang kamu, tapi masih bisa disembuhkan kok sayang. Kamu jangan khawatir ya." Arga memeluk Rara yang mulai meneteskan air mata.
"Itu berarti aku gak bisa duduk terlalu lama ya." Ucap Rara sedih.
"Bisa sayang bisa, retaknya hanya sedikit dan tidak separah yang kamu pikirkan." Ucap Arga mencoba menenangkan Rara.
"Beneran?" Tanya Rara memastikan.
"Iya sayang, makanya jangan nangis lagi dong." Arga mengusap air mata di kedua pipi Rara.
"Hu ugh." Rara mengangguk dan tersenyum.
"Nah gitu dong." Ucap Arga dan dengan cepat Arga mencium bibir Rara.
"Sayang, besok aku mau pulang aja." Pinta Rara.
"Tunggu apa kata dokter dulu dong sayang, ngapain juga buru-buru?" Ucap Arga.
"Hhmmm gak mau, pokoknya besok aku mau pulang apa pun kata dokter." Rara memaksa.
"Iya sayang iya, ya udah kamu istirahat aja ya." Suruh Arga.
"Iya sayang." Ucap Rara.
Tak lama kemudian Efan dan Sofie pun tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke ruangan Rara.
"Eh Fan, Sof cepat juga kalian sampe." Ucap Arga.
"Gak begitu jauh juga, makanya cepat sampai." Jawab Efan.
"Bawa apa tuh kalian?" Tanya Arga yang melihat Efan dan Sofie membawa kantong plastik dan paper bag.
"Iya Sof gak apa-apa lagi, ngapain juga minta maaf." Ucap Arga.
"Kalo lu bawa apa tuh Fan?" Tanya Arga.
"Biasa lah, cemilan buat nemenin kita malam ini." Jawab Efan.
"Kita?" Tanya Arga.
"Iya bos, gue sama Sofie akan nginap disini malam ini." Jawab Efan.
"Yakin kalian mau nemenin gue disini? Besok kalian kerja loh." Tanya Arga memastikan.
"Tenang aja bos, kita udah bawa baju ganti buat besok kerja." Jawab Efan mantap.
"Bagus deh kalo gitu." Ucap Arga.
"Makasih ya teman-temanku, kalian udah mau jagain aku disini." Ucap Rara.
"Lah, gue kira lu tidur tadi Ra." Ucap Sofie.
"Gak tidur, cuma merem aja." Ucap Rara tersenyum.
"Rara kapan bisa keluar dari rumah sakit Bos?" Tanya Efan.
"Kalo Rara sih maunya besok." Jawab Arga.
"Kok buru-buru amat Ra?" Tanya Sofie.
"Gak enak di rumah sakit, gak suka gue. Enakan juga di apartemen." Jawab Rara.
"Iya juga sih." Ucap Sofie.
"Eh Bos udah makan siang?" Tanya Efan pada Arga.
"Belom." Jawab Arga singkat.
__ADS_1
"Sama Bos, kami juga belom makan siang." Ucap Efan.
"Gue udah, hehehe." Ucap Rara nimbrung pembicaraan.
"Iye iye lu udah." Ucap Sofie.
"Ya udah bos kita pesan makan aja ya, bos mau makan apa?" Tanya Efan.
"Apa aja yang penting ada nasinya." Jawab Arga.
"Ya udah kalo gitu kita pesan MC.D aja ya." Efan mengusulkan.
"Itu juga boleh." Ucap Arga.
"Gue mau kentang goreng Fan." Pinta Rara.
"Iya nih gue beliin yang gede." Ucap Efan.
"Hehehe." Rara tertawa.
"Fan gue mau burger juga." Pinta Rara lagi.
"Iya nih gue pesankan juga, awas kalo gak lu makan ya." Ucap Efan.
"Tenang aja, kalo gak habis kan masih ada Arga." Ucap Rara tersenyum.
"Iya sayang, apapun yang kamu mau." Ucap Arga membelai Rambut Rara.
"Pesanan udah gue buat, tinggal nunggu datang aja." Ucap Efan.
"Ra, gimana luka lu? Masih sakit?" Tanya Sofie.
"Udah mendingan kok Sof, hanya tinggal nunggu keringnya aja." Jawab Rara.
Sedang asik ngobrol tiba-tiba ponsel Efan berdering.
"Ntar ya gue angkat telepon dulu." Ucap Efan yang langsung keluar dari ruangan itu.
"Siapa sih yang nelepon sampe harus keluar begitu?" Ucap Sofie.
"Cieeee...ada yang cemburu." Ledek Rara.
"Gue bukan cemburu, cuma gak biasa aja Efan nerima teleponnya Sampe menjauh begitu." Ucap Sofie.
"Cieee curiga." Lagi lagi Rara meledek Sofie.
"Ih apaan sih siapa juga yang curiga." Ucap Sofie.
"Terus apa dong namanya?" Tanya Rara.
"Cuma penasaran." Jawab Sofie.
"Iya deh iya, cuma penasaran." Ucap Rara masih dengan nada meledek.
Tak lama kemudian Efan pun kembali ke dalam ruangan.
"Teleponan sama siapa sih Fan sampe harus keluar segala?" Tanya Sofie penasaran.
"Nelepon temen, ada bisnis dikit." Jawab Efan.
"Temen?" Tanya Sofie memastikan.
"Iya Sofie, udah ah jangan curiga begitu. Gue gak macem-macem kok, sumpah." Jawab Efan meyakinkan Sofie.
"Katanya gak curiga, hemmm..." Ledek Rara lagi.
"Iihh...udah dibilang cuma penasaran doang juga." Sofie menyangkal.
"Bos, bisa kita bicara bentar di luar?" Pinta Efan pada Arga.
"Boleh." Jawab Arga.
"Oke ayok kita keluar bentar bos." Ajak Efan.
"Aku keluar bentar ya sayang." Ucap Arga pada Rara.
"Iya sayang." Jawab Rara.
__ADS_1
Arga dan Efan pun keluar dari ruangan tempat Rara di rawat.